۞ وَم
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِ
تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ
۞ تُرْجِى مَ
لَّا جُنَاحَ عَلَيْهِ
يَسْــَٔلُكَ
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ
أَفْتَرَىٰ عَلَى
لَقَ
وَلَا تَ
قَالَ
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِي
قُلْ ج
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ
وَإ
وَمَا يَسْتَوِى
وَمَا يَسْتَوِى
وَ
هُوَ
وَلَوْ يُؤَاخِذُ
ي
وَ
۞ وَم
Waman yaqnut minkunna lillahiwarasoolihi wataAAmal salihan nu/tiha ajrahamarratayni waaAAtadna laha rizqan kareema
Dan barangsiapa di antara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya.
يَ
Ya nisaa annabiyyilastunna kaahadin mina annisa-i iniittaqaytunna fala takhdaAAna bilqawli fayatmaAAaallathee fee qalbihi maradun waqulna qawlanmaAAroofa
Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara)1 dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya,2 dan ucapkanlah perkataan yang baik,
وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُ
Waqarna fee buyootikunna walatabarrajna tabarruja aljahiliyyati al-oola waaqimnaassalata waateena azzakatawaatiAAna Allaha warasoolahu innama yureeduAllahu liyuthhiba AAankumu arrijsa ahlaalbayti wayutahhirakum tatheera
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu1 dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu,2 dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait3 dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
وَ
Wathkurna ma yutlafee buyootikunna min ayati Allahi walhikmatiinna Allaha kana lateefan khabeera
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunah Nabimu). Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Mengetahui.
إِ
Inna almuslimeena walmuslimatiwalmu/mineena walmu/minati walqaniteenawalqanitati wassadiqeena wassadiqatiwassabireena wassabiratiwalkhashiAAeena walkhashiAAatiwalmutasaddiqeena walmutasaddiqatiwassa-imeena wassa-imatiwalhafitheena furoojahum walhafithatiwaththakireena Allaha katheeran waththakiratiaAAadda Allahu lahum maghfiratan waajran AAatheema
Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِ
Wama kana limu/minin walamu/minatin itha qada Allahu warasooluhuamran an yakoona lahumu alkhiyaratu min amrihim waman yaAAsiAllaha warasoolahu faqad dalla dalalanmubeena
Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.
وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذ
Wa-ith taqoolu lillatheeanAAama Allahu AAalayhi waanAAamta AAalayhi amsik AAalaykazawjaka wattaqi Allaha watukhfee fee nafsika maAllahu mubdeehi watakhsha annasa wallahuahaqqu an takhshahu falamma qadazaydun minha wataran zawwajnakahalikay la yakoona AAala almu/mineena harajunfee azwaji adAAiya-ihim itha qadawminhunna wataran wakana amru Allahi mafAAoola
Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya, "Pertahankanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah," sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan ditampakkan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak engkau takuti. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab)1 agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi.
مَّا كَانَ عَلَى
Ma kana AAala annabiyyimin harajin feema farada Allahu lahusunnata Allahi fee allatheena khalaw min qablu wakanaamru Allahi qadaran maqdoora
Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,
ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَ
Allatheena yuballighoona risalatiAllahi wayakhshawnahu wala yakhshawna ahadanilla Allaha wakafa billahi haseeba
(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah,1 mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.
مَّا كَانَ مُحَ
Ma kana muhammadun abaahadin min rijalikum walakin rasoola Allahiwakhatama annabiyyeena wakana Allahubikulli shay-in AAaleema
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu,1 tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooothkuroo Allaha thikran katheera
Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,
وَسَبِّحُوهُ بُكْرَ
Wasabbihoohu bukratan waaseela
dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.
هُوَ
Huwa allathee yusalleeAAalaykum wamala-ikatuhu liyukhrijakum mina aththulumatiila annoori wakana bilmu/mineena raheema
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ
Tahiyyatuhum yawma yalqawnahu salamunwaaAAadda lahum ajran kareema
Penghormatan mereka (orang-orang mukmin itu) ketika mereka menemui-Nya ialah, "Salam,"1 dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.
يَ
Ya ayyuha annabiyyuinna arsalnaka shahidan wamubashshiran wanatheera
Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,
وَدَاعِيًا إِلَى
WadaAAiyan ila Allahibi-ithnihi wasirajan muneera
dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi.
وَبَشِّرِ
Wabashshiri almu/mineena bi-anna lahum minaAllahi fadlan kabeera
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.
وَلَا تُطِعِ
Wala tutiAAi alkafireenawalmunafiqeena wadaAA athahum watawakkalAAala Allahi wakafa billahiwakeela
Dan janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooitha nakahtumu almu/minati thumma tallaqtumoohunnamin qabli an tamassoohunna fama lakum AAalayhinna minAAiddatin taAAtaddoonaha famattiAAoohunna wasarrihoohunnasarahan jameela
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukmin, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kamu perhitungkan. Namun berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya.
