۞ وَم
وَءَايَ
إِ
أَوَلَمْ يَرَوْ
وَ
مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَر
يَقُولُ أَءِ
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ
فَلَ
فَكَذَّبُوهُ فَإِ
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُم
ٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَ
وَمَا خَلَ
وَوَهَ
وَقَالُو
قَالَ فَ
تَ
خَلَقَك
قُلْ إِ
أَفَمَ
۞ وَم
Wama anzalna AAalaqawmihi min baAAdihi min jundin mina assama-i wamakunna munzileen
Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya.
إِ
In kanat illa sayhatanwahidatan fa-itha hum khamidoon
Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.
يَ
Ya hasratan AAalaalAAibadi ma ya/teehim min rasoolin illa kanoobihi yastahzi-oon
Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.
أَلَمْ يَرَوْ
Alam yaraw kam ahlakna qablahum minaalqurooni annahum ilayhim la yarjiAAoon
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka.1
وَإِ
Wa-in kullun lamma jameeAAun ladaynamuhdaroon
Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami.
وَءَايَ
Waayatun lahumu al-ardualmaytatu ahyaynaha waakhrajna minhahabban faminhu ya/kuloon
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan.
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَ
WajaAAalna feeha jannatinmin nakheelin waaAAnabin wafajjarna feehamina alAAuyoon
Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
لِيَأْكُلُو
Liya/kuloo min thamarihi wamaAAamilat-hu aydeehim afala yashkuroon
agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
سُ
Subhana allathee khalaqaal-azwaja kullaha mimma tunbitu al-arduwamin anfusihim wamimma la yaAAlamoon
Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
وَءَايَ
Waayatun lahumu allaylu naslakhuminhu annahara fa-itha hum muthlimoon
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan,
وَ
Washshamsu tajree limustaqarrin lahathalika taqdeeru alAAazeezi alAAaleem
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
وَ
Walqamara qaddarnahu manazilahatta AAada kalAAurjooni alqadeem
Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.1
لَا
La ashshamsu yanbaghee lahaan tudrika alqamara wala allaylu sabiqu annahariwakullun fee falakin yasbahoon
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
وَءَايَ
Waayatun lahum anna hamalnathurriyyatahum fee alfulki almashhoon
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan,
وَخَلَ
Wakhalaqna lahum min mithlihi mayarkaboon
dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai.1
وَإ
Wa-in nasha/ nughriqhum fala sareekhalahum wala hum yunqathoon
Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan,
إِلَّا رَحْمَ
Illa rahmatan minnawamataAAan ila heen
melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ
Wa-itha qeela lahumu ittaqoo mabayna aydeekum wama khalfakum laAAallakum turhamoon
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat."
وَمَا تَأْتِيه
Wama ta/teehim min ayatin min ayatirabbihim illa kanoo AAanha muAArideen
Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَ
Wa-itha qeela lahum anfiqoo mimmarazaqakumu Allahu qala allatheena kafaroolillatheena amanoo anutAAimu man law yashaoAllahu atAAamahu in antum illa fee dalalinmubeen
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu," orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, "Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَ
Wayaqooloona mata hathaalwaAAdu in kuntum sadiqeen
Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang-orang yang benar?"
مَا يَ
Ma yanthuroona illasayhatan wahidatan ta/khuthuhum wahumyakhissimoon
Mereka hanya menunggu satu teriakan,1 yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَ
Fala yastateeAAoona tawsiyatanwala ila ahlihim yarjiAAoon
Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya.
وَنُفِخَ فِى
Wanufikha fee assoori fa-ithahum mina al-ajdathi ila rabbihim yansiloon
Lalu ditiuplah sangkakala,1 maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya.
قَالُو
Qaloo ya waylana manbaAAathana min marqadina hatha mawaAAada arrahmanu wasadaqaalmursaloon
Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).
إِ
In kanat illa sayhatanwahidatan fa-itha hum jameeAAun ladayna muhdaroon
Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).
فَ
Falyawma la tuthlamunafsun shay-an wala tujzawna illa ma kuntumtaAAmaloon
Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan.
إِ
Inna as-haba aljannati alyawmafee shughulin fakihoon
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
هُمْ وَأَزْو
Hum waazwajuhum fee thilalinAAala al-ara-iki muttaki-oon
Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.
لَهُمْ فِيهَا فَ
Lahum feeha fakihatun walahumma yaddaAAoon
Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.
