بِسْمِ
ا
إِ
مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ
وَبَشِّرِ
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَ
قُلْنَا
وَإِذْ نَجَّيْنَ
وَإِذْ قُلْنَا
إِ
قَالُو
أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَ
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَ
وَلَ
قُلْ إِ
وَ
۞ مَا نَ
وَقَالَتِ
وَلَ
وَإِذْ يَرْفَعُ إِ
وَقَالُو
بِسْمِ
Bismi Allahi arrahmani arraheem
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
Alhamdu lillahi rabbi alAAalameen
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَع
Iyyaka naAAbudu wa-iyyaka nastaAAeen
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
ٱهْدِنَا
Ihdina assirata almustaqeem
Tunjukilah kami jalan yang lurus,1
صِر
Sirata allatheena anAAamta AAalayhim ghayri almaghdoobi AAalayhim wala addalleen
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.1
ذ
Thalika alkitabu larayba feehi hudan lilmuttaqeen
Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,1
ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِ
Allatheena yu/minoona bilghaybiwayuqeemoona assalata wamimma razaqnahumyunfiqoon
(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan1 sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,
وَ
Wallatheena yu/minoona bimaonzila ilayka wama onzila min qablika wabil-akhiratihum yooqinoon
dan mereka beriman kepada (Alquran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau,1 dan mereka yakin akan adanya akhirat.
أُ
Ola-ika AAala hudan minrabbihim waola-ika humu almuflihoon
Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
إِ
Inna allatheena kafaroo sawaonAAalayhim aanthartahum am lam tunthirhum layu/minoon
Sesungguhnya orang-orang kafir,1 sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
خَتَمَ
Khatama Allahu AAala quloobihimwaAAala samAAihim waAAala absarihim ghishawatunwalahum AAathabun AAatheem
Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka,1 penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.
وَمِنَ
Wamina annasi man yaqoolu amannabiAllahi wabilyawmi al-akhiri wamahum bimu/mineen
Dan di antara manusia ada yang berkata, "Kami beriman kepada Allah dan hari akhir," padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.
يُخَ
YukhadiAAoona Allaha wallatheenaamanoo wama yakhdaAAoona illa anfusahum wamayashAAuroon
Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
فِى قُلُوبِه
Fee quloobihim maradun fazadahumuAllahu maradan walahum AAathabun aleemun bimakanoo yakthiboon
Dalam hati mereka terdapat penyakit,1 lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُو
Wa-itha qeela lahum latufsidoo fee al-ardi qaloo innama nahnumuslihoon
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah berbuat kerusakan di bumi!"1 Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan."
أَل
Ala innahum humu almufsidoona walakinla yashAAuroon
Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُو
Wa-itha qeela lahum aminoo kamaamana annasu qaloo anu/minu kamaamana assufahao ala innahum humu assufahaowalakin la yaAAlamoon
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang lain yang telah beriman!" Mereka menjawab, "Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?" Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu.
وَإِذَا لَقُو
Wa-itha laqoo allatheena amanooqaloo amanna wa-itha khalaw ilashayateenihim qaloo inna maAAakum innamanahnu mustahzi-oon
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, "Kami telah beriman." Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, "Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok."
ٱللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِى طُغْيَ
Allahu yastahzi-o bihim wayamudduhumfee tughyanihim yaAAmahoon
Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
أُ
Ola-ika allatheena ishtarawooaddalalata bilhuda famarabihat tijaratuhum wama kanoomuhtadeen
Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk.
مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ
Mathaluhum kamathali allatheeistawqada naran falamma adaat ma hawlahuthahaba Allahu binoorihim watarakahum fee thulumatinla yubsiroon
Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
صُم
Summun bukmun AAumyun fahum layarjiAAoon
Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.
أَوْ كَصَيِّ
Aw kasayyibin mina assama-ifeehi thulumatun waraAAdun wabarqunyajAAaloona asabiAAahum fee athanihim mina assawaAAiqihathara almawti wallahu muheetunbilkafireen
Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.1
يَكَادُ
Yakadu albarqu yakhtafu absarahumkullama adaa lahum mashaw feehi wa-itha athlamaAAalayhim qamoo walaw shaa Allahu lathahababisamAAihim waabsarihim inna Allaha AAalakulli shay-in qadeer
Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
يَ
Ya ayyuha annasuoAAbudoo rabbakumu allathee khalaqakum wallatheenamin qablikum laAAallakum tattaqoon
Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.
ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ
Allathee jaAAala lakumu al-ardafirashan wassamaa binaan waanzalamina assama-i maan faakhraja bihi mina aththamaratirizqan lakum fala tajAAaloo lillahi andadanwaantum taAAlamoon
(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
وَإِ
Wa-in kuntum fee raybin mimma nazzalnaAAala AAabdina fa/too bisooratin min mithlihi wadAAooshuhadaakum min dooni Allahi in kuntum sadiqeen
Dan jika kamu meragukan (Alquran) yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
فَإ
Fa-in lam tafAAaloo walan tafAAaloo fattaqooannara allatee waqooduha annasuwalhijaratu oAAiddat lilkafireen
Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.
