۞ لَتَجِدَ
وَإِذَا سَمِعُو
يَ
أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْ
۞ يَوْمَ يَ
قَالَ عِيسَى
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ
وَلَوْ جَعَلْنَ
قُلْ أَىُّ شَىْءٍ أَكْبَرُ شَهَ
بَلْ بَدَا لَه
۞ إِ
فَقُطِعَ دَابِرُ
وَكَذ
وَهُوَ
وَمَا عَلَى
۞ وَإِذْ قَالَ إِ
ٱلَّذِينَ ءَامَنُو
وَمَا قَدَرُو
۞ إِ
ذ
۞ لَتَجِدَ
Latajidanna ashadda annasiAAadawatan lillatheena amanoo alyahooda wallatheenaashrakoo walatajidanna aqrabahum mawaddatan lillatheena amanooallatheena qaloo inna nasara thalikabi-anna minhum qisseeseena waruhbanan waannahum layastakbiroon
Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani." Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.
وَإِذَا سَمِعُو
Wa-itha samiAAoo ma onzila ilaarrasooli tara aAAyunahum tafeedu mina addamAAimimma AAarafoo mina alhaqqi yaqooloona rabbanaamanna faktubna maAAa ashshahideen
Dan apabila mereka mendengarkan apa (Alquran) yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri), seraya berkata, "Ya Tuhan, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Alquran dan kenabian Muhammad).
وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِ
Wama lana la nu/minu billahiwama jaana mina alhaqqi wanatmaAAuan yudkhilana rabbuna maAAa alqawmi assaliheen
Dan mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?"
فَأَثَ
Faathabahumu Allahu bimaqaloo jannatin tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha wathalikajazao almuhsineen
Maka Allah memberi pahala kepada mereka atas perkataan yang telah mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan.
وَ
Wallatheena kafaroo wakaththaboobi-ayatina ola-ika as-habualjaheem
Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola tuharrimoo tayyibati ma ahallaAllahu lakum wala taAAtadoo inna Allaha layuhibbu almuAAtadeen
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
وَكُلُو
Wakuloo mimma razaqakumu Allahuhalalan tayyiban wattaqoo Allahaallathee antum bihi mu/minoon
Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.
لَا يُؤَاخِذُكُمُ
La yu-akhithukumu Allahubillaghwi fee aymanikum walakin yu-akhithukumbima AAaqqadtumu al-aymana fakaffaratuhu itAAamuAAasharati masakeena min awsati ma tutAAimoonaahleekum aw kiswatuhum aw tahreeru raqabatin faman lamyajid fasiyamu thalathati ayyamin thalikakaffaratu aymanikum itha halaftum wahfathooaymanakum kathalika yubayyinu Allahu lakum ayatihilaAAallakum tashkuroon
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooinnama alkhamru walmaysiru wal-ansabuwal-azlamu rijsun min AAamali ashshaytanifajtaniboohu laAAallakum tuflihoon
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.
إِ
Innama yureedu ashshaytanuan yooqiAAa baynakumu alAAadawata walbaghdaafee alkhamri walmaysiri wayasuddakum AAan thikriAllahi waAAani assalati fahal antummuntahoon
Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat maka tidakkah kamu mau berhenti?
وَأَطِيعُو
WaateeAAoo Allaha waateeAAooarrasoola wahtharoo fa-in tawallaytum faAAlamooannama AAala rasoolina albalaghualmubeen
Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat) dengan jelas.
لَيْسَ عَلَى
Laysa AAala allatheena amanoowaAAamiloo assalihati junahun feemataAAimoo itha ma ittaqaw waamanoowaAAamiloo assalihati thumma ittaqaw waamanoothumma ittaqaw waahsanoo wallahu yuhibbualmuhsineen
Tidak berdosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan tentang apa yang mereka makan (dahulu), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoolayabluwannakumu Allahu bishay-in mina assayditanaluhu aydeekum warimahukum liyaAAlama Allahuman yakhafuhu bilghaybi famani iAAtadabaAAda thalika falahu AAathabun aleem
Wahai orang-orang yang beriman! Allah pasti akan menguji kamu dengan hewan buruan yang dengan mudah kamu peroleh dengan tangan dan tombakmu agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun dia tidak melihat-Nya. Barang siapa melampaui batas setelah itu, maka dia akan mendapat azab yang pedih.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola taqtuloo assayda waantum hurumunwaman qatalahu minkum mutaAAammidan fajazaon mithlu maqatala mina annaAAami yahkumu bihi thawaAAadlin minkum hadyan baligha alkaAAbati aw kaffaratuntaAAamu masakeena aw AAadlu thalika siyamanliyathooqa wabala amrihi AAafa AllahuAAamma salafa waman AAada fayantaqimu Allahuminhu wallahu AAazeezun thoo intiqam
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh hewan buruan,1 ketika kamu sedang ihram (haji atau umrah). Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan hewan ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu yang dibawa ke Ka'bah,2 atau kafarat (membayar tebusan dengan) memberi makan kepada orang-orang miskin,3 atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu,4 agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu.5 Dan barang siapa kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Dan Allah Mahaperkasa, memiliki (kekuasaan untuk) menyiksa.
أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ
Ohilla lakum saydu albahriwataAAamuhu mataAAan lakum walissayyaratiwahurrima AAalaykum saydu albarri ma dumtum hurumanwattaqoo Allaha allathee ilayhi tuhsharoon
Dihalalkan bagimu hewan buruan laut1 dan makanan (yang berasal) dari laut2 sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan darat, selama kamu sedang ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (kembali).
۞ جَعَلَ
JaAAala Allahu alkaAAbata albayta alharamaqiyaman linnasi washshahra alharamawalhadya walqala-ida thalikalitaAAlamoo anna Allaha yaAAlamu ma fee assamawatiwama fee al-ardi waanna Allaha bikullishay-in AAaleem
Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci tempat manusia berkumpul.1 Demikian pula bulan haram hadyu dan qalāid. Yang demikian itu agar kamu mengetahui, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
ٱعْلَم
IAAlamoo anna Allaha shadeedu alAAiqabiwaanna Allaha ghafoorun raheem
Ketahuilah, bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
مَّا عَلَى
Ma AAala arrasooli illaalbalaghu wallahu yaAAlamu matubdoona wama taktumoon
Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (amanat Allah), dan Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan.
قُل لَّا يَسْتَوِى
Qul la yastawee alkhabeethu wattayyibuwalaw aAAjabaka kathratu alkhabeethi fattaqoo Allahaya olee al-albabi laAAallakum tuflihoon
Katakanlah (Muhammad), "Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung."
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola tas-aloo AAan ashyaa in tubda lakum tasu/kumwa-in tas-aloo AAanha heena yunazzalu alqur-anutubda lakum AAafa Allahu AAanha wallahughafoorun haleem
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, (justru) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Alquran sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.
قَ
Qad saalaha qawmun min qablikumthumma asbahoo biha kafireen
Sesungguhnya sebelum kamu telah ada segolongan manusia yang menanyakan hal-hal serupa itu (kepada nabi mereka), kemudian mereka menjadi kafir.
مَا جَعَلَ
Ma jaAAala Allahu min baheeratinwala sa-ibatin wala waseelatin walahamin walakinna allatheena kafarooyaftaroona AAala Allahi alkathibawaaktharuhum la yaAAqiloon
Allah tidak pernah mensyariatkan adanya Baḥīrah,1 Sāibah,2 Waṣīlah3 dan Ḥām.4 Tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْ
Wa-itha qeela lahum taAAalawila ma anzala Allahu wa-ila arrasooliqaloo hasbuna ma wajadnaAAalayhi abaana awa law kana abaohumla yaAAlamoona shay-an wala yahtadoon
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul." Mereka menjawab, "Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya)." Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooAAalaykum anfusakum la yadurrukum man dallaitha ihtadaytum ila Allahi marjiAAukumjameeAAan fayunabbi-okum bima kuntum taAAmaloon
Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooshahadatu baynikum itha hadara ahadakumualmawtu heena alwasiyyati ithnani thawaAAadlin minkum aw akharani min ghayrikum in antum darabtumfee al-ardi faasabatkum museebatu almawti tahbisoonahumamin baAAdi assalati fayuqsimani billahiini irtabtum la nashtaree bihi thamanan walaw kana thaqurba wala naktumu shahadata Allahiinna ithan lamina al-athimeen
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila salah seorang (di antara) kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan (agama) dengan kamu. Jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian, hendaklah kamu tahan kedua saksi itu setelah salat, agar keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu, "Demi Allah kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini, walaupun dia karib kerabat, dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah; sesungguhnya jika demikian tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa."
فَإِنْ عُثِرَ عَلَ
Fa-in AAuthira AAala annahumaistahaqqa ithman faakharani yaqoomanimaqamahuma mina allatheena istahaqqaAAalayhimu al-awlayani fayuqsimani billahilashahadatuna ahaqqu min shahadatihimawama iAAtadayna inna ithan lamina aththalimeen
Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa,1 maka dua orang yang lain menggantikan kedudukannya, yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang mati, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, "Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas. Sesungguhnya jika kami berbuat demikian tentu kami termasuk orang-orang zalim."
ذ
Thalika adna an ya/too bishshahadatiAAala wajhiha aw yakhafoo an turadda aymanunbaAAda aymanihim wattaqoo Allaha wasmaAAoowallahu la yahdee alqawma alfasiqeen
Dengan cara itu mereka lebih patut memberikan kesaksiannya menurut yang sebenarnya, dan mereka merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) setelah mereka bersumpah.1 Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
۞ يَوْمَ يَ
Yawma yajmaAAu Allahu arrusulafayaqoolu matha ojibtum qaloo la AAilma lanainnaka anta AAallamu alghuyoob
(Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), "Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?" Mereka (para rasul) menjawab, "Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib."
إِذْ قَالَ
Ith qala Allahu yaAAeesa ibna maryama othkur niAAmatee AAalaykawaAAala walidatika ith ayyadtuka biroohialqudusi tukallimu annasa fee almahdi wakahlanwa-ith AAallamtuka alkitaba walhikmatawattawrata wal-injeela wa-ithtakhluqu mina atteeni kahay-ati attayribi-ithnee fatanfukhu feeha fatakoonu tayranbi-ithnee watubri-o al-akmaha wal-abrasabi-ithnee wa-ith tukhriju almawta bi-ithneewa-ith kafaftu banee isra-eela AAanka ithji/tahum bilbayyinati faqala allatheenakafaroo minhum in hatha illa sihrun mubeen
Dan Ingatlah, ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) dikala engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى
Wa-ith awhaytu ila alhawariyyeenaan aminoo bee wabirasoolee qaloo amannawashhad bi-annana muslimoon
Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut Isa yang setia, "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku." Mereka menjawab, "Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (muslim)."