سَلَ
Salamun qawlan min rabbin raheem
(Kepada mereka dikatakan), "Salām," sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
وَ
Wamtazoo alyawma ayyuhaalmujrimoon
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!
۞ أَلَمْ أَعْهَ
Alam aAAhad ilaykum ya banee adamaan la taAAbudoo ashshaytana innahu lakumAAaduwwun mubeen
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,
وَأَنِ
Waani oAAbudoonee hatha siratunmustaqeem
dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus."
وَلَقَ
Walaqad adalla minkum jibillankatheeran afalam takoonoo taAAqiloon
Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?
هَ
Hathihi jahannamu allatee kuntumtooAAadoon
Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.
ٱصْلَوْهَا
Islawha alyawma bimakuntum takfuroon
Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.
ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَ
Alyawma nakhtimu AAala afwahihimwatukallimuna aydeehim watashhadu arjuluhum bima kanooyaksiboon
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
وَلَوْ نَش
Walaw nashao latamasnaAAala aAAyunihim fastabaqoo assiratafaanna yubsiroon
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?
وَلَوْ نَش
Walaw nashao lamasakhnahumAAala makanatihim fama istataAAoo mudiyyanwala yarjiAAoon
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali.
وَم
Waman nuAAammirhu nunakkis-hu fee alkhalqiafala yaAAqiloon
Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya).1 Maka mengapa mereka tidak mengerti?
وَمَا عَلَّمْنَ
Wama AAallamnahu ashshiAArawama yanbaghee lahu in huwa illa thikrunwaqur-anun mubeen
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Alquran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas.
لِّيُ
Liyunthira man kana hayyanwayahiqqa alqawlu AAala alkafireen
agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.
أَوَلَمْ يَرَوْ
Awa lam yaraw anna khalaqnalahum mimma AAamilat aydeena anAAaman fahumlaha malikoon
Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah meciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya ?
وَذَلَّلْنَ
Wathallalnaha lahumfaminha rakoobuhum waminha ya/kuloon
Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَ
Walahum feeha manafiAAu wamasharibuafala yashkuroon
Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
وَ
Wattakhathoo min dooni Allahialihatan laAAallahum yunsaroon
Dan mereka mengangkat sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.
لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُن
La yastateeAAoona nasrahumwahum lahum jundun muhdaroon
Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu.
فَلَا يَحْزُ
Fala yahzunka qawluhum innanaAAlamu ma yusirroona wama yuAAlinoon
Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguhnya, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan.
أَوَلَمْ يَرَ
Awa lam yara al-insanu annakhalaqnahu min nutfatin fa-itha huwa khaseemunmubeen
Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!
وَضَرَبَ لَنَا مَثَل
Wadaraba lana mathalanwanasiya khalqahu qala man yuhyee alAAithamawahiya rameem
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?
قُلْ يُحْيِيهَا
Qul yuhyeeha allatheeanshaaha awwala marratin wahuwa bikulli khalqin AAaleem
Katakanlah (Muhammad), "Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,
ٱلَّذِى جَعَلَ لَك
Allathee jaAAala lakum mina ashshajarial-akhdari naran fa-itha antum minhutooqidoon
yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu."
أَوَلَيْسَ
Awa laysa allathee khalaqa assamawatiwal-arda biqadirin AAala an yakhluqamithlahum bala wahuwa alkhallaqu alAAaleem
Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.
إِ
Innama amruhu itha aradashay-an an yaqoola lahu kun fayakoon
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
فَسُ
Fasubhana allathee biyadihimalakootu kulli shay-in wa-ilayhi turjaAAoon
Maka Mahasuci (Allah) yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.
وَ
Wassaffati saffa
Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf,
فَ
Fazzajirati zajra
demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh,
فَ
Fattaliyati thikra
demi (rombongan) yang membacakan peringatan,
إِ
Inna ilahakum lawahid
sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.
رَّبُّ
Rabbu assamawati wal-ardiwama baynahuma warabbu almashariq
Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.
إِ
Inna zayyanna assamaaaddunya bizeenatin alkawakib
Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.