وَبَشِّرِ
Wabashshiri allatheena amanoowaAAamiloo assalihati anna lahum jannatintajree min tahtiha al-anharu kullamaruziqoo minha min thamaratin rizqan qaloo hathaallathee ruziqna min qablu waotoo bihi mutashabihanwalahum feeha azwajun mutahharatun wahumfeeha khalidoon
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu." Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.
۞ إِ
Inna Allaha la yastahyeean yadriba mathalan ma baAAoodatan famafawqaha faamma allatheena amanoofayaAAlamoona annahu alhaqqu min rabbihim waammaallatheena kafaroo fayaqooloona matha aradaAllahu bihatha mathalan yudillu bihikatheeran wayahdee bihi katheeran wama yudillu bihiilla alfasiqeen
Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, "Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?" Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat,1 dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik,2
ٱلَّذِينَ يَ
Allatheena yanqudoona AAahdaAllahi min baAAdi meethaqihi wayaqtaAAoona maamara Allahu bihi an yoosala wayufsidoona fee al-ardiola-ika humu alkhasiroon
(yaitu) orang–orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِ
Kayfa takfuroona billahiwakuntum amwatan faahyakum thumma yumeetukumthumma yuhyeekum thumma ilayhi turjaAAoon
Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
هُوَ
Huwa allathee khalaqa lakum mafee al-ardi jameeAAan thumma istawa ila assama-ifasawwahunna sabAAa samawatin wahuwa bikullishay-in AAaleem
Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untuk kalian kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَ
Wa-ith qala rabbuka lilmala-ikatiinnee jaAAilun fee al-ardi khaleefatan qalooatajAAalu feeha man yufsidu feeha wayasfiku addimaawanahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu lakaqala innee aAAlamu ma la taAAlamoon
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah1 di bumi". Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui."
وَعَلَّمَ ءَادَمَ
WaAAallama adama al-asmaakullaha thumma AAaradahum AAala almala-ikatifaqala anbi-oonee bi-asma-i haola-iin kuntum sadiqeen
Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, "Sebutkan kepada-Ku nama semua benda ini, jika kalian yang benar!"
قَالُو
Qaloo subhanaka laAAilma lana illa ma AAallamtanainnaka anta alAAaleemu alhakeem
Mereka menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana."
قَالَ يَ
Qala ya adamu anbi/humbi-asma-ihim falamma anbaahum bi-asma-ihim qalaalam aqul lakum innee aAAlamu ghayba assamawatiwal-ardi waaAAlamu ma tubdoona wamakuntum taktumoon
Dia (Allah) berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!" Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, "Bukankah telah Aku katakan kepada kalian, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan?"
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَ
Wa-ith qulna lilmala-ikatiosjudoo li-adama fasajadoo illa ibleesa abawastakbara wakana mina alkafireen
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis.1 Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.
وَقُلْنَا يَ
Waqulna ya adamu oskunanta wazawjuka aljannata wakula minha raghadan haythushi/tuma wala taqraba hathihi ashshajaratafatakoona mina aththalimeen
Dan Kami berfirman: "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada disana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini,1 nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!"2
فَأَزَلَّهُمَا
Faazallahuma ashshaytanuAAanha faakhrajahuma mimma kanafeehi waqulna ihbitoo baAAdukum libaAAdinAAaduwwun walakum fee al-ardi mustaqarrun wamataAAunila heen
Lalu setan menggelincirkan keduanya dari surga1 sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman,"Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kalian ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan."
فَتَلَقَّ
Fatalaqqa adamu min rabbihikalimatin fataba AAalayhi innahu huwa attawwabuarraheem
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat1 dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
قُلْنَا
Qulna ihbitoo minhajameeAAan fa-imma ya/tiyannakum minnee hudan faman tabiAAahudaya fala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoon
Kami berfirman, "Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati."
وَ
Wallatheena kafaroo wakaththaboobi-ayatina ola-ika as-habuannari hum feeha khalidoon
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
يَ
Ya banee isra-eela othkurooniAAmatiya allatee anAAamtu AAalaykum waawfoo biAAahdee oofibiAAahdikum wa-iyyaya farhaboon
Wahai Bani Israil!1 Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku,2 niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan takutlah kepada-Ku saja.
وَءَامِنُو
Waaminoo bima anzaltu musaddiqanlima maAAakum wala takoonoo awwala kafirinbihi wala tashtaroo bi-ayatee thamananqaleelan wa-iyyaya fattaqoon
Dan berimanlah kalian kepada apa (Alquran) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa (Taurat) yang ada pada kalian, dan janganlah kalian menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kalian jual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah, dan bertakwalah hanya kepada-Ku.
وَلَا تَلْبِسُو
Wala talbisoo alhaqqa bilbatiliwataktumoo alhaqqa waantum taAAlamoon
Dan janganlah kalian campuradukkan kebenaran dengan kebatilan1 dan (janganlah) kalian sembunyikan kebenaran, sedangkan kalian mengetahuinya.
