بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
ا
قَالَ يَ
فَلَ
وَر
فَلَ
وَ
قَال
۞ وَم
قَالَ هَلْ ءَامَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَم
فَلَ
قَالَ مَعَاذَ
يَ
فَلَ
وَمَا تَسْــَٔلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
ا
Alif-lam-ra tilka ayatualkitabi almubeen
Alif Lām Rā`. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Alquran) yang jelas.
إِ
Inna anzalnahu qur-ananAAarabiyyan laAAallakum taAAqiloon
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Quran berbahasa Arab, agar kamu mengerti.
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ
Nahnu naqussu AAalayka ahsanaalqasasi bima awhayna ilayka hathaalqur-ana wa-in kunta min qablihi lamina alghafileen
Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Alquran ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui.
إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَ
Ith qala yoosufu li-abeehi yaabati innee raaytu ahada AAashara kawkaban washshamsawalqamara raaytuhum lee sajideen
(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, "Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."
قَالَ يَ
Qala ya bunayya la taqsusru/yaka AAala ikhwatika fayakeedoo laka kaydan innaashshaytana lil-insani AAaduwwun mubeen
Dia (ayahnya) berkata, "Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia."
وَكَذ
Wakathalika yajtabeeka rabbukawayuAAallimuka min ta/weeli al-ahadeethi wayutimmuniAAmatahu AAalayka waAAala ali yaAAqooba kamaatammaha AAala abawayka min qablu ibraheemawa-ishaqa inna rabbaka AAaleemun hakeem
Dan demikianlah, Tuhan memilih engkau (untuk menjadi Nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sungguh, Tuhanmu Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
۞ لَّقَ
Laqad kana fee yoosufa wa-ikhwatihi ayatunlissa-ileen
Sungguh, dalam (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang bertanya.
إِذْ قَالُو
Ith qaloo layoosufu waakhoohu ahabbuila abeena minna wanahnu AAusbatuninna abana lafee dalalin mubeen
Ketika mereka berkata, "Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan (yang kuat). Sungguh, ayah kita dalam kekeliruan yang nyata,
ٱ
Oqtuloo yoosufa awi itrahoohuardan yakhlu lakum wajhu abeekum watakoonoo min baAAdihiqawman saliheen
bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat agar perhatian ayah tercurah kepadamu, dan setelah itu kamu menjadi orang yang baik."
قَالَ ق
Qala qa-ilun minhum lataqtuloo yoosufa waalqoohu fee ghayabati aljubbi yaltaqithubaAAdu assayyarati in kuntum faAAileen
Seorang di antara mereka berkata, "Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi jebloskan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir, jika kamu hendak berbuat."
قَالُو
Qaloo ya abana malaka la ta/manna AAala yoosufa wa-innalahu lanasihoon
Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Mengapa engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya.
أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَ
Arsilhu maAAana ghadan yartaAAwayalAAab wa-inna lahu lahafithoon
Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya."
قَالَ إِ
Qala innee layahzununee an thathhaboobihi waakhafu an ya/kulahu aththi/buwaantum AAanhu ghafiloon
Dia (Yakub) berkata, "Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya."
قَالُو
Qaloo la-in akalahu aththi/buwanahnu AAusbatun inna ithan lakhasiroon
Sesungguhnya mereka berkata, "Jika dia dimakan serigala, padahal kami kelompok (yang kuat), maka tentu kami menjadi orang-orang yang merugi."1
فَلَ
Falamma thahaboo bihiwaajmaAAoo an yajAAaloohu fee ghayabati aljubbi waawhaynailayhi latunabi-annahum bi-amrihim hatha wahum layashAAuroon
Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkan dia ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya, "Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari."
وَج
Wajaoo abahum AAishaanyabkoon
Kemudian mereka datang kepada ayah mereka pada petang hari sambil menangis.
قَالُو
Qaloo ya abanainna thahabna nastabiqu wataraknayoosufa AAinda mataAAina faakalahu aththi/buwama anta bimu/minin lana walaw kunna sadiqeen
Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami pergi berlomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami berkata benar."