وَحِفْ
Wahifthan min kulli shaytaninmarid
Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,
لَّا يَسَّ
La yassammaAAoona ila almala-ial-aAAla wayuqthafoona min kulli janib
mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,
دُحُو
Duhooran walahum AAathabun wasib
untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,
إِلَّا مَنْ خَطِفَ
Illa man khatifa alkhatfatafaatbaAAahu shihabun thaqib
kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
فَ
Fastaftihim ahum ashaddu khalqan amman khalaqna inna khalaqnahum min teeninlazib
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekkah), "Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa1 yang telah Kami ciptakan?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
بَلْ عَجِ
Bal AAajibta wayaskharoon
Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan (engkau).
وَإِذَا ذُكِّرُو
Wa-itha thukkiroo la yathkuroon
Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya.
وَإِذَا رَأَوْ
Wa-itha raaw ayatanyastaskhiroon
Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka memperolok-olokan.
وَقَال
Waqaloo in hatha illasihrun mubeen
Dan mereka berkata, "ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.
أَءِذَا مِتْنَا وَكُ
A-itha mitna wakunnaturaban waAAithaman a-innalamabAAoothoon
Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?
أَوَءَاب
Awa abaona al-awwaloon
dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)?"
قُلْ نَعَمْ وَأَ
Qul naAAam waantum dakhiroon
Katakanlah (Muhammad), "Ya, dan kamu akan terhina."
فَإِ
Fa-innama hiya zajratun wahidatunfa-itha hum yanthuroon
Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka melihatnya.
وَقَالُو
Waqaloo ya waylana hathayawmu addeen
Dan mereka berkata, "Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari pembalasan itu."
هَ
Hatha yawmu alfasli allatheekuntum bihi tukaththiboon
Inilah hari keputusan1 yang dahulu kamu dustakan.
۞ ٱحْشُرُو
Ohshuroo allatheena thalamoowaazwajahum wama kanoo yaAAbudoon
(Diperintahkan kepada malaikat), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,
مِ
Min dooni Allahi fahdoohum ilasirati aljaheem
selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke nereka.
وَقِفُوهُمْۖ إِ
Waqifoohum innahum masooloon
Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya,
مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَر
Ma lakum la tanasaroon
"Mengapa kamu tidak tolong-menolong?"
بَلْ هُمُ
Bal humu alyawma mustaslimoon
Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).
وَأَ
Waaqbala baAAduhum AAala baAAdinyatasaaloon
Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.
قَال
Qaloo innakum kuntum ta/toonanaAAani alyameen
Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), "Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan."1
قَالُو
Qaloo bal lam takoonoo mu/mineen
(Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, "(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin,
وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْك
Wama kana lanaAAalaykum min sultanin bal kuntum qawman tagheen
sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas.
فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّن
Fahaqqa AAalayna qawlu rabbinainna latha-iqoon
Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan (azab itu).
فَأَغْوَيْنَ
Faaghwaynakum inna kunnaghaween
Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat."
فَإِ
Fa-innahum yawma-ithin fee alAAathabimushtarikoon
Maka sesunguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.
إِ
Inna kathalika nafAAalu bilmujrimeen
Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa.
إِ
Innahum kanoo itha qeela lahumla ilaha illa Allahu yastakbiroon
Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, "Lā ilāha illallāh" (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri,
وَيَقُولُونَ أَئِ
Wayaqooloona a-inna latarikoo alihatinalishaAAirin majnoon
dan mereka berkata, "Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?"
بَلْ ج
Bal jaa bilhaqqi wasaddaqaalmursaleen
Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
إِ
Innakum latha-iqoo alAAathabial-aleem
Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
وَمَا تُ
Wama tujzawna illa makuntum taAAmaloon
Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan,
إِلَّا عِبَادَ
Illa AAibada Allahialmukhlaseen
tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa),
أُ
Ola-ika lahum rizqun maAAloom
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
فَو
Fawakihu wahum mukramoon
(yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,
فِى جَ
Fee jannati annaAAeem
di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,
عَلَىٰ سُرُ
AAala sururin mutaqabileen
(mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
يُطَافُ عَلَيْه
Yutafu AAalayhim bika/sin min maAAeen
Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),
بَيْض
Baydaa laththatin lishsharibeen
(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
لَا فِيهَا غَوْ
La feeha ghawlun walahum AAanha yunzafoon
Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.
وَعِ
WaAAindahum qasiratu attarfiAAeen
Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,
كَأَ
Kaannahunna baydun maknoon
seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.