وَأَقِيمُو
Waaqeemoo assalata waatooazzakata warkaAAoo maAAa arrakiAAeen
Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang yang rukuk.
۞ أَتَأْمُرُونَ
Ata/muroona annasa bilbirriwatansawna anfusakum waantum tatloona alkitaba afalataAAqiloon
Mengapa kalian menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kalian mengerti?
وَ
WastaAAeenoo bissabriwassalati wa-innaha lakabeeratunilla AAala alkhashiAAeen
Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
ٱلَّذِينَ يَظُ
Allatheena yathunnoonaannahum mulaqoo rabbihim waannahum ilayhi rajiAAoon
(yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
يَ
Ya banee isra-eela othkurooniAAmatiya allatee anAAamtu AAalaykum waannee faddaltukumAAala alAAalameen
Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah aku berikan kepadamu, dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu).
وَ
Wattaqoo yawman la tajzeenafsun AAan nafsin shay-an wala yuqbalu minha shafaAAatunwala yu/khathu minha AAadlun wala humyunsaroon
Dan takutlah kamu pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikit pun. Sedangkan syafaat1 dan tebusan apa pun darinya tidak diterima dan mereka tidak akan ditolong.
وَإِذْ نَجَّيْنَ
Wa-ith najjaynakum min alifirAAawna yasoomoonakum soo-a alAAathabi yuthabbihoonaabnaakum wayastahyoona nisaakum wafee thalikumbalaon min rabbikum AAatheem
Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun.1 Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.
وَإِذْ فَرَ
Wa-ith faraqna bikumu albahrafaanjaynakum waaghraqna ala firAAawnawaantum tanthuroon
Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun sedang kamu menyaksikan.
وَإِذْ و
Wa-ith waAAadna moosaarbaAAeena laylatan thumma ittakhathtumu alAAijla minbaAAdihi waantum thalimoon
Dan (ingatlah) ketika Kami menjanjikan kepada Musa empat puluh malam.1 Kemudian kamu (Bani Israil) menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian)nya, dan kamu (menjadi) orang yang zalim.
ثُ
Thumma AAafawna AAankum min baAAdi thalikalaAAallakum tashkuroon
Kemudian Kami memaafkan kamu setelah itu, agar kamu bersyukur.
وَإِذْ ءَاتَيْنَا مُوسَى
Wa-ith atayna moosaalkitaba walfurqana laAAallakum tahtadoon
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan kepada Musa Kitab dan Furqan, agar kamu memperoleh petunjuk.1
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِه
Wa-ith qala moosaliqawmihi ya qawmi innakum thalamtumanfusakum bittikhathikumu alAAijla fatooboo ilabari-ikum faqtuloo anfusakum thalikumkhayrun lakum AAinda bari-ikum fataba AAalaykuminnahu huwa attawwabu arraheem
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu.1 Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sungguh, Dialah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
وَإِذْ قُلْتُمْ يَ
Wa-ith qultum ya moosalan nu/mina laka hatta nara Allahajahratan faakhathatkumu assaAAiqatu waantumtanthuroon
Dan (ingatlah) ketika kamu berkata, "Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas," maka halilintar menyambarmu, sedang kamu menyaksikannya.
ثُ
Thumma baAAathnakum min baAAdimawtikum laAAallakum tashkuroon
Kemudian, Kami membangkitkan kamu setelah kamu mati, agar kamu bersyukur.
وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ
Wathallalna AAalaykumualghamama waanzalna AAalaykumu almanna wassalwakuloo min tayyibati ma razaqnakum wamathalamoona walakin kanooanfusahum yathlimoon
Dan Kami menaungi kamu dengan awan, dan Kami menurunkan kepadamu manna dan salwa.1 Makanlah (makanan) yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu. Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.
وَإِذْ قُلْنَا
Wa-ith qulna odkhuloo hathihialqaryata fakuloo minha haythu shi/tum raghadan wadkhulooalbaba sujjadan waqooloo hittatun naghfirlakum khatayakum wasanazeedu almuhsineen
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman, "Masuklah kamu ke negeri ini (Baitulmaqdis), maka makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, dan katakanlah, "Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami)," niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan Kami akan menambah (karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan."
فَبَدَّلَ
Fabaddala allatheena thalamooqawlan ghayra allathee qeela lahum faanzalna AAalaallatheena thalamoo rijzan mina assama-ibima kanoo yafsuqoon
Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik.
۞ وَإِذِ
Wa-ithi istasqa moosaliqawmihi faqulna idrib biAAasaka alhajarafanfajarat minhu ithnata AAashrata AAaynan qadAAalima kullu onasin mashrabahum kuloo washraboomin rizqi Allahi wala taAAthaw fee al-ardimufsideen
Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka memacarlah darinya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing).1 Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.