وَج
Wajaoo AAala qameesihibidamin kathibin qala bal sawwalat lakum anfusukumamran fasabrun jameelun wallahu almustaAAanuAAala ma tasifoon
Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Yakub) berkata, "Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu; maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja tempat memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan."
وَج
Wajaat sayyaratun faarsaloo waridahumfaadla dalwahu qala ya bushra hathaghulamun waasarroohu bidaAAatan wallahuAAaleemun bima yaAAmaloon
Dan datanglah sekelompok musafir, mereka menyuruh seorang pengambil air. Lalu dia menurunkan timbanya. Dia berkata, "Oh, senangnya, ini ada seorang anak muda!" Kemudian mereka menyembunyikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
وَشَرَوْهُ بِثَمَ
Washarawhu bithamanin bakhsin darahimamaAAdoodatin wakanoo feehi mina azzahideen
Dan mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga murah, yaitu beberapa dirham saja, sebab mereka tidak tertarik kepadanya.
وَقَالَ
Waqala allathee ishtarahumin misra limraatihi akrimee mathwahu AAasaan yanfaAAana aw nattakhithahu waladan wakathalikamakkanna liyoosufa fee al-ardi walinuAAallimahu minta/weeli al-ahadeethi wallahu ghalibunAAala amrihi walakinna akthara annasila yaAAlamoon
Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya,1 "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut dia sebagai anak." Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.
وَلَ
Walamma balagha ashuddahu ataynahuhukman waAAilman wakathalika najzee almuhsineen
Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَر
Warawadat-hu allatee huwa fee baytihaAAan nafsihi waghallaqati al-abwaba waqalat haytalaka qala maAAatha Allahi innahu rabbee ahsanamathwaya innahu la yuflihu aththalimoon
Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Lalu dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, "Marilah mendekat kepadaku." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung.
وَلَقَ
Walaqad hammat bihi wahamma biha lawlaan raa burhana rabbihi kathalika linasrifaAAanhu assoo-a walfahshaa innahumin AAibadina almukhlaseen
Dan Sungguh, perempuan itu telah berhasrat kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya.1 Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.
وَ
Wastabaqa albabawaqaddat qameesahu min duburin waalfaya sayyidahalada albabi qalat ma jazao manarada bi-ahlika soo-an illa an yusjana aw AAathabunaleem
Dan keduanya berlomba menuju pintu dan perempuan itu menarik baju gamisnya (Yusuf) dari belakang hingga koyak dan keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Dia (perempuan itu) berkata, "Apakah balasan (yang pantas) terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksa yang pedih?"
قَالَ هِىَ ر
Qala hiya rawadatnee AAannafsee washahida shahidun min ahliha in kanaqameesuhu qudda min qubulin fasadaqat wahuwa minaalkathibeen
Dia (Yusuf) berkata, "Dia yang menggodaku dan merayu diriku." seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian, "Jika baju gamisnya koyak di bagian depan, maka peerempuan itu benar, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang dusta.
وَإِ
Wa-in kana qameesuhu qudda minduburin fakathabat wahuwa mina assadiqeen
Dan jika baju gamisnya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang benar."
فَلَ
Falamma raa qameesahuqudda min duburin qala innahu min kaydikunna innakaydakunna AAatheem
Maka ketika dia (suami perempuan itu) melihat baju gamisnya (Yusuf) koyak di bagian belakang, dia berkata, "Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat."
يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَ
Yoosufu aAArid AAan hatha wastaghfireelithanbiki innaki kunti mina alkhati-een
Wahai Yusuf! "Lupakanlah ini, dan (istriku) mohonlah ampunan atas dosamu, karena engkau termasuk orang yang bersalah."
۞ وَقَالَ نِسْوَ
Waqala niswatun fee almadeenatiimraatu alAAazeezi turawidu fataha AAannafsihi qad shaghafaha hubban inna lanarahafee dalalin mubeen
Dan perempuan-perempuan di kota berkata, "Istri Al-Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata."
