۞ سَيَقُولُ
ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَ
وَلَا تَقُولُو
إِ
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ
۞ لَّيْسَ
فَمَنْ خَافَ م
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ
وَ
ٱلْحَجُّ أَشْهُ
۞ وَ
سَلْ بَن
كُتِبَ عَلَيْكُمُ
فِى
لَّا يُؤَاخِذُكُمُ
وَإِذَا طَلَّ
وَ
حَ
أَلَمْ تَرَ إِلَى
فَلَ
۞ سَيَقُولُ
Sayaqoolu assufahao mina annasima wallahum AAan qiblatihimu allatee kanooAAalayha qul lillahi almashriqu walmaghribuyahdee man yashao ila siratinmustaqeem
Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata, "Apakah yang memalingkan mereka (muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?" Katakanlah (Muhammad), "Milik Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus."
وَكَذ
Wakathalika jaAAalnakumommatan wasatan litakoonoo shuhadaa AAala annasiwayakoona arrasoolu AAalaykum shaheedan wamajaAAalna alqiblata allatee kunta AAalayha illalinaAAlama man yattabiAAu arrasoola mimman yanqalibu AAalaAAaqibayhi wa-in kanat lakabeeratan illa AAalaallatheena hada Allahu wama kanaAllahu liyudeeAAa eemanakum inna Allahabinnasi laraoofun raheem
Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) "umat pertengahan"1 agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.
قَ
Qad nara taqalluba wajhika fee assama-ifalanuwalliyannaka qiblatan tardaha fawalli wajhakashatra almasjidi alharami wahaythu makuntum fawalloo wujoohakum shatrahu wa-inna allatheenaootoo alkitaba layaAAlamoona annahu alhaqqu minrabbihim wama Allahu bighafilin AAammayaAAmaloon
Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
وَلَئِنْ أَتَيْتَ
Wala-in atayta allatheena ootooalkitaba bikulli ayatin ma tabiAAooqiblataka wama anta bitabiAAin qiblatahum wamabaAAduhum bitabiAAin qiblata baAAdinwala-ini ittabaAAta ahwaahum min baAAdi ma jaakamina alAAilmi innaka ithan lamina aththalimeen
Dan walaupun engkau (Muhammad) memberikan semua ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim.
ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَ
Allatheena ataynahumualkitaba yaAArifoonahu kama yaAArifoona abnaahumwa-inna fareeqan minhum layaktumoona alhaqqa wahumyaAAlamoon
Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad)1 seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya).
ٱلْحَقُّ م
Alhaqqu min rabbika falatakoonanna mina almumtareen
Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.
وَلِكُ
Walikullin wijhatun huwa muwalleehafastabiqoo alkhayrati aynama takoonoo ya/tibikumu Allahu jameeAAan inna Allaha AAalakulli shay-in qadeer
Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
وَمِنْ حَيْثُ خَرَ
Wamin haythu kharajta fawalliwajhaka shatra almasjidi alharami wa-innahulalhaqqu min rabbika wama Allahu bighafilinAAamma taAAmaloon
Dan dari mana pun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
وَمِنْ حَيْثُ خَرَ
Wamin haythu kharajta fawalliwajhaka shatra almasjidi alharami wahaythuma kuntum fawalloo wujoohakum shatrahu li-allayakoona linnasi AAalaykum hujjatun illaallatheena thalamoo minhum falatakhshawhum wakhshawnee wali-otimma niAAmatee AAalaykumwalaAAallakum tahtadoon
Dan dari mana pun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.
كَم
Kama arsalna feekum rasoolanminkum yatloo AAalaykum ayatinawayuzakkeekum wayuAAallimukumu alkitaba walhikmatawayuAAallimukum ma lam takoonoo taAAlamoon
Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Kitab (Alquran) dan Hikmah (Sunah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.
فَ
Fathkuroonee athkurkumwashkuroo lee wala takfuroon
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu.1 Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooistaAAeenoo bissabri wassalatiinna Allaha maAAa assabireen
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.
وَلَا تَقُولُو
Wala taqooloo liman yuqtalu feesabeeli Allahi amwatun bal ahyaon walakinla tashAAuroon
Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, 1 tetapi kamu tidak menyadarinya.
وَلَنَ
Walanabluwannakum bishay-in mina alkhawfiwaljooAAi wanaqsin mina al-amwali wal-anfusiwaththamarati wabashshiri assabireen
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,
ٱلَّذِينَ إِذ
Allatheena itha asabat-hummuseebatun qaloo inna lillahi wa-innailayhi rajiAAoon
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" 1 (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
أُ
Ola-ika AAalayhim salawatunmin rabbihim warahmatun waola-ika humu almuhtadoon
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
۞ إِ
Inna assafa walmarwatamin shaAAa-iri Allahi faman hajja albaytaawi iAAtamara fala junaha AAalayhi an yattawwafabihima waman tatawwaAAa khayran fa-inna Allahashakirun AAaleem
Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah.1 Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai2 antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, 3 Maha Mengetahui.