يَ
Ya ayyuha annabiyyuinna ahlalna laka azwajaka allateeatayta ojoorahunna wama malakat yameenuka mimmaafaa Allahu AAalayka wabanati AAammika wabanatiAAammatika wabanati khalika wabanatikhalatika allatee hajarna maAAaka wamraatanmu/minatan in wahabat nafsaha linnabiyyi in aradaannabiyyu an yastankihaha khalisatanlaka min dooni almu/mineena qad AAalimna ma faradnaAAalayhim fee azwajihim wama malakat aymanuhumlikayla yakoona AAalayka harajun wakana Allahughafooran raheema
Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang engkau miliki, termasuk apa yang engkau peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi ingin menikahinya, sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki agar tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
۞ تُرْجِى مَ
Turjee man tashao minhunna watu/weeilayka man tashao wamani ibtaghayta mimman AAazalta falajunaha AAalayka thalika adna an taqarraaAAyunuhunna wala yahzanna wayardayna bimaataytahunna kulluhunna wallahu yaAAlamu mafee quloobikum wakana Allahu AAaleeman haleema
Engkau boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang engkau kehendaki di antara mereka (para istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa (di antara mereka) yang engkau kehendaki. Dan siapa yang engkau ingini untuk menggaulinya kembali dari istri-istrimu yang telah engkau sisihkan, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan mereka rela dengan apa yang telah engkau berikan kepada mereka semuanya. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.1
لَّا يَحِلُّ لَكَ
La yahillu laka annisaomin baAAdu wala an tabaddala bihinna min azwajinwalaw aAAjabaka husnuhunna illa ma malakatyameenuka wakana Allahu AAala kulli shay-inraqeeba
Tidak halal bagimu (Muhammad) menikahi perempuan-perempuan (lain) setelah itu, dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang engkau miliki. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola tadkhuloo buyoota annabiyyi illa an yu/thanalakum ila taAAamin ghayra nathireenainahu walakin itha duAAeetum fadkhuloofa-itha taAAimtum fantashiroo walamusta/niseena lihadeethin inna thalikum kanayu/thee annabiyya fayastahyee minkum wallahula yastahyee mina alhaqqi wa-ithasaaltumoohunna mataAAan fas-aloohunna min wara-ihijabin thalikum atharu liquloobikumwaquloobihinna wama kana lakum an tu/thoorasoola Allahi wala an tankihoo azwajahumin baAAdihi abadan inna thalikum kana AAinda AllahiAAatheema
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya),1 tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelahnya (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.
إِ
In tubdoo shay-an aw tukhfoohu fa-inna Allahakana bikulli shay-in AAaleema
Jika kamu menyatakan sesuatu atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
لَّا جُنَاحَ عَلَيْهِ
La junaha AAalayhinna fee aba-ihinnawala abna-ihinna wala ikhwanihinnawala abna-i ikhwanihinna wala abna-iakhawatihinna wala nisa-ihinna wala mamalakat aymanuhunna wattaqeena Allaha innaAllaha kana AAala kulli shay-in shaheeda
Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan mereka (yang beriman) dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (istri-istri Nabi) kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
إِ
Inna Allaha wamala-ikatahu yusalloonaAAala annabiyyi ya ayyuha allatheenaamanoo salloo AAalayhi wasallimoo tasleema
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi.1 Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.2
إِ
Inna allatheena yu/thoona Allahawarasoolahu laAAanahumu Allahu fee addunyawal-akhirati waaAAadda lahum AAathabanmuheena
Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka.
وَ
Wallatheena yu/thoonaalmu/mineena walmu/minati bighayri maiktasaboo faqadi ihtamaloo buhtanan wa-ithmanmubeena
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
يَ
Ya ayyuha annabiyyuqul li-azwajika wabanatika wanisa-ialmu/mineena yudneena AAalayhinna min jalabeebihinna thalikaadna an yuAArafna fala yu/thayna wakanaAllahu ghafooran raheema
Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya1 ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
۞ لَّئ
La-in lam yantahi almunafiqoona wallatheenafee quloobihim maradun walmurjifoona feealmadeenati lanughriyannaka bihim thumma la yujawiroonakafeeha illa qaleela
Sungguh, jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan engkau (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak lagi menjadi tetanggamu (di Madinah) kecuali sebentar,
مَّلْعُونِينَۖ أَيْنَمَا ثُقِف
MalAAooneena ayna ma thuqifoo okhithoowaquttiloo taqteela
dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka akan ditangkap dan dibunuh tanpa ampun.
سُ
Sunnata Allahi fee allatheenakhalaw min qablu walan tajida lisunnati Allahi tabdeela
Sebagai sunnah Allah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah.
يَسْــَٔلُكَ
Yas-aluka annasu AAani assaAAatiqul innama AAilmuha AAinda Allahi wamayudreeka laAAalla assaAAata takoonu qareeba
Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah, "Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah." Dan tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya.
إِ
Inna Allaha laAAana alkafireenawaaAAadda lahum saAAeera
Sungguh, Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),
خَ
Khalideena feeha abadan layajidoona waliyyan wala naseera
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong.