فَأَ
Faaqbala baAAduhum AAala baAAdinyatasaaloon
Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
قَالَ ق
Qala qa-ilun minhum innee kanalee qareen
Berkatalah salah seorang di antara mereka, "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,
يَقُولُ أَءِ
Yaqoolu a-innaka lamina almusaddiqeen
yang berkata, "Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
أَءِذَا مِتْنَا وَكُ
A-itha mitna wakunnaturaban waAAithaman a-innalamadeenoon
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"
قَالَ هَلْ أَ
Qala hal antum muttaliAAoon
Dia berkata, "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"
فَ
FattalaAAa faraahu feesawa-i aljaheem
Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
قَالَ تَ
Qala tallahi in kidtalaturdeen
Dia berkata, "Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,
وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّى لَكُ
Walawla niAAmatu rabbee lakuntu minaalmuhdareen
dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)."
أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّت
Afama nahnu bimayyiteen
Maka apakah kita tidak akan mati?
إِلَّا مَوْتَتَنَا
Illa mawtatana al-oolawama nahnu bimuAAaththabeen
Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?"
إِ
Inna hatha lahuwa alfawzu alAAatheem
Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.
لِمِثْلِ هَ
Limithli hatha falyaAAmali alAAamiloon
Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.
أَذ
Athalika khayrun nuzulan am shajaratuazzaqqoom
Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.
إِ
Inna jaAAalnahafitnatan liththalimeen
Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum) sebagai azab bagi orang-orang zalim.
إِ
Innaha shajaratun takhruju fee aslialjaheem
Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,
طَلْعُهَا كَأَ
TalAAuha kaannahu ruoosu ashshayateen
mayangnya seperti kepala-kepala setan.
فَإِ
Fa-innahum laakiloona minhafamali-oona minha albutoon
Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).
ثُ
Thumma inna lahum AAalayha lashawbanmin hameem
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.
ثُ
Thumma inna marjiAAahum la-ila aljaheem
Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.
إِ
Innahum alfaw abaahum dalleen
Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,
فَهُمْ عَلَ
Fahum AAala atharihimyuhraAAoon
lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.
وَلَقَ
Walaqad dalla qablahum aktharual-awwaleen
Dan sungguh, sebelum mereka (suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
وَلَقَ
Walaqad arsalna feehim munthireen
dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.
فَ
Fanthur kayfa kanaAAaqibatu almunthareen
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,
إِلَّا عِبَادَ
Illa AAibada Allahialmukhlaseen
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
وَلَقَ
Walaqad nadana noohunfalaniAAma almujeeboon
Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
وَنَجَّيْنَ
Wanajjaynahu waahlahu mina alkarbialAAatheem
Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ
WajaAAalna thurriyyatahu humualbaqeen
Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى
Watarakna AAalayhi fee al-akhireen
Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
سَلَ
Salamun AAala noohinfee alAAalameen
"Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam."
إِ
Inna kathalika najzee almuhsineen
Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِ
Innahu min AAibadinaalmu/mineen
Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.
ثُ
Thumma aghraqna al-akhareen
Kemudian Kami tenggelamkan yang lain.
۞ وَإِ
Wa-inna min sheeAAatihi la-ibraheem
Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).1
إِذْ ج
Ith jaa rabbahu biqalbinsaleem
(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,1
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِه
Ith qala li-abeehi waqawmihi mathataAAbudoon
(ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?
أَئِفْكًا ءَالِهَ
A-ifkan alihatan doona Allahitureedoon
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?
فَمَا ظَ
Fama thannukum birabbialAAalameen
Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?"
فَنَظَرَ نَظْرَ
Fanathara nathratanfee annujoom
Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,
فَقَالَ إِ
Faqala innee saqeem
kemudian dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku sakit."
فَتَوَلَّوْ
Fatawallaw AAanhu mudbireen
Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya.
فَرَاغَ إِلَ
Faragha ila alihatihimfaqala ala ta/kuloon
Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, "Mengapa kamu tidak makan?1
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْب
Faragha AAalayhim darban bilyameen
Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya.
فَأَ
Faaqbaloo ilayhi yaziffoon
Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.
قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِت
Qala ataAAbudoona ma tanhitoon
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
وَ
Wallahu khalaqakum wamataAAmaloon
padahal Allah lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat."
قَالُو
Qaloo ibnoo lahu bunyananfaalqoohu fee aljaheem
Mereka berkata, "Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu."
فَأَرَادُو
Faaradoo bihi kaydan fajaAAalnahumual-asfaleen
Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
وَقَالَ إِ
Waqala innee thahibun ilarabbee sayahdeen
Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.1
رَبِّ هَ
Rabbi hablee mina assaliheen
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang saleh."
