Juz 14

227 ayat · 2 surah

الٓر‌ۚ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ وَقُرْءَانٍ مُّبِينٍ ١

Alif-lam-ra tilka ayatualkitabi waqur-anin mubeen

Alif Lām Rā`. (Surah) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Alquran yang memberi penjelasan.

رُّبَمَا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْ كَانُواْ مُسْلِمِينَ ٢

Rubama yawaddu allatheenakafaroo law kanoo muslimeen

Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang muslim.

ذَرْهُمْ يَأْكُلُواْ وَيَتَمَتَّعُواْ وَيُلْهِهِمُ ٱلْأَمَلُ‌ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ ٣

Tharhum ya/kuloo wayatamattaAAoowayulhihimu al-amalu fasawfa yaAAlamoon

Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).

وَمَآ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَّعْلُومٌ ٤

Wama ahlakna min qaryatin illawalaha kitabun maAAloom

Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, melainkan sudah ada ketentuan yang di tetapkan baginya.

مَّا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَــْٔخِرُونَ ٥

Ma tasbiqu min ommatin ajalahawama yasta/khiroon

Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat meminta penundaan(nya).

وَقَالُواْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِى نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ ٦

Waqaloo ya ayyuha allatheenuzzila AAalayhi aththikru innaka lamajnoon

Dan mereka berkata, "Wahai orang yang kepadanya diturunkan Alquran, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar orang yang gila.1

لَّوْ مَا تَأْتِينَا بِٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ٧

Law ma ta/teena bilmala-ikatiin kunta mina assadiqeen

Mengapa engkau tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika engkau termasuk orang yang benar?"

مَا نُنَزِّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَمَا كَانُوٓاْ إِذًا مُّنظَرِينَ ٨

Ma nunazzilu almala-ikata illabilhaqqi wama kanoo ithan munthareen

Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan kebenaran (untuk membawa azab) dan mereka ketika itu tidak diberi penangguhan.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ ٩

Inna nahnu nazzalna aththikrawa-inna lahu lahafithoon

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.1

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِى شِيَعِ ٱلْأَوَّلِينَ ١٠

Walaqad arsalna min qablika feeshiyaAAi al-awwaleen

Dan sungguh, Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum engkau (Muhammad) kepada umat-umat terdahulu.

وَمَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ ١١

Wama ya/teehim min rasoolin illakanoo bihi yastahzi-oon

Dan setiap kali seorang rasul datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokannya.

كَذَٲلِكَ نَسْلُكُهُۥ فِى قُلُوبِ ٱلْمُجْرِمِينَ ١٢

Kathalika naslukuhu fee quloobialmujrimeen

Demikianlah, Kami memasukkannya (olok-olok itu) ke dalam hati orang yang berdosa,

لَا يُؤْمِنُونَ بِهِۦ‌ۖ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ ٱلْأَوَّلِينَ ١٣

La yu/minoona bihi waqad khalatsunnatu al-awwaleen

mereka tidak beriman kepadanya (Alquran) padahal telah berlalu sunnatullah1 terhadap orang-orang terdahulu.

وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فَظَلُّواْ فِيهِ يَعْرُجُونَ ١٤

Walaw fatahna AAalayhim babanmina assama-i fathalloo feehiyaAArujoon

Dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,

لَقَالُوٓاْ إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَـٰرُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَّسْحُورُونَ ١٥

Laqaloo innama sukkirat absarunabal nahnu qawmun mashooroon

tentulah mereka berkata, "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir."

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّـٰهَا لِلنَّـٰظِرِينَ ١٦

Walaqad jaAAalna fee assama-iburoojan wazayyannaha linnathireen

Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan menjadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya),

وَحَفِظْنَـٰهَا مِن كُلِّ شَيْطَـٰنٍ رَّجِيمٍ ١٧

Wahafithnahamin kulli shaytanin rajeem

dan Kami menjaganya dari setiap (gangguan) setan yang terkutuk,

إِلَّا مَنِ ٱسْتَرَقَ ٱلسَّمْعَ فَأَتْبَعَهُۥ شِهَابٌ مُّبِينٌ ١٨

Illa mani istaraqa assamAAafaatbaAAahu shihabun mubeen

kecuali (setan) yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dikejar oleh semburan api yang terang.

وَٱلْأَرْضَ مَدَدْنَـٰهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَٲسِىَ وَأَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَىْءٍ مَّوْزُونٍ ١٩

Wal-arda madadnahawaalqayna feeha rawasiya waanbatnafeeha min kulli shay-in mawzoon

Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran.

وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَـٰيِشَ وَمَن لَّسْتُمْ لَهُۥ بِرَٲزِقِينَ ٢٠

WajaAAalna lakum feeha maAAayishawaman lastum lahu biraziqeen

Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya.

وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَآئِنُهُۥ وَمَا نُنَزِّلُهُۥٓ إِلَّا بِقَدَرٍ مَّعْلُومٍ ٢١

Wa-in min shay-in illa AAindanakhaza-inuhu wama nunazziluhu illa biqadarinmaAAloom

Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya;1 Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.

وَأَرْسَلْنَا ٱلرِّيَـٰحَ لَوَٲقِحَ فَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَسْقَيْنَـٰكُمُوهُ وَمَآ أَنتُمْ لَهُۥ بِخَـٰزِنِينَ ٢٢

Waarsalna arriyaha lawaqihafaanzalna mina assama-i maanfaasqaynakumoohu wama antum lahu bikhazineen

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan1 dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.

وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْىِۦ وَنُمِيتُ وَنَحْنُ ٱلْوَٲرِثُونَ ٢٣

Wa-inna lanahnu nuhyeewanumeetu wanahnu alwarithoon

Dan sungguh, Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.

وَلَقَدْ عَلِمْنَا ٱلْمُسْتَقْدِمِينَ مِنكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا ٱلْمُسْتَــْٔخِرِينَ ٢٤

Walaqad AAalimna almustaqdimeenaminkum walaqad AAalimna almusta/khireen

Dan sungguh, Kami mengetahui orang yang terdahulu sebelum kamu dan Kami mengetahui pula orang yang terkemudian.

وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ‌ۚ إِنَّهُۥ حَكِيمٌ عَلِيمٌ ٢٥

Wa-inna rabbaka huwa yahshuruhuminnahu hakeemun AAaleem

Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang akan mengumpulkan mereka. Sungguh, Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن صَلْصَـٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ٢٦

Walaqad khalaqna al-insana minsalsalin min hama-in masnoon

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

وَٱلْجَآنَّ خَلَقْنَـٰهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ ٢٧

Waljanna khalaqnahumin qablu min nari assamoom

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى خَـٰلِقُۢ بَشَرًا مِّن صَلْصَـٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ٢٨

Wa-ith qala rabbuka lilmala-ikatiinnee khaliqun basharan min salsalin min hama-inmasnoon

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُواْ لَهُۥ سَـٰجِدِينَ ٢٩

Fa-itha sawwaytuhu wanafakhtu feehimin roohee faqaAAoo lahu sajideen

Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.1

فَسَجَدَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ٣٠

Fasajada almala-ikatu kulluhumajmaAAoon

Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,

إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰٓ أَن يَكُونَ مَعَ ٱلسَّـٰجِدِينَ ٣١

Illa ibleesa aba an yakoonamaAAa assajideen

kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.

قَالَ يَـٰٓإِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ ٱلسَّـٰجِدِينَ ٣٢

Qala ya ibleesu ma lakaalla takoona maAAa assajideen

Dia (Allah) berfirman, "Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?"

قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُۥ مِن صَلْصَـٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ٣٣

Qala lam akun li-asjuda libasharinkhalaqtahu min salsalin min hama-in masnoon

Ia (Iblis) berkata, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk."

قَالَ فَٱخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ ٣٤

Qala fakhruj minhafa-innaka rajeem

Dia (Allah) berfirman, "(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,

وَإِنَّ عَلَيْكَ ٱللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ ٣٥

Wa-inna AAalayka allaAAnata ila yawmiaddeen

dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat."

قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ٣٦

Qala rabbi faanthirneeila yawmi yubAAathoon

Ia (Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan."

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلْمُنظَرِينَ ٣٧

Qala fa-innaka mina almunthareen

Allah berfirman, "(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan,

إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْوَقْتِ ٱلْمَعْلُومِ ٣٨

Ila yawmi alwaqti almaAAloom

sampai hari yang telah ditentukan (Kiamat)."