إِ
Inna allatheena yaktumoona maanzalna mina albayyinati walhuda minbaAAdi ma bayyannahu linnasi feealkitabi ola-ika yalAAanuhumu AllahuwayalAAanuhumu allaAAinoon
Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Alquran), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh orang-orang yang melaknat,
إِلَّا
Illa allatheena taboowaaslahoo wabayyanoo faola-ika atoobuAAalayhim waana attawwabu arraheem
kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya),1 mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
إِ
Inna allatheena kafaroo wamatoowahum kuffarun ola-ika AAalayhim laAAnatu Allahiwalmala-ikati wannasi ajmaAAeen
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya,
خَ
Khalideena feeha layukhaffafu AAanhumu alAAathabu wala hum yuntharoon
mereka kekal di dalamnya (laknat), tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan.
وَإِلَ
Wa-ilahukum ilahun wahidunla ilaha illa huwa arrahmanuarraheem
Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
إِ
Inna fee khalqi assamawatiwal-ardi wakhtilafi allayli wannahariwalfulki allatee tajree fee albahri bimayanfaAAu annasa wama anzala Allahumina assama-i min ma-in faahyabihi al-arda baAAda mawtiha wabaththa feehamin kulli dabbatin watasreefi arriyahiwassahabi almusakhkhari bayna assama-iwal-ardi laayatin liqawminyaAAqiloon
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.
وَمِنَ
Wamina annasi man yattakhithumin dooni Allahi andadan yuhibboonahum kahubbiAllahi wallatheena amanoo ashaddu hubbanlillahi walaw yara allatheena thalamooith yarawna alAAathaba anna alquwwata lillahijameeAAan waanna Allaha shadeedu alAAathab
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu1 melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).
إِذْ تَبَرَّأَ
Ith tabarraa allatheenaittubiAAoo mina allatheena ittabaAAoo waraawoo alAAathabawataqattaAAat bihimu al-asbab
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.
وَقَالَ
Waqala allatheena ittabaAAoolaw anna lana karratan fanatabarraa minhum kamatabarraoo minna kathalika yureehimu AllahuaAAmalahum hasaratin AAalayhim wamahum bikharijeena mina annar
Dan orang-orang yang mengikuti berkata, "Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka perbuatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan ke luar dari api neraka.
يَ
Ya ayyuha annasukuloo mimma fee al-ardi halalan tayyibanwala tattabiAAoo khutuwati ashshaytaniinnahu lakum AAaduwwun mubeen
Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
إِ
Innama ya/murukum bissoo-iwalfahsha-i waan taqooloo AAala Allahima la taAAlamoon
Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ
Wa-itha qeela lahumu ittabiAAoo maanzala Allahu qaloo bal nattabiAAu ma alfaynaAAalayhi abaana awa law kana abaohumla yaAAqiloona shay-an wala yahtadoon
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab, "(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya)." Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk.
وَمَثَلُ
Wamathalu allatheena kafarookamathali allathee yanAAiqu bima la yasmaAAuilla duAAaan wanidaan summun bukmunAAumyun fahum la yaAAqiloon
Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanookuloo min tayyibati ma razaqnakum washkuroolillahi in kuntum iyyahu taAAbudoon
Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
إِ
Innama harrama AAalaykumualmaytata waddama walahma alkhinzeeri wamaohilla bihi lighayri Allahi famani idturra ghayra baghinwala AAadin fala ithma AAalayhi inna Allahaghafoorun raheem
Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barang siapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
إِ
Inna allatheena yaktumoona maanzala Allahu mina alkitabi wayashtaroona bihithamanan qaleelan ola-ika ma ya/kuloona fee butoonihimilla annara wala yukallimuhumu Allahuyawma alqiyamati wala yuzakkeehim walahum AAathabunaleem
Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab, dan menjualnya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya,1 dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
أُ
Ola-ika allatheena ishtarawooaddalalata bilhuda walAAathababilmaghfirati fama asbarahum AAala annar
Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!
ذ
Thalika bi-anna Allahanazzala alkitaba bilhaqqi wa-inna allatheenaikhtalafoo fee alkitabi lafee shiqaqin baAAeed
Yang demikian itu karena Allah telah menurunkan Kitab (Alquran) dengan (membawa) kebenaran, dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (kebenaran) Kitab itu, mereka dalam perpecahan yang parah.