فَبَشَّرْنَ
Fabashsharnahu bighulamin haleem
Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).
فَلَ
Falamma balagha maAAahu assaAAyaqala ya bunayya innee ara fee almanamiannee athbahuka fanthur mathatara qala ya abati ifAAal ma tu/marusatajidunee in shaa Allahu mina assabireen
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimanakah pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insyā Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."
فَلَ
Falamma aslama watallahuliljabeen
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).
وَنَ
Wanadaynahu an ya ibraheem
Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim!
قَ
Qad saddaqta arru/yainna kathalika najzee almuhsineen
Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu."1 Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِ
Inna hatha lahuwa albalaoalmubeen
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
وَفَدَيْنَ
Wafadaynahu bithibhinAAatheem
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.1
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى
Watarakna AAalayhi fee al-akhireen
Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَ
Salamun AAala ibraheem
" Selamat sejahtera bagi Ibrahim."
كَذ
Kathalika najzee almuhsineen
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِ
Innahu min AAibadinaalmu/mineen
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَبَشَّرْنَ
Wabashsharnahu bi-ishaqanabiyyan mina assaliheen
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
وَبَ
Wabarakna AAalayhi waAAalaishaqa wamin thurriyyatihima muhsinunwathalimun linafsihi mubeen
Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.
وَلَقَ
Walaqad mananna AAala moosawaharoon
Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.
وَنَجَّيْنَ
Wanajjaynahuma waqawmahumamina alkarbi alAAatheem
Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar,
وَنَصَرْنَ
Wanasarnahum fakanoohumu alghalibeen
dan Kami tolong mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang.
وَءَاتَيْنَ
Waataynahuma alkitabaalmustabeen
Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas,
وَهَدَيْنَ
Wahadaynahuma assirataalmustaqeem
dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى
Watarakna AAalayhima fee al-akhireen
Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَ
Salamun AAala moosawaharoon
"Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun."
إِ
Inna kathalika najzee almuhsineen
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِ
Innahuma min AAibadinaalmu/mineen
Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِ
Wa-inna ilyasa lamina almursaleen
Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul.
إِذْ قَالَ لِقَوْمِه
Ith qala liqawmihi alatattaqoon
(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
أَتَ
AtadAAoona baAAlan watatharoona ahsanaalkhaliqeen
Patutkah kamu menyembah Ba'l 1 dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik Pencipta,
ٱللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ ءَاب
Allaha rabbakum warabba aba-ikumual-awwaleen
(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?"
فَكَذَّبُوهُ فَإِ
Fakaththaboohu fa-innahum lamuhdaroon
Tetapi mereka mendustakannya (Ilyas), maka sungguh, mereka akan diseret (ke neraka),
إِلَّا عِبَادَ
Illa AAibada Allahialmukhlaseen
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى
Watarakna AAalayhi fee al-akhireen
Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَ
Salamun AAala il yaseen
"selamat sejahtera bagi Ilyas."
إِ
Inna kathalika najzee almuhsineen
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِ
Innahu min AAibadinaalmu/mineen
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِ
Wa-inna lootan lamina almursaleen
Dan sungguh, Luṭ benar-benar termasuk salah seorang rasul.
إِذْ نَجَّيْنَ
Ith najjaynahu waahlahuajmaAAeen
(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,
إِلَّا عَجُو
Illa AAajoozan fee alghabireen
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) bersama-sama orang yang tinggal (di kota).
ثُ
Thumma dammarna al-akhareen
Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.1
وَإِ
Wa-innakum latamurroona AAalayhim musbiheen
Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekkah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,
وَبِ
Wabillayli afala taAAqiloon
dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti?
وَإِ
Wa-inna yoonusa lamina almursaleen
Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul,
إِذْ أَبَقَ إِلَى
Ith abaqa ila alfulki almashhoon
(ingatlah) ketika dia lari,1 ke kapal yang penuh muatan,
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ
Fasahama fakana mina almudhadeen
kemudian dia ikut diundi1 ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).
فَ
Faltaqamahu alhootu wahuwamuleem
Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.1
فَلَوْل
Falawla annahu kana minaalmusabbiheen
Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah,
لَلَبِثَ فِى بَ
Lalabitha fee batnihi ilayawmi yubAAathoon
niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai Hari Berbangkit.