فَلَ
Falamma samiAAat bimakrihinna arsalatilayhinna waaAAtadat lahunna muttakaan waatat kulla wahidatinminhunna sikkeenan waqalati okhruj AAalayhinna falammaraaynahu akbarnahu waqattaAAna aydiyahunna waqulna hashalillahi ma hatha basharan in hathailla malakun kareem
Maka ketika perempuan itu mendengar cercaan mereka, diundangnyalah perempuan-perempuan itu dan disediakannya tempat duduk bagi mereka, dan kepada masing-masing mereka diberikan sebilah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf), "Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka." Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri. Seraya berkata, "Mahasempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia."
قَالَتْ فَذ
Qalat fathalikunna allatheelumtunnanee feehi walaqad rawadtuhu AAan nafsihi fastAAsamawala-in lam yafAAal ma amuruhu layusjanannawalayakoonan mina assaghireen
Dia (istri Al-Aziz) berkata, "Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya, dan sungguh, aku telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan, dan dia akan menjadi orang yang hina."
قَالَ رَبِّ
Qala rabbi assijnu ahabbuilayya mimma yadAAoonanee ilayhi wa-illa tasrifAAannee kaydahunna asbu ilayhinna waakun mina aljahileen
Yusuf berkata, "Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh."
فَ
Fastajaba lahu rabbuhu fasarafaAAanhu kaydahunna innahu huwa assameeAAu alAAaleem
Maka Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
ثُ
Thumma bada lahum min baAAdi maraawoo al-ayati layasjununnahu hatta heen
Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu.
وَدَخَلَ مَعَهُ
Wadakhala maAAahu assijna fatayaniqala ahaduhuma innee aranee aAAsirukhamran waqala al-akharu innee aranee ahmilufawqa ra/see khubzan ta/kulu attayru minhu nabbi/nabita/weelihi inna naraka mina almuhsineen
Dan bersama dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara.1 Salah satunya berkata, "Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur," dan yang lainnya berkata, "Aku bermimpi, membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung." Berikanlah kepada kami takwilnya. Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang yang berbuat baik.
قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَا
Qala la ya/teekuma taAAamunturzaqanihi illa nabba/tukuma bita/weelihiqabla an ya/tiyakuma thalikuma mimmaAAallamanee rabbee innee taraktu millata qawmin layu/minoona billahi wahum bil-akhiratihum kafiroon
Dia (Yusuf) berkata, "Makanan apa pun yang akan diberikan kepadamu berdua aku telah dapat menerangkan takwilnya, sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat,
وَ
WattabaAAtu millata aba-eeibraheema wa-ishaqa wayaAAqooba ma kanalana an nushrika billahi min shay-in thalikamin fadli Allahi AAalayna waAAala annasiwalakinna akthara annasi layashkuroon
dan aku mengikuti agama nenek moyangku: Ibrahim, Ishak dan Yakub. Tidak pantas bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Itu adalah karunia dari Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya); tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
يَ
Ya sahibayi assijniaarbabun mutafarriqoona khayrun ami Allahu alwahidualqahhar
Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa?
مَا تَعْبُدُونَ مِ
Ma taAAbudoona min doonihi illaasmaan sammaytumooha antum waabaokumma anzala Allahu biha min sultaninini alhukmu illa lillahi amara allataAAbudoo illa iyyahu thalika addeenualqayyimu walakinna akthara annasi layaAAlamoon
Apa yang kamu sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat, baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
يَ
Ya sahibayi assijniamma ahadukuma fayasqee rabbahu khamranwaamma al-akharu fayuslabu fata/kulu attayrumin ra/sihi qudiya al-amru allathee feehi tastaftiyan
Wahai kedua penghuni penjara, "Salah seorang di antara kamu, akan bertugas menyediakan minuman khamar bagi tuannya. Adapun yang seorang lagi dia akan disalib, lalu burung memakan sebagian kepalanya. Telah terjawab perkara yang kamu tanyakan (kepadaku)."
وَقَالَ لِلَّذِى ظَ
Waqala lillathee thannaannahu najin minhuma othkurnee AAindarabbika faansahu ashshaytanu thikrarabbihi falabitha fee assijni bidAAa sineen
Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu." Maka setan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya.