۞ لَّيْسَ
Laysa albirra an tuwalloo wujoohakum qibalaalmashriqi walmaghribi walakinna albirra man amanabillahi walyawmi al-akhiri walmala-ikatiwalkitabi wannabiyyeena waataalmala AAala hubbihi thawee alqurbawalyatama walmasakeena wabnaalssabeeli wassa-ileena wafee arriqabiwaaqama assalata waataazzakata walmoofoona biAAahdihim ithaAAahadoo wassabireena fee alba/sa-iwaddarra-i waheena alba/si ola-ikaallatheena sadaqoo waola-ika humualmuttaqoon
Kebajikan itu bukanlah mengahadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanookutiba AAalaykumu alqisasu fee alqatla alhurrubilhurri walAAabdu bilAAabdi walonthabilontha faman AAufiya lahu min akheehi shay-on fattibaAAunbilmaAAroofi waadaon ilayhi bi-ihsaninthalika takhfeefun min rabbikum warahmatun famaniiAAtada baAAda thalika falahu AAathabunaleem
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) kisas1 berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi barang siapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, dan membayar diat (tebusan) kepadanya dengan baik (pula). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barang siapa melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih.
وَلَكُمْ فِى
Walakum fee alqisasi hayatunya olee al-albabi laAAallakum tattaqoon
Dan dalam kisas itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal, agar kamu bertakwa.
كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ
Kutiba AAalaykum itha hadaraahadakumu almawtu in taraka khayran alwasiyyatulilwalidayni wal-aqrabeena bilmaAAroofi haqqanAAala almuttaqeen
Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang diantara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik,1 (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.
فَم
Faman baddalahu baAAda ma samiAAahufa-innama ithmuhu AAala allatheenayubaddiloonahu inna Allaha sameeAAun AAaleem
Barang siapa mengubahnya (wasiat itu), setelah mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
فَمَنْ خَافَ م
Faman khafa min moosinjanafan aw ithman faaslaha baynahum falaithma AAalayhi inna Allaha ghafoorun raheem
Tetapi barang siapa khawatir bahwa pemberi wasiat (berlaku) berat sebelah atau berbuat salah, lalu dia mendamaikan1 antara mereka, maka dia tidak berdosa. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanookutiba AAalaykumu assiyamu kamakutiba AAala allatheena min qablikum laAAallakumtattaqoon
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
أَيَّا
Ayyaman maAAdoodatin faman kanaminkum mareedan aw AAala safarin faAAiddatun minayyamin okhara waAAala allatheena yuteeqoonahufidyatun taAAamu miskeenin faman tatawwaAAakhayran fahuwa khayrun lahu waan tasoomoo khayrun lakum inkuntum taAAlamoon
(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya,1 wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan,2 maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
شَهْرُ رَمَضَانَ
Shahru ramadana allatheeonzila feehi alqur-anu hudan linnasiwabayyinatin mina alhuda walfurqanifaman shahida minkumu ashshahra falyasumhu waman kanamareedan aw AAala safarin faAAiddatun min ayyaminokhara yureedu Allahu bikumu alyusra wala yureedubikumu alAAusra walitukmiloo alAAiddata walitukabbiroo AllahaAAala ma hadakum walaAAallakum tashkuroon
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu mendapati bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَ
Wa-itha saalaka AAibadeeAAannee fa-innee qareebun ojeebu daAAwata addaAAiitha daAAani falyastajeeboo lee walyu/minoo beelaAAallahum yarshudoon
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ
Ohilla lakum laylata assiyamiarrafathu ila nisa-ikum hunna libasunlakum waantum libasun lahunna AAalima Allahuannakum kuntum takhtanoona anfusakum fatabaAAalaykum waAAafa AAankum fal-ana bashiroohunnawabtaghoo ma kataba Allahu lakum wakuloo washraboohatta yatabayyana lakumu alkhaytu al-abyadumina alkhayti al-aswadi mina alfajri thumma atimmoo assiyamaila allayli wala tubashiroohunna waantum AAakifoonafee almasajidi tilka hudoodu Allahi falataqrabooha kathalika yubayyinu Allahu ayatihilinnasi laAAallahum yattaqoon
Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan isterimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf1 dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.
وَلَا تَأْكُل
Wala ta/kuloo amwalakumbaynakum bilbatili watudloo biha ilaalhukkami lita/kuloo fareeqan min amwali annasibil-ithmi waantum taAAlamoon
Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.
۞ يَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
Yas-aloonaka AAani al-ahillati qul hiya mawaqeetulinnasi walhajji walaysa albirrubi-an ta/too albuyoota min thuhooriha walakinnaalbirra mani ittaqa wa/too albuyoota min abwabihawattaqoo Allaha laAAallakum tuflihoon
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, "itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji." Dan bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari atasnya,1 tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
وَقَ
Waqatiloo fee sabeeli Allahiallatheena yuqatiloonakum wala taAAtadooinna Allaha la yuhibbu almuAAtadeen
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
وَ
Waqtuloohum haythuthaqiftumoohum waakhrijoohum min haythu akhrajookum walfitnatuashaddu mina alqatli wala tuqatiloohum AAindaalmasjidi alharami hatta yuqatilookumfeehi fa-in qatalookum faqtuloohum kathalikajazao alkafireen
Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah1 itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.