۞ فَنَبَذْنَ
Fanabathnahu bilAAara-iwahuwa saqeem
Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.
وَأَ
Waanbatna AAalayhi shajaratan minyaqteen
Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.
وَأَرْسَلْنَ
Waarsalnahu ila mi-ati alfinaw yazeedoon
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih,
فَـَٔـامَنُو
Faamanoo famattaAAnahum ilaheen
sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
فَ
Fastaftihim alirabbika albanatuwalahumu albanoon
Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekkah), "Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak laki-laki?1
أَمْ خَلَ
Am khalaqna almala-ikata inathanwahum shahidoon
atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?
أَل
Ala innahum min ifkihim layaqooloon
Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,
وَلَدَ
Walada Allahu wa-innahum lakathiboon
"Allah mempunyai anak." Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta,
أَصْطَفَى
Astafa albanati AAalaalbaneen
apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُم
Ma lakum kayfa tahkumoon
Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?
أَمْ لَكُمْ سُلْطَ
Am lakum sultanun mubeen
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
فَأْتُو
Fa/too bikitabikum in kuntum sadiqeen
(kalau begitu) maka bawalah kitabmu jika kamu orang yang benar.
وَجَعَلُو
WajaAAaloo baynahu wabayna aljinnatinasaban walaqad AAalimati aljinnatu innahum lamuhdaroon
Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka),
سُ
Subhana Allahi AAammayasifoon
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
إِلَّا عِبَادَ
Illa AAibada Allahialmukhlaseen
kecuali hamba-hamba Allah1 yang disucikan (dari dosa).
فَإِ
Fa-innakum wama taAAbudoon
Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu,
م
Ma antum AAalayhi bifatineen
tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ
Illa man huwa sali aljaheem
kecuali orang-orang yang akan masuk ke neraka Jahim.
وَمَا مِ
Wama minna illa lahumaqamun maAAloom
Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu,
وَإِ
Wa-inna lanahnu assaffoon
dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).
وَإِ
Wa-inna lanahnu almusabbihoon
Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).
وَإِ
Wa-in kanoo layaqooloon
Dan sesungguhnya mereka (orang kafir Mekkah) benar-benar pernah berkata,
لَوْ أَ
Law anna AAindana thikranmina al-awwaleen
"Sekiranya di sisi kami ada suatu kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,
لَكُ
Lakunna AAibada Allahialmukhlaseen
tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan (dari dosa)."
فَكَفَرُو
Fakafaroo bihi fasawfa yaAAlamoon
Tetapi ternyata mereka mengingkarinya (Alquran); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).
وَلَقَ
Walaqad sabaqat kalimatuna liAAibadinaalmursaleen
Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
إِ
Innahum lahumu almansooroon
(yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan.
وَإِ
Wa-inna jundana lahumu alghaliboon
Dan sesungguhnya bala tentara Kami1 itulah yang pasti menang.
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ ح
Fatawalla AAanhum hatta heen
Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu,1
وَأَ
Waabsirhum fasawfa yubsiroon
dan perlihatkanlah kepada mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِل
AfabiAAathabina yastaAAjiloon
Maka apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?
فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَس
Fa-itha nazala bisahatihimfasaa sabahu almunthareen
Maka apabila (siksaan) itu turun di halaman mereka, maka sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan.1
وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ ح
Watawalla AAanhum hatta heen
Dan berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu.
وَأَ
Waabsir fasawfa yubsiroon
Dan perlihatkanlah, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
سُ
Subhana rabbika rabbi alAAizzatiAAamma yasifoon
Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan.
وَسَلَ
Wasalamun AAala almursaleen
Dan selamat sejahtera bagi para rasul.
وَ
Walhamdu lillahirabbi alAAalameen
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.
Sad walqur-ani theeaththikr
1. Ṣād, demi Alquran yang mengandung peringatan.
بَلِ
Bali allatheena kafaroo fee AAizzatinwashiqaq
2. Tetapi orang-orang yang kafir (berada) dalam kesombongan dan permusuhan.
كَمْ أَهْلَكْنَا مِ
Kam ahlakna min qablihim min qarninfanadaw walata heena manas
3. Betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.
وَعَجِب
WaAAajiboo an jaahum munthirunminhum waqala alkafiroona hatha sahirunkaththab
Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, "Orang ini adalah pesihir yang banyak berdusta."
أَجَعَلَ
AjaAAala al-alihata ilahan wahidaninna hatha lashay-on AAujab
Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.