وَقَالَ
Waqala almaliku innee arasabAAa baqaratin simanin ya/kuluhunna sabAAun AAijafunwasabAAa sunbulatin khudrin waokhara yabisatinya ayyuha almalao aftoonee fee ru/yaya inkuntum lirru/ya taAAburoon
Dan raja berkata (kepada para pemuka kaumnya), "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering. Wahai orang yang terkemuka! Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpi."
قَال
Qaloo adghathu ahlaminwama nahnu bita/weeli al-ahlami biAAalimeen
Mereka menjawab, "(Itu) mimpi-mimpi yang kosong dan kami tidak mampu menakwilkan mimpi itu."
وَقَالَ
Waqala allathee najaminhuma waddakara baAAda ommatin anaonabbi-okum bita/weelihi faarsiloon
Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) setelah beberapa waktu lamanya, "Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)."
يُوسُفُ أَيُّهَا
Yoosufu ayyuha assiddeequaftina fee sabAAi baqaratin simaninya/kuluhunna sabAAun AAijafun wasabAAi sunbulatinkhudrin waokhara yabisatin laAAallee arjiAAuila annasi laAAallahum yaAAlamoon
"Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus, tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya."
قَالَ تَزْرَعُونَ سَ
Qala tazraAAoona sabAAa sineenadaaban fama hasadtum fatharoohu feesunbulihi illa qaleelan mimma ta/kuloon
Dia (Yusuf) berkata, "Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan ditangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.
ثُ
Thumma ya/tee min baAAdi thalikasabAAun shidadun ya/kulna ma qaddamtum lahunna illaqaleelan mimma tuhsinoon
Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan.
ثُ
Thumma ya/tee min baAAdi thalika AAamunfeehi yughathu annasu wafeehi yaAAsiroon
Setelah itu akan datang tahun, dimana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur)."
وَقَالَ
Waqala almaliku i/toonee bihi falammajaahu arrasoolu qala irjiAA ilarabbika fas-alhu ma balu anniswatiallatee qattaAAna aydiyahunna inna rabbeebikaydihinna AAaleem
Dan raja berkata, "Bawalah dia kepadaku." Ketika utusan itu datang kepadanya, dia (Yusuf) berkata, "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya. Sungguh, Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka."
قَالَ مَا خَ
Qala ma khatbukunna ithrawadtunna yoosufa AAan nafsihi qulna hasha lillahima AAalimna AAalayhi min soo-in qalatiimraatu alAAazeezi al-ana hashasa alhaqquana rawadtuhu AAan nafsihi wa-innahu lamina assadiqeen
Dia (raja) berkata (kepada perempuan-perempuan itu), "Bagaimana keadaanmu1 ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya?" Mereka berkata, "Mahasempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan darinya." Istri Al-Aziz berkata, "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar."
ذ
Thalika liyaAAlama annee lam akhunhubilghaybi waanna Allaha la yahdee kaydaalkha-ineen
(Yusuf berkata), "Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak mengkhianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
۞ وَم
Wama obarri-o nafsee inna annafsalaammaratun bissoo-i illa ma rahimarabbee inna rabbee ghafoorun raheem
Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَقَالَ
Waqala almaliku i/toonee bihiastakhlishu linafsee falamma kallamahu qalainnaka alyawma ladayna makeenun ameen
Dan raja berkata, "Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku." Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, maka dia (raja) berkata, "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami dan terpercaya."
قَالَ
Qala ijAAalnee AAala khaza-inial-ardi innee hafeethun AAaleem
Dia (Yusuf) berkata, "Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan."
وَكَذ
Wakathalika makanna liyoosufafee al-ardi yatabawwao minha haythu yashaonuseebu birahmatina man nashao walanudeeAAu ajra almuhsineen
Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri ini (Mesir); untuk tinggal dimana saja yang dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
وَلَأَ
Walaajru al-akhirati khayrun lillatheenaamanoo wakanoo yattaqoon
Dan sungguh, pahala akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.
