بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
ا
وَلَقَ
أَلَمْ تَرَوْ
أَلَمْ تَرَ أَ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
ا
Alif-lam-meem
Alif Lām Mīm.
تِلْكَ ءَايَ
Tilka ayatu alkitabi alhakeem
Inilah ayat-ayat Alquran yang mengandung hikmah,
هُ
Hudan warahmatan lilmuhsineen
sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ
Allatheena yuqeemoona assalatawayu/toona azzakata wahum bil-akhiratihum yooqinoon
(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat, menunaikan zakat dan mereka meyakini adanya akhirat.
أُ
Ola-ika AAala hudan minrabbihim waola-ika humu almuflihoon
Merekalah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَمِنَ
Wamina annasi man yashtareelahwa alhadeethi liyudilla AAan sabeeli Allahibighayri AAilmin wayattakhithaha huzuwan ola-ikalahum AAathabun muheen
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَ
Wa-itha tutla AAalayhi ayatunawalla mustakbiran kaan lam yasmaAAha kaanna fee othunayhiwaqran fabashshirhu biAAathabin aleem
Dan apabila dibacakan kepadanya1 ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih.
إِ
Inna allatheena amanoowaAAamiloo assalihati lahum jannatuannaAAeem
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga-surga yang penuh kenikmatan,
خَ
Khalideena feeha waAAda Allahihaqqan wahuwa alAAazeezu alhakeem
mereka kekal di dalamnya, sebagai janji Allah yang benar. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.
خَلَقَ
Khalaqa assamawatibighayri AAamadin tarawnaha waalqa fee al-ardirawasiya an tameeda bikum wabaththa feeha min kullidabbatin waanzalna mina assama-i maanfaanbatna feeha min kulli zawjin kareem
Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
هَ
Hatha khalqu Allahi faarooneematha khalaqa allatheena min doonihi bali aththalimoonafee dalalin mubeen
Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sesembahanmu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.
وَلَقَ
Walaqad atayna luqmanaalhikmata ani oshkur lillahi waman yashkur fa-innamayashkuru linafsihi waman kafara fa-inna Allaha ghaniyyun hameed
Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji."
وَإِذْ قَالَ لُ
Wa-ith qala luqmanu libnihiwahuwa yaAAithuhu ya bunayya latushrik billahi inna ashshirka lathulmunAAatheem
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."
وَوَصَّيْنَا
Wawassayna al-insanabiwalidayhi hamalat-hu ommuhu wahnan AAalawahnin wafisaluhu fee AAamayni ani oshkur lee waliwalidaykailayya almaseer
Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun.1 Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.
وَإِ
Wa-in jahadaka AAala antushrika bee ma laysa laka bihi AAilmun fala tutiAAhumawasahibhuma fee addunya maAAroofanwattabiAA sabeela man anaba ilayya thumma ilayyamarjiAAukum faonabbi-okum bima kuntum taAAmaloon
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
يَ
Ya bunayya innaha in takumithqala habbatin min khardalin fatakun fee sakhratinaw fee assamawati aw fee al-ardiya/ti biha Allahu inna Allaha lateefunkhabeer
(Lukman berkata), "Wahai anakku! Sungguh, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus,1 Mahateliti.
يَ
Ya bunayya aqimi assalatawa/mur bilmaAAroofi wanha AAani almunkari wasbirAAala ma asabaka inna thalika minAAazmi al-omoor
Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِل
Wala tusaAAAAir khaddaka linnasiwala tamshi fee al-ardi marahan inna Allahala yuhibbu kulla mukhtalin fakhoor
Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.
وَ
Waqsid fee mashyika waghdudmin sawtika inna ankara al-aswati lasawtualhameer
Dan sederhanakanlah dalam berjalan1 dan lunakkanlah suaramu, Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."
أَلَمْ تَرَوْ
Alam taraw anna Allaha sakhkharalakum ma fee assamawati wamafee al-ardi waasbagha AAalaykum niAAamahu thahiratanwabatinatan wamina annasi man yujadilufee Allahi bighayri AAilmin wala hudan walakitabin muneer
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ
Wa-itha qeela lahumu ittabiAAoo maanzala Allahu qaloo bal nattabiAAu ma wajadnaAAalayhi abaana awa law kana ashshaytanuyadAAoohum ila AAathabi assaAAeer
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang diturunkan Allah!" Mereka menjawab, "(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami." Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)?
۞ وَم
Waman yuslim wajhahu ila Allahiwahuwa muhsinun faqadi istamsaka bilAAurwatialwuthqa wa-ila Allahi AAaqibatual-omoor
Dan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.
وَمَ
Waman kafara fala yahzunkakufruhu ilayna marjiAAuhum fanunabbi-ohum bimaAAamiloo inna Allaha AAaleemun bithati assudoor
Dan barang siapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu (Muhammad). Hanya kepada Kami tempat kembali mereka, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
نُمَتِّعُهُمْ قَلِيل
NumattiAAuhum qaleelan thumma nadtarruhumila AAathabin ghaleeth
Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras.
وَلَئِ
Wala-in saaltahum man khalaqa assamawatiwal-arda layaqoolunna Allahu quli alhamdulillahi bal aktharuhum la yaAAlamoon
Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah." Katakanlah, "Segala puji bagi Allah," tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
لِلَّهِ مَا فِى
Lillahi ma fee assamawatiwal-ardi inna Allaha huwa alghaniyyu alhameed
Milik Allah lah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya, Maha Terpuji.
وَلَوْ أَ
Walaw annama fee al-ardi minshajaratin aqlamun walbahru yamudduhu minbaAAdihi sabAAatu abhurin ma nafidat kalimatuAllahi inna Allaha AAazeezun hakeem
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah.1 Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
مَّا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْ
Ma khalqukum wala baAAthukumilla kanafsin wahidatin inna AllahasameeAAun baseer
Menciptakan dan membangkitkan kamu (bagi Allah) hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja (mudah). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
أَلَمْ تَرَ أَ
Alam tara anna Allaha yooliju allaylafee annahari wayooliju annahara feeallayli wasakhkhara ashshamsa walqamara kullunyajree ila ajalin musamman waanna Allaha bimataAAmaloona khabeer
Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
ذ
Thalika bi-anna Allaha huwa alhaqquwaanna ma yadAAoona min doonihi albatilu waanna Allahahuwa alAAaliyyu alkabeer
Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) yang sebenarnya dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.
أَلَمْ تَرَ أَ
Alam tara anna alfulka tajree fee albahribiniAAmati Allahi liyuriyakum min ayatihiinna fee thalika laayatin likulli sabbarinshakoor
Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, agar diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran)-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur.
وَإِذَا غَشِيَه
Wa-itha ghashiyahum mawjun kaththulalidaAAawoo Allaha mukhliseena lahu addeenafalamma najjahum ila albarri faminhum muqtasidunwama yajhadu bi-ayatina illakullu khattarin kafoor
Dan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus.1 Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih.
يَ
Ya ayyuha annasuittaqoo rabbakum wakhshaw yawman la yajzee walidunAAan waladihi wala mawloodun huwa jazin AAan walidihishay-an inna waAAda Allahi haqqun falataghurrannakumu alhayatu addunya walayaghurrannakum billahi algharoor
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Allah.
إِ
Inna Allaha AAindahu AAilmu assaAAatiwayunazzilu alghaytha wayaAAlamu ma fee al-arhamiwama tadree nafsun matha taksibu ghadan wamatadree nafsun bi-ayyi ardin tamootu inna AllahaAAaleemun khabeer
Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok.1 Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.
Luqman
Ayat