وَإِذْ قُلْتُمْ يَ
Wa-ith qultum ya moosalan nasbira AAala taAAamin wahidinfadAAu lana rabbaka yukhrij lana mimmatunbitu al-ardu min baqliha waqiththa-ihawafoomiha waAAadasiha wabasaliha qalaatastabdiloona allathee huwa adna billatheehuwa khayrun ihbitoo misran fa-inna lakum masaaltum waduribat AAalayhimu aththillatu walmaskanatuwabaoo bighadabin mina Allahi thalikabi-annahum kanoo yakfuroona bi-ayati Allahiwayaqtuloona annabiyyeena bighayri alhaqqi thalikabima AAasaw wakanoo yaAAtadoon
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, "Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah." Dia (Musa) menjawab, "Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta." Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.
إِ
Inna allatheena amanoo wallatheenahadoo wannasara wassabi-eenaman amana biAllahi walyawmi al-akhiriwaAAamila salihan falahum ajruhum AAinda rabbihimwala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoon
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang ṣābiīn,1 siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَ
Wa-ith akhathna meethaqakumwarafaAAna fawqakumu attoora khuthooma ataynakum biquwwatin wathkurooma feehi laAAallakum tattaqoon
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), "Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa."
ثُ
Thumma tawallaytum min baAAdi thalikafalawla fadlu Allahi AAalaykum warahmatuhulakuntum mina alkhasireen
Kemudian setelah itu kamu berpaling. Maka sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi.
وَلَقَ
Walaqad AAalimtumu allatheenaiAAtadaw minkum fee assabti faqulna lahum koonooqiradatan khasi-een
Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat,1 lalu Kami katakan kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina!"2
فَجَعَلْنَ
FajaAAalnaha nakalanlima bayna yadayha wama khalfahawamawAAithatan lilmuttaqeen
Maka Kami jadikan (yang demikian) itu peringatan bagi orang-orang pada masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِه
Wa-ith qala moosaliqawmihi inna Allaha ya/murukum an tathbahoobaqaratan qaloo atattakhithuna huzuwan qalaaAAoothu biAllahi an akoona mina aljahileen
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina." Mereka bertanya, "Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?" 1 Dia (Musa) menjawab, "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi orang-orang yang bodoh."
قَالُو
Qaloo odAAu lana rabbakayubayyin lana ma hiya qala innahu yaqooluinnaha baqaratun la faridun walabikrun AAawanun bayna thalika fafAAaloo matu/maroon
Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu." Dia (Musa) menjawab, "Dia (Allah) berfirman, bahwa sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu!"
قَالُو
Qaloo odAAu lana rabbakayubayyin lana ma lawnuha qala innahuyaqoolu innaha baqaratun safrao faqiAAunlawnuha tasurru annathireen
Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya." Dia (Musa) menjawab, "Dia Allah berfirman, bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning cerah warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya)."
قَالُو
Qaloo odAAu lana rabbakayubayyin lana ma hiya inna albaqara tashabahaAAalayna wa-inna in shaa Allahulamuhtadoon
Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu. (Karena) sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami, dan jika Allah menghendaki, niscaya kami mendapat petunjuk."
قَالَ إِ
Qala innahu yaqoolu innahabaqaratun la thaloolun tutheeru al-arda walatasqee alhartha musallamatun la shiyata feehaqaloo al-ana ji/ta bilhaqqi fathabahoohawama kadoo yafAAaloon
Dia (Musa) menjawab, "Dia (Allah) berfirman, (sapi) itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat, dan tidak belang." Mereka berkata, "Sekarang barulah engkau menerangkan (hal) yang sebenarnya." Lalu mereka menyembelihnya, dan nyaris mereka tidak melaksanakan (perintah) itu.
وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْ
Wa-ith qataltum nafsan faddara/tumfeeha wallahu mukhrijun ma kuntumtaktumoon
Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang, lalu kamu tuduh-menuduh tentang itu. Tetapi Allah menyingkapkan apa yang kamu sembunyikan.
فَقُلْنَا
Faqulna idriboohu bibaAAdihakathalika yuhyee Allahu almawtawayureekum ayatihi laAAallakum taAAqiloon
Lalu Kami berfirman, "Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu!" Demikianlah Allah menghidupkan (orang) yang telah mati, dan Dia memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti.
ثُ
Thumma qasat quloobukum min baAAdi thalikafahiya kalhijarati aw ashaddu qaswatanwa-inna mina alhijarati lama yatafajjaruminhu al-anharu wa-inna minha lamayashshaqqaqu fayakhruju minhu almao wa-inna minhalama yahbitu min khashyati Allahi wamaAllahu bighafilin AAamma taAAmaloon
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar darinya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air darinya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
۞ أَفَتَ
AfatatmaAAoona an yu/minoo lakumwaqad kana fareequn minhum yasmaAAoona kalama Allahithumma yuharrifoonahu min baAAdi ma AAaqaloohuwahum yaAAlamoon
Maka apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya? 1
وَإِذَا لَقُو
Wa-itha laqoo allatheena amanooqaloo amanna wa-itha khalabaAAduhum ila baAAdin qaloo atuhaddithoonahumbima fataha Allahu AAalaykum liyuhajjookumbihi AAinda rabbikum afala taAAqiloon
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, "Kami telah beriman." Tetapi apabila kembali kepada sesamanya, mereka bertanya, "Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu? Tidakkah kamu mengerti?" 1
أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَ
Awa la yaAAlamoona anna AllahayaAAlamu ma yusirroona wama yuAAlinoon
Dan tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan?