فَإِنِ
Fa-ini intahaw fa-inna Allahaghafoorun raheem
Tetapi jika mereka berhenti, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَقَ
Waqatiloohum hatta latakoona fitnatun wayakoona addeenu lillahi fa-iniintahaw fala AAudwana illa AAala aththalimeen
Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim.
ٱ
Ashshahru alharamu bishshahrialharami walhurumatu qisasunfamani iAAtada AAalaykum faAAtadoo AAalayhibimithli ma iAAtada AAalaykum wattaqoo AllahawaAAlamoo anna Allaha maAAa almuttaqeen
Bulan haram dengan bulan haram,1 dan (terhadap) sesuatu yang dihormati2 berlaku (hukum) kisas. Oleh sebab itu barang siapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
وَأَ
Waanfiqoo fee sabeeli Allahi walatulqoo bi-aydeekum ila attahlukati waahsinooinna Allaha yuhibbu almuhsineen
Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
وَأَتِ
Waatimmoo alhajja walAAumratalillahi fa-in ohsirtum fama istaysara minaalhadyi wala tahliqoo ruoosakum hattayablugha alhadyu mahillahu faman kana minkum mareedanaw bihi athan min ra/sihi fafidyatun min siyaminaw sadaqatin aw nusukin fa-itha amintum famantamattaAAa bilAAumrati ila alhajji famaistaysara mina alhadyi faman lam yajid fasiyamuthalathati ayyamin fee alhajji wasabAAatin itharajaAAtum tilka AAasharatun kamilatun thalika limanlam yakun ahluhu hadiree almasjidi alharamiwattaqoo Allaha waAAlamoo anna Allahashadeedu alAAiqab
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu1 yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barang siapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itulah sepuluh (hari) yang lengkap. Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) disekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.
ٱلْحَجُّ أَشْهُ
Alhajju ashhurun maAAloomatunfaman farada feehinna alhajja fala rafathawala fusooqa wala jidala fee alhajjiwama tafAAaloo min khayrin yaAAlamhu Allahuwatazawwadoo fa-inna khayra azzadi attaqwawattaqooni ya olee al-albab
(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi.1 Barang siapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafaṡ),2 berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku Wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَ
Laysa AAalaykum junahun an tabtaghoofadlan min rabbikum fa-itha afadtum minAAarafatin fathkuroo Allaha AAindaalmashAAari alharami wathkuroohu kamahadakum wa-in kuntum min qablihi lamina addalleen
Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu. Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu.
ثُ
Thumma afeedoo min haythu afadaannasu wastaghfiroo Allaha inna Allahaghafoorun raheem
Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
فَإِذَا قَضَيْت
Fa-itha qadaytum manasikakumfathkuroo Allaha kathikrikum abaakumaw ashadda thikran famina annasi manyaqoolu rabbana atina fee addunyawama lahu fee al-akhirati min khalaq
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka berzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu,1 bahkan berzikirlah lebih dari itu. Maka di antara manusia ada orang berdoa, "Ya Tuhan Kami, berilah kami (kebaikan) di dunia," dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.
وَمِنْه
Waminhum man yaqoolu rabbana atinafee addunya hasanatan wafee al-akhiratihasanatan waqina AAathaba annar
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
أُ
Ola-ika lahum naseebun mimmakasaboo wallahu sareeAAu alhisab
Mereka itulah orang yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya.
۞ وَ
Wathkuroo Allaha feeayyamin maAAdoodatin faman taAAajjala fee yawmaynifala ithma AAalayhi waman taakhkhara fala ithmaAAalayhi limani ittaqa wattaqoo Allaha waAAlamooannakum ilayhi tuhsharoon
Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya.1 Barang siapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka ia tak berdosa. Dan barang siapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan pada-Nya.
وَمِنَ
Wamina annasi man yuAAjibukaqawluhu fee alhayati addunyawayushhidu Allaha AAala ma fee qalbihiwahuwa aladdu alkhisam
Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras.
وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِى
Wa-itha tawalla saAAafee al-ardi liyufsida feeha wayuhlika alharthawannasla wallahu la yuhibbualfasad
Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan.
وَإِذَا قِيلَ لَهُ
Wa-itha qeela lahu ittaqi Allahaakhathat-hu alAAizzatu bil-ithmi fahasbuhujahannamu walabi/sa almihad
Dan apabila dikatakan kepadanya, "Bertakwalah kepada Allah," bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) tempat tinggal yang terburuk.
وَمِنَ
Wamina annasi man yashreenafsahu ibtighaa mardati Allahi wallahuraoofun bilAAibad
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooodkhuloo fee assilmi kaffatan walatattabiAAoo khutuwati ashshaytaniinnahu lakum AAaduwwun mubeen
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.