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِى
Yawma tuqallabu wujoohuhum fee annariyaqooloona ya laytana ataAAna AllahawaataAAna arrasoola
Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, "Duhai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul."
وَقَالُو
Waqaloo rabbana inna ataAAnasadatana wakubaraana faadalloonaassabeela
Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).
رَبَّن
Rabbana atihim diAAfaynimina alAAathabi walAAanhum laAAnan kabeera
Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar."
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola takoonoo kallatheena athaw moosafabarraahu Allahu mimma qaloo wakanaAAinda Allahi wajeeha
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooittaqoo Allaha waqooloo qawlan sadeeda
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَ
Yuslih lakum aAAmalakumwayaghfir lakum thunoobakum waman yutiAAi Allahawarasoolahu faqad faza fawzan AAatheema
niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.
إِ
Inna AAaradna al-amanataAAala assamawati wal-ardiwaljibali faabayna an yahmilnahawaashfaqna minha wahamalaha al-insanuinnahu kana thalooman jahoola
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,
لِّيُعَذِّبَ
LiyuAAaththiba Allahu almunafiqeenawalmunafiqati walmushrikeena walmushrikatiwayatooba Allahu AAala almu/mineena walmu/minatiwakana Allahu ghafooran raheema
sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdu lillahi allatheelahu ma fee assamawati wamafee al-ardi walahu alhamdu fee al-akhiratiwahuwa alhakeemu alkhabeer
Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan segala puji di akhirat bagi Allah. Dan Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti.
يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى
YaAAlamu ma yaliju fee al-ardiwama yakhruju minha wama yanzilu mina assama-iwama yaAAruju feeha wahuwa arraheemualghafoor
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang, Maha Pengampun.
وَقَالَ
Waqala allatheena kafaroo lata/teena assaAAatu qul bala warabbeelata/tiyannakum AAalimi alghaybi la yaAAzubu AAanhumithqalu tharratin fee assamawatiwala fee al-ardi wala asgharu min thalikawala akbaru illa fee kitabin mubeen
Dan orang-orang yang kafir berkata, "Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami." Katakanlah, "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, Kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarah1baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ),"
لِّيَ
Liyajziya allatheena amanoowaAAamiloo assalihati ola-ika lahummaghfiratun warizqun kareem
agar Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
وَ
Wallatheena saAAaw fee ayatinamuAAajizeena ola-ika lahum AAathabun minrijzin aleem
Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu akan memperoleh azab, yaitu azab yang sangat pedih.
وَيَرَى
Wayara allatheena ootooalAAilma allathee onzila ilayka min rabbika huwa alhaqqawayahdee ila sirati alAAazeezi alhameed
Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan memberi petunjuk (bagi manusia) kepada jalan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.
وَقَالَ
Waqala allatheena kafaroo halnadullukum AAala rajulin yunabbi-okum ithamuzziqtum kulla mumazzaqin innakum lafee khalqin jadeed
Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya), "Maukah kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki1 yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, kamu pasti (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru.
أَفْتَرَىٰ عَلَى
Aftara AAala Allahi kathibanam bihi jinnatun bali allatheena la yu/minoona bil-akhiratifee alAAathabi waddalali albaAAeed
Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau sakit gila?" (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat itu berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.
أَفَلَمْ يَرَوْ
Afalam yaraw ila ma baynaaydeehim wama khalfahum mina assama-i wal-ardiin nasha/ nakhsif bihimu al-arda aw nusqitAAalayhim kisafan mina assama-i inna fee thalikalaayatan likulli AAabdin muneeb
Maka apakah mereka tidak memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka kepingan-kepingan dari langit. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).
۞ وَلَقَ
Walaqad atayna dawoodaminna fadlan ya jibalu awwibeemaAAahu wattayra waalanna lahu alhadeed
Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), "Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud," dan Kami telah melunakkan besi untuknya,
أَنِ
Ani iAAmal sabighatin waqaddirfee assardi waAAmaloo salihan inneebima taAAmaloona baseer
(yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَلِسُلَيْمَ
Walisulaymana arreehaghuduwwuha shahrun warawahuha shahrunwaasalna lahu AAayna alqitri wamina aljinni manyaAAmalu bayna yadayhi bi-ithni rabbihi waman yazighminhum AAan amrina nuthiqhu min AAathabi assaAAeer
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)1 dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
يَعْمَلُونَ لَهُ
YaAAmaloona lahu ma yashao minmahareeba watamatheela wajifanin kaljawabiwaqudoorin rasiyatin iAAmaloo ala dawoodashukran waqaleelun min AAibadiya ashshakoor
Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.
فَلَ
Falamma qadaynaAAalayhi almawta ma dallahum AAala mawtihi illadabbatu al-ardi ta/kulu minsaatahu falammakharra tabayyanati aljinnu an law kanoo yaAAlamoonaalghayba ma labithoo fee alAAathabi almuheen
Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui hal yang gaib tentu mereka tidak menetap dalam siksa yang menghinakan.
