۞ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكَ إِ
إِ
قَالَ هَ
يَ
فَكُلِى وَ
وَأَ
وَنَ
رَّبُّ
أَفَرَءَيْتَ
إِ
طه ١ م
وَأَنَا
إِذْ أَوْحَيْن
قَالَ عِلْمُهَا عِ
قَالُو
وَلَقَ
فَأَخْرَجَ لَهُمْ عِ
كَذ
فَتَعَ
قَالَ كَذ
۞ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكَ إِ
Qala alam aqul laka innaka lan tastateeAAamaAAiya sabra
Dia berkata, "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?"
قَالَ إِ
Qala in saaltuka AAan shay-in baAAdahafala tusahibnee qad balaghta min ladunnee AAuthra
Dia (Musa) berkata, "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup (bersabar) menerima alasan dariku."
فَ
Fantalaqa hattaitha ataya ahla qaryatin istatAAamaahlaha faabaw an yudayyifoohuma fawajadafeeha jidaran yureedu an yanqadda faaqamahuqala law shi/ta lattakhathta AAalayhi ajra
Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (di negeri itu), lalu dia menegakkannya. Dia (Musa) berkata, "Jika engkau mau, niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk itu."
قَالَ هَ
Qala hatha firaqubaynee wabaynika saonabbi-oka bita/weeli ma lam tastatiAAAAalayhi sabra
Dia berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya.
أَ
Amma assafeenatu fakanatlimasakeena yaAAmaloona fee albahri faaradtu anaAAeebaha wakana waraahum malikun ya/khuthukulla safeenatin ghasba
Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut; aku bermaksud merusaknya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu.
وَأَ
Waamma alghulamu fakanaabawahu mu/minayni fakhasheena an yurhiqahumatughyanan wakufra
Dan adapun anak muda (kafir) itu, kedua orang tuanya mukmin, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran.
فَأَرَ
Faaradna an yubdilahumarabbuhuma khayran minhu zakatan waaqraba ruhma
Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan (seorang anak lain) yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya).
وَأَ
Waamma aljidaru fakanalighulamayni yateemayni fee almadeenati wakana tahtahukanzun lahuma wakana aboohuma salihanfaarada rabbuka an yablugha ashuddahumawayastakhrija kanzahuma rahmatan min rabbikawama faAAaltuhu AAan amree thalika ta/weelu malam tastiAA AAalayhi sabra
Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya."
وَيَسْــَٔلُونَكَ عَ
Wayas-aloonaka AAan thee alqarnayniqul saatloo AAalaykum minhu thikra
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, "Akan kubacakan kepadamu kisahnya."
إِ
Inna makkanna lahu fee al-ardiwaataynahu min kulli shay-in sababa
Sungguh, Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu,
حَتَّ
Hatta itha balaghamaghriba ashshamsi wajadaha taghrubu fee AAaynin hami-atinwawajada AAindaha qawman qulna ya thaalqarnayni imma an tuAAaththiba wa-imma antattakhitha feehim husna
Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam,1 dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). Kami berfirman, "Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka."
قَالَ أَ
Qala amma man thalamafasawfa nuAAaththibuhu thumma yuraddu ila rabbihifayuAAaththibuhu AAathaban nukra
Dia (Zulkarnain) berkata, "Barangsiapa berbuat zalim, Kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras.
وَأَ
Waamma man amana waAAamila salihanfalahu jazaan alhusna wasanaqoolu lahu minamrina yusra
Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah."
ثُ
Thumma atbaAAa sababa
Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain).
حَتَّ
Hatta itha balagha matliAAaashshamsi wajadaha tatluAAu AAalaqawmin lam najAAal lahum min dooniha sitra
Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari (sebelah Timur) didapatinya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari (cahaya matahari)1 itu,
كَذ
Kathalika waqad ahatnabima ladayhi khubra
demikianlah, dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya (Zulkarnain).
ثُ
Thumma atbaAAa sababa
Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
حَتَّ
Hatta itha balaghabayna assaddayni wajada min doonihima qawman layakadoona yafqahoona qawla
Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan.1
قَالُو
Qaloo ya tha alqarnayniinna ya/jooja wama/jooja mufsidoona fee al-ardi fahalnajAAalu laka kharjan AAala an tajAAala baynanawabaynahum sadda
Mereka berkata, "Wahai Zulkarnain! Sungguh, Ya`jūj dan Ma`jūj1 itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?"
قَالَ مَا مَكَّ
Qala ma makkannee feehi rabbeekhayrun faaAAeenoonee biquwwatin ajAAal baynakum wabaynahum radma
Dia (Zulkarnain) berkata, "Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka,
ءَاتُونِى زُبَرَ
Atoonee zubara alhadeedi hattaitha sawa bayna asadafayni qalaonfukhoo hatta itha jaAAalahu naran qalaatoonee ofrigh AAalayhi qitra
berilah aku potongan-potongan besi!" Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, "Tiuplah (api itu)!" Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu)."
فَمَا
Fama istaAAoo an yathharoohuwama istataAAoo lahu naqba
Maka mereka (Ya`jūj dan Ma`jūj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya.
قَالَ هَ
Qala hatha rahmatun minrabbee fa-itha jaa waAAdu rabbee jaAAalahu dakkaawakana waAAdu rabbee haqqa
Dia (Zulkarnain) berkata, "(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar."
۞ وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِ
Watarakna baAAdahum yawma-ithinyamooju fee baAAdin wanufikha fee assoorifajamaAAnahum jamAAa
Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Ya`jūj dan Ma`jūj) berbaur antara satu dengan yang lain, dan (apabila) sangkakala ditiup (lagi), akan Kami kumpulkan mereka semuanya,
وَعَرَضْنَا جَهَ
WaAAaradna jahannama yawma-ithinlilkafireena AAarda
dan Kami perlihatkan (neraka) Jahanam dengan jelas pada hari itu kepada orang kafir,
ٱلَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِى غِط
Allatheena kanat aAAyunuhumfee ghita-in AAan thikree wakanoo layastateeAAoona samAAa
(yaitu) orang yang mata (hati)nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memperhatikan tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan mereka tidak sanggup mendengar.