فَإِ
Fa-in zalaltum min baAAdi ma jaatkumualbayyinatu faAAlamoo anna Allaha AAazeezunhakeem
Tetapi jika kamu tergelincir setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepadamu, ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
هَلْ يَ
Hal yanthuroona illaan ya/tiyahumu Allahu fee thulalin minaalghamami walmala-ikatu waqudiyaal-amru wa-ila Allahi turjaAAu al-omoor
Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu kecuali datangnya (azab) Allah bersama malaikat dalam naungan awan, sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Dan kepada Allahlah segala perkara dikembalikan.
سَلْ بَن
Sal banee isra-eela kam ataynahummin ayatin bayyinatin waman yubaddil niAAmata Allahimin baAAdi ma jaat-hu fa-inna Allahashadeedu alAAiqab
Tanyakanlah kepada Bani Israil, berapa banyak bukti nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Barang siapa menukar nikmat Allah setelah (nikmat itu) datang kepadanya, maka sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُو
Zuyyina lillatheena kafaroo alhayatuaddunya wayaskharoona mina allatheena amanoowallatheena ittaqaw fawqahum yawma alqiyamatiwallahu yarzuqu man yashao bighayri hisab
Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
كَانَ
Kana annasu ommatan wahidatanfabaAAatha Allahu annabiyyeena mubashshireenawamunthireena waanzala maAAahumu alkitaba bilhaqqiliyahkuma bayna annasi feemaikhtalafoo feehi wama ikhtalafa feehi illa allatheenaootoohu min baAAdi ma jaat-humu albayyinatubaghyan baynahum fahada Allahu allatheena amanoolima ikhtalafoo feehi mina alhaqqi bi-ithnihiwallahu yahdee man yashao ila siratinmustaqeem
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.
أَمْ حَسِ
Am hasibtum an tadkhuloo aljannatawalamma ya/tikum mathalu allatheena khalaw minqablikum massat-humu alba/sao waddarraowazulziloo hatta yaqoola arrasoolu wallatheenaamanoo maAAahu mata nasru Allahi alainna nasra Allahi qareeb
Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
يَسْــَٔلُونَكَ مَاذَا يُ
Yas-aloonaka matha yunfiqoona qul maanfaqtum min khayrin falilwalidayni wal-aqrabeenawalyatama walmasakeeni wabniassabeeli wama tafAAaloo min khayrin fa-inna Allahabihi AAaleem
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan." Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
كُتِبَ عَلَيْكُمُ
Kutiba AAalaykumu alqitalu wahuwakurhun lakum waAAasa an takrahoo shay-an wahuwa khayrunlakum waAAasa an tuhibboo shay-an wahuwa sharrunlakum wallahu yaAAlamu waantum lataAAlamoon
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
يَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
Yas-aloonaka AAani ashshahri alharamiqitalin feehi qul qitalun feehi kabeerun wasaddunAAan sabeeli Allahi wakufrun bihi walmasjidi alharamiwa-ikhraju ahlihi minhu akbaru AAinda Allahi walfitnatuakbaru mina alqatli wala yazaloona yuqatiloonakumhatta yaruddookum AAan deenikum ini istataAAoowaman yartadid minkum AAan deenihi fayamut wahuwa kafirunfaola-ika habitat aAAmaluhum fee addunyawal-akhirati waola-ika as-habuannari hum feeha khalidoon
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah1 lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."
إِ
Inna allatheena amanoo wallatheenahajaroo wajahadoo fee sabeeli Allahi ola-ikayarjoona rahmata Allahi wallahughafoorun raheem
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
۞ يَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
Yas-aloonaka AAani alkhamri walmaysiriqul feehima ithmun kabeerun wamanafiAAu linnasiwa-ithmuhuma akbaru min nafAAihima wayas-aloonaka mathayunfiqoona quli alAAafwa kathalika yubayyinu Allahulakumu al-ayati laAAallakum tatafakkaroon
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar1 dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya." Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, "Kelebihan (dari apa yang diperlukan)." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan,
فِى
Fee addunya wal-akhiratiwayas-aloonaka AAani alyatama qul islahunlahum khayrun wa-in tukhalitoohum fa-ikhwanukumwallahu yaAAlamu almufsida mina almuslihiwalaw shaa Allahu laaAAnatakum inna AllahaAAazeezun hakeem
tentang dunia dan akhirat. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, "Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!" Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَلَا تَ
Wala tankihoo almushrikatihatta yu/minna walaamatun mu/minatun khayrun minmushrikatin walaw aAAjabatkum wala tunkihooalmushrikeena hatta yu/minoo walaAAabdun mu/minunkhayrun min mushrikin walaw aAAjabakum ola-ika yadAAoonaila annari wallahu yadAAooila aljannati walmaghfirati bi-ithnihiwayubayyinu ayatihi linnasilaAAallahum yatathakkaroon
Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.
وَيَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
Wayas-aloonaka AAani almaheediqul huwa athan faAAtaziloo annisaafee almaheedi wala taqraboohunna hattayathurna fa-itha tatahharna fa/toohunna min haythuamarakumu Allahu inna Allaha yuhibbu attawwabeenawayuhibbu almutatahhireen
Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, "Itu adalah gangguan (sesuatu yang kotor)." Karena itu jauhilah1 istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci.2 Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.
نِس
Nisaokum harthun lakum fa/tooharthakum anna shi/tum waqaddimoo li-anfusikum wattaqooAllaha waAAlamoo annakum mulaqoohuwabashshiri almu/mineen
Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.
وَلَا تَ
Wala tajAAaloo Allaha AAurdatanli-aymanikum an tabarroo watattaqoo watuslihoobayna annasi wallahu sameeAAunAAaleem
Dan janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan menciptakan kedamaian di antara manusia.1 Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
لَّا يُؤَاخِذُكُمُ
La yu-akhithukumu Allahubillaghwi fee aymanikum walakin yu-akhithukumbima kasabat quloobukum wallahu ghafoorun haleem
Allah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.1
لِّلَّذِينَ يُؤْلُونَ م
Lillatheena yu/loona min nisa-ihimtarabbusu arbaAAati ashhurin fa-in faoo fa-inna Allahaghafoorun raheem
Bagi orang yang meng-ila` istrinya1 harus menunggu empat bulan. Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَإِنْ عَزَمُو
Wa-in AAazamoo attalaqafa-inna Allaha sameeAAun AAaleem
Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
وَ
Walmutallaqatuyatarabbasna bi-anfusihinna thalathata quroo-in walayahillu lahunna an yaktumna ma khalaqa Allahufee arhamihinna in kunna yu/minna billahiwalyawmi al-akhiri wabuAAoolatuhunna ahaqqubiraddihinna fee thalika in aradoo islahanwalahunna mithlu allathee AAalayhinna bilmaAAroofiwalirrijali AAalayhinna darajatun wallahuAAazeezun hakeem
Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru`.1 Mereka tidak boleh menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan para suami mereka lebih berhak kembali kepada mereka dalam (masa) itu, jika mereka menghendaki perbaikan. Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami, mempunyai kelebihan di atas mereka.2 Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
ٱ
Attalaqu marratanifa-imsakun bimaAAroofin aw tasreehun bi-ihsaninwala yahillu lakum an ta/khuthoo mimmaataytumoohunna shay-an illa an yakhafaalla yuqeema hudooda Allahi fa-inkhiftum alla yuqeema hudooda Allahifala junaha AAalayhima feema iftadatbihi tilka hudoodu Allahi fala taAAtadoohawaman yataAAadda hudooda Allahi faola-ikahumu aththalimoon
Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik, atau melepaskan dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan istri) khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu (wali) Khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri) untuk menebus dirinya.1 Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim.
فَإِ
Fa-in tallaqaha falatahillu lahu min baAAdu hatta tankihazawjan ghayrahu fa-in tallaqaha fala junahaAAalayhima an yatarajaAAa in thannaan yuqeema hudooda Allahi watilka hudooduAllahi yubayyinuha liqawmin yaAAlamoon
Kemudian jika dia menceraikannya (setelah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan bekas istri) untuk menikah kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang berpengetahuan.
وَإِذَا طَلَّ
Wa-itha tallaqtumu annisaafabalaghna ajalahunna faamsikoohunna bimaAAroofin aw sarrihoohunnabimaAAroofin wala tumsikoohunna diraranlitaAAtadoo waman yafAAal thalika faqad thalamanafsahu wala tattakhithoo ayati Allahihuzuwan wathkuroo niAAmata Allahi AAalaykumwama anzala AAalaykum mina alkitabi walhikmatiyaAAithukum bihi wattaqoo Allaha waAAlamooanna Allaha bikulli shay-in AAaleem
Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu), lalu sampai (akhir) idahnya,1 maka tahanlah mereka dengan cara yang baik, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang baik (pula). Dan janganlah kamu tahan mereka dengan maksud jahat untuk menzalimi mereka. Barang siapa melakukan demikian, maka dia telah menzalimi dirinya sendiri. Dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan. Ingatlah nikmat Allah kepada kamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepada kamu yaitu kitab (Alquran) dan Hikmah (Sunah), untuk memberi pengajaran kepadamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَإِذَا طَلَّ
Wa-itha tallaqtumu annisaafabalaghna ajalahunna fala taAAduloohunna an yankihnaazwajahunna itha taradaw baynahum bilmaAAroofithalika yooAAathu bihi man kanaminkum yu/minu billahi walyawmi al-akhirithalikum azka lakum waatharu wallahuyaAAlamu waantum la taAAlamoon
Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu), lalu sampai idahnya, maka jangan kamu halangi mereka menikah (lagi) dengan calon suaminya,1 apabila telah terjalin kecocokan di antara mereka dengan cara yang baik. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Itu lebih suci bagimu dan lebih bersih. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