لَقَ
Laqad kana lisaba-in fee maskanihim ayatunjannatani AAan yameenin washimalin kuloo min rizqirabbikum washkuroo lahu baldatun tayyibatunwarabbun ghafoor
Sungguh, bagi kaum Saba` ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebeleh kiri, (kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun."
فَأَعْرَضُو
FaaAAradoo faarsalna AAalayhimsayla alAAarimi wabaddalnahum bijannatayhim jannatayni thawatayokulin khamtin waathlin washay-in min sidrin qaleel
Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar1 dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Aṡl dan sedikit pohon Sidr.2
ذ
Thalika jazaynahum bimakafaroo wahal nujazee illa alkafoor
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.
وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ
WajaAAalna baynahum wabayna alquraallatee barakna feeha quran thahiratanwaqaddarna feeha assayra seeroo feehalayaliya waayyaman amineen
Dan Kami jadikan antara mereka (penduduk Saba`) dan negeri-negeri yang Kami berkahi (Syam), beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman.1
فَقَالُو
Faqaloo rabbana baAAidbayna asfarina wathalamoo anfusahumfajaAAalnahum ahadeetha wamazzaqnahum kullamumazzaqin inna fee thalika laayatin likullisabbarin shakoor
Maka mereka berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami,"1 dan (berarti mereka) menzalimi diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka bahan pembicaraan dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sabar dan bersyukur.
وَلَقَ
Walaqad saddaqa AAalayhim ibleesu thannahufattabaAAoohu illa fareeqan mina almu/mineen
Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin.
وَمَا كَانَ لَهُ
Wama kana lahu AAalayhim minsultanin illa linaAAlama man yu/minu bil-akhiratimimman huwa minha fee shakkin warabbuka AAala kullishay-in hafeeth
Dan tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka, melainkan hanya agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.
قُلِ
Quli odAAoo allatheena zaAAamtum mindooni Allahi la yamlikoona mithqala tharratinfee assamawati wala fee al-ardiwama lahum feehima min shirkin wama lahuminhum min thaheer
Katakanlah (Muhammad), "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya."
وَلَا تَ
Wala tanfaAAu ashshafaAAatuAAindahu illa liman athina lahu hattaitha fuzziAAa AAan quloobihim qaloo matha qalarabbukum qaloo alhaqqa wahuwa alAAaliyyu alkabeer
Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab, "(Perkataan) yang benar," dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.1
۞ قُلْ م
Qul man yarzuqukum mina assamawatiwal-ardi quli Allahu wa-inna aw iyyakumlaAAala hudan aw fee dalalin mubeen
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah, "Allah," dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.
قُل لَّا تُسْــَٔلُونَ عَ
Qul la tus-aloona AAammaajramna wala nus-alu AAamma taAAmaloon
Katakanlah, "Kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan."
قُلْ يَ
Qul yajmaAAu baynana rabbunathumma yaftahu baynana bilhaqqiwahuwa alfattahu alAAaleem
Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui."
قُلْ أَرُونِىَ
Qul arooniya allatheena alhaqtumbihi shurakaa kalla bal huwa AllahualAAazeezu alhakeem
Katakanlah, "Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu(-Nya), tidak mungkin! Sebenarnya Dialah Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."
وَم
Wama arsalnaka illa kaffatanlinnasi basheeran wanatheeran walakinnaakthara annasi la yaAAlamoon
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَ
Wayaqooloona mata hathaalwaAAdu in kuntum sadiqeen
Dan mereka berkata, "Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu orang yang benar?"
قُل لَّك
Qul lakum meeAAadu yawmin latasta/khiroona AAanhu saAAatan wala tastaqdimoon
Katakanlah, "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari Kiamat), kamu tidak dapat meminta penundaan atau percepatannya sesaat pun."
وَقَالَ
Waqala allatheena kafaroo lannu/mina bihatha alqur-ani wala billatheebayna yadayhi walaw tara ithi aththalimoonamawqoofoona AAinda rabbihim yarjiAAu baAAduhum ilabaAAdin alqawla yaqoolu allatheena istudAAifoolillatheena istakbaroo lawla antum lakunnamu/mineen
Dan orang-orang kafir berkata, "Kami tidak akan beriman kepada Alquran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya." Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang mukmin."
قَالَ
Qala allatheena istakbaroolillatheena istudAAifoo anahnu sadadnakumAAani alhuda baAAda ith jaakum bal kuntummujrimeen
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, "Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak!) Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa."
وَقَالَ
Waqala allatheena istudAAifoolillatheena istakbaroo bal makru allayli wannahariith ta/muroonana an nakfura billahiwanajAAala lahu andadan waasarroo annadamatalamma raawoo alAAathaba wajaAAalna al-aghlalafee aAAnaqi allatheena kafaroo hal yujzawna illama kanoo yaAAmaloon
Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya." Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
وَم
Wama arsalna fee qaryatin minnatheerin illa qala mutrafooha innabima orsiltum bihi kafiroon
Dan setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan kepada suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata, "Kami benar-benar mengingkari apa yang kamu sampaikan sebagai utusan."