وَمِنْهُمْ أُ
Waminhum ommiyyoona la yaAAlamoonaalkitaba illa amaniyya wa-in hum illayathunnoon
Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga.
فَوَيْ
Fawaylun lillatheena yaktuboona alkitababi-aydeehim thumma yaqooloona hatha min AAindi Allahiliyashtaroo bihi thamanan qaleelan fawaylun lahum mimmakatabat aydeehim wawaylun lahum mimma yaksiboon
Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri), kemudian berkata, "Ini dari Allah," (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka, karena tulisan tangan mereka, dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.1
وَقَالُو
Waqaloo lan tamassana annaruilla ayyaman maAAdoodatan qul attakhathtumAAinda Allahi AAahdan falan yukhlifa AllahuAAahdahu am taqooloona AAala Allahi ma lataAAlamoon
Dan mereka berkata, "Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja." Katakanlah, "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah, sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah, sesuatu yang tidak kamu ketahui?"
بَلَىٰ مَ
Bala man kasaba sayyi-atan waahatatbihi khatee-atuhu faola-ika as-habu annarihum feeha khalidoon
Tidaklah demikian! Barang siapa berbuat keburukan dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
وَ
Wallatheena amanoowaAAamiloo assalihati ola-ika as-habualjannati hum feeha khalidoon
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَ
Wa-ith akhathna meethaqabanee isra-eela la taAAbudoona illa Allahawabilwalidayni ihsanan watheealqurba walyatama walmasakeeniwaqooloo linnasi husnan waaqeemoo assalatawaatoo azzakata thumma tawallaytum illaqaleelan minkum waantum muAAridoon
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, "Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakan salat dan tunaikanlah zakat." Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَ
Wa-ith akhathna meethaqakumla tasfikoona dimaakum wala tukhrijoonaanfusakum min diyarikum thumma aqrartum waantum tashhadoon
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu, "Janganlah kamu menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan mengusir dirimu (saudara sebangsamu) dari kampung halamanmu." kemudian kamu berikrar dan bersaksi.
ثُ
Thumma antum haola-itaqtuloona anfusakum watukhrijoona fareeqan minkum min diyarihimtathaharoona AAalayhim bil-ithmi walAAudwaniwa-in ya/tookum osara tufadoohum wahuwa muharramunAAalaykum ikhrajuhum afatu/minoona bibaAAdi alkitabiwatakfuroona bibaAAdin fama jazao manyafAAalu thalika minkum illa khizyun fee alhayatiaddunya wayawma alqiyamati yuraddoona ilaashaddi alAAathabi wama Allahu bighafilinAAamma taAAmaloon
Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu), dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.1
أُ
Ola-ika allatheena ishtarawooalhayata addunya bil-akhiratifala yukhaffafu AAanhumu alAAathabu wala humyunsaroon
Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong.
وَلَقَ
Walaqad atayna moosaalkitaba waqaffayna min baAAdihi birrusuliwaatayna AAeesa ibna maryama albayyinatiwaayyadnahu biroohi alqudusi afakullama jaakumrasoolun bima la tahwa anfusukumuistakbartum fafareeqan kaththabtum wafareeqan taqtuloon
Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami susulkan setelahnya dengan Rasul-rasul, dan kami telah berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran serta Kami perkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril). Mengapa setiap Rasul yang datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri, lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh?
وَقَالُو
Waqaloo quloobuna ghulfun ballaAAanahumu Allahu bikufrihim faqaleelan mayu/minoon
Dan mereka berkata, "Hati kami tertutup." Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.
وَلَ
Walamma jaahum kitabunmin AAindi Allahi musaddiqun lima maAAahumwakanoo min qablu yastaftihoona AAala allatheenakafaroo falamma jaahum ma AAarafoo kafaroobihi falaAAnatu Allahi AAala alkafireen
Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Alquran) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka1 sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.
بِئْسَمَا
Bi/sama ishtaraw bihi anfusahum anyakfuroo bima anzala Allahu baghyan an yunazzilaAllahu min fadlihi AAala man yashaomin AAibadihi fabaoo bighadabin AAalaghadabin walilkafireena AAathabun muheen
Sangatlah buruk (perbuatan) mereka menjual dirinya, dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah karena dengki, bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.1 Karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan.2 Dan kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُو
Wa-itha qeela lahum aminoo bimaanzala Allahu qaloo nu/minu bima onzilaAAalayna wayakfuroona bima waraahu wahuwa alhaqqumusaddiqan lima maAAahum qul falima taqtuloonaanbiyaa Allahi min qablu in kuntum mu/mineen
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah (Alquran)," mereka menjawab, "Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami."Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Alquran) itu adalah hak yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Muhammad), "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman?"