۞ وَ
Walwalidatu yurdiAAnaawladahunna hawlayni kamilayni liman aradaan yutimma arradaAAata waAAala almawloodilahu rizquhunna wakiswatuhunna bilmaAAroofi latukallafu nafsun illa wusAAaha la tudarrawalidatun biwaladiha wala mawloodun lahubiwaladihi waAAala alwarithi mithlu thalikafa-in arada fisalan AAan taradinminhuma watashawurin fala junahaAAalayhima wa-in aradtum an tastardiAAoo awladakumfala junaha AAalaykum itha sallamtum maataytum bilmaAAroofi wattaqoo AllahawaAAlamoo anna Allaha bima taAAmaloona baseer
Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan bayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَ
Wallatheena yutawaffawnaminkum wayatharoona azwajan yatarabbasnabi-anfusihinna arbaAAata ashhurin waAAashran fa-ithabalaghna ajalahunna fala junaha AAalaykum feemafaAAalna fee anfusihinna bilmaAAroofi wallahubima taAAmaloona khabeer
Dan Orang-orang yang mati di antara kamu serta meninggalkan istri-istri hendaklah mereka (istri-istri) menunggu empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah sampai (akhir) idah mereka, maka tidak ada dosa bagimu mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka 1 menurut cara yang patut. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْت
Wala junaha AAalaykum feemaAAarradtum bihi min khitbati annisa-iaw aknantum fee anfusikum AAalima Allahu annakum satathkuroonahunnawalakin la tuwaAAidoohunna sirran illaan taqooloo qawlan maAAroofan wala taAAzimoo AAuqdata annikahihatta yablugha alkitabu ajalahu waAAlamooanna Allaha yaAAlamu ma fee anfusikum fahtharoohuwaAAlamoo anna Allaha ghafoorun haleem
Dan tidak ada dosa bagimu meminang perempuan-perempuan itu dengan sindiran1 atau kamu sembunyikan (keinginanmu) dalam hati. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut kepada mereka. Tetapi janganlah kamu membuat perjanjian (untuk menikah) dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan kata-kata yang baik.2 Dan janganlah kamu menetapkan akad nikah, sebelum habis masa idahnya. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.
لَّا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِ
La junaha AAalaykum in tallaqtumuannisaa ma lam tamassoohunna aw tafridoolahunna fareedatan wamattiAAoohunna AAalaalmoosiAAi qadaruhu waAAala almuqtiri qadaruhu mataAAanbilmaAAroofi haqqan AAala almuhsineen
Tidak ada dosa bagimu jika kamu menceraikan istri-istri kamu yang belum kamu sentuh (campuri) atau belum kamu tentukan maharnya. Dan hendaklah kamu beri mereka mut'ah,1 bagi yang mampu menurut kemampuannya dan bagi yang tidak mampu menurut kesanggupannya, yaitu pemberian dengan cara yang patut, yang merupakan kewajiban bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.
وَإِ
Wa-in tallaqtumoohunna min qabli antamassoohunna waqad faradtum lahunna fareedatanfanisfu ma faradtum illa an yaAAfoonaaw yaAAfuwa allathee biyadihi AAuqdatu annikahiwaan taAAfoo aqrabu littaqwa wala tansawooalfadla baynakum inna Allaha bimataAAmaloona baseer
Dan jika kamu menceraikan mereka sebelum kamu sentuh (campuri), padahal kamu sudah menentukan maharnya, maka (bayarlah) seperdua dari yang telah kamu tentukan, kecuali jika mereka (membebaskan) atau dibebaskan oleh orang yang akad nikah ada ditangannya.1 Pembebasan itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu lupa kebaikan di antara kamu. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
حَ
Hafithoo AAalaassalawati wassalatialwusta waqoomoo lillahi qaniteen
Peliharalah semua salat dan salat wusṭa.1 Dan laksanakanlah (salat) karena Allah dengan khusyuk.
فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالاً أَوْ رُكْبَا
Fa-in khiftum farijalan aw rukbananfa-itha amintum fathkuroo Allaha kamaAAallamakum ma lam takoonoo taAAlamoon
Jika kamu takut (ada bahaya), salatlah sambil berjalan kaki atau berkendaraan. Kemudian apabila telah aman, maka ingatlah Allah (salatlah), sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui.
وَ
Wallatheena yutawaffawnaminkum wayatharoona azwajan wasiyyatanli-azwajihim mataAAan ila alhawlighayra ikhrajin fa-in kharajna fala junahaAAalaykum fee ma faAAalna fee anfusihinna min maAAroofinwallahu AAazeezun hakeem
Dan orang-orang yang akan mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri, hendaklah membuat wasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) nafkah sampai setahun tanpa mengeluarkannya (dari rumah). Tetapi jika mereka keluar (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (mengenai apa) yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri dalam hal-hal yang baik. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَلِلْمُطَلَّقَ
Walilmutallaqati mataAAunbilmaAAroofi haqqan AAala almuttaqeen
Dan bagi perempuan-perempuan yang diceraikan hendaklah diberi mut'ah menurut cara yang patut, sebagai suatu kewajiban bagi orang yang bertakwa.