وَقَالُو
Waqaloo nahnu aktharu amwalanwaawladan wama nahnu bimuAAaththabeen
Dan mereka berkata, "Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab."1
قُلْ إِ
Qul inna rabbee yabsutu arrizqaliman yashao wayaqdiru walakinna akthara annasila yaAAlamoon
Katakanlah, "Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
وَم
Wama amwalukum wala awladukumbillatee tuqarribukum AAindana zulfa illaman amana waAAamila salihan faola-ikalahum jazao addiAAfi bima AAamiloowahum fee alghurufati aminoon
Dan bukanlah harta dan anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda atas apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).
وَ
Wallatheena yasAAawna fee ayatinamuAAajizeena ola-ika fee alAAathabi muhdaroon
Dan orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab.
قُلْ إِ
Qul inna rabbee yabsutu arrizqaliman yashao min AAibadihi wayaqdiru lahu wamaanfaqtum min shay-in fahuwa yukhlifuhu wahuwa khayru arraziqeen
Katakanlah, "Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya." Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِي
Wayawma yahshuruhum jameeAAan thummayaqoolu lilmala-ikati ahaola-i iyyakumkanoo yaAAbudoon
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Dia berfirman kepada para malaikat, "Apakah kepadamu mereka ini dahulu menyembah?"
قَالُو
Qaloo subhanaka anta waliyyunamin doonihim bal kanoo yaAAbudoona aljinna aktharuhumbihim mu/minoon
Para malaikat itu menjawab, "Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin;1 kebanyakan mereka beriman kepada jin."
فَ
Falyawma la yamliku baAAdukumlibaAAdin nafAAan wala darran wanaqoolulillatheena thalamoo thooqoo AAathabaannari allatee kuntum biha tukaththiboon
Maka pada hari ini sebagian kamu tidak kuasa (mendatangkan) manfaat maupun (menolak) mudarat kepada sebagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulu kamu dustakan."
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَ
Wa-itha tutla AAalayhim ayatunabayyinatin qaloo ma hatha illarajulun yureedu an yasuddakum AAamma kanayaAAbudu abaokum waqaloo ma hathailla ifkun muftaran waqala allatheenakafaroo lilhaqqi lamma jaahum in hathailla sihrun mubeen
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata, "Orang ini tidak lain hanya ingin menghalang-halangi kamu dari apa yang disembah oleh nenek moyangmu," dan mereka berkata, "(Alquran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja." Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran ketika kebenaran (Alquran) itu datang kepada mereka, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
وَم
Wama ataynahum minkutubin yadrusoonaha wama arsalna ilayhimqablaka min natheer
Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan Kami tidak pernah mengutus seorang pemberi peringatan kepada mereka sebelum engkau (Muhammad).
وَكَذَّبَ
Wakaththaba allatheena minqablihim wama balaghoo miAAshara ma ataynahumfakaththaboo rusulee fakayfa kana nakeer
Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sedang orang-orang (kafir Mekkah) itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa1 yang telah Kami berikan kepada orang-orang terdahulu, namun mereka mendustakan para rasul-Ku. Maka (lihatlah) bagaimana dahsyatnya akibat kemurkaan-Ku.
۞ قُلْ إِ
Qul innama aAAithukumbiwahidatin an taqoomoo lillahi mathna wafuradathumma tatafakkaroo ma bisahibikum min jinnatin inhuwa illa natheerun lakum bayna yaday AAathabinshadeed
Katakanlah, "Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri;1 kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad). Kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras."
قُلْ مَا سَأَلْتُك
Qul ma saaltukum min ajrin fahuwalakum in ajriya illa AAala Allahi wahuwaAAala kulli shay-in shaheed
Katakanlah (Muhammad), "Imbalan apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu.1 Imbalanku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
قُلْ إِ
Qul inna rabbee yaqthifu bilhaqqiAAallamu alghuyoob
Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib."
قُلْ ج
Qul jaa alhaqqu wamayubdi-o albatilu wama yuAAeed
Katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi."1
قُلْ إِ
Qul in dalaltu fa-innama adilluAAala nafsee wa-ini ihtadaytu fabima yooheeilayya rabbee innahu sameeAAun qareeb
Katakanlah, "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Mahadekat."
وَلَوْ تَرَ
Walaw tara ith faziAAoo falafawta waokhithoo min makanin qareeb
Dan (alangkah mengerikan) sekiranya engkau melihat mereka (orang-orang kafir) ketika terperanjat ketakutan (pada hari Kiamat); lalu mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka),
وَقَال
Waqaloo amanna bihiwaanna lahumu attanawushu min makaninbaAAeed
dan (ketika) mereka berkata, "Kami beriman kepada-Nya." Namun bagaimana mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh?1
وَقَ
Waqad kafaroo bihi min qablu wayaqthifoonabilghaybi min makanin baAAeed
Dan sungguh, mereka telah mengingkari Allah sebelum itu; dan mereka mendustakan tentang yang gaib dari tempat yang jauh.
وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِه
Waheela baynahum wabayna mayashtahoona kama fuAAila bi-ashyaAAihim min qabluinnahum kanoo fee shakkin mureeb
Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan1 sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ
Alhamdu lillahi fatiri assamawatiwal-ardi jaAAili almala-ikatirusulan olee ajnihatin mathna wathulathawarubaAAa yazeedu fee alkhalqi ma yashaoinna Allaha AAala kulli shay-in qadeer
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
مَّا يَفْتَحِ
Ma yaftahi Allahu linnasimin rahmatin fala mumsika laha wamayumsik fala mursila lahu min baAAdihi wahuwa alAAazeezu alhakeem
Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dia lah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
يَ
Ya ayyuha annasuothkuroo niAAmata Allahi AAalaykum hal min khaliqinghayru Allahi yarzuqukum mina assama-i wal-ardila ilaha illa huwa faanna tu/fakoon
Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?
وَإ
Wa-in yukaththibooka faqad kuththibatrusulun min qablika wa-ila Allahi turjaAAu al-omoor
Dan jika mereka mendustakan engkau (setelah engkau beri peringatan), maka sungguh, rasul-rasul sebelum engkau telah didustakan pula. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
يَ
Ya ayyuha annasuinna waAAda Allahi haqqun falataghurrannakumu alhayatu addunya walayaghurrannakum billahi algharoor
Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
إِ
Inna ashshaytana lakumAAaduwwun fattakhithoohu AAaduwwan innamayadAAoo hizbahu liyakoonoo min as-habi assaAAeer
Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
ٱلَّذِينَ كَفَرُو
Allatheena kafaroo lahum AAathabunshadeedun wallatheena amanoo waAAamiloo assalihatilahum maghfiratun waajrun kabeer
Orang-orang yang kafir, mereka akan mendapat azab yang sangat keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
أَفَمَ
Afaman zuyyina lahu soo-o AAamalihi faraahuhasanan fa-inna Allaha yudillu man yashaowayahdee man yashao fala tathhab nafsukaAAalayhim hasaratin inna Allaha AAaleemunbima yasnaAAoon
Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka janganlah engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
وَ
Wallahu allathee arsalaarriyaha fatutheeru sahaban fasuqnahuila baladin mayyitin faahyayna bihi al-ardabaAAda mawtiha kathalika annushoor
Dan Allah lah yang mengirimkan angin; lalu (angin itu) menggerakkan awan, maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus) lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan.
مَ
Man kana yureedu alAAizzata falillahialAAizzatu jameeAAan ilayhi yasAAadu alkalimu attayyibuwalAAamalu assalihu yarfaAAuhu wallatheenayamkuroona assayyi-ati lahum AAathabunshadeedun wamakru ola-ika huwa yaboor
Barangsiapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik,1 dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya.2 Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.
وَ
Wallahu khalaqakum min turabinthumma min nutfatin thumma jaAAalakum azwajan wamatahmilu min ontha wala tadaAAu illabiAAilmihi wama yuAAammaru min muAAammarin walayunqasu min AAumurihi illa fee kitabin inna thalikaAAala Allahi yaseer
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang wanita pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
وَمَا يَسْتَوِى
Wama yastawee albahranihatha AAathbun furatun sa-ighun sharabuhuwahatha milhun ojajun wamin kullinta/kuloona lahman tariyyan watastakhrijoona hilyatantalbasoonaha watara alfulka feehi mawakhiralitabtaghoo min fadlihi walaAAallakum tashkuroon
Dan tidak sama (antara) dua lautan; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari (masing-masing lautan) itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai, dan di sana kamu melihat kapal-kapal berlayar membelah laut agar kamu dapat mencari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.
يُولِجُ
Yooliju allayla fee annahariwayooliju annahara fee allayli wasakhkhara ashshamsawalqamara kullun yajree li-ajalin musamman thalikumuAllahu rabbukum lahu almulku wallatheenatadAAoona min doonihi ma yamlikoona min qitmeer
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, milik-Nyalah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.
إِ
In tadAAoohum la yasmaAAoo duAAaakumwalaw samiAAoo ma istajaboo lakum wayawma alqiyamatiyakfuroona bishirkikum wala yunabbi-oka mithlu khabeer
Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu, dan sekiranya mereka mendengar, mereka juga tidak memperkenankan permintaanmu. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu seperti yang diberikan oleh (Allah) Yang Mahateliti.
۞ يَ
Ya ayyuha annasuantumu alfuqarao ila Allahi wallahuhuwa alghaniyyu alhameed
Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan apa pun), Maha Terpuji.
إ
In yasha/ yuthhibkum waya/tibikhalqin jadeed
Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).
وَمَا ذ
Wama thalika AAala AllahibiAAazeez
Dan yang demikian itu tidak sulit bagi Allah.
وَلَا تَزِرُ وَازِرَ
Wala taziru waziratun wizraokhra wa-in tadAAu muthqalatun ila himlihala yuhmal minhu shay-on walaw kana thaqurba innama tunthiru allatheenayakhshawna rabbahum bilghaybi waaqamoo assalatawaman tazakka fa-innama yatazakka linafsihiwa-ila Allahi almaseer
Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesunggunya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya1 dan mereka yang melaksanakan salat. Barangsiapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah lah tempat kembali.