۞ وَلَقَ
Walaqad jaakum moosa bilbayyinatithumma ittakhathtumu alAAijla min baAAdihi waantum thalimoon
Dan sungguh, Musa telah datang kepadamu dengan bukti-bukti kebenaran, kemudian kamu mengambil (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian) nya, dan kamu (menjadi) orang-orang zalim.
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَ
Wa-ith akhathna meethaqakumwarafaAAna fawqakumu attoora khuthooma ataynakum biquwwatin wasmaAAoo qaloosamiAAna waAAasayna waoshriboo feequloobihimu alAAijla bikufrihim qul bi/sama ya/murukumbihi eemanukum in kuntum mu/mineen
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), "Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab, "Kami mendengarkan tetapi kami tidak menaati." Dan diresapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekafiran mereka. Katakanlah, "Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh kepercayaanmu kepadamu jika kamu orang-orang beriman!"
قُلْ إِ
Qul in kanat lakumu addarual-akhiratu AAinda Allahi khalisatanmin dooni annasi fatamannawoo almawta in kuntum sadiqeen
Katakanlah (Muhammad), "Jika negeri akhirat di sisi Allah, khusus untukmu saja bukan untuk orang lain, maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar."
وَل
Walan yatamannawhu abadan bimaqaddamat aydeehim wallahu AAaleemun biaththalimeen
Tetapi mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali, karena dosa-dosa yang telah dilakukan tangan-tangan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.
وَلَتَجِدَ
Walatajidannahum ahrasa annasiAAala hayatin wamina allatheenaashrakoo yawaddu ahaduhum law yuAAammaru alfa sanatin wamahuwa bimuzahzihihi mina alAAathabi anyuAAammara wallahu baseerun bimayaAAmaloon
Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik.1 Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan.
قُلْ مَ
Qul man kana AAaduwwan lijibreelafa-innahu nazzalahu AAala qalbika bi-ithni Allahimusaddiqan lima bayna yadayhi wahudan wabushralilmu/mineen
Katakanlah (Muhammad), "Barang siapa menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Alquran) ke dalam hatimu dengan izin Allah membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman."
مَ
Man kana AAaduwwan lillahiwamala-ikatihi warusulihi wajibreela wameekalafa-inna Allaha AAaduwwun lilkafireen
Barang siapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.
وَلَقَ
Walaqad anzalna ilayka ayatinbayyinatin wama yakfuru biha illa alfasiqoon
Dan sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kepadamu (Muhammad), dan tidaklah ada yang mengingkarinya selain orang-orang fasik.
أَوَكُلَّمَا عَ
Awa kullama AAahadoo AAahdannabathahu fareequn minhum bal aktharuhum layu/minoon
Dan mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Sedangkan sebagian besar mereka tidak beriman.
وَلَ
Walamma jaahum rasoolun minAAindi Allahi musaddiqun lima maAAahum nabathafareequn mina allatheena ootoo alkitaba kitabaAllahi waraa thuhoorihim kaannahum layaAAlamoon
Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke belakang (punggung), seakan-akan mereka tidak tahu.
وَ
WattabaAAoo ma tatloo ashshayateenuAAala mulki sulaymana wama kafara sulaymanuwalakinna ashshayateena kafarooyuAAallimoona annasa assihra wamaonzila AAala almalakayni bibabila harootawamaroota wama yuAAallimani min ahadinhatta yaqoola innama nahnufitnatun fala takfur fayataAAallamoona minhuma mayufarriqoona bihi bayna almar-i wazawjihi wama hum bidarreenabihi min ahadin illa bi-ithni AllahiwayataAAallamoona ma yadurruhum walayanfaAAuhum walaqad AAalimoo lamani ishtarahu malahu fee al-akhirati min khalaqin walabi/sa masharaw bihi anfusahum law kanoo yaAAlamoon
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir!" Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan isterinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.
وَلَوْ أَ
Walaw annahum amanoo wattaqawlamathoobatun min AAindi Allahi khayrun law kanooyaAAlamoon
Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola taqooloo raAAina waqooloo onthurnawasmaAAoo walilkafireena AAathabun aleem
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, Rā'inā,1 tetapi katakanlah, "Unẓurnā," dan "dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.
مَّا يَوَدُّ
Ma yawaddu allatheena kafaroomin ahli alkitabi wala almushrikeena an yunazzalaAAalaykum min khayrin min rabbikum wallahu yakhtassubirahmatihi man yashao wallahu thooalfadli alAAatheem
Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.
۞ مَا نَ
Ma nansakh min ayatin awnunsiha na/ti bikhayrin minha aw mithlihaalam taAAlam anna Allaha AAala kulli shay-in qadeer
Ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu?