كَذ
Kathalika yubayyinu Allahulakum ayatihi laAAallakum taAAqiloon
Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya agar kamu mengerti.
۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى
Alam tara ila allatheenakharajoo min diyarihim wahum oloofun hatharaalmawti faqala lahumu Allahu mootoo thumma ahyahuminna Allaha lathoo fadlin AAala annasiwalakinna akthara annasi layashkuroon
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya, sedang jumlahnya ribuan karena takut mati? Lalu Allah berfirman kepada mereka, "Matilah kamu!" Kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
وَقَ
Waqatiloo fee sabeeli AllahiwaAAlamoo anna Allaha sameeAAun AAaleem
Dan berperanglah kamu di jalan Allah, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
مَّ
Man tha allathee yuqriduAllaha qardan hasanan fayudaAAifahulahu adAAafan katheeratan wallahuyaqbidu wayabsutu wa-ilayhi turjaAAoon
Barang siapa meminjami1 Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipat gandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
أَلَمْ تَرَ إِلَى
Alam tara ila almala-i min banee isra-eelamin baAAdi moosa ith qaloo linabiyyin lahumuibAAath lana malikan nuqatil fee sabeeli Allahiqala hal AAasaytum in kutiba AAalaykumu alqitalualla tuqatiloo qaloo wama lanaalla nuqatila fee sabeeli Allahi waqadokhrijna min diyarina waabna-inafalamma kutiba AAalayhimu alqitalu tawallaw illaqaleelan minhum wallahu AAaleemun biththalimeen
Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, "Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah." Nabi mereka menjawab, "Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga?" Mereka menjawab, "Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?"1 Tetapi ketika perang itu diwajibkan atas mereka, mereka berpaling, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِ
Waqala lahum nabiyyuhum inna Allahaqad baAAatha lakum taloota malikan qaloo annayakoonu lahu almulku AAalayna wanahnu ahaqqubilmulki minhu walam yu/ta saAAatan mina almali qalainna Allaha istafahu AAalaykum wazadahubastatan fee alAAilmi waljismi wallahuyu/tee mulkahu man yashao wallahu wasiAAunAAaleem
Dan nabi mereka berkata kepada mereka, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu." Mereka menjawab, "Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?" (Nabi) menjawab, "Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik." Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِ
Waqala lahum nabiyyuhum inna ayatamulkihi an ya/tiyakumu attabootu feehi sakeenatunmin rabbikum wabaqiyyatun mimma taraka alu moosawaalu haroona tahmiluhu almala-ikatuinna fee thalika laayatan lakum in kuntum mu/mineen
Dan nabi mereka berkata kepada mereka, "Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut1 kepadamu, yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, yang dibawa oleh malaikat." Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu, jika kamu orang beriman.
فَلَ
Falamma fasala talootubiljunoodi qala inna Allaha mubtaleekumbinaharin faman shariba minhu falaysa minnee waman lam yatAAamhufa-innahu minnee illa mani ightarafa ghurfatan biyadihifashariboo minhu illa qaleelan minhum falamma jawazahuhuwa wallatheena amanoo maAAahu qaloola taqata lana alyawma bijalootawajunoodihi qala allatheena yathunnoonaannahum mulaqoo Allahi kam min fi-atin qaleelatinghalabat fi-atan katheeratan bi-ithni Allahi wallahumaAAa assabireen
Maka ketika Talut membawa bala tentaranya, dia berkata, "Allah akan menguji kamu dengan satu sungai. Maka barang siapa meminum (airnya), dia bukanlah pengikutku. Dan barang siapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan." Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil dari mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, "Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya." Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, "Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah." Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."
وَلَ
Walamma barazoo lijalootawajunoodihi qaloo rabbana afrigh AAalayna sabranwathabbit aqdamana wansurnaAAala alqawmi alkafireen
Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
فَهَزَمُوه
Fahazamoohum bi-ithni Allahiwaqatala dawoodu jaloota waatahu Allahualmulka walhikmata waAAallamahu mimma yashaowalawla dafAAu Allahi annasa baAAdahumbibaAAdin lafasadati al-ardu walakinna Allahathoo fadlin AAala alAAalameen
Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Dawud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan, dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam.
تِلْكَ ءَايَ
Tilka ayatu Allahinatlooha AAalayka bilhaqqi wa-innaka laminaalmursaleen
Itulah ayat-ayat Allah, Kami bacakan kepadamu dengan benar dan engkau (Muhammad) adalah benar-benar seorang rasul.