وَمَا يَسْتَوِى
Wama yastawee al-aAAma walbaseer
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat,
وَلَا
Wala aththulumatuwala annoor
dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya,
وَلَا
Wala aththilluwala alharoor
dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas,
وَمَا يَسْتَوِى
Wama yastawee al-ahyaowala al-amwatu inna Allaha yusmiAAu man yashaowama anta bimusmiAAin man fee alquboor
dan tidak (pula) sama orang yang hidup dengan orang yang mati. Sungguh, Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.1
إِنْ أَ
In anta illa natheer
Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.
إِ
Inna arsalnaka bilhaqqibasheeran wanatheeran wa-in min ommatin illa khalafeeha natheer
Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran1 sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan.
وَإ
Wa-in yukaththibooka faqad kaththabaallatheena min qablihim jaat-hum rusuluhum bilbayyinatiwabizzuburi wabilkitabi almuneer
Dan jika mereka mendustakanmu, maka sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul); ketika rasul-rasulnya datang dengan membawa keterangan yang nyata (mukjizat), zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.1
ثُ
Thumma akhathtu allatheenakafaroo fakayfa kana nakeer
Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana akibat kemurkaan-Ku.
أَلَمْ تَرَ أَ
Alam tara anna Allaha anzala mina assama-imaan faakhrajna bihi thamaratin mukhtalifanalwanuha wamina aljibali judadun beedunwahumrun mukhtalifun alwanuha wagharabeebusood
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.
وَمِنَ
Wamina annasi waddawabbiwal-anAAami mukhtalifun alwanuhu kathalikainnama yakhsha Allaha min AAibadihialAAulamao inna Allaha AAazeezun ghafoor
Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama.1 Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun.
إِ
Inna allatheena yatloona kitabaAllahi waaqamoo assalatawaanfaqoo mimma razaqnahum sirran waAAalaniyatanyarjoona tijaratan lan taboor
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Alquran) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَه
Liyuwaffiyahum ojoorahum wayazeedahum min fadlihiinnahu ghafoorun shakoor
agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.1
وَ
Wallathee awhaynailayka mina alkitabi huwa alhaqqu musaddiqanlima bayna yadayhi inna Allaha biAAibadihilakhabeerun baseer
Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) yaitu Kitab (Alquran) itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Mengetahui, Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.
ثُ
Thumma awrathna alkitaba allatheenaistafayna min AAibadina faminhum thalimunlinafsihi waminhum muqtasidun waminhum sabiqun bilkhayratibi-ithni Allahi thalika huwa alfadlualkabeer
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang berlomba dalam berbuat kebaikan1 dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.
جَ
Jannatu AAadnin yadkhuloonahayuhallawna feeha min asawira min thahabinwalu/lu-an walibasuhum feeha hareer
(Mereka akan mendapat) surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.
وَقَالُو
Waqaloo alhamdu lillahiallathee athhaba AAanna alhazana innarabbana laghafoorun shakoor
Dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri,
ٱلَّذ
Allathee ahallana daraalmuqamati min fadlihi la yamassunafeeha nasabun wala yamassuna feehalughoob
yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu."
وَ
Wallatheena kafaroo lahum narujahannama la yuqda AAalayhim fayamootoo walayukhaffafu AAanhum min AAathabiha kathalikanajzee kulla kafoor
Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّن
Wahum yastarikhoona feeharabbana akhrijna naAAmal salihanghayra allathee kunna naAAmalu awa lam nuAAammirkumma yatathakkaru feehi man tathakkara wajaakumuannatheeru fathooqoo fama liththalimeenamin naseer
Dan mereka berteriak di dalam neraka, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu." (Dikatakan kepada mereka), "Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun."
إِ
Inna Allaha AAalimu ghaybi assamawatiwal-ardi innahu AAaleemun bithati assudoor
Sungguh, Allah mengetahui yang gaib (tersembunyi) di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
هُوَ
Huwa allathee jaAAalakum khala-ifafee al-ardi faman kafara faAAalayhi kufruhu walayazeedu alkafireena kufruhum AAinda rabbihim illamaqtan wala yazeedu alkafireena kufruhum illakhasara
Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. Barangsiapa kafir, maka (akibat) kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kemurkaan di sisi Tuhan mereka. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kerugian mereka belaka.
قُلْ أَرَءَيْتُمْ شُرَك
Qul araaytum shurakaakumu allatheenatadAAoona min dooni Allahi aroonee matha khalaqoomina al-ardi am lahum shirkun fee assamawatiam ataynahum kitaban fahum AAalabayyinatin minhu bal in yaAAidu aththalimoonabaAAduhum baAAdan illa ghuroora
Katakanlah, "Terangkanlah olehmu tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah." Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan; ataukah mereka mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit; atau adakah Kami memberikan kitab kepada mereka sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya? Sebenarnya orang-orang zalim itu, sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain.