أَفَحَسِبَ
Afahasiba allatheena kafarooan yattakhithoo AAibadee min doonee awliyaainna aAAtadna jahannama lilkafireena nuzula
Maka apakah orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sungguh, Kami telah menyediakan (neraka) Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir.
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُك
Qul hal nunabbi-okum bil-akhsareenaaAAmala
Katakanlah (Muhammad), "Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?"
ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى
Allatheena dalla saAAyuhumfee alhayati addunya wahum yahsaboonaannahum yuhsinoona sunAAa
(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.
أُ
Ola-ika allatheena kafaroobi-ayati rabbihim waliqa-ihi fahabitataAAmaluhum fala nuqeemu lahum yawma alqiyamatiwazna
Mereka itulah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya.1 Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.
ذ
Thalika jazaohum jahannamubima kafaroo wattakhathoo ayateewarusulee huzuwa
Demikianlah, balasan mereka itu neraka Jahanam, karena kekafiran mereka, dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai bahan olok-olok.
إِ
Inna allatheena amanoowaAAamiloo assalihati kanat lahumjannatu alfirdawsi nuzula
Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal,
خَ
Khalideena feeha layabghoona AAanha hiwala
mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana.
قُل لَّوْ كَانَ
Qul law kana albahru midadanlikalimati rabbee lanafida albahru qabla an tanfadakalimatu rabbee walaw ji/na bimithlihi madada
Katakanlah (Muhammad), "Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."
قُلْ إِ
Qul innama ana basharunmithlukum yooha ilayya annama ilahukum ilahunwahidun faman kana yarjoo liqaa rabbihifalyaAAmal AAamalan salihan wala yushrikbiAAibadati rabbihi ahada
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa." Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya."
ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَ
Thikru rahmati rabbika AAabdahuzakariyya
(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,
إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ
Ith nada rabbahu nidaankhafiyya
(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
قَالَ رَبِّ إِ
Qala rabbi innee wahana alAAathmuminnee washtaAAala arra/su shayban walam akunbiduAAa-ika rabbi shaqiyya
Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah melemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, sedang aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.
وَإِ
Wa-innee khiftu almawaliya min wara-eewakanati imraatee AAaqiran fahab lee min ladunkawaliyya
Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,
يَرِثُنِى وَيَرِثُ مِنْ ءَالِ يَعْقُوبَۖ وَ
Yarithunee wayarithu min ali yaAAqoobawajAAalhu rabbi radiyya
yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai."
يَ
Ya zakariyya innanubashshiruka bighulamin ismuhu yahya lamnajAAal lahu min qablu samiyya
(Allah berfirman), "Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.
قَالَ رَبِّ أَ
Qala rabbi anna yakoonu leeghulamun wakanati imraatee AAaqiran waqadbalaghtu mina alkibari AAitiyya
Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?"
قَالَ كَذ
Qala kathalika qalarabbuka huwa AAalayya hayyinun waqad khalaqtuka min qablu walamtaku shay-a
(Allah) berfirman, "Demikianlah." Tuhanmu berfirman, "Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali."
قَالَ رَبِّ
Qala rabbi ijAAal lee ayatan qalaayatuka alla tukallima annasa thalathalayalin sawiyya
Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda." (Allah) berfirman, "Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat."
فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِه
Fakharaja AAala qawmihi mina almihrabifaawha ilayhim an sabbihoo bukratan waAAashiyya
Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.
يَ
Ya yahya khuthialkitaba biquwwatin waataynahu alhukmasabiyya
"Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah)1 Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh." Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya)2 selagi dia masih kanak-kanak,
وَحَنَا
Wahananan min ladunnawazakatan wakana taqiyya
dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dan dia adalah seorang yang bertakwa,
وَبَرّ
Wabarran biwalidayhi walam yakun jabbaranAAasiyya
dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka.
وَسَلَ
Wasalamun AAalayhi yawma wulidawayawma yamootu wayawma yubAAathu hayya
Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.
وَ
Wathkur fee alkitabimaryama ithi intabathat min ahliha makanansharqiyya
Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Alquran), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitul-maqdis),
فَ
Fattakhathat min doonihim hijabanfaarsalna ilayha roohanafatamaththala laha basharan sawiyya
lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.
قَالَتْ إِ
Qalat innee aAAoothu birrahmaniminka in kunta taqiyya
Dia (Maryam) berkata, "Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa."
قَالَ إِ
Qala innama ana rasoolurabbiki li-ahaba laki ghulaman zakiyya
Dia (Jibril) berkata, "Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu berupa seorang anak laki-laki yang suci."
قَالَتْ أَ
Qalat anna yakoonu lee ghulamunwalam yamsasnee basharun walam aku baghiyya
Dia (Maryam) berkata, "Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!"
قَالَ كَذ
Qala kathaliki qalarabbuki huwa AAalayya hayyinun walinajAAalahu ayatan linnasiwarahmatan minna wakana amran maqdiyya
Dia (Jibril) berkata, "Demikanlah." Tuhanmu berfirman, "Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan."
۞ فَحَمَلَتْهُ فَ
Fahamalat-hu fantabathatbihi makanan qasiyya
Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
فَأَج
Faajaaha almakhadu ilajithAAi annakhlati qalat ya laytaneemittu qabla hatha wakuntu nasyan mansiyya
Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, "Wahai, alangkah (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan."
فَنَادَ
Fanadaha min tahtihaalla tahzanee qad jaAAala rabbuki tahtakisariyya
Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
وَهُزّ
Wahuzzee ilayki bijithAAi annakhlatitusaqit AAalayki rutaban janiyya
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.
فَكُلِى وَ
Fakulee washrabee waqarree AAaynanfa-imma tarayinna mina albashari ahadan faqooleeinnee nathartu lirrahmani sawmanfalan okallima alyawma insiyya
Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini."
فَأَتَتْ بِه
Faatat bihi qawmaha tahmiluhuqaloo ya maryamu laqad ji/ti shay-an fariyya
Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, "Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.
يَ
Ya okhta haroona ma kanaabooki imraa saw-in wama kanat ommuki baghiyya
Wahai sauadara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina."
فَأَشَارَتْ إِلَيْهِۖ قَالُو
Faasharat ilayhi qaloo kayfanukallimu man kana fee almahdi sabiyya
Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"
قَالَ إِ
Qala innee AAabdu Allahi ataniyaalkitaba wajaAAalanee nabiyya
Dia (Isa) berkata, "Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi,
وَجَعَلَنِى مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُ
WajaAAalanee mubarakan aynamakuntu waawsanee bissalati wazzakatima dumtu hayya
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
وَبَرّ
Wabarran biwalidatee walam yajAAalneejabbaran shaqiyya
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
وَ
Wassalamu AAalayya yawmawulidtu wayawma amootu wayawma obAAathu hayya
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."
ذ
Thalika AAeesa ibnu maryamaqawla alhaqqi allathee feehi yamtaroon
Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.
مَا كَانَ لِلَّهِ أ
Ma kana lillahi anyattakhitha min waladin subhanahu itha qadaamran fa-innama yaqoolu lahu kun fayakoon
Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
وَإِ
Wa-inna Allaha rabbee warabbukum faAAbudoohuhatha siratun mustaqeem
(Isa berkata), "Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus."
فَ
Fakhtalafa al-ahzabumin baynihim fawaylun lillatheena kafaroo min mashhadiyawmin AAatheem
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka (Yahudi dan Nasrani). Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!
أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَ
AsmiAA bihim waabsir yawma ya/toonanalakini aththalimoona alyawmafee dalalin mubeen
Alangkah tajam pendengaran mereka dan alangkah terang penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.
وَأَ
Waanthirhum yawma alhasrati ithqudiya al-amru wahum fee ghaflatin wahum layu/minoon
Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.
إِ
Inna nahnu narithu al-ardawaman AAalayha wa-ilayna yurjaAAoon
Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi1 dan semua yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan.
وَ
Wathkur fee alkitabiibraheema innahu kana siddeeqan nabiyya
Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Alquran), sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran,1 dan seorang nabi.
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَ
Ith qala li-abeehi yaabati lima taAAbudu ma la yasmaAAu wala yubsiruwala yughnee AAanka shay-a
(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, "Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?
يَ
Ya abati innee qad jaanee minaalAAilmi ma lam ya/tika fattabiAAnee ahdika siratansawiyya
Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.
يَ
Ya abati la taAAbudi ashshaytanainna ashshaytana kana lirrahmaniAAasiyya
Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan. Sungguh, setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.
يَ
Ya abati innee akhafu anyamassaka AAathabun mina arrahmanifatakoona lishshyatani waliyya
Wahai ayahku! Sungguh aku khawatir engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi teman bagi setan."
قَالَ أَرَاغِبٌ أَ
Qala araghibun anta AAan alihateeya ibraheemu la-in lam tantahi laarjumannaka wahjurneemaliyya
Dia (ayahnya) berkata, "Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti, pasti engkau akan kurajam, maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama."
قَالَ سَلَ
Qala salamun AAalaykasaastaghfiru laka rabbee innahu kana bee hafiyya
Dia (Ibrahim) berkata, "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.
وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَ
WaaAAtazilukum wama tadAAoona mindooni Allahi waadAAoo rabbee AAasa allaakoona biduAAa-i rabbee shaqiyya
Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang engkau sembah selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku."
فَلَ
Falamma iAAtazalahum wamayaAAbudoona min dooni Allahi wahabna lahu ishaqawayaAAqooba wakullan jaAAalna nabiyya
Maka ketika dia (Ibrahim) sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Yakub. Dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi.
وَوَهَ
Wawahabna lahum min rahmatinawajaAAalna lahum lisana sidqin AAaliyya
Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia.
وَ
Wathkur fee alkitabimoosa innahu kana mukhlasan wakanarasoolan nabiyya
Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Musa di dalam Kitab (Alquran). Dia benar benar orang yang terpilih, seorang rasul dan nabi.
وَنَ
Wanadaynahu min janibiattoori al-aymani waqarrabnahu najiyya
Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung (Sinai) dan Kami dekatkan dia untuk bercakap-cakap.
وَوَهَ
Wawahabna lahu min rahmatinaakhahu haroona nabiyya
Dan Kami telah menganugerahkan sebagian rahmat Kami kepadanya, yaitu (bahwa) saudaranya, Harun, menjadi seorang nabi.
وَ
Wathkur fee alkitabiismaAAeela innahu kana sadiqa alwaAAdi wakanarasoolan nabiyya
Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ismail di dalam Kitab (Alquran). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi.
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ
Wakana ya/muru ahlahu bissalatiwazzakati wakana AAinda rabbihi mardiyya
Dan dia menyuruh keluarganya1 untuk (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat, dan dia seorang yang diridai di sisi Tuhannya.
وَ
Wathkur fee alkitabiidreesa innahu kana siddeeqan nabiyya
Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Idris di dalam Kitab (Alquran). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi,
وَرَفَعْنَ
WarafaAAnahu makanan AAaliyya
dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.
أُ
Ola-ika allatheena anAAama AllahuAAalayhim mina annabiyyeena min thurriyyati adamawamimman hamalna maAAa noohin wamin thurriyyatiibraheema wa-isra-eela wamimman hadayna wajtabaynaitha tutla AAalayhim ayatu arrahmanikharroo sujjadan wabukiyya
Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu dari (golongan) para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami bawa (dalam kapal) bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Yakub) dan dari orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis.
۞ فَخَلَفَ م
Fakhalafa min baAAdihim khalfun adaAAooassalata wattabaAAoo ashshahawatifasawfa yalqawna ghayya
Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan salat dan memperturutkan nafsunya, maka mereka kelak akan tersesat,
إِلَّا مَ
Illa man taba waamanawaAAamila salihan faola-ika yadkhuloonaaljannata wala yuthlamoona shay-a
kecuali orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizalimi (dirugikan) sedikit pun,
جَ
Jannati AAadnin allatee waAAada arrahmanuAAibadahu bighaybi innahu kana waAAduhuma/tiyya
yaitu surga Aden yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih kepada hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak tampak. Sungguh, (janji Allah) itu pasti ditepati.
لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا سَلَ
La yasmaAAoona feeha laghwanilla salaman walahum rizquhum feeha bukratanwaAAashiyya
Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali (ucapan) salam. Dan di dalamnya bagi mereka ada rezeki pagi dan petang.