وَج
Wajaa ikhwatu yoosufa fadakhalooAAalayhi faAAarafahum wahum lahu munkiroon
Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenal mereka, sedangkan mereka tidak kenal (lagi) kepadanya.1
وَلَ
Walamma jahhazahum bijahazihimqala i/toonee bi-akhin lakum min abeekum alatarawna annee oofee alkayla waana khayru almunzileen
Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk mereka, dia berkata, "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang terbaik?
فَإ
Fa-in lam ta/toonee bihi fala kaylalakum AAindee wala taqraboon
Maka jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi dariku dan jangan kamu mendekatiku."
قَالُو
Qaloo sanurawidu AAanhu abahuwa-inna lafaAAiloon
Mereka berkata, "Kami akan membujuk ayahnya (untuk membawanya) dan kami benar-benar akan melaksanakannya."
وَقَالَ لِفِتْيَ
Waqala lifityanihi ijAAaloo bidaAAatahumfee rihalihim laAAallahum yaAArifoonaha ithainqalaboo ila ahlihim laAAallahum yarjiAAoon
Dan dia (Yusuf) berkata kepada pelayan-pelayannya, "Masukkanlah barang-barang (penukar) mereka1 ke dalam karung-karungnya, agar mereka mengetahuinya apabila telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi.2
فَلَ
Falamma rajaAAoo ila abeehim qalooya abana muniAAa minna alkaylufaarsil maAAana akhana naktal wa-innalahu lahafithoon
Maka ketika mereka telah kembali kepada ayahnya (Yakub) mereka berkata, "Wahai ayah kami! Kami tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama kami agar kami mendapat jatah, dan kami benar-benar akan menjaganya."
قَالَ هَلْ ءَامَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَم
Qala hal amanukum AAalayhi illakama amintukum AAala akheehi min qablu fallahukhayrun hafithan wahuwa arhamu arrahimeen
Dia (Yakub) berkata, "Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?" Maka Allah adalah Penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.
وَلَ
Walamma fatahoo mataAAahumwajadoo bidaAAatahum ruddat ilayhim qaloo yaabana ma nabghee hathihi bidaAAatunaruddat ilayna wanameeru ahlana wanahfathuakhana wanazdadu kayla baAAeerin thalikakaylun yaseer
Dan ketika mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan barang-barang (penukar) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Apalagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kita akan dapat memberi makan keluarga kita, dan kami akan memelihara saudara kami, dan kita akan mendapat tambahan jatah (gandum) seberat beban seekor unta. Itu suatu hal yang mudah (bagi raja Mesir)."
قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُ
Qala lan orsilahu maAAakum hattatu/tooni mawthiqan mina Allahi lata/tunnanee bihi illaan yuhata bikum falamma atawhu mawthiqahum qalaAllahu AAala ma naqoolu wakeel
Dia (Yakub) berkata, "Aku tidak akan melepaskannya (pergi) bersama kamu, sebelum kamu bersumpah kepadaku atas (nama) Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung (musuh)." Setelah mereka mengucapkan sumpah, dia (Yakub) berkata, "Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan."
وَقَالَ يَ
Waqala ya baniyya latadkhuloo min babin wahidin wadkhuloo minabwabin mutafarriqatin wama oghnee AAankum mina Allahimin shay-in ini alhukmu illa lillahiAAalayhi tawakkaltu waAAalayhi falyatawakkali almutawakkiloon
Dan dia (Yakub) berkata, "Wahai anak-anakku! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tidak dapat mempertahankan kamu sedikit pun dari (takdir) Allah. Keputusan itu hanyalah bagi Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal."
وَلَ
Walamma dakhaloo min haythuamarahum aboohum ma kana yughnee AAanhum mina Allahimin shay-in illa hajatan fee nafsi yaAAqooba qadahawa-innahu lathoo AAilmin lima AAallamnahuwalakinna akthara annasi layaAAlamoon
Dan ketika mereka masuk sesuai dengan perintah ayah mereka, (masuknya mereka itu) tidak dapat menolak sedikit pun keputusan Allah, (tetapi itu) hanya suatu keinginan pada diri Yakub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
وَلَ
Walamma dakhaloo AAala yoosufaawa ilayhi akhahu qala innee anaakhooka fala tabta-is bima kanoo yaAAmaloon
Dan ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya, dia (Yusuf) berkata, "Sesungguhnya aku adalah saudaramu, jangan engkau bersedih hati atas apa yang telah mereka kerjakan."