إِذْ قَالَ
Ith qala alhawariyyoonaya AAeesa ibna maryama hal yastateeAAurabbuka an yunazzila AAalayna ma-idatan mina assama-iqala ittaqoo Allaha in kuntum mu/mineen
(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa yang setia berkata, "Wahai Isa putra Maryam! Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" Isa menjawab, "Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman."
قَالُو
Qaloo nureedu an na/kula minhawatatma-inna quloobuna wanaAAlama an qad sadaqtanawanakoona AAalayha mina ashshahideen
Mereka berkata, "Kami ingin memakan hidangan itu agar tenteram hati kami dan agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan (hidangan itu)."
قَالَ عِيسَى
Qala AAeesa ibnu maryama allahummarabbana anzil AAalayna ma-idatan mina assama-itakoonu lana AAeedan li-awwalina waakhirinawaayatan minka warzuqna waanta khayru arraziqeen
Isa putra Maryam berdoa, "Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki."
قَالَ
Qala Allahu innee munazziluhaAAalaykum faman yakfur baAAdu minkum fa-innee oAAaththibuhuAAathaban la oAAaththibuhu ahadanmina alAAalameen
Allah berfirman, "Sungguh, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, tetapi barang siapa kafir di antaramu setelah (turun hidangan) itu, maka sungguh, Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia (seluruh alam)."
وَإِذْ قَالَ
Wa-ith qala Allahu yaAAeesa ibna maryama aanta qulta linnasiittakhithoonee waommiya ilahayni min dooni Allahiqala subhanaka ma yakoonu lee an aqoola malaysa lee bihaqqin in kuntu qultuhu faqad AAalimtahutaAAlamu ma fee nafsee wala aAAlamu ma feenafsika innaka anta AAallamu alghuyoob
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah?" (Isa) menjawab, "Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib."
مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا م
Ma qultu lahum illa maamartanee bihi ani oAAbudoo Allaha rabbee warabbakumwakuntu AAalayhim shaheedan ma dumtu feehim falammatawaffaytanee kunta anta arraqeeba AAalayhim waanta AAalakulli shay-in shaheed
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu," dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
إِ
In tuAAaththibhum fa-innahum AAibadukawa-in taghfir lahum fa-innaka anta alAAazeezu alhakeem
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."
قَالَ
Qala Allahu hathayawmu yanfaAAu assadiqeena sidquhum lahumjannatun tajree min tahtiha al-anharukhalideena feeha abadan radiya AllahuAAanhum waradoo AAanhu thalika alfawzu alAAatheem
Allah berfirman, "Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung."
لِلَّهِ مُلْكُ
Lillahi mulku assamawatiwal-ardi wama feehinna wahuwa AAalakulli shay-in qadeer
Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdu lillahi allatheekhalaqa assamawati wal-ardawajaAAala aththulumati wannoorathumma allatheena kafaroo birabbihim yaAAdiloon
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.
هُوَ
Huwa allathee khalaqakum min teeninthumma qada ajalan waajalun musamman AAindahu thumma antumtamtaroon
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya.
وَهُوَ
Wahuwa Allahu fee assamawatiwafee al-ardi yaAAlamu sirrakum wajahrakum wayaAAlamu mataksiboon
Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan.
وَمَا تَأْتِيه
Wama ta/teehim min ayatin min ayatirabbihim illa kanoo AAanha muAArideen
Dan setiap ayat dari ayat-ayat1 Tuhan yang sampai kepada mereka (orang kafir), semuanya selalu diingkarinya.
فَقَ
Faqad kaththaboo bilhaqqilamma jaahum fasawfa ya/teehim anbao makanoo bihi yastahzi-oon
Sungguh, mereka telah mendustakan kebenaran (Alquran) ketika sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
أَلَمْ يَرَوْ
Alam yaraw kam ahlakna min qablihimmin qarnin makkannahum fee al-ardi ma lamnumakkin lakum waarsalna assamaa AAalayhimmidraran wajaAAalna al-anhara tajree min tahtihimfaahlaknahum bithunoobihim waansha/na minbaAAdihim qarnan akhareen
Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.
وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَ
Walaw nazzalna AAalayka kitabanfee qirtasin falamasoohu bi-aydeehim laqala allatheenakafaroo in hatha illa sihrun mubeen
Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
وَقَالُو
Waqaloo lawla onzila AAalayhimalakun walaw anzalna malakan laqudiya al-amruthumma la yuntharoon
Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Muhammad)?"1 Jika Kami turunkan malaikat (kepadanya), tentu selesailah urusan itu,2 tetapi mereka tidak diberi penangguhan (sedikit pun).
