بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
يَ
لِّلرِّجَالِ نَصِي
۞ وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْو
وَ
وَإِنْ أَرَ
۞ وَ
وَ
ٱ
وَ
وَ
أُ
أَلَمْ تَرَ إِلَى
وَلَوْ أَ
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَ
مّ
ٱللَّهُ ل
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أ
لَّا يَسْتَوِى
وَإِذَا كُ
وَ
۞ لَّا خَيْرَ فِى كَثِي
وَ
وَإِنِ
۞ يَ
ٱلَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِ
۞ لَّا يُحِبُّ
فَبِمَا نَ
۞ إِ
يَ
يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
يَ
Ya ayyuha annasuittaqoo rabbakumu allathee khalaqakum min nafsin wahidatinwakhalaqa minha zawjaha wabaththa minhumarijalan katheeran wanisaan wattaqoo Allahaallathee tasaaloona bihi wal-arhamainna Allaha kana AAalaykum raqeeb
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta,1 dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
وَءَاتُو
Waatoo alyatama amwalahumwala tatabaddaloo alkhabeetha bittayyibiwala ta/kuloo amwalahum ila amwalikuminnahu kana hooban kabeera
Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka, janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk, dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sungguh, (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar.
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُ
Wa-in khiftum alla tuqsitoo feealyatama fankihoo ma tabalakum mina annisa-i mathna wathulathawarubaAAa fa-in khiftum alla taAAdiloo fawahidatanaw ma malakat aymanukum thalika adnaalla taAAooloo
Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil,1 maka (nikahilah) seorang saja,2 atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki.3 Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim.
وَءَاتُو
Waatoo annisaa saduqatihinnanihlatan fa-in tibna lakum AAan shay-in minhunafsan fakuloohu hanee-an maree-a
Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan.1 Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatillah pemberian itu dengan senang hati.
وَلَا تُؤْتُو
Wala tu/too assufahaaamwalakumu allatee jaAAala Allahu lakum qiyamanwarzuqoohum feeha waksoohum waqooloo lahumqawlan maAAroofa
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya,1 harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
وَ
Wabtaloo alyatama hattaitha balaghoo annikaha fa-in anastumminhum rushdan fadfaAAoo ilayhim amwalahum walata/kulooha israfan wabidaran an yakbaroowaman kana ghaniyyan falyastaAAfif waman kanafaqeeran falya/kul bilmaAAroofi fa-itha dafaAAtumilayhim amwalahum faashhidoo AAalayhim wakafa billahihaseeba
Dan ujilah1 anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya. Dan janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menyerahkannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas.
لِّلرِّجَالِ نَصِي
Lirrijali naseebun mimmataraka alwalidani wal-aqraboona walinnisa-inaseebun mimma taraka alwalidani wal-aqraboonamimma qalla minhu aw kathura naseeban mafrooda
Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.
وَإِذَا حَضَرَ
Wa-itha hadara alqismataoloo alqurba walyatama walmasakeenufarzuqoohum minhu waqooloo lahum qawlan maAAroofa
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat,1 anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu2 (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
وَلْيَخْشَ
Walyakhsha allatheena law tarakoo minkhalfihim thurriyyatan diAAafan khafooAAalayhim falyattaqoo Allaha walyaqooloo qawlan sadeeda
Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.
إِ
Inna allatheena ya/kuloona amwalaalyatama thulman innamaya/kuloona fee butoonihim naran wasayaslawnasaAAeera
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
يُوصِيكُمُ
Yooseekumu Allahu fee awladikumliththakari mithlu haththialonthayayni fa-in kunna nisaan fawqa ithnatayni falahunnathulutha ma taraka wa-in kanat wahidatanfalaha annisfu wali-abawayhi likulli wahidinminhuma assudusu mimma taraka in kanalahu waladun fa-in lam yakun lahu waladun wawarithahu abawahufali-ommihi aththuluthu fa-in kana lahu ikhwatunfali-ommihi assudusu min baAAdi wasiyyatin yooseebiha aw daynin abaokum waabnaokum latadroona ayyuhum aqrabu lakum nafAAan fareedatan mina Allahiinna Allaha kana AAaleeman hakeema
Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.1 Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
۞ وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْو
Walakum nisfu ma taraka azwajukumin lam yakun lahunna waladun fa-in kana lahunna waladunfalakumu arrubuAAu mimma tarakna min baAAdi wasiyyatinyooseena biha aw daynin walahunna arrubuAAumimma taraktum in lam yakun lakum waladun fa-in kanalakum waladun falahunna aththumunu mimma taraktummin baAAdi wasiyyatin toosoona biha awdaynin wa-in kana rajulun yoorathu kalalatan awiimraatun walahu akhun aw okhtun falikulli wahidin minhumaassudusu fa-in kanoo akthara min thalikafahum shurakao fee aththuluthi min baAAdi wasiyyatinyoosa biha aw daynin ghayra mudarrin wasiyyatanmina Allahi wallahu AAaleemun haleem
Dan bagianmu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) hutangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) hutang-hutangmu. Jika seseorang meninggal, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) hutangnya dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris).1 Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.
تِلْكَ حُدُودُ
Tilka hudoodu Allahi waman yutiAAiAllaha warasoolahu yudkhilhu jannatin tajree min tahtihaal-anharu khalideena feeha wathalikaalfawzu alAAatheem
Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.
وَم
Waman yaAAsi Allahawarasoolahu wayataAAadda hudoodahu yudkhilhu narankhalidan feeha walahu AAathabun muheen
Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan.
وَ
Wallatee ya/teena alfahishatamin nisa-ikum fastashhidoo AAalayhinna arbaAAatanminkum fa-in shahidoo faamsikoohunna fee albuyooti hattayatawaffahunna almawtu aw yajAAala Allahu lahunnasabeela
Dan para perempuan yang melakukan perbuatan keji1 di antara perempuan-perempuan kamu, hendaklah terhadap mereka ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (perempuan itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan (yang lain) kepadanya.2
وَ
Wallathani ya/tiyanihaminkum faathoohuma fa-in taba waaslahafaaAAridoo AAanhuma inna Allaha kanatawwaban raheema
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya tobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
إِ
Innama attawbatu AAalaAllahi lillatheena yaAAmaloona assoo-abijahalatin thumma yatooboona min qareebin faola-ikayatoobu Allahu AAalayhim wakana AllahuAAaleeman hakeema
Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَلَيْسَتِ
Walaysati attawbatu lillatheenayaAAmaloona assayyi-ati hatta ithahadara ahadahumu almawtu qala inneetubtu al-ana wala allatheena yamootoonawahum kuffarun ola-ika aAAtadna lahum AAathabanaleema
Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, "Saya benar-benar bertobat sekarang." Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola yahillu lakum an tarithoo annisaakarhan wala taAAduloohunna litathhaboobibaAAdi ma ataytumoohunna illa anya/teena bifahishatin mubayyinatin waAAashiroohunnabilmaAAroofi fa-in karihtumoohunna faAAasa antakrahoo shay-an wayajAAala Allahu feehi khayran katheera
Wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa1 dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.