أَلَمْ تَعْلَمْ أَ
Alam taAAlam anna Allaha lahu mulkuassamawati wal-ardi wamalakum min dooni Allahi min waliyyin wala naseer
Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki kerajaan langit dan bumi? Dan tidak ada bagimu pelindung dan penolong selain Allah.
أَمْ تُرِيدُونَ أَ
Am tureedoona an tas-aloo rasoolakum kamasu-ila moosa min qablu waman yatabaddali alkufra bil-eemanifaqad dalla sawaa assabeel
Ataukah kamu hendak meminta kepada Rasulmu (Muhammad) seperti halnya Musa (pernah) diminta (Bani Israil) dahulu? Barang siapa mengganti iman dengan kekafiran, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
وَدَّ كَثِي
Wadda katheerun min ahli alkitabilaw yaruddoonakum min baAAdi eemanikum kuffaran hasadanmin AAindi anfusihim min baAAdi ma tabayyana lahumu alhaqqufaAAfoo wasfahoo hattaya/tiya Allahu bi-amrihi inna Allaha AAalakulli shay-in qadeer
Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
وَأَقِيمُو
Waaqeemoo assalata waatooazzakata wama tuqaddimoo li-anfusikum minkhayrin tajidoohu AAinda Allahi inna Allaha bimataAAmaloona baseer
Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَقَالُو
Waqaloo lan yadkhula aljannata illaman kana hoodan aw nasara tilka amaniyyuhumqul hatoo burhanakum in kuntum sadiqeen
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, "Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani."1 Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, "Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar."
بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَ
Bala man aslama wajhahu lillahiwahuwa muhsinun falahu ajruhu AAinda rabbihi walakhawfun AAalayhim wala hum yahzanoon
Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
وَقَالَتِ
Waqalati alyahoodu laysati annasaraAAala shay-in waqalati annasaralaysati alyahoodu AAala shay-in wahum yatloona alkitabakathalika qala allatheena layaAAlamoona mithla qawlihim fallahu yahkumubaynahum yawma alqiyamati feema kanoo feehiyakhtalifoon
Dan orang Yahudi berkata, "Orang Nasrani itu tidak memiliki sesuatu (pegangan)," dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, "Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan)," padahal mereka membaca Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu, berkata seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang mereka perselisihkan.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِ
Waman athlamu mimman manaAAamasajida Allahi an yuthkara feehaismuhu wasaAAa fee kharabiha ola-ikama kana lahum an yadkhulooha illa kha-ifeenalahum fee addunya khizyun walahum fee al-akhiratiAAathabun AAatheem
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.
وَلِلَّهِ
Walillahi almashriqu walmaghribufaaynama tuwalloo fathamma wajhu Allahi inna AllahawasiAAun AAaleem
Dan milik Allah timur dan barat. Ke manapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
وَقَالُو
Waqaloo itakhatha Allahuwaladan subhanahu bal lahu ma fee assamawatiwal-ardi kullun lahu qanitoon
Dan mereka berkata, "Allah mempunyai anak." Mahasuci Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya.
بَدِيعُ
BadeeAAu assamawatiwal-ardi wa-itha qada amran fa-innamayaqoolu lahu kun fayakoon
(Allah) Pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
وَقَالَ
Waqala allatheena layaAAlamoona lawla yukallimuna Allahu awta/teena ayatun kathalika qala allatheenamin qablihim mithla qawlihim tashabahat quloobuhum qadbayyanna al-ayati liqawmin yooqinoon
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, "Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaan-Nya) kepada kita?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang yakin.
إِ
Inna arsalnaka bilhaqqibasheeran wanatheeran wala tus-alu Aaan as-habialjaheem
Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggung jawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.
وَلَ
Walan tarda AAanka alyahoodu walaannasara hatta tattabiAAamillatahum qul inna huda Allahi huwa alhudawala-ini ittabaAAta ahwaahum baAAda allathee jaakamina alAAilmi ma laka mina Allahi min waliyyin walanaseer
Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)." Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.
ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَ
Allatheena ataynahumualkitaba yatloonahu haqqa tilawatihi ola-ikayu/minoona bihi waman yakfur bihi faola-ika humu alkhasiroon
Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barang siapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.
يَ
Ya banee isra-eela othkurooniAAmatiya allatee anAAamtu AAalaykum waannee faddaltukumAAala alAAalameen
Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu).
وَ
Wattaqoo yawman la tajzeenafsun AAan nafsin shay-an wala yuqbalu minhaAAadlun wala tanfaAAuha shafaAAatun walahum yunsaroon
Dan takutlah kamu pada hari, (ketika) tidak seorangpun dapat menggantikan (membela) orang lain sedikit pun, tebusan tidak diterima, bantuan tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong.
۞ وَإِذِ
Wa-ithi ibtala ibraheemarabbuhu bikalimatin faatammahunna qala innee jaAAilukalinnasi imaman qala wamin thurriyyateeqala la yanalu AAahdee aththalimeen
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, "Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia." Dia (Ibrahim) berkata, "Dan (juga) dari anak cucuku?" Allah berfirman, "(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim."