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ٣٩

Qala rabbi bima aghwaytaneelaozayyinanna lahum fee al-ardi walaoghwiyannahumajmaAAeen

Ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) tampak indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ ٱلْمُخْلَصِينَ ٤٠

Illa AAibadaka minhumualmukhlaseen

kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."

قَالَ هَـٰذَا صِرَٲطٌ عَلَىَّ مُسْتَقِيمٌ ٤١

Qala hatha siratunAAalayya mustaqeem

Dia (Allah) berfirman, "Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku."

إِنَّ عِبَادِى لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَـٰنٌ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ ٤٢

Inna AAibadee laysa laka AAalayhimsultanun illa mani ittabaAAaka mina alghaween

Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ ٤٣

Wa-inna jahannama lamawAAiduhum ajmaAAeen

Dan sungguh, Jahanam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semuanya,

لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَٲبٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ ٤٤

Laha sabAAatu abwabin likullibabin minhum juz-on maqsoom

(Jahanam) itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka.

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ وَعُيُونٍ ٤٥

Inna almuttaqeena fee jannatinwaAAuyoon

Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air (yang mengalir).

ٱدْخُلُوهَا بِسَلَـٰمٍ ءَامِنِينَ ٤٦

Odkhulooha bisalamin amineen

(Allah berfirman), "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman."

وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَٲنًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَـٰبِلِينَ ٤٧

WanazaAAna ma fee sudoorihimmin ghillin ikhwanan AAala sururin mutaqabileen

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ ٤٨

La yamassuhum feeha nasabunwama hum minha bimukhrajeen

Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.

۞ نَبِّئْ عِبَادِىٓ أَنِّىٓ أَنَا ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٤٩

Nabbi/ AAibadee annee anaalghafooru arraheem

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang,

وَأَنَّ عَذَابِى هُوَ ٱلْعَذَابُ ٱلْأَلِيمُ ٥٠

Waanna AAathabee huwa alAAathabual-aleem

dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.

وَنَبِّئْهُمْ عَن ضَيْفِ إِبْرَٲهِيمَ ٥١

Wanabbi/hum AAan dayfi ibraheem

Dan kabarkanlah (Muhammad) kepada mereka tentang tamu Ibrahim (malaikat).

إِذْ دَخَلُواْ عَلَيْهِ فَقَالُواْ سَلَـٰمًا قَالَ إِنَّا مِنكُمْ وَجِلُونَ ٥٢

Ith dakhaloo AAalayhi faqaloosalaman qala inna minkum wajiloon

Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, "Salām." Dia (Ibrahim) berkata, "kami benar-benar merasa takut kepadamu."

قَالُواْ لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَـٰمٍ عَلِيمٍ ٥٣

Qaloo la tawjal innanubashshiruka bighulamin AAaleem

(Mereka) berkata, "Janganlah engkau merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang pandai (Ishak)."

قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِى عَلَىٰٓ أَن مَّسَّنِىَ ٱلْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ ٥٤

Qala abashshartumoonee AAalaan massaniya alkibaru fabima tubashshiroon

Dia (Ibrahim) berkata, "Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, lalu (dengan cara) bagaimana kamu memberi (kabar gembira) tersebut?"

قَالُواْ بَشَّرْنَـٰكَ بِٱلْحَقِّ فَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْقَـٰنِطِينَ ٥٥

Qaloo bashsharnaka bilhaqqifala takun mina alqaniteen

(Mereka) menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa!"

قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ ٥٦

Qala waman yaqnatu min rahmatirabbihi illa addalloon

Dia (Ibrahim) berkata, "Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat."

قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا ٱلْمُرْسَلُونَ ٥٧

Qala fama khatbukumayyuha almursaloon

Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah perkara pentingmu, wahai para utusan?"

قَالُوٓاْ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمٍ مُّجْرِمِينَ ٥٨

Qaloo inna orsilna ilaqawmin mujrimeen

(Mereka) menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa,

إِلَّآ ءَالَ لُوطٍ إِنَّا لَمُنَجُّوهُمْ أَجْمَعِينَ ٥٩

Illa ala lootin innalamunajjoohum ajmaAAeen

kecuali para pengikut Luṭ. Sesungguhnya kami pasti menyelamatkan mereka semuanya,

إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ قَدَّرْنَآ‌ۙ إِنَّهَا لَمِنَ ٱلْغَـٰبِرِينَ ٦٠

Illa imraatahu qaddarna innahalamina alghabireen

kecuali istrinya, kami telah menentukan, bahwa dia termasuk orang yang tertinggal (bersama orang kafir lainnya)."

فَلَمَّا جَآءَ ءَالَ لُوطٍ ٱلْمُرْسَلُونَ ٦١

Falamma jaa ala lootinalmursaloon

Maka ketika utusan itu datang kepada para pengikut Luṭ,

قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ مُّنكَرُونَ ٦٢

Qala innakum qawmun munkaroon

dia (Luṭ) berkata, "Sesungguhnya kamu orang yang tidak kami kenal."

قَالُواْ بَلْ جِئْنَـٰكَ بِمَا كَانُواْ فِيهِ يَمْتَرُونَ ٦٣

Qaloo bal ji/naka bimakanoo feehi yamtaroon

(Para utusan) menjawab, "Sebenarnya kami ini datang kepadamu membawa azab yang selalu mereka dustakan.

وَأَتَيْنَـٰكَ بِٱلْحَقِّ وَإِنَّا لَصَـٰدِقُونَ ٦٤

Waataynaka bilhaqqiwa-inna lasadiqoon

Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sungguh, kami orang yang benar.

فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ ٱلَّيْلِ وَٱتَّبِعْ أَدْبَـٰرَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ وَٱمْضُواْ حَيْثُ تُؤْمَرُونَ ٦٥

Faasri bi-ahlika biqitAAin minaallayli wattabiAA adbarahum wala yaltafitminkum ahadun wamdoo haythutu/maroon

Maka pergilah kamu pada akhir malam beserta keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang! Jangan ada di antara kamu yang menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu."

وَقَضَيْنَآ إِلَيْهِ ذَٲلِكَ ٱلْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَـٰٓؤُلَآءِ مَقْطُوعٌ مُّصْبِحِينَ ٦٦

Waqadayna ilayhi thalikaal-amra anna dabira haola-i maqtooAAunmusbiheen

Dan telah Kami tetapkan kepadanya (Luṭ) keputusan itu, bahwa akhirnya mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh.

وَجَآءَ أَهْلُ ٱلْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ ٦٧

Wajaa ahlu almadeenati yastabshiroon

Dan datanglah penduduk kota itu1 (ke rumah Luṭ) dengan gembira (karena kedatangan tamu itu).

قَالَ إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ ضَيْفِى فَلَا تَفْضَحُونِ ٦٨

Qala inna haola-i dayfeefala tafdahoon

Dia (Luṭ) berkata, "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka jangan kamu mempermalukan aku,

وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ ٦٩

Wattaqoo Allaha walatukhzoon

dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina!"

قَالُوٓاْ أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٧٠

Qaloo awa lam nanhaka AAani alAAalameen

(Mereka) berkata, "Bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?"1

قَالَ هَـٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِىٓ إِن كُنتُمْ فَـٰعِلِينَ ٧١

Qala haola-i banateein kuntum faAAileen

Dia (Luṭ) berkata, "Mereka itulah putri-putri (negeri)ku (nikahlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat."

لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِى سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ ٧٢

LaAAamruka innahum lafee sakratihimyaAAmahoona

(Allah berfirman), "Demi umurmu1 (Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)."

فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ ٧٣

Faakhathat-humu assayhatumushriqeen

Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit,

فَجَعَلْنَا عَـٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ ٧٤

FajaAAalna AAaliyaha safilahawaamtarna AAalayhim hijaratan minsijjeel

maka Kami jungkirbalikan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.

إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ لِّلْمُتَوَسِّمِينَ ٧٥

Inna fee thalika laayatinlilmutawassimeen

Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda,

وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍ مُّقِيمٍ ٧٦

Wa-innaha labisabeelin muqeem

dan sungguh, (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).

إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً لِّلْمُؤْمِنِينَ ٧٧

Inna fee thalika laayatanlilmu/mineen

Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman.