وَإِنْ أَرَ
Wa-in aradtumu istibdala zawjin makanazawjin waataytum ihdahunna qintaranfala ta/khuthoo minhu shay-an ata/khuthoonahubuhtanan wa-ithman mubeena
Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali sedikit pun darinya. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?
وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ
Wakayfa ta/khuthoonahu waqad afdabaAAdukum ila baAAdin waakhathnaminkum meethaqan ghaleetha
Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu.
وَلَا تَ
Wala tankihoo ma nakahaabaokum mina annisa-i illa maqad salafa innahu kana fahishatan wamaqtan wasaasabeela
Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُ
Hurrimat AAalaykum ommahatukumwabanatukum waakhawatukum waAAammatukum wakhalatukumwabanatu al-akhi wabanatu al-okhti waommahatukumuallatee ardaAAnakum waakhawatukum mina arradaAAatiwaommahatu nisa-ikum waraba-ibukumu allateefee hujoorikum min nisa-ikumu allateedakhaltum bihinna fa-in lam takoonoo dakhaltum bihinna falajunaha AAalaykum wahala-ilu abna-ikumuallatheena min aslabikum waan tajmaAAoobayna al-okhtayni illa ma qad salafa inna Allahakana ghafooran raheema
Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu1 dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
۞ وَ
Walmuhsanatu mina annisa-iilla ma malakat aymanukum kitaba AllahiAAalaykum waohilla lakum ma waraa thalikuman tabtaghoo bi-amwalikum muhsineena ghayra musafiheenafama istamtaAAtum bihi minhunna faatoohunnaojoorahunna fareedatan wala junaha AAalaykumfeema taradaytum bihi min baAAdi alfareedatiinna Allaha kana AAaleeman hakeema
Dan (diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki1 sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagimu selain (perempuan-perempuan) yang demikian itu2 jika kamu berusaha dengan hartamu untuk menikahinya bukan untuk berzina. Maka karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikanlah maskawinnya kepada mereka sebagai suatu kewajiban. Tetapi tidak mengapa jika ternyata di antara kamu telah saling merelakannya, setelah ditetapkan.3 Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَم
Waman lam yastatiAA minkum tawlanan yankiha almuhsanati almu/minatifamin ma malakat aymanukum min fatayatikumualmu/minati wallahu aAAlamu bi-eemanikumbaAAdukum min baAAdin fankihoohunnabi-ithni ahlihinna waatoohunna ojoorahunna bilmaAAroofimuhsanatin ghayra masafihatin walamuttakhithati akhdanin fa-itha ohsinnafa-in atayna bifahishatin faAAalayhinna nisfu maAAala almuhsanati mina alAAathabi thalikaliman khashiya alAAanata minkum waan tasbiroo khayrunlakum wallahu ghafoorun raheem
Dan barang siapa di antara kamu tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang beriman, maka (dihalalkan menikahi perempuan) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu. Sebagian dari kamu adalah dari sebagian yang lain (sama-sama keturunan Adam-Hawa), karena itu nikahilah mereka dengan izin tuannya dan berilah mereka maskawin yang pantas, karena mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya. Apabila mereka telah berumah tangga (bersuami), tetapi melakukan perbuatan keji (zina), maka (hukuman) bagi mereka setengah dari apa (hukuman) perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). (Kebolehan menikahi hamba sahaya) itu, adalah bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan dalam menjaga diri (dari perbuatan zina). Tetapi jika kamu bersabar itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يُرِيدُ
Yureedu Allahu liyubayyina lakumwayahdiyakum sunana allatheena min qablikum wayatoobaAAalaykum wallahu AAaleemun hakeem
Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukkan jalan-jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang saleh) dan Dia menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَ
Wallahu yureedu an yatoobaAAalaykum wayureedu allatheena yattabiAAoona ashshahawatian tameeloo maylan AAatheem
Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).
يُرِيدُ
Yureedu Allahu an yukhaffifa AAankumwakhuliqa al-insanu daAAeefa
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu,1 karena manusia diciptakan (bersifat) lemah.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola ta/kuloo amwalakum baynakum bilbatiliilla an takoona tijaratan AAan taradinminkum wala taqtuloo anfusakum inna Allaha kanabikum raheema
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.
وَم
Waman yafAAal thalika AAudwananwathulman fasawfa nusleehi naran wakanathalika AAala Allahi yaseera
Dan barang siapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah.
إِ
In tajtaniboo kaba-ira matunhawna AAanhu nukaffir AAankum sayyi-atikum wanudkhilkummudkhalan kareema
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).
وَلَا تَتَمَ
Wala tatamannaw ma faddalaAllahu bihi baAAdakum AAala baAAdinlirrijali naseebun mimma iktasaboowalinnisa-i naseebun mimma iktasabnawas-aloo Allaha min fadlihi inna Allahakana bikulli shay-in AAaleema
Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَلِكُ
Walikullin jaAAalna mawaliyamimma taraka alwalidani wal-aqraboonawallatheena AAaqadat aymanukum faatoohumnaseebahum inna Allaha kana AAalakulli shay-in shaheeda
Dan untuk masing-masing (laki-laki dan perempuan) Kami telah menetapkan para ahli waris atas apa yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan karib kerabatnya. Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berikanlah kepada mereka bagiannya. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
ٱ
Arrijalu qawwamoonaAAala annisa-i bima faddalaAllahu baAAdahum AAala baAAdin wabimaanfaqoo min amwalihim fassalihatu qanitatunhafithatun lilghaybi bima hafithaAllahu wallatee takhafoonanushoozahunna faAAithoohunna wahjuroohunnafee almadajiAAi wadriboohunna fa-in ataAAnakumfala tabghoo AAalayhinna sabeelan inna Allaha kanaAAaliyyan kabeera
Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).1 Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz,2 hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.
وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَ
Wa-in khiftum shiqaqa baynihimafabAAathoo hakaman min ahlihi wahakaman minahliha in yureeda islahan yuwaffiqiAllahu baynahuma inna Allaha kanaAAaleeman khabeera
Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
۞ وَ
WaAAbudoo Allaha walatushrikoo bihi shay-an wabilwalidayni ihsananwabithee alqurba walyatama walmasakeeniwaljari thee alqurba waljarialjunubi wassahibi biljanbi wabniassabeeli wama malakat aymanukum inna Allahala yuhibbu man kana mukhtalan fakhoora
Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh,1 teman sejawat, ibnu sabīl2 dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,
ٱلَّذِينَ يَ
Allatheena yabkhaloona waya/muroona annasabilbukhli wayaktumoona ma atahumuAllahu min fadlihi waaAAtadna lilkafireenaAAathaban muheena
(yaitu) orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.
وَ
Wallatheena yunfiqoona amwalahumri-aa annasi wala yu/minoona billahiwala bilyawmi al-akhiri waman yakuni ashshaytanulahu qareenan fasaa qareena
Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya` kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji), dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barang siapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat.
وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ ءَامَنُو
Wamatha AAalayhim law amanoobillahi walyawmi al-akhiriwaanfaqoo mimma razaqahumu Allahu wakana Allahubihim AAaleema
Dan apa (keberatan) bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menginfakkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.
إِ
Inna Allaha la yathlimumithqala tharratin wa-in taku hasanatan yudaAAifhawayu/ti min ladunhu ajran AAatheema
Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarah,1 dan jika ada kebajikan (sekecil zarah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِ
Fakayfa itha ji/na min kulliommatin bishaheedin waji/na bika AAala haola-ishaheeda
Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.
يَوْمَئِ
Yawma-ithin yawaddu allatheenakafaroo waAAasawoo arrasoola law tusawwabihimu al-ardu wala yaktumoona Allaha hadeetha
Pada hari itu, orang yang kafir dan orang yang mendurhakai Rasul (Muhammad), berharap sekiranya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah), padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apa pun dari Allah.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola taqraboo assalata waantum sukarahatta taAAlamoo ma taqooloona walajunuban illa AAabiree sabeelin hattataghtasiloo wa-in kuntum marda aw AAala safarin awjaa ahadun minkum mina algha-iti aw lamastumuannisaa falam tajidoo maan fatayammamoo saAAeedantayyiban famsahoo biwujoohikum waaydeekuminna Allaha kana AAafuwwan ghafoora
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan,1 sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.
أَلَمْ تَرَ إِلَى
Alam tara ila allatheena ootoonaseeban mina alkitabi yashtaroona addalalatawayureedoona an tadilloo assabeel
Tidakkah kamu memperhatikan orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesatan dan mereka menghendaki agar kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).
وَ
Wallahu aAAlamu bi-aAAda-ikumwakafa billahi waliyyan wakafa billahinaseera
Dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu).
مِّنَ
Mina allatheena hadoo yuharrifoonaalkalima AAan mawadiAAihi wayaqooloona samiAAnawaAAasayna wasmaAA ghayra musmaAAin waraAAinalayyan bi-alsinatihim wataAAnan fee addeeni walawannahum qaloo samiAAna waataAAna wasmaAAwanthurna lakana khayranlahum waaqwama walakin laAAanahumu Allahubikufrihim fala yu/minoona illa qaleela
(Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya.1 Dan mereka berkata, "Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya." Dan (mereka mengatakan pula), "Dengarlah," sedang (engkau Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun."2 Dan (mereka mengatakan), "Rā'inā"3 dengan memutarbalikkan lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, "Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami," tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah melaknat mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali sedikit sekali.4
يَ
Ya ayyuha allatheenaootoo alkitaba aminoo bima nazzalnamusaddiqan lima maAAakum min qabli an natmisawujoohan fanaruddaha AAala adbarihaaw nalAAanahum kama laAAanna as-habaassabti wakana amru Allahi mafAAoola
Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Alquran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu, sebelum Kami mengubah wajah-wajah(mu), lalu Kami putar ke belakang 1 atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (sabtu). Dan ketetapan Allah pasti berlaku.
إِ
Inna Allaha la yaghfiru anyushraka bihi wayaghfiru ma doona thalika limanyashao waman yushrik billahi faqadi iftaraithman AAatheema
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.
أَلَمْ تَرَ إِلَى
Alam tara ila allatheenayuzakkoona anfusahum bali Allahu yuzakkee man yashaowala yuthlamoona fateela
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci (orang Yahudi dan Nasrani)? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
ٱ
Onthur kayfa yaftaroona AAalaAllahi alkathiba wakafa bihi ithman mubeena
Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).
أَلَمْ تَرَ إِلَى
Alam tara ila allatheena ootoonaseeban mina alkitabi yu/minoona biljibtiwattaghooti wayaqooloona lillatheenakafaroo haola-i ahda mina allatheena amanoosabeela
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Ṭāgūt,1 dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.
أُ
Ola-ika allatheena laAAanahumuAllahu waman yalAAani Allahu falan tajida lahu naseera
Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah. Dan barang siapa dilaknat Allah, niscaya engkau tidak akan mendapatkan penolong baginya.
أَمْ لَهُمْ نَصِي
Am lahum naseebun mina almulki fa-ithanla yu/toona annasa naqeera
Ataukah mereka mempunyai bagian dari kerajaan (kekuasaan), meskipun mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia,
أَمْ يَحْسُدُونَ
Am yahsudoona annasaAAala ma atahumu Allahu min fadlihifaqad atayna ala ibraheema alkitabawalhikmata waataynahum mulkan AAatheema
ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.
فَمِنْه
Faminhum man amana bihi waminhum man saddaAAanhu wakafa bijahannama saAAeera
Maka di antara mereka (yang dengki itu), ada yang beriman kepadanya dan ada pula yang menghalangi (manusia beriman) kepadanya. Cukuplah (bagi mereka) neraka Jahanam yang menyala-nyala apinya.
إِ
Inna allatheena kafaroo bi-ayatinasawfa nusleehim naran kullama nadijatjulooduhum baddalnahum juloodan ghayraha liyathooqooalAAathaba inna Allaha kana AAazeezan hakeema
Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَ
Wallatheena amanoowaAAamiloo assalihati sanudkhiluhum jannatintajree min tahtiha al-anharu khalideenafeeha abadan lahum feeha azwajun mutahharatunwanudkhiluhum thillan thaleela
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.
۞ إِ
Inna Allaha ya/murukum an tu-addooal-amanati ila ahliha wa-itha hakamtumbayna annasi an tahkumoo bilAAadliinna Allaha niAAimma yaAAithukum bihiinna Allaha kana sameeAAan baseera
Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooateeAAoo Allaha waateeAAoo arrasoolawaolee al-amri minkum fa-in tanazaAAtum fee shay-infaruddoohu ila Allahi warrasooli in kuntumtu/minoona billahi walyawmi al-akhirithalika khayrun waahsanu ta/weela
Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan)1 di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
أَلَمْ تَرَ إِلَى
Alam tara ila allatheenayazAAumoona annahum amanoo bima onzila ilayka wamaonzila min qablika yureedoona an yatahakamoo ila attaghootiwaqad omiroo an yakfuroo bihi wayureedu ashshaytanuan yudillahum dalalan baAAeeda
Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka1 masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْ
Wa-itha qeela lahum taAAalawila ma anzala Allahu wa-ila arrasooliraayta almunafiqeena yasuddoona AAanka sudooda
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (patuh) kepada apa yang diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul," (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu.
فَكَيْفَ إِذ
Fakayfa itha asabat-hum museebatunbima qaddamat aydeehim thumma jaooka yahlifoonabillahi in aradna illa ihsananwatawfeeqa
Maka bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) di sebabkan perbuatan tangannya sendiri, kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad) sambil bersumpah, "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan kedamaian."
أُ
Ola-ika allatheena yaAAlamuAllahu ma fee quloobihim faaAArid AAanhumwaAAithhum waqul lahum fee anfusihim qawlan baleegha
Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.
وَم
Wama arsalna min rasoolin illaliyutaAAa bi-ithni Allahi walaw annahum iththalamoo anfusahum jaooka fastaghfarooAllaha wastaghfara lahumu arrasoolulawajadoo Allaha tawwaban raheema
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya1 datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُ
Fala warabbika la yu/minoona hattayuhakkimooka feema shajara baynahum thumma layajidoo fee anfusihim harajan mimma qadaytawayusallimoo tasleema
Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
وَلَوْ أَ
Walaw anna katabna AAalayhimani oqtuloo anfusakum awi okhrujoo min diyarikum mafaAAaloohu illa qaleelun minhum walaw annahum faAAaloo mayooAAathoona bihi lakana khayran lahumwaashadda tathbeeta
Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka, "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu," ternyata mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),
وَإِ
Wa-ithan laataynahummin ladunna ajran AAatheema
dan dengan demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,
وَلَهَدَيْنَ
Walahadaynahum siratanmustaqeema
dan pasti Kami tunjukan kepada mereka jalan yang lurus.
وَم
Waman yutiAAi Allaha warrasoolafaola-ika maAAa allatheena anAAama AllahuAAalayhim mina annabiyyeena wassiddeeqeenawashshuhada-i wassaliheenawahasuna ola-ika rafeeqa
Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
ذ
Thalika alfadlu mina Allahiwakafa billahi AAaleema
Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah yang Maha Mengetahui.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanookhuthoo hithrakum fanfiroo thubatinawi infiroo jameeAAa
Wahai orang-orang yang beriman! Bersiap-siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok, atau majulah bersama-sama (serentak).
وَإِ
Wa-inna minkum laman layubatti-annafa-in asabatkum museebatun qala qad anAAamaAllahu AAalayya ith lam akun maAAahum shaheeda
Dan sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan (ke medan pertempuran). Lalu jika kamu ditimpa musibah dia berkata, "Sungguh, Allah telah memberikan nikmat kepadaku karena aku tidak ikut berperang bersama mereka."
وَلَئِنْ أَصَ
Wala-in asabakum fadlun minaAllahi layaqoolanna kaan lam takun baynakum wabaynahumawaddatun ya laytanee kuntu maAAahum faafooza fawzan AAatheema
Dan sungguh, jika kamu mendapat karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia, "Wahai, sekiranya aku bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung (pula)."
۞ فَلْيُقَ
Falyuqatil fee sabeeli Allahiallatheena yashroona alhayata addunyabil-akhirati waman yuqatil fee sabeeli Allahifayuqtal aw yaghlib fasawfa nu/teehi ajran AAatheema
Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barang siapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَ
Wama lakum la tuqatiloonafee sabeeli Allahi walmustadAAafeena mina arrijaliwannisa-i walwildani allatheenayaqooloona rabbana akhrijna min hathihialqaryati aththalimi ahluhawajAAal lana min ladunka waliyyan wajAAallana min ladunka naseera
Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdoa, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekkah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu."
ٱلَّذِينَ ءَامَنُو
Allatheena amanoo yuqatiloonafee sabeeli Allahi wallatheena kafaroo yuqatiloonafee sabeeli attaghooti faqatiloo awliyaaashshaytani inna kayda ashshaytanikana daAAeefa
Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu, (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.
أَلَمْ تَرَ إِلَى
Alam tara ila allatheena qeelalahum kuffoo aydiyakum waaqeemoo assalatawaatoo azzakata falamma kutibaAAalayhimu alqitalu itha fareequn minhum yakhshawnaannasa kakhashyati Allahi aw ashaddakhashyatan waqaloo rabbana lima katabta AAalaynaalqitala lawla akhkhartana ila ajalinqareebin qul mataAAu addunya qaleelun wal-akhiratukhayrun limani ittaqa wala tuthlamoonafateela
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka,1 "Tahanlah tanganmu (dari berperang), laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat!" Ketika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu). Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tunda (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?" Katakanlah, "Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa (mendapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun."
أَيْنَمَا تَكُونُو
Aynama takoonoo yudrikkumu almawtuwalaw kuntum fee buroojin mushayyadatin wa-in tusibhum hasanatunyaqooloo hathihi min AAindi Allahi wa-in tusibhumsayyi-atun yaqooloo hathihi min AAindika qul kullun minAAindi Allahi famali haola-i alqawmila yakadoona yafqahoona hadeetha
Dimanapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, "Ini dari sisi Allah", dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, "Ini dari engkau (Muhammad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?"
مّ
Ma asabaka min hasanatinfamina Allahi wama asabaka min sayyi-atinfamin nafsika waarsalnaka linnasi rasoolanwakafa billahi shaheedan
Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
مّ
Man yutiAAi arrasoola faqad ataAAaAllaha waman tawalla fama arsalnakaAAalayhim hafeetha
Barang siapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.1
وَيَقُولُونَ طَاعَ
Wayaqooloona taAAatun fa-ithabarazoo min AAindika bayyata ta-ifatun minhum ghayra allatheetaqoolu wallahu yaktubu ma yubayyitoonafaaAArid AAanhum watawakkal AAala Allahiwakafa billahi wakeela
Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, "(Kewajiban kami hanyalah) taat." Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad), sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi pelindung.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ
Afala yatadabbaroona alqur-anawalaw kana min AAindi ghayri Allahi lawajadoo feehiikhtilafan katheera
Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Alquran? Sekiranya (Alquran) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.
وَإِذَا ج
Wa-itha jaahum amrun minaal-amni awi alkhawfi athaAAoo bihi walaw raddoohu ilaarrasooli wa-ila olee al-amri minhum laAAalimahuallatheena yastanbitoonahu minhum walawla fadluAllahi AAalaykum warahmatuhu lattabaAAtumuashshaytana illa qaleela
Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri 1 di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).2 Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).
فَقَ
Faqatil fee sabeeli Allahi latukallafu illa nafsaka waharridialmu/mineena AAasa Allahu an yakuffa ba/sa allatheenakafaroo wallahu ashaddu ba/san waashaddu tankeela
Maka berperanglah engkau (Muhammad) di jalan Allah, engkau tidaklah dibebani melainkan atas dirimu sendiri.1 Kobarkanlah (semangat) orang-orang beriman (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak (mematahkan) serangan orang-orang yang kafir itu. Allah sangat besar kekuatan(-Nya) dan sangat keras siksa(-Nya).
مّ
Man yashfaAA shafaAAatan hasanatanyakun lahu naseebun minha waman yashfaAA shafaAAatansayyi-atan yakun lahu kiflun minha wakana AllahuAAala kulli shay-in muqeeta
Barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian (pahala)-nya. Dan barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dari (dosa)nya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَإِذَا حُيِّيت
Wa-itha huyyeetum bitahiyyatinfahayyoo bi-ahsana minha aw ruddoohainna Allaha kana AAala kulli shay-in haseeba
Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.
ٱللَّهُ ل
Allahu la ilaha illahuwa layajmaAAannakum ila yawmi alqiyamati larayba feehi waman asdaqu mina Allahi hadeetha
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan kejadiannya. Siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?
۞ فَمَا لَكُمْ فِى
Fama lakum fee almunafiqeenafi-atayni wallahu arkasahum bima kasabooatureedoona an tahdoo man adalla Allahu waman yudliliAllahu falan tajida lahu sabeela
Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan1 dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran), disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
وَدُّو
Waddoo law takfuroona kama kafaroofatakoonoona sawaan fala tattakhithoo minhumawliyaa hatta yuhajiroo fee sabeeliAllahi fa-in tawallaw fakhuthoohum waqtuloohumhaythu wajadtumoohum wala tattakhithoominhum waliyyan wala naseera
Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan dari antara mereka sebagai teman-teman(mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. Apabila mereka berpaling,1 maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimanapun mereka kamu temukan, dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia dan penolong,
إِلَّا
Illa allatheena yasiloonaila qawmin baynakum wabaynahum meethaqun aw jaookumhasirat sudooruhum an yuqatilookum awyuqatiloo qawmahum walaw shaa Allahu lasallatahumAAalaykum falaqatalookum fa-ini iAAtazalookum falam yuqatilookumwaalqaw ilaykumu assalama fama jaAAala Allahulakum AAalayhim sabeela
kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai)1 atau orang yang datang kepadamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu atau memerangi kaumnya.2 Sekiranya Allah menghendaki, niscaya diberikan-Nya kekuasaan kepada mereka (dalam) menghadapi kamu, maka pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangimu serta menawarkan perdamaian kepadamu (menyerah) maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.
سَتَجِدُونَ ءَاخَرِينَ يُرِيدُونَ أ
Satajidoona akhareena yureedoona anya/manookum waya/manoo qawmahum kulla ma ruddoo ilaalfitnati orkisoo feeha fa-in lam yaAAtazilookum wayulqooilaykumu assalama wayakuffoo aydiyahum fakhuthoohumwaqtuloohum haythu thaqiftumoohum waola-ikumjaAAalna lakum AAalayhim sultanan mubeena
Kelak akan kamu dapati (golongan-golongan) yang lain, yang menginginkan agar mereka hidup aman bersamamu dan aman (pula) bersama kaumnya. Setiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan tidak mau menawarkan perdamaian kepadamu, serta tidak menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimana saja kamu temui, dan merekalah orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk memerangi, menawan dan membunuh) mereka.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أ
Wama kana limu/minin anyaqtula mu/minan illa khataan waman qatala mu/minankhataan fatahreeru raqabatin mu/minatin wadiyatunmusallamatun ila ahlihi illa an yassaddaqoofa-in kana min qawmin AAaduwwin lakum wahuwa mu/minun fatahreeruraqabatin mu/minatin wa-in kana min qawmin baynakumwabaynahum meethaqun fadiyatun musallamatun ilaahlihi watahreeru raqabatin mu/minatin faman lam yajid fasiyamushahrayni mutatabiAAayni tawbatan mina Allahi wakanaAllahu AAaleeman hakeema
Dan tidak patut bagi seorang yang beriman membunuh seorang yang beriman (yang lain), kecuali karena kesalahan (tidak sengaja). Barang siapa membunuh seorang yang beriman karena kesalahan (hendaklah) dia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta (membayar) tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) membebaskan pembayaran. Jika dia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal dia orang beriman, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan jika dia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barang siapa tidak mendapatkan (hamba sahaya), maka hendaklah dia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai tobat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَم
Waman yaqtul mu/minan mutaAAammidan fajazaohujahannamu khalidan feeha waghadiba AllahuAAalayhi walaAAanahu waaAAadda lahu AAathaban AAatheema
Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooitha darabtum fee sabeeli Allahifatabayyanoo wala taqooloo liman alqa ilaykumu assalamalasta mu/minan tabtaghoona AAarada alhayatiaddunya faAAinda Allahi maghanimukatheeratun kathalika kuntum min qablu famanna AllahuAAalaykum fatabayyanoo inna Allaha kana bimataAAmaloona khabeera
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu,1 "Kamu bukan seorang yang beriman", (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia, padahal di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu,2 lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah! Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
لَّا يَسْتَوِى
La yastawee alqaAAidoona minaalmu/mineena ghayru olee addarari walmujahidoonafee sabeeli Allahi bi-amwalihim waanfusihim faddalaAllahu almujahideena bi-amwalihimwaanfusihim AAala alqaAAideena darajatan wakullanwaAAada Allahu alhusna wafaddala Allahualmujahideena AAala alqaAAideena ajran AAatheema
Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,
دَرَجَ
Darajatin minhu wamaghfiratan warahmatanwakana Allahu ghafooran raheema
(yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
إِ
Inna allatheena tawaffahumualmala-ikatu thalimee anfusihim qaloofeema kuntum qaloo kunna mustadAAafeena feeal-ardi qaloo alam takun ardu AllahiwasiAAatan fatuhajiroo feeha faola-ikama/wahum jahannamu wasaat maseera
Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi sendiri,1 mereka (para malaikat) bertanya, "Bagaimana kamu ini?" Mereka menjawab, "Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekkah)." Mereka (para malaikat) bertanya, "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?" Maka orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali,
إِلَّا
Illa almustadAAafeena mina arrijaliwannisa-i walwildani layastateeAAoona heelatan wala yahtadoonasabeela
Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah),
فَأُ
Faola-ika AAasa Allahuan yaAAfuwa AAanhum wakana Allahu AAafuwwan ghafoora
maka mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.
۞ وَم
Waman yuhajir fee sabeeli Allahiyajid fee al-ardi muraghaman katheeran wasaAAatanwaman yakhruj min baytihi muhajiran ila Allahiwarasoolihi thumma yudrik-hu almawtu faqad waqaAAa ajruhu AAalaAllahi wakana Allahu ghafooran raheema
Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَإِذَا ضَرَ
Wa-itha darabtum fee al-ardifalaysa AAalaykum junahun an taqsuroo mina assalatiin khiftum an yaftinakumu allatheena kafaroo inna alkafireenakanoo lakum AAaduwwan mubeena
Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu meng-qasar1 salat, jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.
وَإِذَا كُ
Wa-itha kunta feehim faaqamta lahumuassalata faltaqum ta-ifatun minhummaAAaka walya/khuthoo aslihatahum fa-ithasajadoo falyakoonoo min wara-ikum walta/ti ta-ifatunokhra lam yusalloo falyusalloo maAAakawalya/khuthoo hithrahum waaslihatahumwadda allatheena kafaroo law taghfuloona AAan aslihatikumwaamtiAAatikum fayameeloona AAalaykum maylatan wahidatanwala junaha AAalaykum in kana bikum athanmin matarin aw kuntum marda an tadaAAoo aslihatakumwakhuthoo hithrakum inna AllahaaAAadda lilkafireena AAathaban muheena
Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) bersamamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka (yang salat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat),1 maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang lain yang belum salat, lalu mereka salat denganmu,2 dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak mengapa kamu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau karena kamu sakit, dan bersiapsiagalah kamu.3 Sungguh, Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir.
فَإِذَا قَضَيْتُمُ
Fa-itha qadaytumu assalatafathkuroo Allaha qiyaman waquAAoodanwaAAala junoobikum fa-itha itma/nantumfaaqeemoo assalata inna assalatakanat AAala almu/mineena kitaban mawqoota
Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman.
وَلَا تَهِنُو
Wala tahinoo fee ibtigha-ialqawmi in takoonoo ta/lamoona fa-innahum ya/lamoona kamata/lamoona watarjoona mina Allahi ma layarjoona wakana Allahu AAaleeman hakeema
Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
إِ
Inna anzalna ilayka alkitababilhaqqi litahkuma bayna annasibima araka Allahu wala takun lilkha-ineenakhaseema
Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat,1
وَ
Wastaghfiri Allaha inna Allahakana ghafooran raheema
dan mohonkanlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَلَا تُجَ
Wala tujadil AAani allatheenayakhtanoona anfusahum inna Allaha la yuhibbuman kana khawwanan atheema
Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa,
يَسْتَخْفُونَ مِنَ
Yastakhfoona mina annasi walayastakhfoona mina Allahi wahuwa maAAahum ithyubayyitoona ma la yarda mina alqawli wakanaAllahu bima yaAAmaloona muheeta
mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah, karena Allah bersama mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan.
هَ
Haantum haola-i jadaltumAAanhum fee alhayati addunya famanyujadilu Allaha AAanhum yawma alqiyamati amman yakoonu AAalayhim wakeela
Itulah kamu! Kamu berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini, tetapi siapa yang akan menentang Allah untuk (membela) mereka pada hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap azab Allah)?
وَم
Waman yaAAmal soo-an aw yathlimnafsahu thumma yastaghfiri Allaha yajidi Allahaghafooran raheema
Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَم
Waman yaksib ithman fa-innamayaksibuhu AAala nafsihi wakana AllahuAAaleeman hakeema
Dan barang siapa berbuat dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya untuk (kesulitan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَم
Waman yaksib khatee-atan aw ithmanthumma yarmi bihi baree-an faqadi ihtamala buhtananwa-ithman mubeena
Dan barang siapa berbuat kesalahan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh, dia telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata.
وَلَوْلَا فَضْلُ
Walawla fadlu AllahiAAalayka warahmatuhu lahammat ta-ifatun minhum anyudillooka wama yudilloona illaanfusahum wama yadurroonaka min shay-in waanzalaAllahu AAalayka alkitaba walhikmatawaAAallamaka ma lam takun taAAlamu wakana fadluAllahi AAalayka AAatheema
Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Muhammad), tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Alquran) dan Hikmah (Sunah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.
۞ لَّا خَيْرَ فِى كَثِي
La khayra fee katheerin min najwahumilla man amara bisadaqatin aw maAAroofin aw islahinbayna annasi waman yafAAal thalika ibtighaamardati Allahi fasawfa nu/teehi ajran AAatheema
Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.
وَم
Waman yushaqiqi arrasoolamin baAAdi ma tabayyana lahu alhuda wayattabiAAghayra sabeeli almu/mineena nuwallihi ma tawallawanuslihi jahannama wasaat maseera
Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.
إِ
Inna Allaha la yaghfiru anyushraka bihi wayaghfiru ma doona thalika limanyashao waman yushrik billahi faqad dalladalalan baAAeeda
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.
إ
In yadAAoona min doonihi illa inathanwa-in yadAAoona illa shaytanan mareeda
Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah ināṡan (berhala),1 dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka,
لَّعَنَهُ
LaAAanahu Allahu waqalalaattakhithanna min AAibadika naseebanmafrooda
yang dilaknati Allah, dan (setan) itu mengatakan, "Aku pasti akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hamba-Mu,1
وَلَأُضِلَّ
Walaodillannahum walaomanniyannahumwalaamurannahum falayubattikunna athana al-anAAamiwalaamurannahum falayughayyirunna khalqa Allahiwaman yattakhithi ashshaytana waliyyan mindooni Allahi faqad khasira khusranan mubeena
dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya),1 dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya)."2 Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.
يَعِدُهُمْ وَيُمَ
YaAAiduhum wayumanneehim wamayaAAiduhumu ashshaytanu illa ghuroora
(Setan itu) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.
أُ
Ola-ika ma/wahum jahannamuwala yajidoona AAanha maheesa
Mereka (yang tertipu) itu tempatnya di neraka Jahanam dan mereka tidak akan mendapat tempat (lain untuk) lari darinya.
وَ
Wallatheena amanoowaAAamiloo assalihati sanudkhiluhum jannatintajree min tahtiha al-anharu khalideenafeeha abadan waAAda Allahi haqqan waman asdaqumina Allahi qeela
Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?
لَّيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَل
Laysa bi-amaniyyikum wala amaniyyiahli alkitabi man yaAAmal soo-an yujza bihi walayajid lahu min dooni Allahi waliyyan wala naseera
(Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu1 dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu, dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
وَم
Waman yaAAmal mina assalihatimin thakarin aw ontha wahuwa mu/minun faola-ikayadkhuloona aljannata wala yuthlamoonanaqeera
Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
وَمَنْ أَحْسَنُ دِي
Waman ahsanu deenan mimman aslamawajhahu lillahi wahuwa muhsinun wattabaAAamillata ibraheema haneefan wattakhathaAllahu ibraheema khaleela
Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan (-Nya).
وَلِلَّهِ مَا فِى
Walillahi ma fee assamawatiwama fee al-ardi wakana Allahubikulli shay-in muheeta
Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu.
وَيَسْتَفْتُونَكَ فِى
Wayastaftoonaka fee annisa-iquli Allahu yufteekum feehinna wama yutlaAAalaykum fee alkitabi fee yatama annisa-iallatee la tu/toonahunna ma kutiba lahunnawatarghaboona an tankihoohunna walmustadAAafeenamina alwildani waan taqoomoo lilyatama bilqistiwama tafAAaloo min khayrin fa-inna Allaha kanabihi AAaleema
Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang perempuan. Katakanlah, "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka,1 dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Alquran (juga memfatwakan) tentang para perempuan yatim yang tidak kamu berikan sesuatu (maskawin) yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin menikahi mereka2 dan (tentang) anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) agar mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."
وَإِنِ
Wa-ini imraatun khafat min baAAlihanushoozan aw iAAradan fala junaha AAalayhimaan yusliha baynahuma sulhan wassulhukhayrun waohdirati al-anfusu ashshuhhawa-in tuhsinoo watattaqoo fa-inna Allaha kanabima taAAmaloona khabeera
Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz1 atau bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya,2 dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir.3 Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh tak acuh), maka sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
وَلَ
Walan tastateeAAoo an taAAdiloobayna annisa-i walaw harastum falatameeloo kulla almayli fatatharooha kalmuAAallaqatiwa-in tuslihoo watattaqoo fa-inna Allaha kanaghafooran raheema
Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَإ
Wa-in yatafarraqa yughni Allahukullan min saAAatihi wakana Allahu wasiAAan hakeema
Dan jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya), Mahabijaksana.
وَلِلَّهِ مَا فِى
Walillahi ma fee assamawatiwama fee al-ardi walaqad wassaynaallatheena ootoo alkitaba min qablikum wa-iyyakumani ittaqoo Allaha wa-in takfuroo fa-inna lillahi mafee assamawati wama fee al-ardiwakana Allahu ghaniyyan hameeda
Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang yang diberi Kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu agar bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu ingkar maka (ketahuilah), milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Mahakaya, Maha Terpuji.
وَلِلَّهِ مَا فِى
Walillahi ma fee assamawatiwama fee al-ardi wakafa billahiwakeela
Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemeliharanya.
إ
In yasha/ yuthhibkum ayyuha annasuwaya/ti bi-akhareena wakana Allahu AAalathalika qadeera
Kalau Allah menghendaki, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua wahai manusia! Kemudian Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Dan Allah Mahakuasa berbuat demikian.
مَّ
Man kana yureedu thawaba addunyafaAAinda Allahi thawabu addunya wal-akhiratiwakana Allahu sameeAAan baseera
Barang siapa menghendaki pahala di dunia maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
۞ يَ
Ya ayyuha allatheena amanookoonoo qawwameena bilqisti shuhadaalillahi walaw AAala anfusikum awi alwalidayniwal-aqrabeena in yakun ghaniyyan aw faqeeran fallahuawla bihima fala tattabiAAoo alhawaan taAAdiloo wa-in talwoo aw tuAAridoo fa-inna Allahakana bima taAAmaloona khabeera
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooaminoo billahi warasoolihi walkitabiallathee nazzala AAala rasoolihi walkitabiallathee anzala min qablu waman yakfur billahiwamala-ikatihi wakutubihi warusulihi walyawmi al-akhirifaqad dalla dalalan baAAeeda
Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada kitab (Alquran) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.
إِ
Inna allatheena amanoo thummakafaroo thumma amanoo thumma kafaroo thumma izdadookufran lam yakuni Allahu liyaghfira lahum walaliyahdiyahum sabeela
Sesungguhnya orang-orang yang beriman lalu kafir, kemudian beriman (lagi), kemudian kafir lagi, lalu bertambah kekafirannya, maka Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus).
بَشِّرِ
Bashshiri almunafiqeena bi-annalahum AAathaban aleema
Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,
ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ
Allatheena yattakhithoona alkafireenaawliyaa min dooni almu/mineena ayabtaghoona AAindahumualAAizzata fa-inna alAAizzata lillahi jameeAAa
(yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.
وَقَ
Waqad nazzala AAalaykum fee alkitabian itha samiAAtum ayati Allahiyukfaru biha wayustahzao biha fala taqAAudoomaAAahum hatta yakhoodoo fee hadeethinghayrihi innakum ithan mithluhum inna Allaha jamiAAualmunafiqeena walkafireena fee jahannamajameeAAa
Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Alquran) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam,
ٱلَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِ
Allatheena yatarabbasoonabikum fa-in kana lakum fathun mina Allahi qalooalam nakun maAAakum wa-in kana lilkafireena naseebunqaloo alam nastahwith AAalaykum wanamnaAAkummina almu/mineena fallahu yahkumu baynakumyawma alqiyamati walan yajAAala Allahu lilkafireenaAAala almu/mineena sabeela
(yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, "Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu?" Dan jika orang kafir mendapat bagian mereka berkata, "Bukankah kami turut memenangkanmu,1 dan membela kamu dari orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman.
إِ
Inna almunafiqeena yukhadiAAoonaAllaha wahuwa khadiAAuhum wa-itha qamooila assalati qamoo kusalayuraoona annasa wala yathkuroonaAllaha illa qaleela
Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allahlah yang menipu mereka. 1 Apabila mereka berdiri untuk salat mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya` (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.2
مُّذَ
Muthabthabeena bayna thalikala ila haola-i wala ilahaola-i waman yudlili Allahu falantajida lahu sabeela
Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir) tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola tattakhithoo alkafireena awliyaamin dooni almu/mineena atureedoona an tajAAaloo lillahiAAalaykum sultanan mubeena
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu)?
إِ
Inna almunafiqeena fee addarkial-asfali mina annari walan tajida lahum naseera
Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka,
إِلَّا
Illa allatheena taboowaaslahoo waAAtasamoo billahiwaakhlasoo deenahum lillahi faola-ika maAAaalmu/mineena wasawfa yu/ti Allahu almu/mineena ajran AAatheema
kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri1 dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman.
مَّا يَفْعَلُ
Ma yafAAalu Allahu biAAathabikumin shakartum waamantum wakana Allahu shakiranAAaleema
Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri,1 Maha Mengetahui.
۞ لَّا يُحِبُّ
La yuhibbu Allahualjahra bissoo-i mina alqawli illa man thulimawakana Allahu sameeAAan AAaleema
Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi.1 Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
إِ
In tubdoo khayran aw tukhfoohu aw taAAfooAAan soo-in fa-inna Allaha kana AAafuwwan qadeera
Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Mahakuasa.
إِ
Inna allatheena yakfuroona billahiwarusulihi wayureedoona an yufarriqoo bayna Allahiwarusulihi wayaqooloona nu/minu bibaAAdin wanakfuru bibaAAdinwayureedoona an yattakhithoo bayna thalika sabeela
Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan1 antara (keimanan kepada) Allah dan Rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, "Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain)," serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir),
أُ
Ola-ika humu alkafiroona haqqanwaaAAtadna lilkafireena AAathaban muheena
merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan.
وَ
Wallatheena amanoo billahiwarusulihi walam yufarriqoo bayna ahadin minhum ola-ikasawfa yu/teehim ojoorahum wakana Allahu ghafooranraheema
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan di antara mereka (para Rasul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يَسْــَٔلُكَ أَهْلُ
Yas-aluka ahlu alkitabi an tunazzilaAAalayhim kitaban mina assama-i faqadsaaloo moosa akbara min thalika faqaloo arinaAllaha jahratan faakhathat-humu assaAAiqatubithulmihim thumma ittakhathoo alAAijla minbaAAdi ma jaat-humu albayyinatu faAAafawnaAAan thalika waatayna moosa sultananmubeena
(Orang-orang) Ahli Kitab meminta kepadamu (Muhammad) agar engkau menurunkan suatu Kitab dari langit kepada mereka. Sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, "Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata." Maka mereka disambar petir karena kezalimannya. Kemudian mereka menyembah anak sapi,1 setelah mereka melihat bukti-bukti yang nyata, namun demikian Kami maafkan mereka, dan telah Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata.
وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ
WarafaAAna fawqahumu attoorabimeethaqihim waqulna lahumu odkhuloo albabasujjadan waqulna lahum la taAAdoo fee assabtiwaakhathna minhum meethaqan ghaleetha
Dan Kami angkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, "Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud," dan Kami perintahkan (pula), kepada mereka, "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat.1 Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.
فَبِمَا نَ
Fabima naqdihim meethaqahumwakufrihim bi-ayati Allahi waqatlihimual-anbiyaa bighayri haqqin waqawlihim quloobunaghulfun bal tabaAAa Allahu AAalayhabikufrihim fala yu/minoona illa qaleela
Maka (Kami hukum mereka),1 karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh Nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan karena mereka mengatakan, "Hati kami tertutup." Sebenarnya, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman,
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَىٰ مَرْيَمَ بُهْتَ
Wabikufrihim waqawlihim AAalamaryama buhtanan AAatheema
dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka yang sangat keji terhadap Maryam,
وَقَوْلِهِمْ إِ
Waqawlihim inna qatalnaalmaseeha AAeesa ibna maryama rasoola Allahiwama qataloohu wama salaboohu walakinshubbiha lahum wa-inna allatheena ikhtalafoo feehi lafeeshakkin minhu ma lahum bihi min AAilmin illa ittibaAAaaththanni wama qataloohu yaqeena
dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,1 padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang siapa yang dibunuh. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,
بَ
Bal rafaAAahu Allahu ilayhi wakanaAllahu AAazeezan hakeema
tetapi Allah telah mengangkat Isa kehadirat-Nya.1 Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَإ
Wa-in min ahli alkitabi illalayu/minanna bihi qabla mawtihi wayawma alqiyamati yakoonuAAalayhim shaheeda
Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya.1 Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi atas mereka.
فَبِظُلْ
Fabithulmin mina allatheenahadoo harramna AAalayhim tayyibatinohillat lahum wabisaddihim AAan sabeeli Allahikatheera
Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah,
وَأَخْذِهِمُ
Waakhthihimu arribawaqad nuhoo AAanhu waaklihim amwala annasibilbatili waaAAtadna lilkafireenaminhum AAathaban aleema
dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.
لَّ
Lakini arrasikhoonafee alAAilmi minhum walmu/minoona yu/minoona bimaonzila ilayka wama onzila min qablika walmuqeemeenaassalata walmu/toona azzakatawalmu/minoona billahi walyawmi al-akhiriola-ika sanu/teehim ajran AAatheema
Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada (Alquran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar.
۞ إِ
Inna awhayna ilaykakama awhayna ila noohin wannabiyyeenamin baAAdihi waawhayna ila ibraheemawa-ismaAAeela wa-ishaqa wayaAAqooba wal-asbatiwaAAeesa waayyooba wayoonusa waharoona wasulaymanawaatayna dawooda zaboora
Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh, dan Nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud.
وَرُسُل
Warusulan qad qasasnahumAAalayka min qablu warusulan lam naqsushum AAalaykawakallama Allahu moosa takleema
Dan ada beberapa Rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa Rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.1
رُّسُل
Rusulan mubashshireena wamunthireenali-alla yakoona linnasi AAala Allahihujjatun baAAda arrusuli wakana AllahuAAazeezan hakeema
Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah Rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
لَّ
Lakini Allahu yashhadu bimaanzala ilayka anzalahu biAAilmihi walmala-ikatuyashhadoona wakafa billahi shaheeda
Tetapi Allah menjadi saksi atas (Alquran) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menyaksikan. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
إِ
Inna allatheena kafaroo wasaddooAAan sabeeli Allahi qad dalloo dalalanbaAAeeda
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.
إِ
Inna allatheena kafaroo wathalamoolam yakuni Allahu liyaghfira lahum walaliyahdiyahum tareeqa
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus),
إِلَّا طَرِيقَ جَهَ
Illa tareeqa jahannama khalideenafeeha abadan wakana thalika AAala Allahiyaseera
Kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu (sangat) mudah bagi Allah.
يَ
Ya ayyuha annasuqad jaakumu arrasoolu bilhaqqi minrabbikum faaminoo khayran lakum wa-in takfuroo fa-innalillahi ma fee assamawati wal-ardiwakana Allahu AAaleeman hakeema
Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepadanya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
يَ
Ya ahla alkitabi lataghloo fee deenikum wala taqooloo AAala Allahiilla alhaqqa innama almaseehu AAeesaibnu maryama rasoolu Allahi wakalimatuhu alqahaila maryama waroohun minhu faaminoo billahiwarusulihi wala taqooloo thalathatun intahookhayran lakum innama Allahu ilahun wahidunsubhanahu an yakoona lahu waladun lahu ma fee assamawatiwama fee al-ardi wakafa billahiwakeela
Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu,1 dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya2 yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.3 Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, "(Tuhan itu) tiga," berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.
لّ
Lan yastankifa almaseehu an yakoonaAAabdan lillahi wala almala-ikatualmuqarraboona waman yastankif AAan AAibadatihiwayastakbir fasayahshuruhum ilayhi jameeAAa
Al-Masīh sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah).1 Dan barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
فَأَ
Faamma allatheena amanoowaAAamiloo assalihati fayuwaffeehimojoorahum wayazeeduhum min fadlihi waamma allatheenaistankafoo wastakbaroo fayuAAaththibuhum AAathabanaleeman wala yajidoona lahum min dooni Allahiwaliyyan wala naseera
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sedangkan orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
يَ
Ya ayyuha annasuqad jaakum burhanun min rabbikum waanzalnailaykum nooran mubeena
Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Alquran).
فَأَ
Faamma allatheena amanoobillahi waAAtasamoo bihifasayudkhiluhum fee rahmatin minhu wafadlinwayahdeehim ilayhi siratan mustaqeema
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya.
يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ
Yastaftoonaka quli Allahu yufteekumfee alkalalati ini imruon halaka laysa lahu waladun walahuokhtun falaha nisfu ma taraka wahuwayarithuha in lam yakun laha waladun fa-in kanataithnatayni falahuma aththuluthani mimmataraka wa-in kanoo ikhwatan rijalan wanisaanfaliththakari mithlu haththialonthayayni yubayyinu Allahu lakum an tadilloo wallahubikulli shay-in AAaleem
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalālah).1 Katakanlah, "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalālah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) separuh dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudari perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
An-Nisa
Ayat