وَلَوْ جَعَلْنَ
Walaw jaAAalnahu malakan lajaAAalnahurajulan walalabasna AAalayhim ma yalbisoon
Dan sekiranya Rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.1
وَلَقَدِ
Walaqadi istuhzi-a birusulin min qablika fahaqabillatheena sakhiroo minhum ma kanoobihi yastahzi-oon
Dan sungguh, beberapa Rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan, sehingga turunlah azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan atas olok-olokan mereka.
قُلْ سِيرُو
Qul seeroo fee al-ardi thumma onthurookayfa kana AAaqibatu almukaththibeen
Katakanlah (Muhammad), "Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu!"
قُل لِّم
Qul liman ma fee assamawatiwal-ardi qul lillahi kataba AAalanafsihi arrahmata layajmaAAannakum ilayawmi alqiyamati la rayba feehi allatheenakhasiroo anfusahum fahum la yu/minoon
Katakanlah (Muhammad), "Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?" Katakanlah, "Milik Allah." Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya.1 Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.
۞ وَلَهُ
Walahu ma sakana fee allayli wannahariwahuwa assameeAAu alAAaleem
Dan milik-Nyalah segala apa yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
قُلْ أَغَيْرَ
Qul aghayra Allahi attakhithuwaliyyan fatiri assamawati wal-ardiwahuwa yutAAimu wala yutAAamu qul inneeomirtu an akoona awwala man aslama wala takoonanna minaalmushrikeen
Katakanlah (Muhammad), "Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?" Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik."
قُلْ إِ
Qul innee akhafu in AAasayturabbee AAathaba yawmin AAatheem
Katakanlah (Muhammad), "Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku."
مّ
Man yusraf AAanhu yawma-ithinfaqad rahimahu wathalika alfawzu almubeen
Barang siapa yang dijauhkan dari azab atas dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata.
وَإ
Wa-in yamsaska Allahu bidurrinfala kashifa lahu illa huwa wa-in yamsaskabikhayrin fahuwa AAala kulli shay-in qadeer
Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَهُوَ
Wahuwa alqahiru fawqa AAibadihiwahuwa alhakeemu alkhabeer
Dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya. Dan Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
قُلْ أَىُّ شَىْءٍ أَكْبَرُ شَهَ
Qul ayyu shay-in akbaru shahadatanquli Allahu shaheedun baynee wabaynakum waoohiyailayya hatha alqur-anu li-onthirakum bihiwaman balagha a-innakum latashhadoona anna maAAa Allahi alihatanokhra qul la ashhadu qul innama huwa ilahunwahidun wa-innanee baree-on mimma tushrikoon
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?" Katakanlah, "Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Alquran ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Alquran kepadanya). Dapatkah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah?" Katakanlah, "Aku tidak dapat bersaksi." Katakanlah, "Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)."
ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَ
Allatheena ataynahumualkitaba yaAArifoonahu kama yaAArifoona abnaahumallatheena khasiroo anfusahum fahum la yu/minoon
Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).
وَمَنْ أَظْلَمُ مِ
Waman athlamu mimmani iftaraAAala Allahi kathiban aw kaththababi-ayatihi innahu la yuflihu aththalimoon
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.
وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِي
Wayawma nahshuruhum jameeAAan thummanaqoolu lillatheena ashrakoo ayna shurakaokumu allatheenakuntum tazAAumoon
Dan (ingatlah), pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, "Dimanakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu klaim (sebagai sekutu-sekutu Kami)?"
ثُ
Thumma lam takun fitnatuhum illa an qaloowallahi rabbina ma kunnamushrikeen
Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, "Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah."
ٱ
Onthur kayfa kathabooAAala anfusihim wadalla AAanhum ma kanooyaftaroon
Lihatlah, bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka.
وَمِنْه
Waminhum man yastamiAAu ilayka wajaAAalnaAAala quloobihim akinnatan an yafqahoohu wafee athanihimwaqran wa-in yaraw kulla ayatin la yu/minoo bihahatta itha jaooka yujadiloonakayaqoolu allatheena kafaroo in hatha illa asateerual-awwaleen
Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (Muhammad), dan Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan telinganya tersumbat. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, "Ini (Alquran) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu."
وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْــَٔوْنَ عَنْهُۖ وَإ
Wahum yanhawna AAanhu wayan-awna AAanhuwa-in yuhlikoona illa anfusahum wama yashAAuroon
Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (Alquran) dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.
وَلَوْ تَرَ
Walaw tara ith wuqifoo AAalaannari faqaloo ya laytananuraddu wala nukaththiba bi-ayatirabbina wanakoona mina almu/mineen
Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, "Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman."
بَلْ بَدَا لَه
Bal bada lahum ma kanooyukhfoona min qablu walaw ruddoo laAAadoo limanuhoo AAanhu wa-innahum lakathiboon
Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta.
وَقَال
Waqaloo in hiya illa hayatunaaddunya wama nahnu bimabAAootheen
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), "Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan."
وَلَوْ تَرَ
Walaw tara ith wuqifoo AAalarabbihim qala alaysa hatha bilhaqqiqaloo bala warabbina qala fathooqooalAAathaba bima kuntum takfuroon
Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah engkau melihat peristiwa yang mengharukan). Dia Berfirman, "Bukankah (kebangkitan) ini benar?" Mereka menjawab, "Sungguh benar, demi Tuhan kami." Dia berfirman, "Rasakanlah azab ini, karena dahulu kamu mengingkarinya."