فَلَ
Falamma jahhazahum bijahazihimjaAAala assiqayata fee rahli akheehi thummaaththana mu-aththinun ayyatuha alAAeeruinnakum lasariqoon
Maka ketika telah disiapkan bahan makanan untuk mereka, dia (Yusuf) memasukkan piala1 ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, "Wahai kafilah! Sesungguhnya kamu pasti pencuri."
قَالُو
Qaloo waaqbaloo AAalayhim mathatafqidoon
Mereka bertanya, sambil menghadap kepada mereka (yang menuduh), " Kamu kehilangan apa?"
قَالُو
Qaloo nafqidu suwaAAaalmaliki waliman jaa bihi himlu baAAeerin waanabihi zaAAeem
Mereka menjawab, "Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh (bahan makanan seberat) beban unta, dan aku jamin itu."
قَالُو
Qaloo tallahi laqadAAalimtum ma ji/na linufsida fee al-ardi wamakunna sariqeen
Mereka (saudara-saudara Yusuf) menjawab, "Demi Allah, sungguh, kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk berbuat kerusakan di negeri ini dan kami bukanlah para pencuri."
قَالُو
Qaloo fama jazaohu inkuntum kathibeen
Mereka berkata, "Tetapi apa hukumannya jika kamu dusta?"
قَالُو
Qaloo jazaohu man wujida feerahlihi fahuwa jazaohu kathalika najzee aththalimeen
Mereka menjawab, "Hukumannya ialah pada siapa yang ditemukan dalam karungnya (barang yang hilang itu), maka dia sendirilah yang menerima hukumannya.1 Demikianlah kami memberi hukuman kepada orang-orang zalim."
فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَ
Fabadaa bi-awAAiyatihim qabla wiAAa-iakheehi thumma istakhrajaha min wiAAa-i akheehi kathalikakidna liyoosufa ma kana liya/khuthaakhahu fee deeni almaliki illa an yashaa AllahunarfaAAu darajatin man nashao wafawqa kulli theeAAilmin AAaleem
Maka mulailah dia (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan (piala raja) itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami mengatur (rencana) untuk Yusuf. Dia tidak dapat menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas setiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui.
۞ قَال
Qaloo in yasriq faqad saraqa akhunlahu min qablu faasarraha yoosufu fee nafsihi walam yubdihalahum qala antum sharrun makanan wallahuaAAlamu bima tasifoon
Mereka berkata, "Jika dia mencuri, maka sungguh sebelum itu saudaranya pun pernah pula mencuri." Maka Yusuf menyembunyikan (kejengkelan) dalam hatinya dan tidak ditampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya), "Kedudukanmu justru lebih buruk. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan."
قَالُو
Qaloo ya ayyuhaalAAazeezu inna lahu aban shaykhan kabeeran fakhuth ahadanamakanahu inna naraka mina almuhsineen
Mereka berkata, "Wahai Al-Aziz! Dia mempunyai ayah yang sudah lanjut usia, karena itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik."
قَالَ مَعَاذَ
Qala maAAatha Allahi anna/khutha illa man wajadna mataAAanaAAindahu inna ithan lathalimoon
Dia (Yusuf) berkata, "Aku memohon perlindungan kepada Allah dari menahan (seseorang), kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya, jika kami (berbuat) demikian, berarti kami orang yang zalim."
فَلَ
Falamma istay-asoo minhu khalasoonajiyyan qala kabeeruhum alam taAAlamoo anna abakumqad akhatha AAalaykum mawthiqan mina Allahi waminqablu ma farrattum fee yoosufa falan abrahaal-arda hatta ya/thana lee abee aw yahkumaAllahu lee wahuwa khayru alhakimeen
Maka ketika mereka berputus asa darinya (putusan Yusuf) mereka menyendiri (sambil berunding) dengan berbisik-bisik. Yang tertua di antara mereka berkata, "Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan (nama) Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf? Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri ini (Mesir), sampai ayahku mengizinkan (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim yang terbaik."