وَإِذْ جَعَلْنَا
Wa-ith jaAAalna albayta mathabatanlinnasi waamnan wattakhithoo minmaqami ibraheema musallan waAAahidnaila ibraheema wa-ismaAAeela an tahhirabaytiya litta-ifeena walAAakifeenawarrukkaAAi assujood
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim 1 itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!"
وَإِذْ قَالَ إِ
Wa-ith qala ibraheemurabbi ijAAal hatha baladan aminan warzuqahlahu mina aththamarati man amana minhumbillahi walyawmi al-akhiri qalawaman kafara faomattiAAuhu qaleelan thumma adtarruhu ilaAAathabi annari wabi/sa almaseer
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, "Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian," Dia (Allah) berfirman, "Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."
وَإِذْ يَرْفَعُ إِ
Wa-ith yarfaAAu ibraheemualqawaAAida mina albayti wa-ismaAAeelu rabbanataqabbal minna innaka anta assameeAAu alAAaleem
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui".
رَبَّنَا وَ
Rabbana wajAAalnamuslimayni laka wamin thurriyyatina ommatanmuslimatan laka waarina manasikana watubAAalayna innaka anta attawwabu arraheem
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan (ibadah) haji kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
رَبَّنَا وَ
Rabbana wabAAath feehimrasoolan minhum yatloo AAalayhim ayatikawayuAAallimuhumu alkitaba walhikmatawayuzakkeehim innaka anta alAAazeezu alhakeem
Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَم
Waman yarghabu AAan millati ibraheemailla man safiha nafsahu walaqadi istafaynahufee addunya wa-innahu fee al-akhiratilamina assaliheen
Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh, Kami telah memilihnya (Ibrahim) di dunia ini. Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang yang saleh.
إِذْ قَالَ لَهُ
Ith qala lahu rabbuhu aslim qalaaslamtu lirabbi alAAalameen
(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), "Berserah dirilah!" Dia menjawab, "Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam."
وَوَصَّىٰ بِه
Wawassa biha ibraheemubaneehi wayaAAqoobu ya baniyya inna Allaha istafalakumu addeena fala tamootunna illa waantummuslimoon
Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. "Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
أَمْ كُ
Am kuntum shuhadaa ith hadarayaAAqooba almawtu ith qala libaneehi mataAAbudoona min baAAdee qaloo naAAbudu ilahakawa-ilaha aba-ika ibraheema wa-ismaAAeelawa-ishaqa ilahan wahidan wanahnu lahumuslimoon
Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Mahaesa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya."
تِلْكَ أُ
Tilka ommatun qad khalat laha makasabat walakum ma kasabtum wala tus-aloona AAammakano yaAAmaloon
Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.
وَقَالُو
Waqaloo koonoo hoodan aw nasaratahtadoo qul bal millata ibraheema haneefan wamakana mina almushrikeen
Dan mereka berkata, "Jadilah kamu (penganut) Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk." Katakanlah, "(Tidak!) Tetapi (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia termasuk golongan orang yang mempersekutukan Tuhan."
قُول
Qooloo amanna billahiwama onzila ilayna wama onzila ilaibraheema wa-ismaAAeela wa-ishaqawayaAAqooba wal-asbati wama ootiya moosawaAAeesa wama ootiya annabiyyoona minrabbihim la nufarriqu bayna ahadin minhum wanahnulahu muslimoon
Katakanlah, "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami berserah diri kepada-Nya."
فَإِنْ ءَامَنُو
Fa-in amanoo bimithli ma amantumbihi faqadi ihtadaw wa-in tawallaw fa-innama hum fee shiqaqinfasayakfeekahumu Allahu wahuwa assameeAAualAAaleem
Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu), maka Allah mencukupkan engkau (Muhammad) terhadap mereka (dengan pertolongan-Nya). Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
صِ
Sibghata Allahi waman ahsanumina Allahi sibghatan wanahnu lahu AAabidoon
"Ṣibgah Allah"1 Siapa yang lebih baik ṣibgah-nya daripada Allah? Dan kepada-Nya kami menyembah.
قُلْ أَتُح
Qul atuhajjoonana fee Allahiwahuwa rabbuna warabbukum walana aAAmalunawalakum aAAmalukum wanahnu lahu mukhlisoon
Katakanlah (Muhammad), "Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu, dan hanya kepada-Nya kami dengan tulus mengabdikan diri.
أَمْ تَقُولُونَ إِ
Am taqooloona inna ibraheema wa-ismaAAeelawa-ishaqa wayaAAqooba wal-asbata kanoohoodan aw nasara qul aantum aAAlamu ami Allahuwaman athlamu mimman katama shahadatanAAindahu mina Allahi wama Allahu bighafilinAAamma taAAmaloon
Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya adalah penganut Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, "Kamukah yang lebih tahu atau Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah1 yang ada padanya?" Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
تِلْكَ أُ
Tilka ommatun qad khalat laha makasabat walakum ma kasabtum wala tus-aloona AAammakanoo yaAAmaloon
Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.