۞ إِ
Inna Allaha yumsiku assamawatiwal-arda an tazoola wala-in zalatain amsakahuma min ahadin min baAAdihi innahu kanahaleeman ghafoora
Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap; dan jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.
وَأَ
Waaqsamoo billahi jahda aymanihimla-in jaahum natheerun layakoonunna ahda minihda al-omami falamma jaahum natheerunma zadahum illa nufoora
Dan mereka bersumpah atas nama Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk daripada umat-umat (yang lain). Tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, tidak menambah (apa-apa) kepada mereka, bahkan semakin jauh mereka dari (kebenaran),
ٱسْتِكْبَا
Istikbaran fee al-ardi wamakraassayyi-i wala yaheequ almakru assayyi-oilla bi-ahlihi fahal yanthuroona illasunnata al-awwaleena falan tajida lisunnati Allahitabdeelan walan tajida lisunnati Allahi tahweela
karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa pencetus rencananya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan pada orang-orang yang terdahulu.1 Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah.
أَوَلَمْ يَسِيرُو
Awa lam yaseeroo fee al-ardi fayanthurookayfa kana AAaqibatu allatheena min qablihimwakanoo ashadda minhum quwwatan wama kanaAllahu liyuAAjizahu min shay-in fee assamawatiwala fee al-ardi innahu kana AAaleemanqadeera
Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul), padahal orang-orang itu lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.
وَلَوْ يُؤَاخِذُ
Walaw yu-akhithu Allahuannasa bima kasaboo ma taraka AAalathahriha min dabbatin walakinyu-akhkhiruhum ila ajalin musamman fa-itha jaaajaluhum fa-inna Allaha kana biAAibadihi baseera
Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)-nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.
إِ
Innaka lamina almursaleen
sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul,
عَلَىٰ صِر
AAala siratin mustaqeem
(yang berada) di atas jalan yang lurus,
تَ
Tanzeela alAAazeezi arraheem
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang,
لِتُ
Litunthira qawman ma onthiraabaohum fahum ghafiloon
agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
لَقَ
Laqad haqqa alqawlu AAalaaktharihim fahum la yu/minoon
Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
إِ
Inna jaAAalna fee aAAnaqihimaghlalan fahiya ila al-athqani fahummuqmahoon
Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.
وَجَعَلْنَا م
WajaAAalna min bayni aydeehim saddanwamin khalfihim saddan faaghshaynahum fahum la yubsiroon
Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
وَسَو
Wasawaon AAalayhim aanthartahumam lam tunthirhum la yu/minoon
Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga.
إِ
Innama tunthiru mani ittabaAAaaththikra wakhashiya arrahmanabilghaybi fabashshirhu bimaghfiratin waajrin kareem
Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan1 dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
إِ
Inna nahnu nuhyeealmawta wanaktubu ma qaddamoo waatharahumwakulla shay-in ahsaynahu fee imamin mubeen
Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ).
وَ
Wadrib lahum mathalan as-habaalqaryati ith jaaha almursaloon
Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka;
إِذْ أَرْسَلْن
Ith arsalna ilayhimu ithnaynifakaththaboohuma faAAazzazna bithalithinfaqaloo inna ilaykum mursaloon
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, "Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu."
قَالُو
Qaloo ma antum illabasharun mithluna wama anzala arrahmanumin shay-in in antum illa takthiboon
Mereka (penduduk negeri) menjawab, "Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun; kamu hanyalah pendusta belaka."
قَالُو
Qaloo rabbuna yaAAlamu innailaykum lamursaloon
Mereka berkata, "Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan (-Nya) kepada kamu.
وَمَا عَلَيْن
Wama AAalayna illaalbalaghu almubeen
Dan kewajiban kami hanyalah meyampaikan (perintah Allah) dengan jelas."
قَال
Qaloo inna tatayyarnabikum la-in lam tantahoo lanarjumannakum walayamassannakum minnaAAathabun aleem
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami."
قَالُو
Qaloo ta-irukum maAAakum a-in thukkirtumbal antum qawmun musrifoon
Mereka (utusan-utusan) itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas."
وَج
Wajaa min aqsa almadeenatirajulun yasAAa qala ya qawmi ittabiAAooalmursaleen
Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki1 dengan bergegas dia berkata, "Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.
ٱتَّبِعُو
IttabiAAoo man la yas-alukum ajranwahum muhtadoon
Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
وَمَا لِىَ ل
Wama liya la aAAbudu allatheefataranee wa-ilayhi turjaAAoon
Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.
ءَأَتَّخِذُ مِ
Aattakhithu min doonihi alihatanin yuridni arrahmanu bidurrin la tughniAAannee shafaAAatuhum shay-an wala yunqithoon
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.
إِ
Innee ithan lafee dalalinmubeen
Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.
إِ
Innee amantu birabbikum fasmaAAoon
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku."
قِيلَ
Qeela odkhuli aljannata qala yalayta qawmee yaAAlamoon
Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga."1 Dia (laki-laki itu) berkata, "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,
بِمَا غَفَرَ لِى رَبِّى وَجَعَلَنِى مِنَ
Bima ghafara lee rabbee wajaAAalaneemina almukrameen
apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan."