بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
يَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَ
فَلَمْ تَ
وَ
وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ
۞ وَ
وَأَطِيعُو
ذ
وَإ
يَ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
يَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
Yas-aloonaka AAani al-anfali qulial-anfalu lillahi warrasooli fattaqooAllaha waaslihoo thata baynikum waateeAAooAllaha warasoolahu in kuntum mu/mineen
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, "Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman."
إِ
Innama almu/minoona allatheenaitha thukira Allahu wajilat quloobuhum wa-ithatuliyat AAalayhim ayatuhu zadat-hum eemananwaAAala rabbihim yatawakkaloon
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah1 gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ
Allatheena yuqeemoona assalatawamimma razaqnahum yunfiqoon
(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
أُ
Ola-ika humu almu/minoona haqqanlahum darajatun AAinda rabbihim wamaghfiratun warizqunkareem
Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.
كَم
Kama akhrajaka rabbuka min baytika bilhaqqiwa-inna fareeqan mina almu/mineena lakarihoon
Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran,1 meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,
يُجَ
Yujadiloonaka fee alhaqqibaAAda ma tabayyana kaannama yusaqoona ilaalmawti wahum yanthuroon
mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu).
وَإِذْ يَعِدُكُمُ
Wa-ith yaAAidukumu Allahu ihdaatta-ifatayni annaha lakum watawaddoonaanna ghayra thati ashshawkati takoonu lakumwayureedu Allahu an yuhiqqa alhaqqa bikalimatihiwayaqtaAAa dabira alkafireen
Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah1 untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya,
لِيُحِقَّ
Liyuhiqqa alhaqqa wayubtilaalbatila walaw kariha almujrimoon
agar Allah memperkuat yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَ
Ith tastagheethoona rabbakum fastajabalakum annee mumiddukum bi-alfin mina almala-ikatimurdifeen
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sungguh, aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."
وَمَا جَعَلَهُ
Wama jaAAalahu Allahu illabushra walitatma-inna bihi quloobukum wama annasruilla min AAindi Allahi inna Allaha AAazeezunhakeem
Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
إِذْ يُغَشِّيكُمُ
Ith yughashsheekumu annuAAasaamanatan minhu wayunazzilu AAalaykum mina assama-imaan liyutahhirakum bihi wayuthhiba AAankumrijza ashshaytani waliyarbita AAalaquloobikum wayuthabbita bihi al-aqdam
(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketentraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian).
إِذْ يُوحِى رَبُّكَ إِلَى
Ith yoohee rabbuka ilaalmala-ikati annee maAAakum fathabbitoo allatheena amanoosaolqee fee quloobi allatheena kafaroo arruAAba fadriboofawqa al-aAAnaqi wadriboo minhum kulla banan
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman." Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka.1
ذ
Thalika bi-annahum shaqqoo Allahawarasoolahu waman yushaqiqi Allaha warasoolahufa-inna Allaha shadeedu alAAiqab
(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya.
ذ
Thalikum fathooqoohu waannalilkafireena AAathaba annar
Demikianlah (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang kafir itu ada (lagi) azab neraka.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooitha laqeetumu allatheena kafaroo zahfan falatuwalloohumu al-adbar
Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).
وَم
Waman yuwallihim yawma-ithin duburahuilla mutaharrifan liqitalin aw mutahayyizanila fi-atin faqad baa bighadabin mina Allahiwama/wahu jahannamu wabi/sa almaseer
Dan barang siapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah neraka Jahanam, dan seburuk-buruknya tempat kembali.
فَلَمْ تَ
Falam taqtuloohum walakinna Allahaqatalahum wama ramayta ith ramayta walakinnaAllaha rama waliyubliya almu/mineena minhu balaanhasanan inna Allaha sameeAAun AAaleem
Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
ذ
Thalikum waanna Allaha moohinukaydi alkafireen
Demikianlah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir.
إِ
In tastaftihoo faqad jaakumualfathu wa-in tantahoo fahuwa khayrun lakum wa-intaAAoodoo naAAud walan tughniya AAankum fi-atukum shay-an walawkathurat waanna Allaha maAAa almu/mineen
Jika kamu meminta keputusan, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti (memusuhi rasul), maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi pertolongan); dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlahnya (pasukan) banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooateeAAoo Allaha warasoolahu wala tawallawAAanhu waantum tasmaAAoon
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),
وَلَا تَكُونُو
Wala takoonoo kallatheenaqaloo samiAAna wahum la yasmaAAoon
dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata, "Kami mendengarkan," padahal mereka tidak mendengarkan (karena hati mereka mengingkarinya).
۞ إِ
Inna sharra addawabbi AAindaAllahi assummu albukmu allatheena layaAAqiloon
Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti.
وَلَوْ عَلِمَ
Walaw AAalima Allahu feehim khayranlaasmaAAahum walaw asmaAAahum latawallaw wahum muAAridoon
Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar.1 Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri.
يَ
Yaayyuha allatheena amanooistajeeboo lillahi walirrasooli itha daAAakumlima yuhyeekum waAAlamoo anna Allahayahoolu bayna almar-i waqalbihi waannahu ilayhi tuhsharoon
Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu,1 dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
وَ
Wattaqoo fitnatan la tuseebannaallatheena thalamoo minkum khassatanwaAAlamoo anna Allaha shadeedu alAAiqab
Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
وَ
Wathkuroo ith antumqaleelun mustadAAafoona fee al-ardi takhafoonaan yatakhattafakumu annasu faawakumwaayyadakum binasrihi warazaqakum mina attayyibatilaAAallakum tashkuroon
Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekkah), dan kamu takut orang-orang (Mekkah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola takhoonoo Allaha warrasoola watakhoonooamanatikum waantum taAAlamoon
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.
وَ
WaAAlamoo annama amwalukumwaawladukum fitnatun waanna Allaha AAindahu ajrunAAatheem
Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooin tattaqoo Allaha yajAAal lakum furqananwayukaffir AAankum sayyi-atikum wayaghfir lakum wallahuthoo alfadli alAAatheem
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqān (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar.
وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ
Wa-ith yamkuru bika allatheenakafaroo liyuthbitooka aw yaqtulooka aw yukhrijooka wayamkuroonawayamkuru Allahu wallahu khayru almakireen
Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَ
Wa-itha tutla AAalayhim ayatunaqaloo qad samiAAna law nashao laqulnamithla hatha in hatha illa asateerual-awwaleen
Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini), jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (Alquran) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu."
وَإِذْ قَالُو
Wa-ith qaloo allahummain kana hatha huwa alhaqqa min AAindika faamtirAAalayna hijaratan mina assama-iawi i/tina biAAathabin aleem
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika (Alquran) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih."
وَمَا كَانَ
Wama kana AllahuliyuAAaththibahum waanta feehim wama kanaAllahu muAAaththibahum wahum yastaghfiroon
Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.
وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ
Wama lahum alla yuAAaththibahumuAllahu wahum yasuddoona AAani almasjidi alharamiwama kanoo awliyaahu in awliyaohu illaalmuttaqoona walakinna aktharahum la yaAAlamoon
Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka menghalang-halangi (orang) untuk (mendatangi) Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِ
Wama kana salatuhumAAinda albayti illa mukaan watasdiyatan fathooqooalAAathaba bima kuntum takfuroon
Dan salat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.
إِ
Inna allatheena kafaroo yunfiqoonaamwalahum liyasuddoo AAan sabeeli Allahifasayunfiqoonaha thumma takoonu AAalayhim hasratanthumma yughlaboona wallatheena kafaroo ilajahannama yuhsharoon
Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan,
لِيَمِيزَ
Liyameeza Allahu alkhabeetha mina attayyibiwayajAAala alkhabeetha baAAdahu AAala baAAdinfayarkumahu jameeAAan fayajAAalahu fee jahannama ola-ikahumu alkhasiroon
agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
قُل لِّلَّذِينَ كَفَر
Qul lillatheena kafaroo in yantahooyughfar lahum ma qad salafa wa-in yaAAoodoo faqad madatsunnatu al-awwaleen
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya), "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi) sungguh, berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)."
وَقَ
Waqatiloohum hatta latakoona fitnatun wayakoona addeenu kulluhu lillahifa-ini intahaw fa-inna Allaha bima yaAAmaloona baseer
Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
وَإِ
Wa-in tawallaw faAAlamoo anna Allahamawlakum niAAma almawla waniAAma annaseer
Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
۞ وَ
WaAAlamoo annama ghanimtummin shay-in faanna lillahi khumusahu walirrasooliwalithee alqurba walyatama walmasakeeniwabni assabeeli in kuntum amantum billahiwama anzalna AAala AAabdina yawmaalfurqani yawma iltaqa aljamAAani wallahuAAala kulli shay-in qadeer
Dan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang,1 maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil,2 (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari furqan,3 yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
إِذْ أَ
Ith antum bilAAudwati addunyawahum bilAAudwati alquswa warrakbuasfala minkum walaw tawaAAadtum lakhtalaftum feealmeeAAadi walakin liyaqdiya Allahuamran kana mafAAoolan liyahlika man halaka AAan bayyinatinwayahya man hayya AAan bayyinatin wa-innaAllaha lasameeAAun AAaleem
(Yaitu) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada lebih rendah dari kamu.1 Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), niscaya kamu berbeda pendapat dalam menentukan (hari pertempuran itu), tetapi Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan,2 yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,
إِذْ يُرِيكَهُمُ
Ith yureekahumu Allahu fee manamikaqaleelan walaw arakahum katheeran lafashiltum walatanazaAAtumfee al-amri walakinna Allaha sallama innahuAAaleemun bithati assudoor
(ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka (berjumlah) banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu.
وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ
Wa-ith yureekumoohum ithiiltaqaytum fee aAAyunikum qaleelan wayuqallilukum fee aAAyunihimliyaqdiya Allahu amran kana mafAAoolan wa-ilaAllahi turjaAAu al-omoor
Dan ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooitha laqeetum fi-atan fathbutoo wathkurooAllaha katheeran laAAallakum tuflihoon
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.
وَأَطِيعُو
WaateeAAoo Allaha warasoolahuwala tanazaAAoo fatafshaloo watathhaba reehukumwasbiroo inna Allaha maAAa assabireen
Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah bersama orang-orang sabar.
وَلَا تَكُونُو
Wala takoonoo kallatheenakharajoo min diyarihim bataran wari-aa annasiwayasuddoona AAan sabeeli Allahi wallahubima yaAAmaloona muheet
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (ria) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan.
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ
Wa-ith zayyana lahumu ashshaytanuaAAmalahum waqala la ghaliba lakumualyawma mina annasi wa-innee jarun lakumfalamma taraati alfi-atani nakasaAAala AAaqibayhi waqala innee baree-on minkum inneeara ma la tarawna innee akhafu Allahawallahu shadeedu alAAiqab
Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, "Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu". Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah." Allah sangat keras siksa-Nya.
إِذْ يَقُولُ
Ith yaqoolu almunafiqoona wallatheenafee quloobihim maradun gharra haola-ideenuhum waman yatawakkal AAala Allahi fa-inna AllahaAAazeezun hakeem
(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, "Mereka itu (orang mukmin) ditipu agamanya." (Allah berfirman), "Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana."
وَلَوْ تَرَ
Walaw tara ith yatawaffaallatheena kafaroo almala-ikatu yadriboonawujoohahum waadbarahum wathooqoo AAathaba alhareeq
Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar."
ذ
Thalika bima qaddamat aydeekumwaanna Allaha laysa bithallaminlilAAabeed
Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya,
كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَۙ وَ
Kada/bi ali firAAawna wallatheenamin qablihim kafaroo bi-ayati Allahi faakhathahumuAllahu bithunoobihim inna Allaha qawiyyunshadeedu alAAiqab
(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sungguh, Allah Maha Kuat lagi sangat keras siksa-Nya.
ذ
Thalika bi-anna Allaha lamyaku mughayyiran niAAmatan anAAamaha AAala qawmin hattayughayyiroo ma bi-anfusihim waanna Allaha sameeAAunAAaleem
Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,
كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَۙ وَ
Kada/bi ali firAAawna wallatheenamin qablihim kaththaboo bi-ayati rabbihimfaahlaknahum bithunoobihim waaghraqna alafirAAawna wakullun kanoo thalimeen
(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya, maka Kami membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya; karena mereka adalah orang-orang yang zalim.
إِ
Inna sharra addawabbi AAindaAllahi allatheena kafaroo fahum la yu/minoon
Sesungguhnya makhluk paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka tidak beriman.
ٱلَّذِينَ عَ
Allatheena AAahadta minhumthumma yanqudoona AAahdahum fee kulli marratin wahum layattaqoon
(Yaitu) orang-orang yang terikat perjanjian dengan kamu, kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya, sedang mereka tidak takut (kepada Allah).
فَإِ
Fa-imma tathqafannahum fee alharbifasharrid bihim man khalfahum laAAallahum yaththakkaroon
Jika engkau (Muhammad) mengungguli mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, agar mereka mengambil pelajaran.
وَإِ
Wa-imma takhafanna min qawminkhiyanatan fanbith ilayhim AAalasawa-in inna Allaha la yuhibbu alkha-ineen
Dan jika engkau (Muhammad) khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhianat.