وَإِن كَانَ أَصْحَـٰبُ ٱلْأَيْكَةِ لَظَـٰلِمِينَ ٧٨

Wa-in kana as-habual-aykati lathalimeen

Dan sesungguhnya penduduk Aikah1 itu benar-benar kaum yang zalim,

فَٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ وَإِنَّهُمَا لَبِإِمَامٍ مُّبِينٍ ٧٩

Fantaqamna minhum wa-innahumalabi-imamin mubeen

maka Kami membinasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua (negeri)1 itu terletak di satu jalur jalan raya.

وَلَقَدْ كَذَّبَ أَصْحَـٰبُ ٱلْحِجْرِ ٱلْمُرْسَلِينَ ٨٠

Walaqad kaththaba as-habualhijri almursaleen

Dan sesungguhnya penduduk negeri Hijr1 benar-benar telah mendustakan para rasul (mereka),2

وَءَاتَيْنَـٰهُمْ ءَايَـٰتِنَا فَكَانُواْ عَنْهَا مُعْرِضِينَ ٨١

Waataynahum ayatinafakanoo AAanha muAArideen

dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya,

وَكَانُواْ يَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا ءَامِنِينَ ٨٢

Wakanoo yanhitoona mina aljibalibuyootan amineen

dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung batu, (yang didiami) dengan rasa aman.

فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ مُصْبِحِينَ ٨٣

Faakhathat-humu assayhatumusbiheen

Kemudian mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur pada pagi hari,1

فَمَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَكْسِبُونَ ٨٤

Fama aghna AAanhum ma kanooyaksiboon

sehingga tidak berguna bagi mereka, apa yang telah mereka usahakan.

وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ‌ۗ وَإِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَأَتِيَةٌ‌ۖ فَٱصْفَحِ ٱلصَّفْحَ ٱلْجَمِيلَ ٨٥

Wama khalaqna assamawatiwal-arda wama baynahuma illabilhaqqi wa-inna assaAAata laatiyatunfasfahi assafhaaljameel

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh, Kiamat pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلْخَلَّـٰقُ ٱلْعَلِيمُ ٨٦

Inna rabbaka huwa alkhallaqualAAaleem

Sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui.

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَـٰكَ سَبْعًا مِّنَ ٱلْمَثَانِى وَٱلْقُرْءَانَ ٱلْعَظِيمَ ٨٧

Walaqad ataynaka sabAAan minaalmathanee walqur-ana alAAatheem

Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang1 dan Alquran yang agung.

لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٲجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ ٨٨

La tamuddanna AAaynayka ila mamattaAAna bihi azwajan minhum wala tahzanAAalayhim wakhfid janahaka lilmu/mineen

Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.

وَقُلْ إِنِّىٓ أَنَا ٱلنَّذِيرُ ٱلْمُبِينُ ٨٩

Waqul innee ana annatheerualmubeen

Dan katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas."

كَمَآ أَنزَلْنَا عَلَى ٱلْمُقْتَسِمِينَ ٩٠

Kama anzalna AAalaalmuqtasimeen

Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang yang memilah-milah (Kitab Allah),1

ٱلَّذِينَ جَعَلُواْ ٱلْقُرْءَانَ عِضِينَ ٩١

Allatheena jaAAaloo alqur-anaAAideen

(Yaitu) orang-orang1 yang telah menjadikan Alquran itu terbagi-bagi.

فَوَرَبِّكَ لَنَسْــَٔلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ٩٢

Fawarabbika lanas-alannahum ajmaAAeen

Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,

عَمَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ٩٣

AAamma kanoo yaAAmaloon

tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.

فَٱصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ ٩٤

FasdaAA bima tu/maruwaaAArid AAani almushrikeen

Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.

إِنَّا كَفَيْنَـٰكَ ٱلْمُسْتَهْزِءِينَ ٩٥

Inna kafaynaka almustahzi-een

Sesungguhnya Kami memelihara engkau (Muhammad) dari (kejahatan) orang yang memperolok-olokkan (engkau),

ٱلَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ‌ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ ٩٦

Allatheena yajAAaloona maAAa Allahiilahan akhara fasawfa yaAAlamoon

(yaitu) orang yang menganggap adanya tuhan selain Allah; mereka kelak akan mengetahui (akibatnya).

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ ٩٧

Walaqad naAAlamu annaka yadeequ sadrukabima yaqooloon

Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan,

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ ٱلسَّـٰجِدِينَ ٩٨

Fasabbih bihamdi rabbika wakunmina assajideen

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (salat),

وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ ٩٩

WaAAbud rabbaka hattaya/tiyaka alyaqeen

dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.

أَتَىٰٓ أَمْرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ‌ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ١

Ata amru Allahi falatastaAAjiloohu subhanahu wataAAala AAammayushrikoon

Ketetapan Allah1 pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.

يُنَزِّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ أَنْ أَنذِرُوٓاْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۟ فَٱتَّقُونِ ٢

Yunazzilu almala-ikata birroohimin amrihi AAala man yashao min AAibadihi ananthiroo annahu la ilaha illa anafattaqoon

Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, (dengan berfirman) yaitu, "Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku), bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku."

خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ‌ۚ تَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ٣

Khalaqa assamawati wal-ardabilhaqqi taAAala AAammayushrikoon

Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

خَلَقَ ٱلْإِنسَـٰنَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ ٤

Khalaqa al-insana min nutfatinfa-itha huwa khaseemun mubeen

Dia telah menciptakan manusia dari mani, ternyata dia menjadi pembantah yang nyata.

وَٱلْأَنْعَـٰمَ خَلَقَهَا‌ۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَـٰفِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ ٥

Wal-anAAama khalaqahalakum feeha dif-on wamanafiAAu waminhata-kuloon

Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan.

وَلَكُمْ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسْرَحُونَ ٦

Walakum feeha jamalun heenatureehoona waheena tasrahoon

Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan).

وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُواْ بَـٰلِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ ٱلْأَنفُسِ‌ۚ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ ٧

Watahmilu athqalakum ilabaladin lam takoonoo baligheehi illa bishiqqial-anfusi inna rabbakum laraoofun raheem

Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang,

وَٱلْخَيْلَ وَٱلْبِغَالَ وَٱلْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً‌ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ ٨

Walkhayla walbighalawalhameera litarkabooha wazeenatanwayakhluqu ma la taAAlamoon

dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal,1 dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.

وَعَلَى ٱللَّهِ قَصْدُ ٱلسَّبِيلِ وَمِنْهَا جَآئِرٌ‌ۚ وَلَوْ شَآءَ لَهَدَٮٰكُمْ أَجْمَعِينَ ٩

WaAAala Allahi qasdu assabeeliwaminha ja-irun walaw shaa lahadakumajmaAAeen

Dan hak Allah menerangkan jalan yang lurus, dan di antaranya ada (jalan) yang menyimpang. Dan jika Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kamu semua (ke jalan yang benar).

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً‌ۖ لَّكُم مِّنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ ١٠

Huwa allathee anzala mina assama-imaan lakum minhu sharabun waminhu shajarun feehituseemoon

Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu.

يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرْعَ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلْأَعْنَـٰبَ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٲتِ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ١١

Yunbitu lakum bihi azzarAAa wazzaytoonawannakheela wal-aAAnaba wamin kulli aththamaratiinna fee thalika laayatan liqawmin yatafakkaroon

Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ‌ۖ وَٱلنُّجُومُ مُسَخَّرَٲتُۢ بِأَمْرِهِۦٓ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ١٢

Wasakhkhara lakumu allayla wannaharawashshamsa walqamara wannujoomumusakhkharatun bi-amrihi inna fee thalika laayatinliqawmin yaAAqiloon

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti,

وَمَا ذَرَأَ لَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُخْتَلِفًا أَلْوَٲنُهُۥٓ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً لِّقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ ١٣

Wama tharaa lakum fee al-ardimukhtalifan alwanuhu inna fee thalika laayatanliqawmin yaththakkaroon

dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.

وَهُوَ ٱلَّذِى سَخَّرَ ٱلْبَحْرَ لِتَأْكُلُواْ مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُواْ مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى ٱلْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُواْ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ١٤

Wahuwa allathee sakhkhara albahralita/kuloo minhu lahman tariyyan watastakhrijoominhu hilyatan talbasoonaha watara alfulkamawakhira feehi walitabtaghoo min fadlihiwalaAAallakum tashkuroon

Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.

وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٲسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَـٰرًا وَسُبُلاً لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ١٥

Waalqa fee al-ardi rawasiyaan tameeda bikum waanharan wasubulan laAAallakum tahtadoon

Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,

وَعَلَـٰمَـٰتٍ‌ۚ وَبِٱلنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ ١٦

WaAAalamatin wabinnajmihum yahtadoon

dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk.

أَفَمَن يَخْلُقُ كَمَن لَّا يَخْلُقُ‌ۗ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ١٧

Afaman yakhluqu kaman la yakhluquafala tathakkaroon

Maka apakah (Allah) yang menciptakan sama dengan yang tidak dapat menciptakan (sesuatu)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ١٨

Wa-in taAAuddoo niAAmata Allahi latuhsooha inna Allaha laghafoorun raheem

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.

وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ ١٩

Wallahu yaAAlamu matusirroona wama tuAAlinoon

Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan.

وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَخْلُقُونَ شَيْــًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ ٢٠

Wallatheena yadAAoona mindooni Allahi la yakhluqoona shay-an wahumyukhlaqoon

Dan (berhala-berhala) yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang.

أَمْوَٲتٌ غَيْرُ أَحْيَآءٍ‌ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ ٢١

Amwatun ghayru ahya-inwama yashAAuroona ayyana yubAAathoon

(Berhala-berhala itu) benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui kapankah (penyembahnya) dibangkitkan.

إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَٲحِدٌ‌ۚ فَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْأَخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٌ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ ٢٢

Ilahukum ilahun wahidunfallatheena la yu/minoona bil-akhiratiquloobuhum munkiratun wahum mustakbiroon

Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang yang sombong.

لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ‌ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْتَكْبِرِينَ ٢٣

La jarama anna Allaha yaAAlamuma yusirroona wama yuAAlinoona innahu la yuhibbualmustakbireen

Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong.

وَإِذَا قِيلَ لَهُم مَّاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمْ‌ۙ قَالُوٓاْ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ ٢٤

Wa-itha qeela lahum mathaanzala rabbukum qaloo asateeru al-awwaleen

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Apa yang telah diturunkan Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Dongeng-dongeng orang dahulu,"

لِيَحْمِلُوٓاْ أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ‌ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ ٱلَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ‌ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ ٢٥

Liyahmiloo awzarahum kamilatanyawma alqiyamati wamin awzari allatheena yudilloonahumbighayri AAilmin ala saa ma yaziroon

(ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu.

قَدْ مَكَرَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَأَتَى ٱللَّهُ بُنْيَـٰنَهُم مِّنَ ٱلْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ ٱلسَّقْفُ مِن فَوْقِهِمْ وَأَتَـٰهُمُ ٱلْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ ٢٦

Qad makara allatheena min qablihimfaata Allahu bunyanahum mina alqawaAAidifakharra AAalayhimu assaqfu min fawqihim waatahumualAAathabu min haythu la yashAAuroon

Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka mulai dari pondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan siksa itu datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.

ثُمَّ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ يُخْزِيهِمْ وَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَآءِىَ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تُشَـٰٓقُّونَ فِيهِمْ‌ۚ قَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْعِلْمَ إِنَّ ٱلْخِزْىَ ٱلْيَوْمَ وَٱلسُّوٓءَ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ ٢٧

Thumma yawma alqiyamati yukhzeehimwayaqoolu ayna shuraka-iya allatheena kuntum tushaqqoonafeehim qala allatheena ootoo alAAilma inna alkhizyaalyawma wassoo-a AAala alkafireen

Kemudian Allah menghinakan mereka pada hari Kiamat, dan berfirman, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu yang (karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang yang beriman)?" Orang-orang yang diberi ilmu berkata;1 "Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan kepada orang yang kafir,"

ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّـٰهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ‌ۖ فَأَلْقَوُاْ ٱلسَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِن سُوٓءِۭ‌ۚ بَلَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ٢٨

Allatheena tatawaffahumu almala-ikatuthalimee anfusihim faalqawoo assalamama kunna naAAmalu min soo-in bala inna AllahaAAaleemun bima kuntum taAAmaloon

(yaitu) orang yang dicabut nyawanya oleh para malaikat dalam keadaan (berbuat) zalim kepada diri sendiri, lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata), "Kami tidak pernah mengerjakan sesuatu kejahatan pun." (Malaikat menjawab), "Pernah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan."

فَٱدْخُلُوٓاْ أَبْوَٲبَ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَا‌ۖ فَلَبِئْسَ مَثْوَى ٱلْمُتَكَبِّرِينَ ٢٩

Fadkhuloo abwaba jahannama khalideenafeeha falabi/sa mathwa almutakabbireen

Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Pasti itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri.

۞ وَقِيلَ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوْاْ مَاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمْ‌ۚ قَالُواْ خَيْرًا‌ۗ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُواْ فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ‌ۚ وَلَدَارُ ٱلْأَخِرَةِ خَيْرٌ‌ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ ٱلْمُتَّقِينَ ٣٠

Waqeela lillatheena ittaqaw mathaanzala rabbukum qaloo khayran lillatheena ahsanoofee hathihi addunya hasanatun waladarual-akhirati khayrun walaniAAma daru almuttaqeen

Dan kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa, "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?"Mereka menjawab, "Kebaikan." Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,

جَنَّـٰتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ‌ۖ لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ‌ۚ كَذَٲلِكَ يَجْزِى ٱللَّهُ ٱلْمُتَّقِينَ ٣١

Jannatu AAadnin yadkhuloonahatajree min tahtiha al-anharu lahum feehama yashaoona kathalika yajzee Allahualmuttaqeen

(yaitu) surga-surga 'Ādn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (surga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa,

ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّـٰهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ‌ۙ يَقُولُونَ سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُواْ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ٣٢

Allatheena tatawaffahumu almala-ikatutayyibeena yaqooloona salamun AAalaykumu odkhulooaljannata bima kuntum taAAmaloon

(yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik,1 mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), "Salāmun 'alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan."

هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأْتِيَهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَوْ يَأْتِىَ أَمْرُ رَبِّكَ‌ۚ كَذَٲلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ‌ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَـٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ٣٣

Hal yanthuroona illa anta/tiyahumu almala-ikatu aw ya/tiya amru rabbika kathalikafaAAala allatheena min qablihim wama thalamahumuAllahu walakin kanoo anfusahum yathlimoon

Tidak ada yang ditunggu mereka (orang kafir) selain datangnya para malaikat kepada mereka1 atau datangnya perintah Tuhanmu.2 Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Allah tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang (selalu) menzalimi diri mereka sendiri.

فَأَصَابَهُمْ سَيِّـَٔـاتُ مَا عَمِلُواْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ ٣٤

Faasabahum sayyi-atu maAAamiloo wahaqa bihim ma kanoo bihiyastahzi-oon

Maka mereka ditimpa azab (akibat) perbuatan mereka dan diliputi oleh azab yang dulu selalu mereka perolok-olokkan.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُواْ لَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا عَبَدْنَا مِن دُونِهِۦ مِن شَىْءٍ نَّحْنُ وَلَآ ءَابَآؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِن دُونِهِۦ مِن شَىْءٍ‌ۚ كَذَٲلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ‌ۚ فَهَلْ عَلَى ٱلرُّسُلِ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ ٣٥

Waqala allatheena ashrakoo lawshaa Allahu ma AAabadna min doonihimin shay-in nahnu wala abaonawala harramna min doonihi min shay-in kathalikafaAAala allatheena min qablihim fahal AAala arrusuliilla albalaghu almubeen

Dan orang musyrik berkata, "Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)-Nya." Demikianlah yang diperbuat oleh orang sebelum mereka. Bukankah kewajiban para rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُواْ ٱلطَّـٰغُوتَ‌ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَـٰلَةُ‌ۚ فَسِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ ٣٦

Walaqad baAAathna fee kulli ommatinrasoolan ani oAAbudoo Allaha wajtaniboo attaghootafaminhum man hada Allahu waminhum man haqqatAAalayhi addalalatu faseeroo fee al-ardifanthuroo kayfa kana AAaqibatualmukaththibeen

Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah, dan jauhilah tagut," kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).

إِن تَحْرِصْ عَلَىٰ هُدَٮٰهُمْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَن يُضِلُّ‌ۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّـٰصِرِينَ ٣٧

In tahris AAala hudahumfa-inna Allaha la yahdee man yudillu wamalahum min nasireen

Jika engkau (Muhammad) sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan mereka tidak mempunyai penolong.

وَأَقْسَمُواْ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ‌ۙ لَا يَبْعَثُ ٱللَّهُ مَن يَمُوتُ‌ۚ بَلَىٰ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ٣٨

Waaqsamoo billahi jahda aymanihimla yabAAathu Allahu man yamootu bala waAAdanAAalayhi haqqan walakinna akthara annasila yaAAlamoon

Dan mereka bersumpah atas (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, "Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati." Tidak demikian (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

لِيُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِى يَخْتَلِفُونَ فِيهِ وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّهُمْ كَانُواْ كَـٰذِبِينَ ٣٩

Liyubayyina lahumu allatheeyakhtalifoona feehi waliyaAAlama allatheena kafarooannahum kanoo kathibeen

agar Dia menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang kafir itu mengetahui bahwa mereka adalah orang yang berdusta.

إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَىْءٍ إِذَآ أَرَدْنَـٰهُ أَن نَّقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ٤٠

Innama qawluna lishay-inithaaradnahu an naqoola lahu kun fayakoon

Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.

وَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ فِى ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُواْ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً‌ۖ وَلَأَجْرُ ٱلْأَخِرَةِ أَكْبَرُ‌ۚ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ ٤١

Wallatheena hajaroofee Allahi min baAAdi ma thulimoolanubawwi-annahum fee addunya hasanatanwalaajru al-akhirati akbaru law kanoo yaAAlamoon

Dan orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala di akhirat pasti lebih besar, sekiranya mereka mengetahui,

ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ٤٢

Allatheena sabaroo waAAalarabbihim yatawakkaloon

(yaitu) orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالاً نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ‌ۚ فَسْــَٔلُوٓاْ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ٤٣

Wama arsalna min qablika illarijalan noohee ilayhim fas-aloo ahla aththikriin kuntum la taAAlamoon

Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan1 jika kamu tidak mengetahui,

بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَٱلزُّبُرِ‌ۗ وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ٤٤

Bilbayyinati wazzuburiwaanzalna ilayka aththikra litubayyina linnasima nuzzila ilayhim walaAAallahum yatafakkaroon

(mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Aż-Żikr (Alquran) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka1 dan agar mereka memikirkan,

أَفَأَمِنَ ٱلَّذِينَ مَكَرُواْ ٱلسَّيِّـَٔـاتِ أَن يَخْسِفَ ٱللَّهُ بِهِمُ ٱلْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ ٱلْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ ٤٥

Afaamina allatheena makaroo assayyi-atian yakhsifa Allahu bihimu al-arda aw ya/tiyahumualAAathabu min haythu la yashAAuroon

maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari,

أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِى تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُم بِمُعْجِزِينَ ٤٦

Aw ya/khuthahum fee taqallubihim famahum bimuAAjizeen

atau Allah mengazab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan; sehingga mereka tidak berdaya menolak (azab itu),

أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَىٰ تَخَوُّفٍ فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ ٤٧

Aw ya/khuthahum AAalatakhawwufin fa-inna rabbakum laraoofun raheem

atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa).1 Maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang.

أَوَلَمْ يَرَوْاْ إِلَىٰ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ يَتَفَيَّؤُاْ ظِلَـٰلُهُۥ عَنِ ٱلْيَمِينِ وَٱلشَّمَآئِلِ سُجَّدًا لِّلَّهِ وَهُمْ دَٲخِرُونَ ٤٨

Awa lam yaraw ila ma khalaqaAllahu min shay-in yatafayyao thilaluhuAAani alyameeni washshama-ili sujjadan lillahiwahum dakhiroon

Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah, bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, dalam keadaan sujud kepada Allah, dan mereka (bersikap) rendah hati.

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن دَآبَّةٍ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ٤٩

Walillahi yasjudu ma fee assamawatiwama fee al-ardi min dabbatin walmala-ikatuwahum la yastakbiroon

Dan segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi hanya bersujud kepada Allah yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan (juga) para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.

يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ۩ ٥٠

Yakhafoona rabbahum min fawqihimwayafAAaloona ma yu/maroon

Mereka takut kepada Tuhan yang (berkuasa) di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).

۞ وَقَالَ ٱللَّهُ لَا تَتَّخِذُوٓاْ إِلَـٰهَيْنِ ٱثْنَيْنِ‌ۖ إِنَّمَا هُوَ إِلَـٰهٌ وَٲحِدٌ‌ۖ فَإِيَّـٰىَ فَٱرْهَبُونِ ٥١

Waqala Allahu latattakhithoo ilahayni ithnayni innama huwailahun wahidun fa-iyyaya farhaboon

Dan Allah berfirman, "Janganlah kamu menyembah dua tuhan; hanyalah Dia Tuhan Yang Maha Esa. Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut."

وَلَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَهُ ٱلدِّينُ وَاصِبًا‌ۚ أَفَغَيْرَ ٱللَّهِ تَتَّقُونَ ٥٢

Walahu ma fee assamawatiwal-ardi walahu addeenu wasibanafaghayra Allahi tattaqoon

Dan milik-Nya meliputi segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan kepada-Nyalah (ibadah dan) ketaatan selama-lamanya. Mengapa kamu takut kepada selain Allah?

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ‌ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْــَٔرُونَ ٥٣

Wama bikum min niAAmatin famina Allahithumma itha massakumu addurru fa-ilayhitaj-aroon

Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.

ثُمَّ إِذَا كَشَفَ ٱلضُّرَّ عَنكُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِّنكُم بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ ٥٤

Thumma itha kashafa addurraAAankum itha fareequn minkum birabbihim yushrikoon

Kemudian apabila Dia telah menghilangkan bencana dari kamu, malah sebagian kamu mempersekutukan Tuhan dengan (yang lain),

لِيَكْفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيْنَـٰهُمْ‌ۚ فَتَمَتَّعُواْ‌ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ٥٥

Liyakfuroo bima ataynahumfatamattaAAoo fasawfa taAAlamoon

Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka; bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).

وَيَجْعَلُونَ لِمَا لَا يَعْلَمُونَ نَصِيبًا مِّمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ‌ۗ تَٱللَّهِ لَتُسْــَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَفْتَرُونَ ٥٦

WayajAAaloona lima layaAAlamoona naseeban mimma razaqnahum tallahilatus-alunna AAamma kuntum taftaroon

Dan mereka menyediakan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka, untuk berhala-berhala yang mereka tidak mengetahui (kekuasaannya). Demi Allah, kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.

وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ ٱلْبَنَـٰتِ سُبْحَـٰنَهُۥ‌ۙ وَلَهُم مَّا يَشْتَهُونَ ٥٧

WayajAAaloona lillahi albanatisubhanahu walahum ma yashtahoon

Dan mereka menetapkan anak perempuan bagi Allah.1 Mahasuci Dia, sedang untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (anak laki-laki).

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ ٥٨

Wa-itha bushshira ahaduhum bilonthathalla wajhuhu muswaddan wahuwa katheem

Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah.

يَتَوَٲرَىٰ مِنَ ٱلْقَوْمِ مِن سُوٓءِ مَا بُشِّرَ بِهِۦٓ‌ۚ أَيُمْسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُۥ فِى ٱلتُّرَابِ‌ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ ٥٩

Yatawara mina alqawmi minsoo-i ma bushshira bihi ayumsikuhu AAala hoonin amyadussuhu fee atturabi ala saa mayahkumoon

Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.

لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْأَخِرَةِ مَثَلُ ٱلسَّوْءِ‌ۖ وَلِلَّهِ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ‌ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ٦٠

Lillatheena la yu/minoona bil-akhiratimathalu assaw-i walillahi almathalu al-aAAlawahuwa alAAazeezu alhakeem

Bagi orang-orang yang tidak beriman pada (kehidupan) akhirat, (mempunyai) sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat Yang Mahatinggi. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.