تِلْكَ
Tilka aljannatu allatee noorithu min AAibadinaman kana taqiyya
Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.
وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَۖ لَهُ
Wama natanazzalu illa bi-amrirabbika lahu ma bayna aydeena wama khalfanawama bayna thalika wama kana rabbukanasiyya
Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada dihadapan kita, yang ada di belakang kita dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidak lupa.
رَّبُّ
Rabbu assamawati wal-ardiwama baynahuma faAAbudhu wastabirliAAibadatihi hal taAAlamu lahu samiyya
(Dialah) Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya?
وَيَقُولُ
Wayaqoolu al-insanu a-itha mamittu lasawfa okhraju hayya
Dan orang (kafir) berkata, "Betulkah apabila aku telah mati, kelak aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan hidup kembali?"
أَوَلَا يَذْكُرُ
Awa la yathkuru al-insanuanna khalaqnahu min qablu walam yaku shay-a
Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, padahal (sebelumnya) dia belum berwujud sama sekali?
فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَ
Fawarabbika lanahshurannahum washshayateenathumma lanuhdirannahum hawla jahannama jithiyya
Maka demi Tuhanmu, sungguh, pasti akan Kami kumpulkan mereka bersama setan, kemudian pasti akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut.
ثُ
Thumma lananziAAanna min kulli sheeAAatinayyuhum ashaddu AAala arrahmaniAAitiyya
Kemudian pasti akan Kami tarik dari setiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.
ثُ
Thumma lanahnu aAAlamu billatheenahum awla biha siliyya
Selanjutnya Kami sungguh lebih mengetahui orang yang seharusnya (dimasukkan) ke dalam neraka.
وَإ
Wa-in minkum illa wariduhakana AAala rabbika hatman maqdiyya
Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah ketentuan yang sudah ditetapkan.
ثُ
Thumma nunajjee allatheena ittaqawwanatharu aththalimeena feehajithiyya
Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَ
Wa-itha tutla AAalayhim ayatunabayyinatin qala allatheena kafaroo lillatheenaamanoo ayyu alfareeqayni khayrun maqaman waahsanunadiyya
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya), orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Manakah di antara kedua golongan yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?"
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَ
Wakam ahlakna qablahum min qarnin humahsanu athathan wari/ya
Dan berapa banyak umat (yang ingkar) yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal mereka lebih bagus perkakas rumah tangganya dan (lebih sedap) dipandang mata.
قُلْ مَ
Qul man kana fee addalalatifalyamdud lahu arrahmanu maddan hattaitha raaw ma yooAAadoona imma alAAathabawa-imma assaAAata fasayaAAlamoona man huwasharrun makanan waadAAafu junda
Katakanlah (Muhammad), "Barangsiapa berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang (waktu) baginya;1 sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab maupun Kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya."
وَيَزِيدُ
Wayazeedu Allahu allatheenaihtadaw hudan walbaqiyatu assalihatukhayrun AAinda rabbika thawaban wakhayrun maradda
Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.
أَفَرَءَيْتَ
Afaraayta allathee kafara bi-ayatinawaqala laootayanna malan wawalada
Lalu apakah engkau telah melihat orang yang mengingkari ayat-ayat Kami dan dia mengatakan, "Pasti aku akan diberi harta dan anak."
أَطَّلَعَ
AttalaAAa alghayba ami ittakhathaAAinda arrahmani AAahda
Adakah dia melihat yang gaib atau dia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih?
كَلَّاۚ سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُ
Kalla sanaktubu ma yaqooluwanamuddu lahu mina alAAathabi madda
sama sekali tidak! Kami akan menulis apa yang dia katakan, dan Kami akan memperpanjang azab untuknya secara sempurna,
وَنَرِثُهُ
Wanarithuhu ma yaqoolu waya/teenafarda
dan Kami akan mewarisi apa yang dia katakan itu,1 dan dia akan datang kepada Kami seorang diri.
وَ
Wattakhathoo min dooni Allahialihatan liyakoonoo lahum AAizza
Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka,
كَلَّاۚ سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا ٨٢
Kalla sayakfuroona biAAibadatihimwayakoonoona AAalayhim didda
sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka.
أَلَمْ تَرَ أَ
Alam tara anna arsalna ashshayateenaAAala alkafireena taozzuhum azza
Tidakkah engkau melihat, bahwa sesungguhnya Kami telah mengutus setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk mendorong mereka (berbuat maksiat) dengan sungguh-sungguh?
فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْۖ إِ
Fala taAAjal AAalayhim innamanaAAuddu lahum AAadda
maka janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (memintakan azab) terhadap mereka, karena Kami menghitung dengan hitungan teliti (datangnya hari siksaan) untuk mereka.
يَوْمَ نَحْشُرُ
Yawma nahshuru almuttaqeena ilaarrahmani wafda
(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, bagaikan kafilah yang terhormat,
وَنَسُوقُ
Wanasooqu almujrimeena ila jahannamawirda
dan Kami akan menggiring orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.
لَّا يَمْلِكُونَ
La yamlikoona ashshafaAAatailla mani ittakhatha AAinda arrahmaniAAahda
Mereka tidak berhak mendapat syafaat, (pertolongan) kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi (Allah) Yang Maha Pengasih.1
وَقَالُو
Waqaloo ittakhatha arrahmanuwalada
Dan mereka berkata, "(Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak."
لَّقَ
Laqad ji/tum shay-an idda
Sungguh, kamu telah membawa sesuatu yang sangat mungkar,
تَكَادُ
Takadu assamawatuyatafattarna minhu watanshaqqu al-ardu watakhirrualjibalu hadda
hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu),’
أَ
An daAAaw lirrahmaniwalada
karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.
وَمَا يَ
Wama yanbaghee lirrahmanian yattakhitha walada
Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.
إِ
In kullu man fee assamawatiwal-ardi illa atee arrahmaniAAabda
Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba.
لَّقَ
Laqad ahsahum waAAaddahum AAadda
Dia (Allah) benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.
وَكُلُّهُمْ ءَاتِيهِ يَوْمَ
Wakulluhum ateehi yawma alqiyamatifarda
Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah sendiri-sendiri pada hari Kiamat.
إِ
Inna allatheena amanoowaAAamiloo assalihati sayajAAalu lahumu arrahmanuwudda
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka).
فَإِ
Fa-innama yassarnahu bilisanikalitubashshira bihi almuttaqeena watunthira bihi qawmanludda
Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Alquran) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang.
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَ
Wakam ahlakna qablahum min qarnin haltuhissu minhum min ahadin aw tasmaAAu lahum rikza
Dan berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka. Adakah engkau (Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau engkau mendengar bisikan mereka?
م
Ma anzalna AAalayka alqur-analitashqa
Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;
إِلَّا تَذْكِرَ
Illa tathkiratan liman yakhsha
melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
تَ
Tanzeelan mimman khalaqa al-arda wassamawatialAAula
diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,
ٱ
Arrahmanu AAalaalAAarshi istawa
(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas Arasy.1
لَهُ
Lahu ma fee assamawatiwama fee al-ardi wama baynahuma wamatahta aththara
Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.
وَإِ
Wa-in tajhar bilqawli fa-innahuyaAAlamu assirra waakhfa
Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.1
ٱللَّهُ ل
Allahu la ilaha illahuwa lahu al-asmao alhusna
(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.
وَهَلْ أَتَ
Wahal ataka hadeethu moosa
Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?
إِذْ رَءَا نَا
Ith raa naran faqalali-ahlihi omkuthoo innee anastu naran laAAallee ateekumminha biqabasin aw ajidu AAala annarihuda
Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, "Tinggallah kamu (disini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu."
فَلَ
Falamma ataha noodiya yamoosa
Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, "Wahai Musa!
إِ
Innee ana rabbuka fakhlaAAnaAAlayka innaka bilwadi almuqaddasi tuwa
Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Ṭuwā.
وَأَنَا
Waana ikhtartuka fastamiAAlima yooha
Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
إِ
Innanee ana Allahu lailaha illa ana faAAbudnee waaqimi assalatalithikree
Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.
إِ
Inna assaAAata atiyatunakadu okhfeeha litujza kullu nafsin bimatasAAa
Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.
فَلَا يَصُدَّ
Fala yasuddannaka AAanhaman la yu/minu biha wattabaAAa hawahufatarda
Maka janganlah engkau dipalingkan dari (Kiamat) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya, yang menyebabkan engkau binasa."
وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَ
Wama tilka biyameenika ya moosa
"Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?"
قَالَ هِىَ عَصَاىَ أَتَوَكَّؤُ
Qala hiya AAasaya atawakkaoAAalayha waahushshu biha AAala ghanameewaliya feeha maaribu okhra
Dia (Musa) berkata, "Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain."
قَالَ أَلْقِهَا يَ
Qala alqiha ya moosa
Dia (Allah) berfirman, "Lemparkanlah ia, wahai Musa!"
فَأَلْقَ
Faalqaha fa-itha hiya hayyatuntasAAa
Lalu (Musa) melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْۖ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا
Qala khuthha walatakhaf sanuAAeeduha seerataha al-oola
Dia (Allah) berfirman, "Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,
وَ
Wadmum yadaka ila janahikatakhruj baydaa min ghayri soo-in ayatan okhra
dan kepitlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia ke luar menjadi putih (bercahaya) tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain,
لِنُرِيَكَ مِنْ ءَايَ
Linuriyaka min ayatinaalkubra
untuk Kami perlihatkan kepadamu (sebagian) dari tanda-tanda kebesaran Kami yang sangat besar.
ٱذْهَ
Ithhab ila firAAawna innahu tagha
Pergilah kepada Fir'aun; dia benar-benar telah melampaui batas."
قَالَ رَبِّ
Qala rabbi ishrah lee sadree
Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,1
وَ
Wahlul AAuqdatan min lisanee
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
وَ
WajAAal lee wazeeran min ahlee
dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,
ٱشْدُ
Oshdud bihi azree
teguhkanlah kekuatanku dengan (keberadaan) dia,
وَأَشْرِكْهُ ف
Waashrik-hu fee amree
dan jadikanlah dia teman dalam urusanku,
كَىْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا ٣٣
Kay nusabbihaka katheera
agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,
إِ
Innaka kunta bina baseera
sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami."
قَالَ قَ
Qala qad ooteeta su/laka yamoosa
Dia (Allah) berfirman, "Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa!
وَلَقَ
Walaqad mananna AAalayka marratanokhra
Dan sungguh, Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain (sebelum ini),
إِذْ أَوْحَيْن
Ith awhayna ilaommika ma yooha
(yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan,
أَنِ
Ani iqthifeehi fee attabootifaqthifeehi fee alyammi falyulqihi alyammu bissahiliya/khuthhu AAaduwwun lee waAAaduwwun lahu waalqaytuAAalayka mahabbatan minnee walitusnaAAa AAalaAAaynee
(yaitu), letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku;1 dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.
إِذْ تَمْش
Ith tamshee okhtuka fataqoolu haladullukum AAala man yakfuluhu farajaAAnaka ilaommika kay taqarra AAaynuha wala tahzanawaqatalta nafsan fanajjaynaka mina alghammi wafatannakafutoonan falabithta sineena fee ahli madyana thumma ji/ta AAalaqadarin ya moosa
(Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir'aun), ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?’ Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati. Dan engkau pernah membunuh seseorang,1 lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat); lalu engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan,2 kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan,
وَ
WastanaAAtuka linafsee
dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku.
ٱذْهَ
Ithhab anta waakhooka bi-ayateewala taniya fee thikree
Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku;
ٱذْهَب
Ithhaba ila firAAawnainnahu tagha
pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas;
فَقُولَا لَهُ
Faqoola lahu qawlan layyinanlaAAallahu yatathakkaru aw yakhsha
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut."
قَالَا رَبَّن
Qala rabbana innananakhafu an yafruta AAalayna aw an yatgha
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas,"
قَالَ لَا تَخَاف
Qala la takhafainnanee maAAakuma asmaAAu waara
Dia (Allah) berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.
فَأْتِيَاهُ فَقُول
Fa/tiyahu faqoola innarasoola rabbika faarsil maAAana banee isra-eelawala tuAAaththibhum qad ji/naka bi-ayatinmin rabbika wassalamu AAala mani ittabaAAaalhuda
Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah, "Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka.1 Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
إِ
Inna qad oohiya ilaynaanna alAAathaba AAala man kaththaba watawalla
Sungguh telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak memperdulikannya)."
قَالَ فَم
Qala faman rabbukuma yamoosa
Dia (Fir'aun) berkata, "Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?"
قَالَ رَبُّنَا
Qala rabbuna allatheeaAAta kulla shay-in khalqahu thumma hada
Dia (Musa) menjawab, "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk."1
قَالَ فَمَا بَالُ
Qala fama balualqurooni al-oola
Dia (Fir'aun) berkata, "Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?"
قَالَ عِلْمُهَا عِ
Qala AAilmuha AAinda rabbeefee kitabin la yadillu rabbee walayansa
Dia (Musa) menjawab, "Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam suatu Kitab (lauḥ Maḥfūẓ), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa;
ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ
Allathee jaAAala lakumu al-ardamahdan wasalaka lakum feeha subulan waanzala mina assama-imaan faakhrajna bihi azwajan min nabatinshatta
(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit." Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.
كُلُو
Kuloo warAAaw anAAamakum innafee thalika laayatin li-olee annuha
Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.
۞ مِنْهَا خَلَ
Minha khalaqnakum wafeehanuAAeedukum waminha nukhrijukum taratan okhra
Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.
وَلَقَ
Walaqad araynahu ayatinakullaha fakaththaba waaba
Dan sungguh, Kami telah memperlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya,1 ternyata dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).
قَالَ أَجِئْتَنَا لِتُخْرِجَنَا مِنْ أَرْضِنَا بِسِحْرِكَ يَ
Qala aji/tana litukhrijanamin ardina bisihrika ya moosa
Dia (Fir'aun) berkata, "Apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa?
فَلَنَأْتِيَ
Falana/tiyannaka bisihrin mithlihi fajAAalbaynana wabaynaka mawAAidan la nukhlifuhu nahnuwala anta makanan suwa
Maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu, maka buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) engkau, di suatu tempat yang terbuka."
قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ
Qala mawAAidukum yawmu azzeenatiwaan yuhshara annasu duha
Dia (Musa) berkata, "(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha)."
فَتَوَلَّىٰ فِرْعَوْنُ فَجَمَعَ كَيْدَهُ
Fatawalla firAAawnu fajamaAAa kaydahuthumma ata
Maka Fir'aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang kembali (pada hari yang ditentukan).
قَالَ لَه
Qala lahum moosa waylakum lataftaroo AAala Allahi kathiban fayushitakumbiAAathabin waqad khaba mani iftara
Musa berkata kepada mereka (para pesihir), "Celakalah kamu! Janganlah kamu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan kamu dengan azab." Dan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kebohongan.
فَتَنَ
FatanazaAAoo amrahum baynahumwaasarroo annajwa
Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).
قَال
Qaloo in hathani lasahiraniyureedani an yukhrijakum min ardikum bisihrihimawayathhaba bitareeqatikumu almuthla
Mereka (para pesihir) berkata, "Sesungguhnya dua orang ini adalah pesihir yang hendak mengusirmu (Fir'aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua dan hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama.
فَأَ
FaajmiAAoo kaydakum thumma i/too saffanwaqad aflaha alyawma mani istaAAla
Maka kumpulkanlah segala tipu daya (sihir) kamu, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sungguh beruntung orang yang menang pada hari ini."
قَالُو
Qaloo ya moosa immaan tulqiya wa-imma an nakoona awwala man alqa
Mereka berkata, "Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan?"
قَالَ بَلْ أَلْقُو
Qala bal alqoo fa-itha hibaluhumwaAAisiyyuhum yukhayyalu ilayhi min sihrihim annahatasAAa
Dia (Musa) berkata, "Silakan kamu melemparkan!" Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka.
فَأَوْجَسَ فِى نَفْسِه
Faawjasa fee nafsihi kheefatan moosa
Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
قُلْنَا لَا تَخَفْ إِ
Qulna la takhaf innaka antaal-aAAla
Kami berfirman, "Jangan takut! Sungguh, engkaulah yang unggul (menang).
وَأَلْقِ مَا فِى يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَع
Waalqi ma fee yameenika talqaf masanaAAoo innama sanaAAoo kaydu sahirinwala yuflihu assahiru haythuata
Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang."
فَأُلْقِىَ
Faolqiya assaharatu sujjadanqaloo amanna birabbi haroona wamoosa
Lalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, "Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa."
قَالَ ءَامَ
Qala amantum lahu qabla an athanalakum innahu lakabeerukumu allathee AAallamakumu assihrafalaoqattiAAanna aydiyakum waarjulakum min khilafinwalaosallibannakum fee juthooAAi annakhliwalataAAlamunna ayyuna ashaddu AAathaban waabqa
Dia (Fir'aun) berkata, "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya."
قَالُو
Qaloo lan nu/thiraka AAala majaana mina albayyinati wallatheefatarana faqdi ma anta qadininnama taqdee hathihi alhayataaddunya
Mereka (para pesihir) berkata, "Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.
إِ
Inna amanna birabbinaliyaghfira lana khatayana wamaakrahtana AAalayhi mina assihri wallahukhayrun waabqa
Kami benar-benar telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)."
إِ
Innahu man ya/ti rabbahu mujriman fa-innalahu jahannama la yamootu feeha wala yahya
Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sungguh, baginya adalah neraka Jahanam. Dia tidak mati (terus merasakan azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup (untuk dapat bertobat).
وَم
Waman ya/tihi mu/minan qad AAamila assalihatifaola-ika lahumu addarajatu alAAula
Tetapi barangsiapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia),
جَ
Jannatu AAadnin tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha wathalikajazao man tazakka
(yaitu) surga-surga Aden, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri.
وَلَقَ
Walaqad awhayna ilamoosa an asri biAAibadee fadriblahum tareeqan fee albahri yabasan la takhafudarakan wala takhsha
Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, "Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu,1 (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam)."
فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُودِه
FaatbaAAahum firAAawnu bijunoodihifaghashiyahum mina alyammi ma ghashiyahum
Kemudian Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.
وَأَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهُ
Waadalla firAAawnu qawmahu wamahada
Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.
يَ
Ya banee isra-eela qad anjaynakummin AAaduwwikum wawaAAadnakum janiba attoorial-aymana wanazzalna AAalaykumu almanna wassalwa
Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu manna dan salwā.
كُلُو
Kuloo min tayyibati marazaqnakum wala tatghaw feehi fayahillaAAalaykum ghadabee waman yahlil AAalayhi ghadabeefaqad hawa
Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia.
وَإِ
Wa-innee laghaffarun liman tabawaamana waAAamila salihan thumma ihtada
Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.
۞ وَم
Wama aAAjalaka AAan qawmika yamoosa
"Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?"
قَالَ هُمْ أُ
Qala hum ola-i AAalaatharee waAAajiltu ilayka rabbi litarda
Dia (Musa) berkata, "Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku)."
قَالَ فَإِ
Qala fa-inna qad fatannaqawmaka min baAAdika waadallahumu assamiriy
Dia (Allah) berfirman, "Sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri."
فَرَجَعَ مُوسَ
FarajaAAa moosa ila qawmihighadbana asifan qala ya qawmi alamyaAAidkum rabbukum waAAdan hasanan afatalaAAalaykumu alAAahdu am aradtum an yahilla AAalaykum ghadabunmin rabbikum faakhlaftum mawAAidee
Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Dia (Musa) berkata, "Wahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu, mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?"
قَالُو
Qaloo ma akhlafnamawAAidaka bimalkina walakinna hummilnaawzaran min zeenati alqawmi faqathafnahafakathalika alqa assamiriy
Mereka berkata, "Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir'aun) itu, kemudian kami melemparkannya (ke dalam api), dan demikian pula Samiri melemparkannya,1
فَأَخْرَجَ لَهُمْ عِ
Faakhraja lahum AAijlan jasadan lahu khuwarunfaqaloo hatha ilahukum wa-ilahu moosafanasiy
kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara1 untuk mereka, maka mereka berkata, "Inilah Tuhanmu dan Tuhannya Musa, tetapi dia (Musa) telah lupa."
أَفَلَا يَرَوْنَ أَلَّا يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ قَوْل
Afala yarawna alla yarjiAAuilayhim qawlan wala yamliku lahum darran walanafAAa
Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa (patung anak sapi itu) tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat untuk mereka?
وَلَقَ
Walaqad qala lahum haroonu minqablu ya qawmi innama futintum bihi wa-innarabbakumu arrahmanu fattabiAAooneewaateeAAoo amree
Dan sungguh, sebelumnya Harun telah berkata kepada mereka, "Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya sekedar diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu dan sungguh, Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku!"
قَالُو
Qaloo lan nabraha AAalayhi AAakifeenahatta yarjiAAa ilayna moosa
Mereka menjawab, "Kami tidak akan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya (patung anak sapi) sampai Musa kembali kepada kami."
قَالَ يَ
Qala ya haroonu mamanaAAaka ith raaytahum dalloo
Dia (Musa) berkata, "Wahai Harun! Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat,
أَلَّا تَتَّبِعَنِۖ أَفَعَصَيْتَ أَمْرِى ٩٣
Alla tattabiAAani afaAAasaytaamree
(sehingga) engkau tidak mengikuti aku? Apakah engkau telah (sengaja) melanggar perintahku?"
قَالَ يَ
Qala yabnaomma la ta/khuthbilihyatee wala bira/see innee khasheetu an taqoolafarraqta bayna banee isra-eela walam tarqub qawlee
Dia (Harun) menjawab, "Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku), "Engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku."
قَالَ فَمَا خَ
Qala fama khatbuka yasamiriy
Dia (Musa) berkata, "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri?"
قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَ
Qala basurtu bima lamyabsuroo bihi faqabadtu qabdatan min athariarrasooli fanabathtuha wakathalikasawwalat lee nafsee
Dia (Samiri) menjawab, "Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul1 lalu aku melemparkannya (ke dalam api itu), demikianlah nafsuku membujukku."
قَالَ فَ
Qala fathhab fa-innalaka fee alhayati an taqoola la misasawa-inna laka mawAAidan lan tukhlafahu wanthurila ilahika allathee thaltaAAalayhi AAakifan lanuharriqannahu thummalanansifannahu fee alyammi nasfa
Dia (Musa) berkata, "Pergilah kau! Maka sesungguhnya di dalam kehidupan (di dunia) engkau (hanya dapat) mengatakan, ‘Janganlah menyentuh (aku)’! 1 Dan engkau pasti mendapat (hukuman) yang telah dijanjikan (di akhirat) yang tidak mungkin engkau hindari, dan lihatlah tuhanmu itu yang engkau tetap menyembahnya. Kami pasti akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya (abunya) ke dalam laut (berserakan).
إِ
Innama ilahukumu Allahuallathee la ilaha illa huwa wasiAAakulla shay-in AAilma
Sungguh, Tuhanmu hanyalah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu."
كَذ
Kathalika naqussu AAalayka minanba-i ma qad sabaqa waqad ataynakamin ladunna thikra
Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah (umat) yang telah lalu, dan sungguh, telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan (Alquran) dari sisi Kami.
مَّنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِ
Man aAArada AAanhu fa-innahu yahmiluyawma alqiyamati wizra
Barang siapa berpaling darinya (Alquran), maka sesungguhnya dia akan memikul beban yang berat (dosa) pada hari Kiamat,
خَ
Khalideena feehi wasaa lahumyawma alqiyamati himla
mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari Kiamat,
يَوْمَ يُ
Yawma yunfakhu fee assooriwanahshuru almujrimeena yawma-ithin zurqa
pada hari (Kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali) 1 dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram,
يَتَخَ
Yatakhafatoona baynahum in labithtumilla AAashra
mereka saling berbisik satu sama lain, "Kamu tinggal (di dunia) tidak lebih dari sepuluh (hari)."
نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إ
Nahnu aAAlamu bima yaqooloonaith yaqoolu amthaluhum tareeqatan in labithtum illayawma
Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya1 mengatakan, "Kamu tinggal (di dunia), tidak lebih dari sehari saja."
وَيَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
Wayas-aloonaka AAani aljibali faqulyansifuha rabbee nasfa
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, "Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya,
فَيَذَرُهَا قَا
Fayatharuha qaAAan safsafa
kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali,
لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَ
La tara feeha AAiwajanwala amta
(sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana."
يَوْمَئِ
Yawma-ithin yattabiAAoona addaAAiyala AAiwaja lahu wakhashaAAati al-aswatu lirrahmanifala tasmaAAu illa hamsa
Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik.
يَوْمَئِ
Yawma-ithin la tanfaAAu ashshafaAAatuilla man athina lahu arrahmanuwaradiya lahu qawla
Pada hari itu tidak berguna syafaat (pertolongan), kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridai perkataannya.
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِه
YaAAlamu ma bayna aydeehim wamakhalfahum wala yuheetoona bihi AAilma
Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi), sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.
۞ وَعَنَتِ
WaAAanati alwujoohu lilhayyialqayyoomi waqad khaba man hamala thulma
Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Maha Hidup dan Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi orang yang melakukan kezaliman.
وَم
Waman yaAAmal mina assalihatiwahuwa mu/minun fala yakhafu thulmanwala hadma
Dan barang siapa mengerjakan kebajikan sedang dia (dalam keadaan) beriman, maka dia tidak khawatir akan perlakuan zalim (terhadapnya) dan tidak (pula khawatir) akan pengurangan haknya.
وَكَذ
Wakathalika anzalnahu qur-ananAAarabiyyan wasarrafna feehi mina alwaAAeedilaAAallahum yattaqoona aw yuhdithu lahum thikra
Dan demikianlah Kami menurunkan Alquran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa, atau agar (Alquran) itu memberi pengajaran bagi mereka.
فَتَعَ
FataAAala Allahualmaliku alhaqqu wala taAAjal bilqur-animin qabli an yuqda ilayka wahyuhu waqul rabbizidnee AAilma
Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Alquran sebelum selesai diwahyukan kepadamu,1 dan katakanlah, "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku."
وَلَقَ
Walaqad AAahidna ila adamamin qablu fanasiya walam najid lahu AAazma
Dan sungguh telah Kami pesankan1 kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَ
Wa-ith qulna lilmala-ikatiosjudoo li-adama fasajadoo illa ibleesa aba
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak.
فَقُلْنَا يَ
Faqulna ya adamu innahatha AAaduwwun laka walizawjika falayukhrijannakuma mina aljannati fatashqa
Kemudian Kami berfirman, "Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.
إِ
Inna laka alla tajooAAa feehawala taAAra
Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang,
وَأَ
Waannaka la tathmaofeeha wala tadha
dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari."
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ
Fawaswasa ilayhi ashshaytanuqala ya adamu hal adulluka AAalashajarati alkhuldi wamulkin la yabla
Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, "Wahai Adam! maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْء
Faakala minha fabadat lahumasaw-atuhuma watafiqa yakhsifaniAAalayhima min waraqi aljannati waAAasa adamurabbahu faghawa
Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia.1
ثُ
Thumma ijtabahu rabbuhu fatabaAAalayhi wahada
Kemudian Tuhannya memilih dia,1 maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.
قَالَ
Qala ihbita minhajameeAAan baAAdukum libaAAdin AAaduwwun fa-immaya/tiyannakum minnee hudan famani ittabaAAa hudaya falayadillu wala yashqa
Dia (Allah) berfirman, "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَ
Waman aAArada AAan thikreefa-inna lahu maAAeeshatan danka wanahshuruhuyawma alqiyamati aAAma
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَن
Qala rabbi lima hashartaneeaAAma waqad kuntu baseera
Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?"
قَالَ كَذ
Qala kathalika atatka ayatunafanaseetaha wakathalika alyawma tunsa
Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan."
وَكَذ
Wakathalika najzee man asrafa walamyu/min bi-ayati rabbihi walaAAathabu al-akhiratiashaddu waabqa
Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَ
Afalam yahdi lahum kam ahlaknaqablahum mina alqurooni yamshoona fee masakinihim inna feethalika laayatin li-olee annuha
Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (orang-orang musyrik) berapa banyak (generasi) sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka melewati (bekas-bekas) tempat tinggal mereka (umat-umat itu)? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.
وَلَوْلَا كَلِمَ
Walawla kalimatun sabaqat minrabbika lakana lizaman waajalun musamma
Dan kalau tidak ada suatu ketetapan terdahulu dari Tuhanmu serta tidak ada batas yang telah ditentukan (ajal), pasti (siksaan itu) menimpa mereka.
فَ
Fasbir AAala mayaqooloona wasabbih bihamdi rabbika qabla tulooAAiashshamsi waqabla ghuroobiha wamin ana-iallayli fasabbih waatrafa annaharilaAAallaka tarda
Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang.
وَلَا تَمُدَّ
Wala tamuddanna AAaynayka ilama mattaAAna bihi azwajan minhum zahrata alhayatiaddunya linaftinahum feehi warizqu rabbika khayrunwaabqa
Dan janganlah engkau belalakkan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan pada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِ
Wa/mur ahlaka bissalatiwastabir AAalayha la nas-alukarizqan nahnu narzuquka walAAaqibatu littaqwa
Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
وَقَالُو
Waqaloo lawla ya/teenabi-ayatin min rabbihi awa lam ta/tihim bayyinatu mafee assuhufi al-oola
Dan mereka berkata, "Mengapa dia tidak membawa tanda (bukti) kepada kami dari Tuhannya?" Bukankah telah datang kepada mereka bukti (yang nyata) sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?
وَلَوْ أَ
Walaw anna ahlaknahum biAAathabinmin qablihi laqaloo rabbana lawla arsaltailayna rasoolan fanattabiAAa ayatika minqabli an nathilla wanakhza
Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya (Alquran diturunkan), tentulah mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?"
قُلْ كُ
Qul kullun mutarabbisun fatarabbasoofasataAAlamoona man as-habu assiratiassawiyyi wamani ihtada
Katakanlah (Muhammad), "Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus, dan siapa yang telah mendapat petunjuk."