وَلَا يَحْسَبَ
Wala yahsabanna allatheenakafaroo sabaqoo innahum la yuAAjizoon
Dan janganlah orang-orang kafir mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sungguh, mereka tidak dapat melemahkan (Allah).
وَأَعِدُّو
WaaAAiddoo lahum ma istataAAtummin quwwatin wamin ribati alkhayli turhiboona bihiAAaduwwa Allahi waAAaduwwakum waakhareena mindoonihim la taAAlamoonahumu Allahu yaAAlamuhum wamatunfiqoo min shay-in fee sabeeli Allahi yuwaffa ilaykumwaantum la tuthlamoon
Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).
۞ وَإِ
Wa-in janahoo lissalmi fajnahlaha watawakkal AAala Allahi innahu huwa assameeAAualAAaleem
Tetapi jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
وَإ
Wa-in yureedoo an yakhdaAAooka fa-inna hasbakaAllahu huwa allathee ayyadaka binasrihi wabilmu/mineen
Dan jika mereka hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu. Dialah yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mukmin,
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْۚ لَوْ أَ
Waallafa bayna quloobihim law anfaqta mafee al-ardi jameeAAan ma allafta bayna quloobihimwalakinna Allaha allafa baynahum innahu AAazeezun hakeem
dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.
يَ
Ya ayyuha annabiyyu hasbukaAllahu wamani ittabaAAaka mina almu/mineen
Wahai Nabi (Muhammad)! Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.
يَ
Ya ayyuha annabiyyu harridialmu/mineena AAala alqitali in yakun minkumAAishroona sabiroona yaghliboo mi-atayni wa-in yakunminkum mi-atun yaghliboo alfan mina allatheena kafaroobi-annahum qawmun la yafqahoon
Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti.1
ٱلْـَٔ
Al-ana khaffafa Allahu AAankumwaAAalima anna feekum daAAfan fa-in yakun minkum mi-atun sabiratunyaghliboo mi-atayni wa-in yakun minkum alfun yaghliboo alfaynibi-ithni Allahi wallahu maAAa assabireen
Sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
مَا كَانَ لِنَبِىٍّ أ
Ma kana linabiyyin an yakoonalahu asra hatta yuthkhina fee al-arditureedoona AAarada addunya wallahuyureedu al-akhirata wallahu AAazeezun hakeem
Tidaklah pantas, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
لَّوْلَا كِتَ
Lawla kitabun mina Allahisabaqa lamassakum feema akhathtum AAathabunAAatheem
Sekiranya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena (tebusan) yang kamu ambil.
فَكُلُو
Fakuloo mimma ghanimtum halalantayyiban wattaqoo Allaha inna Allahaghafoorun raheem
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يَ
Ya ayyuha annabiyyuqul liman fee aydeekum mina al-asra in yaAAlami Allahufee quloobikum khayran yu/tikum khayran mimma okhithaminkum wayaghfir lakum wallahu ghafoorun raheem
Wahai Nabi (Muhammad)! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, "Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَإ
Wa-in yureedoo khiyanataka faqad khanooAllaha min qablu faamkana minhum wallahuAAaleemun hakeem
Tetapi jika mereka (tawanan itu) hendak mengkhianatimu (Muhammad) maka sesungguhnya sebelum itu pun mereka telah berkhianat kepada Allah, maka Dia memberikan kekuasaan kepadamu atas mereka. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
إِ
Inna allatheena amanoo wahajaroowajahadoo bi-amwalihim waanfusihim fee sabeeli Allahiwallatheena awaw wanasaroo ola-ikabaAAduhum awliyao baAAdin wallatheenaamanoo walam yuhajiroo ma lakum min walayatihimmin shay-in hatta yuhajiroo wa-ini istansarookumfee addeeni faAAalaykumu annasru illaAAala qawmin baynakum wabaynahum meethaqun wallahubima taAAmaloona baseer
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَ
Wallatheena kafaroo baAAduhumawliyao baAAdin illa tafAAaloohu takunfitnatun fee al-ardi wafasadun kabeer
Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.
وَ
Wallatheena amanoo wahajaroowajahadoo fee sabeeli Allahi wallatheenaawaw wanasaroo ola-ika humu almu/minoona haqqanlahum maghfiratun warizqun kareem
Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.
وَ
Wallatheena amanoo minbaAAdu wahajaroo wajahadoo maAAakum faola-ikaminkum waoloo al-arhami baAAduhum awlabibaAAdin fee kitabi Allahi inna Allahabikulli shay-in AAaleem
Dan orang-orang yang beriman setelah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka mereka termasuk golonganmu. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Al-Anfal
Ayat