وَلَوْ يُؤَاخِذُ ٱللَّهُ ٱلنَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَآبَّةٍ وَلَـٰكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى‌ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَــْٔخِرُونَ سَاعَةً‌ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ ٦١

Walaw yu-akhithu Allahuannasa bithulmihim ma tarakaAAalayha min dabbatin walakin yu-akhkhiruhumila ajalin musamman fa-itha jaa ajaluhum layasta/khiroona saAAatan wala yastaqdimoon

Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekali pun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.

وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ مَا يَكْرَهُونَ وَتَصِفُ أَلْسِنَتُهُمُ ٱلْكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ ٱلْحُسْنَىٰ‌ۖ لَا جَرَمَ أَنَّ لَهُمُ ٱلنَّارَ وَأَنَّهُم مُّفْرَطُونَ ٦٢

WayajAAaloona lillahi mayakrahoona watasifu alsinatuhumu alkathiba annalahumu alhusna la jarama anna lahumu annarawaannahum mufratoon

Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kebohongan, bahwa sesungguhnya (segala) yang baik-baik untuk mereka. Tidaklah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera akan dimasukkan (ke dalamnya).

تَٱللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَعْمَـٰلَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ ٱلْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ٦٣

Tallahi laqad arsalnaila omamin min qablika fazayyana lahumu ashshaytanuaAAmalahum fahuwa waliyyuhumu alyawma walahum AAathabunaleem

Demi Allah, sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau (Muhammad), tetapi setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk), sehingga dia (setan) menjadi pemimpin mereka pada hari ini dan mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.

وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِى ٱخْتَلَفُواْ فِيهِ‌ۙ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ٦٤

Wama anzalna AAalayka alkitabailla litubayyina lahumu allathee ikhtalafoo feehiwahudan warahmatan liqawmin yu/minoon

Dan Kami tidak menurunkan Kitab (Alquran) ini kepadamu (Muhammad), melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

وَٱللَّهُ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ ٦٥

Wallahu anzala mina assama-imaan faahya bihi al-arda baAAdamawtiha inna fee thalika laayatan liqawminyasmaAAoon

Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).

وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَـٰمِ لَعِبْرَةً‌ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهِۦ مِنۢ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَّبَنًا خَالِصًا سَآئِغًا لِّلشَّـٰرِبِينَ ٦٦

Wa-inna lakum fee al-anAAamilaAAibratan nusqeekum mimma fee butoonihi min baynifarthin wadamin labanan khalisan sa-ighan lishsharibeen

Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya.

وَمِن ثَمَرَٲتِ ٱلنَّخِيلِ وَٱلْأَعْنَـٰبِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ٦٧

Wamin thamarati annakheeli wal-aAAnabitattakhithoona minhu sakaran warizqan hasanan innafee thalika laayatan liqawmin yaAAqiloon

Dan dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti.

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى ٱلنَّحْلِ أَنِ ٱتَّخِذِى مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ ٱلشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ ٦٨

Waawha rabbuka ila annahliani ittakhithee mina aljibali buyootan wamina ashshajariwamimma yaAArishoon

Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, "Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,

ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٲتِ فَٱسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً‌ۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٲنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ٦٩

Thumma kulee min kulli aththamaratifaslukee subula rabbiki thululan yakhruju min butoonihasharabun mukhtalifun alwanuhu feehi shifaonlinnasi inna fee thalika laayatanliqawmin yatafakkaroon

kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)." Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.

وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّـٰكُمْ‌ۚ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَىْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْــًٔا‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ ٧٠

Wallahu khalaqakum thummayatawaffakum waminkum man yuraddu ila arthalialAAumuri likay la yaAAlama baAAda AAilmin shay-an innaAllaha AAaleemun qadeer

Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu, di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahakuasa.

وَٱللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِى ٱلرِّزْقِ‌ۚ فَمَا ٱلَّذِينَ فُضِّلُواْ بِرَآدِّى رِزْقِهِمْ عَلَىٰ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَآءٌ‌ۚ أَفَبِنِعْمَةِ ٱللَّهِ يَجْحَدُونَ ٧١

Wallahu faddala baAAdakumAAala baAAdin fee arrizqi fama allatheenafuddiloo biraddee rizqihim AAala mamalakat aymanuhum fahum feehi sawaon afabiniAAmatiAllahi yajhadoon

Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama-sama (merasakan) rezeki itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٲجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٲجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ‌ۚ أَفَبِٱلْبَـٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ ٧٢

Wallahu jaAAala lakum minanfusikum azwajan wajaAAala lakum min azwajikumbaneena wahafadatan warazaqakum mina attayyibatiafabilbatili yu/minoona wabiniAAmati Allahihum yakfuroon

Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِّنَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ شَيْــًٔا وَلَا يَسْتَطِيعُونَ ٧٣

WayaAAbudoona min dooni Allahi mala yamliku lahum rizqan mina assamawatiwal-ardi shay-an wala yastateeAAoon

dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang sama sekali tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka, dari langit dan bumi, dan tidak akan sanggup (berbuat apa pun).

فَلَا تَضْرِبُواْ لِلَّهِ ٱلْأَمْثَالَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ٧٤

Fala tadriboo lillahial-amthala inna Allaha yaAAlamu waantum lataAAlamoon

Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sungguh, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

۞ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلاً عَبْدًا مَّمْلُوكًا لَّا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَىْءٍ وَمَن رَّزَقْنَـٰهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنفِقُ مِنْهُ سِرًّا وَجَهْرًا‌ۖ هَلْ يَسْتَوُۥنَ‌ۚ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ‌ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ٧٥

Daraba Allahu mathalan AAabdanmamlookan la yaqdiru AAala shay-in waman razaqnahuminna rizqan hasanan fahuwa yunfiqu minhu sirranwajahran hal yastawoona alhamdu lillahi balaktharuhum la yaAAlamoon

Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya di bawah kekuasaan orang lain, yang tak berdaya untuk berbuat sesuatu dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik, lalu dia menginfakkan sebagian rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka itu? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.1

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلاً رَّجُلَيْنِ أَحَدُهُمَآ أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَىْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَـٰهُ أَيْنَمَا يُوَجِّههُّ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ‌ۖ هَلْ يَسْتَوِى هُوَ وَمَن يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ‌ۙ وَهُوَ عَلَىٰ صِرَٲطٍ مُّسْتَقِيمٍ ٧٦

Wadaraba Allahu mathalanrajulayni ahaduhuma abkamu la yaqdiru AAalashay-in wahuwa kallun AAala mawlahu aynamayuwajjihhu la ya/ti bikhayrin hal yastawee huwa wamanya/muru bilAAadli wahuwa AAala siratinmustaqeem

Dan Allah (juga) membuat perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu dan dia menjadi beban penanggungnya, ke mana saja dia di suruh (oleh penanggungnya itu), dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada di jalan yang lurus?

وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ‌ۚ وَمَآ أَمْرُ ٱلسَّاعَةِ إِلَّا كَلَمْحِ ٱلْبَصَرِ أَوْ هُوَ أَقْرَبُ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ٧٧

Walillahi ghaybu assamawatiwal-ardi wama amru assaAAatiilla kalamhi albasari aw huwa aqrabu innaAllaha AAala kulli shay-in qadeer

Dan milik Allah (segala) yang tersembunyi di langit dan di bumi. Urusan kejadian Kiamat itu, hanya seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْــًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْــِٔدَةَ‌ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ٧٨

Wallahu akhrajakum min butooniommahatikum la taAAlamoona shay-an wajaAAala lakumuassamAAa wal-absara wal-af-idatalaAAallakum tashkuroon

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur.

أَلَمْ يَرَوْاْ إِلَى ٱلطَّيْرِ مُسَخَّرَٲتٍ فِى جَوِّ ٱلسَّمَآءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱللَّهُ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ٧٩

Alam yaraw ila attayrimusakhkharatin fee jawwi assama-i mayumsikuhunna illa Allahu inna fee thalika laayatinliqawmin yu/minoon

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ ٱلْأَنْعَـٰمِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ‌ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَآ أَثَـٰثًا وَمَتَـٰعًا إِلَىٰ حِينٍ ٨٠

Wallahu jaAAala lakum minbuyootikum sakanan wajaAAala lakum min juloodi al-anAAamibuyootan tastakhiffoonaha yawma thaAAnikumwayawma iqamatikum wamin aswafihawaawbariha waashAAariha athathanwamataAAan ila heen

Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu).

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَـٰلاً وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْجِبَالِ أَكْنَـٰنًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَٲبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلْحَرَّ وَسَرَٲبِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ‌ۚ كَذَٲلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ ٨١

Wallahu jaAAala lakum mimmakhalaqa thilalan wajaAAala lakum mina aljibaliaknanan wajaAAala lakum sarabeela taqeekumu alharrawasarabeela taqeekum ba/sakum kathalika yutimmuniAAmatahu AAalaykum laAAallakum tuslimoon

Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah Dia ciptakan, Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ ٨٢

Fa-in tawallaw fa-innama AAalaykaalbalaghu almubeen

Jika mereka berpaling, maka ketahuilah kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.1

يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْكَـٰفِرُونَ ٨٣

YaAArifoona niAAmata Allahi thummayunkiroonaha waaktharuhumu alkafiroon

Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah.

وَيَوْمَ نَبْعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا ثُمَّ لَا يُؤْذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ ٨٤

Wayawma nabAAathu min kulli ommatinshaheedan thumma la yu/thanu lillatheenakafaroo wala hum yustaAAtaboon

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat, kemudian tidak diizinkan kepada orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) dibolehkan memohon ampunan.

وَإِذَا رَءَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلْعَذَابَ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ ٨٥

Wa-itha raa allatheena thalamooalAAathaba fala yukhaffafu AAanhum wala humyuntharoon

Dan apabila orang zalim telah menyaksikan azab, maka mereka tidak mendapat keringanan dan tidak (pula) diberi penangguhan.

وَإِذَا رَءَا ٱلَّذِينَ أَشْرَكُواْ شُرَكَآءَهُمْ قَالُواْ رَبَّنَا هَـٰٓؤُلَآءِ شُرَكَآؤُنَا ٱلَّذِينَ كُنَّا نَدْعُواْ مِن دُونِكَ‌ۖ فَأَلْقَوْاْ إِلَيْهِمُ ٱلْقَوْلَ إِنَّكُمْ لَكَـٰذِبُونَ ٨٦

Wa-itha raa allatheenaashrakoo shurakaahum qaloo rabbana haola-ishurakaona allatheena kunna nadAAoomin doonika faalqaw ilayhimu alqawla innakum lakathiboon

Dan apabila orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka,1 mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau." Lalu sekutu mereka menyatakan kepada mereka, "Kamu benar-benar pendusta."

وَأَلْقَوْاْ إِلَى ٱللَّهِ يَوْمَئِذٍ ٱلسَّلَمَ‌ۖ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ ٨٧

Waalqaw ila Allahi yawma-ithinassalama wadalla AAanhum ma kanooyaftaroon

Dan pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan.1

ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ زِدْنَـٰهُمْ عَذَابًا فَوْقَ ٱلْعَذَابِ بِمَا كَانُواْ يُفْسِدُونَ ٨٨

Allatheena kafaroo wasaddooAAan sabeeli Allahi zidnahum AAathaban fawqaalAAathabi bima kanoo yufsidoon

Orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِى كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ‌ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ‌ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ تِبْيَـٰنًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ ٨٩

Wayawma nabAAathu fee kulli ommatinshaheedan AAalayhim min anfusihim waji/na bika shaheedanAAala haola-i wanazzalna AAalaykaalkitaba tibyanan likulli shay-in wahudan warahmatanwabushra lilmuslimeen

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Alquran) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).

۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَـٰنِ وَإِيتَآىِٕ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ‌ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ٩٠

Inna Allaha ya/muru bilAAadliwal-ihsani wa-eeta-i theealqurba wayanha AAani alfahsha-i walmunkariwalbaghyi yaAAithukum laAAallakum tathakkaroon

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

وَأَوْفُواْ بِعَهْدِ ٱللَّهِ إِذَا عَـٰهَدتُّمْ وَلَا تَنقُضُواْ ٱلْأَيْمَـٰنَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ ٱللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ ٩١

Waawfoo biAAahdi Allahi ithaAAahadtum wala tanqudoo al-aymanabaAAda tawkeediha waqad jaAAaltumu Allaha AAalaykumkafeelan inna Allaha yaAAlamu ma tafAAaloon

Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.

وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّتِى نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَـٰثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَـٰنَكُمْ دَخَلاَۢ بَيْنَكُمْ أَن تَكُونَ أُمَّةٌ هِىَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ‌ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ ٱللَّهُ بِهِۦ‌ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ مَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ ٩٢

Wala takoonoo kallatee naqadatghazlaha min baAAdi quwwatin ankathan tattakhithoonaaymanakum dakhalan baynakum an takoona ommatun hiya arbamin ommatin innama yablookumu Allahu bihiwalayubayyinanna lakum yawma alqiyamati ma kuntumfeehi takhtalifoon

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain.1 Allah hanya menguji kamu dengan hal itu, dan pasti pada hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.

وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٲحِدَةً وَلَـٰكِن يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ‌ۚ وَلَتُسْــَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ٩٣

Walaw shaa Allahu lajaAAalakumommatan wahidatan walakin yudillu man yashaowayahdee man yashao walatus-alunna AAamma kuntumtaAAmaloon

Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.

وَلَا تَتَّخِذُوٓاْ أَيْمَـٰنَكُمْ دَخَلاَۢ بَيْنَكُمْ فَتَزِلَّ قَدَمُۢ بَعْدَ ثُبُوتِهَا وَتَذُوقُواْ ٱلسُّوٓءَ بِمَا صَدَدتُّمْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ‌ۖ وَلَكُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ٩٤

Wala tattakhithoo aymanakumdakhalan baynakum fatazilla qadamun baAAda thubootiha watathooqooassoo-a bima sadadtum AAan sabeeli Allahiwalakum AAathabun AAatheem

Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan kaki(mu) tergelincir setelah tegaknya (kokoh), dan kamu akan merasakan keburukan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan kamu akan mendapat azab yang besar.

وَلَا تَشْتَرُواْ بِعَهْدِ ٱللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلاً‌ۚ إِنَّمَا عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ٩٥

Wala tashtaroo biAAahdi Allahithamanan qaleelan innama AAinda Allahi huwa khayrunlakum in kuntum taAAlamoon

Dan janganlah kamu jual perjanjian (dengan) Allah dengan harga murah, karena sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ‌ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٍ‌ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓاْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ٩٦

Ma AAindakum yanfadu wamaAAinda Allahi baqin walanajziyanna allatheenasabaroo ajrahum bi-ahsani ma kanooyaAAmaloon

Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٲةً طَيِّبَةً‌ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ٩٧

Man AAamila salihan min thakarinaw ontha wahuwa mu/minun falanuhyiyannahu hayatantayyibatan walanajziyannahum ajrahum bi-ahsani makanoo yaAAmaloon

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik1 dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ ٱلرَّجِيمِ ٩٨

Fa-itha qara/ta alqur-ana fastaAAithbillahi mina ashshaytani arrajeem

Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Alquran, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

إِنَّهُۥ لَيْسَ لَهُۥ سُلْطَـٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ٩٩

Innahu laysa lahu sultanun AAalaallatheena amanoo waAAala rabbihimyatawakkaloon

Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.

إِنَّمَا سُلْطَـٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُۥ وَٱلَّذِينَ هُم بِهِۦ مُشْرِكُونَ ١٠٠

Innama sultanuhu AAalaallatheena yatawallawnahu wallatheena humbihi mushrikoon

Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah.

وَإِذَا بَدَّلْنَآ ءَايَةً مَّكَانَ ءَايَةٍ‌ۙ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مُفْتَرِۭ‌ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ١٠١

Wa-itha baddalna ayatanmakana ayatin wallahu aAAlamu bimayunazzilu qaloo innama anta muftarin bal aktharuhumla yaAAlamoon

Dan apabila Kami mengganti suatu ayat dengan ayat yang lain, dan Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata, "Sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah mengada-ada saja." Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui.

قُلْ نَزَّلَهُۥ رُوحُ ٱلْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِٱلْحَقِّ لِيُثَبِّتَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ ١٠٢

Qul nazzalahu roohu alqudusi minrabbika bilhaqqi liyuthabbita allatheena amanoowahudan wabushra lilmuslimeen

Katakanlah, "Rohulkudus (Jibril) menurunkan Alquran itu dari Tuhanmu dengan kebenaran, untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang yang berserah diri (kepada Allah)."

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُۥ بَشَرٌ‌ۗ لِّسَانُ ٱلَّذِى يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِىٌّ وَهَـٰذَا لِسَانٌ عَرَبِىٌّ مُّبِينٌ ١٠٣

Walaqad naAAlamu annahum yaqooloona innamayuAAallimuhu basharun lisanu allathee yulhidoonailayhi aAAjamiyyun wahatha lisanun AAarabiyyunmubeen

Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, "Sesungguhnya Alquran itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)." Bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad belajar) kepadanya adalah bahasa 'Ajam,1 padahal ini (Alquran) adalah dalam bahasa Arab yang jelas.

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِـَٔـايَـٰتِ ٱللَّهِ لَا يَهْدِيهِمُ ٱللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ١٠٤

Inna allatheena la yu/minoonabi-ayati Allahi la yahdeehimu Allahuwalahum AAathabun aleem

Sesungguhnya orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Alquran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan mereka akan mendapat azab yang pedih.

إِنَّمَا يَفْتَرِى ٱلْكَذِبَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِـَٔـايَـٰتِ ٱللَّهِ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَـٰذِبُونَ ١٠٥

Innama yaftaree alkathibaallatheena la yu/minoona bi-ayati Allahiwaola-ika humu alkathiboon

Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong.

مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمَـٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنُّۢ بِٱلْإِيمَـٰنِ وَلَـٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ١٠٦

Man kafara billahi minbaAAdi eemanihi illa man okriha waqalbuhu mutma-innunbil-eemani walakin man sharaha bilkufrisadran faAAalayhim ghadabun mina Allahiwalahum AAathabun AAatheem

Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar.

ذَٲلِكَ بِأَنَّهُمُ ٱسْتَحَبُّواْ ٱلْحَيَوٲةَ ٱلدُّنْيَا عَلَى ٱلْأَخِرَةِ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَـٰفِرِينَ ١٠٧

Thalika bi-annahumu istahabbooalhayata addunya AAala al-akhiratiwaanna Allaha la yahdee alqawma alkafireen

Yang demikian itu disebabkan karena mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَـٰرِهِمْ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَـٰفِلُونَ ١٠٨

Ola-ika allatheena tabaAAaAllahu AAala quloobihim wasamAAihim waabsarihimwaola-ika humu alghafiloon

Mereka itulah orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah. Mereka itulah orang yang lalai.

لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِى ٱلْأَخِرَةِ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ ١٠٩

La jarama annahum fee al-akhiratihumu alkhasiroon

Pastilah mereka termasuk orang yang rugi di akhirat nanti.

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُواْ مِنۢ بَعْدِ مَا فُتِنُواْ ثُمَّ جَـٰهَدُواْ وَصَبَرُوٓاْ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ١١٠

Thumma inna rabbaka lillatheena hajaroomin baAAdi ma futinoo thumma jahadoo wasabarooinna rabbaka min baAAdiha laghafoorun raheem

Kemudian Tuhanmu (pelindung) bagi orang yang berhijrah setelah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan bersabar, sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.

۞ يَوْمَ تَأْتِى كُلُّ نَفْسٍ تُجَـٰدِلُ عَن نَّفْسِهَا وَتُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ١١١

Yawma ta/tee kullu nafsin tujadiluAAan nafsiha watuwaffa kullu nafsin maAAamilat wahum la yuthlamoon

(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi setiap orang diberi (balasan) penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٲقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ ١١٢

Wadaraba Allahu mathalanqaryatan kanat aminatan mutma-innatanya/teeha rizquha raghadan min kulli makaninfakafarat bi-anAAumi Allahi faathaqaha Allahulibasa aljooAAi walkhawfi bima kanooyasnaAAoon

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) suatu negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan,1 disebabkan apa yang mereka perbuat.

وَلَقَدْ جَآءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ ٱلْعَذَابُ وَهُمْ ظَـٰلِمُونَ ١١٣

Walaqad jaahum rasoolun minhum fakaththaboohufaakhathahumu alAAathabu wahum thalimoon

Dan sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya, karena itu mereka ditimpa azab dan mereka adalah orang yang zalim.

فَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَـٰلاً طَيِّبًا وَٱشْكُرُواْ نِعْمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ ١١٤

Fakuloo mimma razaqakumu Allahuhalalan tayyiban washkuroo niAAmataAllahi in kuntum iyyahu taAAbudoon

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحْمَ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ‌ۖ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ١١٥

Innama harrama AAalaykumualmaytata waddama walahma alkhinzeeri wamaohilla lighayri Allahi bihi famani idturra ghayra baghinwala AAadin fa-inna Allaha ghafoorun raheem

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi dan (hewan) yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah, tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

وَلَا تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ ٱلْكَذِبَ هَـٰذَا حَلَـٰلٌ وَهَـٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ‌ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ ١١٦

Wala taqooloo lima tasifualsinatukumu alkathiba hatha halalunwahatha haramun litaftaroo AAala Allahialkathiba inna allatheena yaftaroona AAalaAllahi alkathiba la yuflihoon

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram," untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.

مَتَـٰعٌ قَلِيلٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ١١٧

MataAAun qaleelun walahum AAathabunaleem

(Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan mereka akan mendapat azab yang pedih.

وَعَلَى ٱلَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمْنَا مَا قَصَصْنَا عَلَيْكَ مِن قَبْلُ‌ۖ وَمَا ظَلَمْنَـٰهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ١١٨

WaAAala allatheena hadooharramna ma qasasnaAAalayka min qablu wama thalamnahumwalakin kanoo anfusahum yathlimoon

Dan terhadap orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu (Muhammad).1 Kami tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَـٰلَةٍ ثُمَّ تَابُواْ مِنۢ بَعْدِ ذَٲلِكَ وَأَصْلَحُوٓاْ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ١١٩

Thumma inna rabbaka lillatheenaAAamiloo assoo-a bijahalatin thumma taboomin baAAdi thalika waaslahoo inna rabbakamin baAAdiha laghafoorun raheem

Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.

إِنَّ إِبْرَٲهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ١٢٠

Inna ibraheema kana ommatan qanitanlillahi haneefan walam yaku mina almushrikeen

Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan ḥanīf.1 Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah),

شَاكِرًا لِّأَنْعُمِهِ‌ۚ ٱجْتَبَـٰهُ وَهَدَٮٰهُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ مُّسْتَقِيمٍ ١٢١

Shakiran li-anAAumihi ijtabahuwahadahu ila siratin mustaqeem

dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus.

وَءَاتَيْنَـٰهُ فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً‌ۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْأَخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ١٢٢

Waataynahu fee addunyahasanatan wa-innahu fee al-akhirati lamina assaliheen

Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia, dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang yang saleh.

ثُمَّ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ أَنِ ٱتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَٲهِيمَ حَنِيفًا‌ۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ١٢٣

Thumma awhayna ilayka aniittabiAA millata ibraheema haneefan wama kanamina almushrikeen

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), "Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang yang musyrik."

إِنَّمَا جُعِلَ ٱلسَّبْتُ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱخْتَلَفُواْ فِيهِ‌ۚ وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ١٢٤

Innama juAAila assabtu AAalaallatheena ikhtalafoo feehi wa-inna rabbaka layahkumubaynahum yawma alqiyamati feema kanoo feehiyakhtalifoon

Sesungguhnya (menghormati) hari Sabtu1hanya diwajibkan atas orang (Yahudi) yang memperselisihkannya. Dan sesungguhnya Tuhanmu pasti akan memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan.

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ‌ۖ وَجَـٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ‌ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ ١٢٥

OdAAu ila sabeeli rabbika bilhikmatiwalmawAAithati alhasanati wajadilhumbillatee hiya ahsanu inna rabbaka huwa aAAlamubiman dalla AAan sabeelihi wahuwa aAAlamu bilmuhtadeen

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah1 dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُواْ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِۦ‌ۖ وَلَئِن صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصَّـٰبِرِينَ ١٢٦

Wa-in AAaqabtum faAAaqiboobimithli ma AAooqibtum bihi wala-in sabartum lahuwakhayrun lissabireen

Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.

وَٱصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِٱللَّهِ‌ۚ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِى ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ ١٢٧

Wasbir wama sabrukailla billahi wala tahzanAAalayhim wala taku fee dayqin mimmayamkuroon

Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan.

إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ ١٢٨

Inna Allaha maAAa allatheenaittaqaw wallatheena hum muhsinoon

Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.