ٱرْجِع
IrjiAAoo ila abeekum faqooloo yaabana inna ibnaka saraqa wama shahidnailla bima AAalimna wama kunnalilghaybi hafitheen
Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah, "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui dan kami tidak mengetahui apa yang dibalik itu.
وَسْــَٔلِ
Was-ali alqaryata allatee kunnafeeha walAAeera allatee aqbalna feehawa-inna lasadiqoon
Dan tanyalah (penduduk) negeri tempat kami berada, dan kafilah yang datang bersama kami. Dan kami adalah orang yang benar."
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَ
Qala bal sawwalat lakum anfusukumamran fasabrun jameelun AAasa Allahu anya/tiyanee bihim jameeAAan innahu huwa alAAaleemu alhakeem
Dia (Yakub) berkata, "Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana."
وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَ
Watawalla AAanhum waqala yaasafa AAala yoosufa wabyaddat AAaynahumina alhuzni fahuwa katheem
Dan dia (Yakub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, "Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf," dan kedua matanya menjadi putih karena sedih Dia diam menahan amarah (terhadap anak-anaknya).
قَالُو
Qaloo tallahi taftaotathkuru yoosufa hatta takoona haradanaw takoona mina alhalikeen
Mereka berkata, "Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf, sehingga engkau (mengidapkan penyakit) berat atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa."
قَالَ إِ
Qala innama ashkoo baththee wahuzneeila Allahi waaAAlamu mina Allahi ma lataAAlamoon
Dia (Yakub) menjawab, "Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.
يَ
Ya baniyya ithhaboo fatahassasoomin yoosufa waakheehi wala tay-asoo min rawhi Allahiinnahu la yay-asu min rawhi Allahi illaalqawmu alkafiroon
Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir."
فَلَ
Falamma dakhaloo AAalayhi qalooya ayyuha alAAazeezu massana waahlanaaddurru waji/na bibidaAAatin muzjatinfaawfi lana alkayla watasaddaq AAalayna innaAllaha yajzee almutasaddiqeen
Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata, "Wahai Al-Aziz! Kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka penuhilah jatah (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang yang bersedekah."
قَالَ هَلْ عَلِمْت
Qala hal AAalimtum mafaAAaltum biyoosufa waakheehi ith antum jahiloon
Dia (Yusuf) berkata, "Tahukah kamu (kejelekan) apa yang telah kamu perbuat terhadap Yusuf dan saudaranya karena kamu tidak menyadari (akibat) perbuatanmu itu?"
قَال
Qaloo a-innaka laanta yoosufa qalaana yoosufu wahatha akhee qad manna AllahuAAalayna innahu man yattaqi wayasbir fa-inna Allahala yudeeAAu ajra almuhsineen
Mereka berkata, "Apakah engkau benar-benar Yusuf?" Dia (Yusuf) menjawab, "Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sungguh, Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami." Sesungguhnya barang siapa bertakwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik."
قَالُو
Qaloo tallahi laqad atharakaAllahu AAalayna wa-in kunna lakhati-een
Mereka berkata, "Demi Allah, sungguh Allah telah melebihkan engkau di atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa)."
قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ
Qala la tathreeba AAalaykumualyawma yaghfiru Allahu lakum wahuwa arhamu arrahimeen
Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.
ٱذْهَبُو
Ithhaboo biqameesee hathafaalqoohu AAala wajhi abee ya/ti baseeran wa/tooneebi-ahlikum ajmaAAeen
Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu usapkan ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat kembali; dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku."
وَلَ
Walamma fasalati alAAeeru qalaaboohum innee laajidu reeha yoosufa lawla antufannidoon
Dan ketika kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir), ayah mereka berkata, "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)."
قَالُو
Qaloo tallahi innakalafee dalalika alqadeem
Mereka (keluarganya) berkata, "Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu."