قَ
Qad khasira allatheena kaththaboobiliqa-i Allahi hatta itha jaat-humuassaAAatu baghtatan qaloo ya hasratanaAAala ma farratna feeha wahumyahmiloona awzarahum AAala thuhoorihimala saa ma yaziroon
Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu," sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul.
وَمَا
Wama alhayatu addunyailla laAAibun walahwun waladdaru al-akhiratikhayrun lillatheena yattaqoona afala taAAqiloon
Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
قَ
Qad naAAlamu innahu layahzunuka allatheeyaqooloona fa-innahum la yukaththiboonaka walakinnaaththalimeena bi-ayatiAllahi yajhadoon
Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.
وَلَقَ
Walaqad kuththibat rusulun minqablika fasabaroo AAala ma kuththiboowaoothoo hatta atahum nasrunawala mubaddila likalimati Allahi walaqad jaakamin naba-i almursaleen
Dan sesungguhnya Rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita Rasul-rasul itu.
وَإِ
Wa-in kana kabura AAalayka iAAraduhumfa-ini istataAAta an tabtaghiya nafaqan fee al-ardiaw sullaman fee assama-i fata/tiyahum bi-ayatinwalaw shaa Allahu lajamaAAahum AAala alhudafala takoonanna mina aljahileen
Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh.
۞ إِ
Innama yastajeebu allatheenayasmaAAoona walmawta yabAAathuhumu Allahuthumma ilayhi yurjaAAoon
Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati, kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan.
وَقَالُو
Waqaloo lawla nuzzila AAalayhiayatun min rabbihi qul inna Allaha qadirunAAala an yunazzila ayatan walakinnaaktharahum la yaAAlamoon
Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
وَمَا مِ
Wama min dabbatin fee al-ardiwala ta-irin yateeru bijanahayhi illaomamun amthalukum ma farratna feealkitabi min shay-in thumma ila rabbihim yuhsharoon
Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab,1 kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.
وَ
Wallatheena kaththaboobi-ayatina summun wabukmun fee aththulumatiman yasha-i Allahu yudlilhu waman yasha/ yajAAalhuAAala siratin mustaqeem
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.
قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ إِنْ أَتَ
Qul araaytakum in atakum AAathabuAllahi aw atatkumu assaAAatu aghayra AllahitadAAoona in kuntum sadiqeen
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu, atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang yang benar!"
بَلْ إِيَّاهُ تَ
Bal iyyahu tadAAoona fayakshifu matadAAoona ilayhi in shaa watansawna ma tushrikoon
(Tidak), hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).
وَلَقَ
Walaqad arsalna ila omamin minqablika faakhathnahum bilba/sa-i waddarra-ilaAAallahum yatadarraAAoon
Dan sungguh, Kami telah mengutus (Rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.
فَلَوْل
Falawla ith jaahumba/suna tadarraAAoo walakin qasat quloobuhumwazayyana lahumu ashshaytanu ma kanooyaAAmaloon
Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
فَلَ
Falamma nasoo ma thukkiroobihi fatahna AAalayhim abwaba kulli shay-in hattaitha farihoo bima ootoo akhathnahumbaghtatan fa-itha hum mublisoon
Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
فَقُطِعَ دَابِرُ
FaqutiAAa dabiru alqawmi allatheenathalamoo walhamdu lillahirabbi alAAalameen
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ
Qul araaytum in akhatha AllahusamAAakum waabsarakum wakhatama AAala quloobikumman ilahun ghayru Allahi ya/teekum bihi onthurkayfa nusarrifu al-ayati thumma hum yasdifoon
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling.
قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ إِنْ أَتَ
Qul araaytakum in atakum AAathabuAllahi baghtatan aw jahratan hal yuhlaku illaalqawmu aththalimoon
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim?"
وَمَا نُرْسِلُ
Wama nursilu almursaleena illamubashshireena wamunthireena faman amana waaslahafala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoon
Para Rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
وَ
Wallatheena kaththaboobi-ayatina yamassuhumu alAAathabu bimakanoo yafsuqoon
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa).
قُل لّ
Qul la aqoolu lakum AAindee khaza-inuAllahi wala aAAlamu alghayba wala aqoolulakum innee malakun in attabiAAu illa ma yoohailayya qul hal yastawee al-aAAma walbaseeruafala tatafakkaroon
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan (nya)?"
وَأَ
Waanthir bihi allatheena yakhafoonaan yuhsharoo ila rabbihim laysa lahum min doonihiwaliyyun wala shafeeAAun laAAallahum yattaqoon
Peringatkanlah dengannya (Alquran) itu orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa.
وَلَا تَ
Wala tatrudi allatheenayadAAoona rabbahum bilghadati walAAashiyyiyureedoona wajhahu ma AAalayka min hisabihimmin shay-in wama min hisabika AAalayhim minshay-in fatatrudahum fatakoona mina aththalimeen
Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim.1
وَكَذ
Wakathalika fatanna baAAdahumbibaAAdin liyaqooloo ahaola-i manna AllahuAAalayhim min baynina alaysa Allahu bi-aAAlama bishshakireen
Demikianlah, Kami telah menguji sebagian mereka (orang yang kaya) dengan sebagian yang lain (orang yang miskin), agar mereka (orang yang kaya itu) berkata, "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?" (Allah berfirman), "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?"
وَإِذَا ج
Wa-itha jaaka allatheenayu/minoona bi-ayatina faqul salamunAAalaykum kataba rabbukum AAala nafsihi arrahmataannahu man AAamila minkum soo-an bijahalatin thumma tabamin baAAdihi waaslaha faannahu ghafoorun raheem
Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, "Salāmun 'alaikum" (selamat sejahtera untuk kamu)." Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَكَذ
Wakathalika nufassilu al-ayatiwalitastabeena sabeelu almujrimeen
Dan Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Alquran, (agar terlihat jelas jalan orang-orang yang saleh) dan agar terlihat jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.
قُلْ إِ
Qul innee nuheetu an aAAbuda allatheenatadAAoona min dooni Allahi qul la attabiAAu ahwaakumqad dalaltu ithan wama ana minaalmuhtadeen
Katakanlah (Muhammad), "Aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah." Katakanlah, "Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk."
قُلْ إِ
Qul innee AAala bayyinatin min rabbeewakaththabtum bihi ma AAindee matastaAAjiloona bihi ini alhukmu illa lillahiyaqussu alhaqqa wahuwa khayru alfasileen
Katakanlah (Muhammad), "Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (Alquran) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia Pemberi keputusan yang terbaik.
قُل لَّوْ أَ
Qul law anna AAindee matastaAAjiloona bihi laqudiya al-amru baynee wabaynakum wallahuaAAlamu biththalimeen
Katakanlah (Muhammad) "Seandainya ada padaku apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu."1 Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
۞ وَعِ
WaAAindahu mafatihu alghaybi layaAAlamuha illa huwa wayaAAlamu ma feealbarri walbahri wama tasqutu minwaraqatin illa yaAAlamuha wala habbatinfee thulumati al-ardi wala ratbinwala yabisin illa fee kitabin mubeen
Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya, tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (Lauḥ Maḥfūẓ).
وَهُوَ
Wahuwa allathee yatawaffakumbillayli wayaAAlamu ma jarahtum binnaharithumma yabAAathukum feehi liyuqda ajalun musamman thummailayhi marjiAAukum thumma yunabbi-okum bima kuntumtaAAmaloon
Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
وَهُوَ
Wahuwa alqahiru fawqa AAibadihiwayursilu AAalaykum hafathatan hattaitha jaa ahadakumu almawtu tawaffat-hurusuluna wahum la yufarritoon
Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan di utus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya dan mereka tidak melalaikan tugasnya.
ثُ
Thumma ruddoo ila Allahi mawlahumualhaqqi ala lahu alhukmu wahuwa asraAAu alhasibeen
Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat.
قُلْ م
Qul man yunajjeekum min thulumatialbarri walbahri tadAAoonahu tadarruAAanwakhufyatan la-in anjana min hathihilanakoonanna mina ashshakireen
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?" (Dengan mengatakan), "Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur."
قُلِ
Quli Allahu yunajjeekum minhawamin kulli karbin thumma antum tushrikoon
Katakanlah (Muhammad), "Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya."
قُلْ هُوَ
Qul huwa alqadiru AAala anyabAAatha AAalaykum AAathaban min fawqikum aw min tahtiarjulikum aw yalbisakum shiyaAAan wayutheeqa baAAdakumba/sa baAAdin onthur kayfa nusarrifual-ayati laAAallahum yafqahoon
Katakanlah (Muhammad), "Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu1 atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami)2 agar mereka memahami (nya).
وَكَذَّبَ بِه
Wakaththaba bihi qawmuka wahuwa alhaqququl lastu AAalaykum biwakeel
Dan kaummu mendustakannya (azab)1 padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Muhammad), "Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu."
لِّكُلِّ نَبَ
Likulli naba-in mustaqarrun wasawfataAAlamoon
Setiap berita (yang dibawa oleh Rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.
وَإِذَا رَأَيْتَ
Wa-itha raayta allatheenayakhoodoona fee ayatina faaAAridAAanhum hatta yakhoodoo fee hadeethinghayrihi wa-imma yunsiyannaka ashshaytanufala taqAAud baAAda aththikra maAAaalqawmi aththalimeen
Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim!
وَمَا عَلَى
Wama AAala allatheenayattaqoona min hisabihim min shay-in walakinthikra laAAallahum yattaqoon
Orang-orang yang bertakwa tidak bertanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa.
وَذَرِ
Wathari allatheena ittakhathoodeenahum laAAiban walahwan wagharrat-humu alhayatuaddunya wathakkir bihi an tubsala nafsunbima kasabat laysa laha min dooni Allahiwaliyyun wala shafeeAAun wa-in taAAdil kulla AAadlin layu/khath minha ola-ika allatheenaobsiloo bima kasaboo lahum sharabun min hameeminwaAAathabun aleemun bima kanoo yakfuroon
Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Alquran agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), disebabkan perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.
قُلْ أَنَ
Qul anadAAoo min dooni Allahi mala yanfaAAuna wala yadurrunawanuraddu AAala aAAqabina baAAda ithhadana Allahu kallathee istahwat-huashshayateenu fee al-ardi hayranalahu as-habun yadAAoonahu ila alhudai/tina qul inna huda Allahi huwa alhudawaomirna linuslima lirabbi alAAalameen
Katakanlah (Muhammad), "Apakah kita akan memohon kepada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang,1 setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan."Kawan-kawannya mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), "Ikutilah kami." Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya); dan kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam,
وَأَنْ أَقِيمُو
Waan aqeemoo assalatawattaqoohu wahuwa allathee ilayhi tuhsharoon
dan agar melaksanakan salat serta bertakwa kepada-Nya." Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu semua akan dihimpun.
وَهُوَ
Wahuwa allathee khalaqa assamawatiwal-arda bilhaqqi wayawma yaqoolukun fayakoonu qawluhu alhaqqu walahu almulku yawmayunfakhu fee assoori AAalimu alghaybi washshahadatiwahuwa alhakeemu alkhabeer
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar), ketika Dia berkata, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti.
۞ وَإِذْ قَالَ إِ
Wa-ith qala ibraheemuli-abeehi azara atattakhithu asnaman alihataninnee araka waqawmaka fee dalalin mubeen
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar,1 "Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."
وَكَذ
Wakathalika nuree ibraheemamalakoota assamawati wal-ardiwaliyakoona mina almooqineen
Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.
فَلَ
Falamma janna AAalayhi allaylu raakawkaban qala hatha rabbee falamma afala qalala ohibbu al-afileen
Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, "Inilah Tuhanku." Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, "Aku tidak suka kepada yang terbenam."
فَلَ
Falamma raa alqamara bazighanqala hatha rabbee falamma afala qalala-in lam yahdinee rabbee laakoonanna mina alqawmi addalleen
Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, "Inilah Tuhanku." Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, "Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat."
فَلَ
Falamma raa ashshamsabazighatan qala hatha rabbee hathaakbaru falamma afalat qala ya qawmi inneebaree-on mimma tushrikoon
Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah Tuhanku, ini lebih besar."Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."
إِ
Innee wajjahtu wajhiya lillathee fataraassamawati wal-arda haneefanwama ana mina almushrikeen
Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.
وَح
Wahajjahu qawmuhu qala atuhajjoonneefee Allahi waqad hadani wala akhafu matushrikoona bihi illa an yashaa rabbee shay-anwasiAAa rabbee kulla shay-in AAilman afala tatathakkaroon
Dan kaumnya membantahnya. Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) apa yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?
وَكَيْفَ أَخَافُ م
Wakayfa akhafu ma ashraktumwala takhafoona annakum ashraktum billahima lam yunazzil bihi AAalaykum sultanan faayyualfareeqayni ahaqqu bil-amni in kuntum taAAlamoon
Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut dengan apa yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Manakah dari kedua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?"1
ٱلَّذِينَ ءَامَنُو
Allatheena amanoo walamyalbisoo eemanahum bithulmin ola-ikalahumu al-amnu wahum muhtadoon
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.
وَتِلْكَ حُجَّتُن
Watilka hujjatuna ataynahaibraheema AAala qawmihi narfaAAu darajatinman nashao inna rabbaka hakeemun AAaleem
Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
وَوَهَ
Wawahabna lahu ishaqawayaAAqooba kullan hadayna wanoohan hadaynamin qablu wamin thurriyyatihi dawooda wasulaymanawaayyooba wayoosufa wamoosa waharoona wakathalikanajzee almuhsineen
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,
وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلْيَاسَۖ كُ
Wazakariyya wayahyawaAAeesa walyasa kullun mina assaliheen
dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh,
وَإِسْمَ
Wa-ismaAAeela walyasaAAawayoonusa walootan wakullan faddalna AAalaalAAalameen
Dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Lut. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya),
وَمِنْ ءَاب
Wamin aba-ihim wathurriyyatihimwa-ikhwanihim wajtabaynahum wahadaynahumila siratin mustaqeem
(dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi Nabi dan Rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus.
ذ
Thalika huda Allahiyahdee bihi man yashao min AAibadihi walaw ashrakoolahabita AAanhum ma kanoo yaAAmaloon
Itulah petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.
أُ
Ola-ika allatheena ataynahumualkitaba walhukma wannubuwwatafa-in yakfur biha haola-i faqad wakkalnabiha qawman laysoo biha bikafireen
Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya.
أُ
Ola-ika allatheena hadaAllahu fabihudahumu iqtadih qul la as-alukumAAalayhi ajran in huwa illa thikra lilAAalameen
Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutlah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Alquran)." Alquran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.
وَمَا قَدَرُو
Wama qadaroo Allaha haqqaqadrihi ith qaloo ma anzala AllahuAAala basharin min shay-in qul man anzala alkitabaallathee jaa bihi moosa nooran wahudan linnasitajAAaloonahu qarateesa tubdoonaha watukhfoonakatheeran waAAullimtum ma lam taAAlamoo antum wala abaokumquli Allahu thumma tharhum fee khawdihimyalAAaboon
Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia." Katakanlah (Muhammad) "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu." Katakanlah, "Allahlah (yang menurunkannya)," kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.1
وَهَ
Wahatha kitabun anzalnahumubarakun musaddiqu allathee bayna yadayhiwalitunthira omma alqura waman hawlahawallatheena yu/minoona bil-akhiratiyu/minoona bihi wahum AAala salatihim yuhafithoon
Dan ini (Alquran), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekkah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Alquran), dan mereka selalu memelihara salatnya.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِ
Waman athlamu mimmani iftaraAAala Allahi kathiban aw qala oohiyailayya walam yooha ilayhi shay-on waman qalasaonzilu mithla ma anzala Allahu walaw taraithi aththalimoona fee ghamaratialmawti walmala-ikatu basitooaydeehim akhrijoo anfusakumu alyawma tujzawna AAathabaalhooni bima kuntum taqooloona AAala Allahighayra alhaqqi wakuntum AAan ayatihitastakbiroon
Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepadaku," padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, "Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah." (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam sakitnya sekarat, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu." pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
وَلَقَ
Walaqad ji/tumoona furadakama khalaqnakum awwala marratin wataraktum makhawwalnakum waraa thuhoorikum wamanara maAAakum shufaAAaakumu allatheenazaAAamtum annahum feekum shurakao laqad taqattaAAabaynakum wadalla AAankum ma kuntum tazAAumoon
Dan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya, dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). Kami tidak melihat pemberi syafaat (pertolongan) besertamu yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh, telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah).
۞ إِ
Inna Allaha faliqu alhabbiwannawa yukhriju alhayya mina almayyitiwamukhriju almayyiti mina alhayyi thalikumu Allahufaanna tu/fakoon
Sungguh, Allah menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?
فَالِقُ
Faliqu al-isbahiwajaAAala allayla sakanan washshamsa walqamara husbananthalika taqdeeru alAAazeezi alAAaleem
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
وَهُوَ
Wahuwa allathee jaAAala lakumu annujoomalitahtadoo biha fee thulumati albarriwalbahri qad fassalna al-ayatiliqawmin yaAAlamoon
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
وَهُوَ
Wahuwa allathee anshaakum min nafsinwahidatin famustaqarrun wamustawdaAAun qad fassalnaal-ayati liqawmin yafqahoon
Dan Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat simpanan.1 Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
وَهُوَ
Wahuwa allathee anzala mina assama-imaan faakhrajna bihi nabata kulli shay-infaakhrajna minhu khadiran nukhriju minhu habbanmutarakiban wamina annakhli min talAAihaqinwanun daniyatun wajannatin min aAAnabinwazzaytoona warrummana mushtabihanwaghayra mutashabihin onthuroo ilathamarihi itha athmara wayanAAihi inna fee thalikumlaayatin liqawmin yu/minoon
Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
وَجَعَلُو
WajaAAaloo lillahi shurakaaaljinna wakhalaqahum wakharaqoo lahu baneena wabanatinbighayri AAilmin subhanahu wataAAala AAammayasifoon
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan Jin itu sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan," tanpa (dasar) pengetahuan.1 Maha Suci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.
بَدِيعُ
BadeeAAu assamawatiwal-ardi anna yakoonu lahu waladun walamtakun lahu sahibatun wakhalaqa kulla shay-in wahuwabikulli shay-in AAaleem
Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
ذ
Thalikumu Allahu rabbukum lailaha illa huwa khaliqu kulli shay-in faAAbudoohuwahuwa AAala kulli shay-in wakeel
Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah Pemelihara segala sesuatu.
لَّا تُ
La tudrikuhu al-absaru wahuwayudriku al-absara wahuwa allateefu alkhabeer
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Mahahalus, Mahateliti.
قَ
Qad jaakum basa-iru minrabbikum faman absara falinafsihi waman AAamiya faAAalayhawama ana AAalaykum bihafeeth
Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barang siapa melihat (kebenaran itu),1 maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga(mu).
وَكَذ
Wakathalika nusarrifu al-ayatiwaliyaqooloo darasta walinubayyinahu liqawmin yaAAlamoon
Dan demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami agar orang-orang musyrik mengatakan, "Engkau telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab)." dan agar Kami menjelaskan Alquran itu kepada orang-orang yang mengetahui.
ٱتَّبِعْ م
IttabiAA ma oohiya ilayka minrabbika la ilaha illa huwa waaAAridAAani almushrikeen
Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
وَلَوْ ش
Walaw shaa Allahu maashrakoo wama jaAAalnaka AAalayhim hafeethanwama anta AAalayhim biwakeel
Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan (-Nya). Dan Kami tidak menjadikan engkau penjaga mereka; dan engkau bukan pula pemelihara mereka.
وَلَا تَسُبُّو
Wala tasubboo allatheenayadAAoona min dooni Allahi fayasubboo AllahaAAadwan bighayri AAilmin kathalika zayyanna likulliommatin AAamalahum thumma ila rabbihim marjiAAuhumfayunabbi-ohum bima kanoo yaAAmaloon
Dan Janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan, tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
وَأَ
Waaqsamoo billahi jahda aymanihimla-in jaat-hum ayatun layu/minunna biha qulinnama al-ayatu AAinda Allahi wamayushAAirukum annaha itha jaat layu/minoon
Dan Mereka bersumpah atas nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, "mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah." Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman.1
وَنُقَلِّبُ أَفْــِٔدَتَهُمْ وَأَ
Wanuqallibu af-idatahum waabsarahumkama lam yu/minoo bihi awwala marratin wanatharuhumfee tughyanihim yaAAmahoon
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Alquran), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.