فَلَ
Falamma an jaa albasheeru alqahuAAala wajhihi fartadda baseeran qalaalam aqul lakum innee aAAlamu mina Allahi ma lataAAlamoon
Maka ketika telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diusapkannya (baju itu) ke wajahnya (Yakub), lalu dia dapat melihat kembali. Dia (Yakub) berkata, "Bukankah telah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui."
قَالُو
Qaloo ya abanaistaghfir lana thunoobana inna kunnakhati-een
Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa)."
قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبّ
Qala sawfa astaghfiru lakum rabbeeinnahu huwa alghafooru arraheem
Dia (Yakub) berkata, "Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
فَلَ
Falamma dakhaloo AAala yoosufaawa ilayhi abawayhi waqala odkhuloo misrain shaa Allahu amineen
Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia merangkul (dan menyiapkan tempat untuk) kedua orang tuanya seraya berkata, "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman."
وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى
WarafaAAa abawayhi AAala alAAarshiwakharroo lahu sujjadan waqala ya abati hathata/weelu ru/yaya min qablu qad jaAAalaha rabbee haqqanwaqad ahsana bee ith akhrajanee mina assijniwajaa bikum mina albadwi min baAAdi an nazagha ashshaytanubaynee wabayna ikhwatee inna rabbee lateefun limayashao innahu huwa alAAaleemu alhakeem
Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata, "Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
۞ رَبِّ قَ
Rabbi qad ataytanee mina almulkiwaAAallamtanee min ta/weeli al-ahadeethi fatira assamawatiwal-ardi anta waliyyee fee addunyawal-akhirati tawaffanee musliman waalhiqneebissaliheen
Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh."
ذ
Thalika min anba-i alghaybinooheehi ilayka wama kunta ladayhim ithajmaAAoo amrahum wahum yamkuroon
Itulah sebagian berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal engkau tidak berada di samping mereka, ketika mereka bersepakat mengatur tipu muslihat (untuk memasukan Yusuf ke dalam sumur).
وَم
Wama aktharu annasiwalaw harasta bimu/mineen
Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya.
وَمَا تَسْــَٔلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَ
Wama tas-aluhum AAalayhi min ajrinin huwa illa thikrun lilAAalameen
Dan engkau tidak meminta imbalan apa pun kepada mereka (terhadap seruanmu ini), sebab (seruan) itu adalah pengajaran bagi seluruh alam.
وَكَأَيّ
Wakaayyin min ayatin fee assamawatiwal-ardi yamurroona AAalayha wahum AAanhamuAAridoon
Dan berapa banyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling darinya.
وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُه
Wama yu/minu aktharuhum billahiilla wahum mushrikoon
Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka mempersekutukan-Nya.
أَفَأَمِن
Afaaminoo an ta/tiyahum ghashiyatunmin AAathabi Allahi aw ta/tiyahumu assaAAatubaghtatan wahum la yashAAuroon
Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedangkan mereka tidak menyadarinya?
قُلْ هَ
Qul hathihi sabeelee adAAoo ilaAllahi AAala baseeratin ana wamaniittabaAAanee wasubhana Allahi wama anamina almushrikeen
Katakanlah (Muhammad), "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik."
وَم
Wama arsalna min qablika illarijalan noohee ilayhim min ahli alquraafalam yaseeroo fee al-ardi fayanthurookayfa kana AAaqibatu allatheena min qablihimwaladaru al-akhirati khayrun lillatheenaittaqaw afala taAAqiloon
Dan Kami tidak mengutus sebelummu (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul). Dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
حَتَّ
Hatta itha istay-asa arrusuluwathannoo annahum qad kuthiboo jaahumnasruna fanujjiya man nashao walayuraddu ba/suna AAani alqawmi almujrimeen
Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berdosa.
لَقَ
Laqad kana fee qasasihimAAibratun li-olee al-albabi ma kana hadeethanyuftara walakin tasdeeqa allatheebayna yadayhi watafseela kulli shay-in wahudan warahmatanliqawmin yu/minoon
Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Alquran) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Yusuf
Ayat