وَ
Wantalaqa almalao minhum aniimshoo wasbiroo AAala alihatikuminna hatha lashay-on yurad
Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.1
مَا سَمِعْنَا بِهَ
Ma samiAAna bihatha feealmillati al-akhirati in hatha illa ikhtilaq
Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir,1 ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,
أَءُ
Aonzila AAalayhi aththikru minbaynina bal hum fee shakkin min thikree bal lammayathooqoo AAathab
mengapa Alquran itu diturunkan kepada Dia di antara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Alquran-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab(-Ku).
أَمْ عِ
Am AAindahum khaza-inu rahmatirabbika alAAazeezi alwahhab
Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa, Maha Pemberi?
أَمْ لَه
Am lahum mulku assamawatiwal-ardi wama baynahuma falyartaqoofee al-asbab
Atau apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).
جُن
Jundun ma hunalika mahzoomunmina al-ahzab
(Mereka itu) kelompok besar bala tentara yang berada di sana yang akan dikalahkan.1
كَذَّبَتْ قَ
Kaththabat qablahum qawmu noohinwaAAadun wafirAAawnu thoo al-awtad
Sebelum mereka itu, kaum Nuh, 'Ād dan Fir'aun yang mempunyai bala tentara yang banyak, juga telah mendustakan (rasul-rasul),
وَثَمُودُ وَقَوْمُ لُو
Wathamoodu waqawmu lootin waas-habual-aykati ola-ika al-ahzab
dan (begitu juga) Samud, kaum Luṭ dan penduduk Aikah.1 Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).
إِ
In kullun illa kaththaba arrusulafahaqqa AAiqab
Semua mereka itu mendustakan rasul-rasul, maka pantas mereka merasakan azab-Ku.
وَمَا يَ
Wama yanthuru haola-iilla sayhatan wahidatan ma lahamin fawaq
Dan sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja, yang tidak ada selanya.1
وَقَالُو
Waqaloo rabbana AAajjil lanaqittana qabla yawmi alhisab
Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari perhitungan."
ٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَ
Isbir AAala mayaqooloona wathkur AAabdana dawooda thaal-aydi innahu awwab
Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah).
إِ
Inna sakhkharna aljibalamaAAahu yusabbihna bilAAashiyyi wal-ishraq
Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi,
وَ
Wattayra mahshooratankullun lahu awwab
dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing sangat taat (kepada Allah).
وَشَدَ
Washadadna mulkahu waataynahualhikmata wafasla alkhitab
Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya1 serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara.
۞ وَهَلْ أَتَ
Wahal ataka nabao alkhasmi ithtasawwaroo almihrab
Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab?
إِذْ دَخَلُو
Ith dakhaloo AAala dawoodafafaziAAa minhum qaloo la takhaf khasmanibagha baAAduna AAala baAAdinfahkum baynana bilhaqqi walatushtit wahdina ila sawa-iassirat
ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, "Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.
إِ
Inna hatha akhee lahu tisAAunwatisAAoona naAAjatan waliya naAAjatun wahidatun faqalaakfilneeha waAAazzanee fee alkhitab
Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, "Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan."
قَالَ لَقَ
Qala laqad thalamakabisu-ali naAAjatika ila niAAajihi wa-innakatheeran mina alkhulata-i layabghee baAAduhum AAalabaAAdin illa allatheena amanoowaAAamiloo assalihati waqaleelun mahum wathanna dawoodu annama fatannahufastaghfara rabbahu wakharra rakiAAan waanab
Dia (Dawud) berkata, "Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu." Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.
فَغَفَرْنَا لَهُ
Faghafarna lahu thalikawa-inna lahu AAindana lazulfa wahusna maab
Lalu Kami mengampuni (kesalahannya) itu. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
يَ
Ya dawoodu inna jaAAalnakakhaleefatan fee al-ardi fahkum bayna annasibilhaqqi wala tattabiAAi alhawa fayudillakaAAan sabeeli Allahi inna allatheena yadilloonaAAan sabeeli Allahi lahum AAathabun shadeedun bimanasoo yawma alhisab
(Allah berfirman), "Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan."
وَمَا خَلَ
Wama khalaqna assamaawal-arda wama baynahuma batilanthalika thannu allatheena kafaroofawaylun lillatheena kafaroo mina annar
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
أَمْ نَ
Am najAAalu allatheena amanoowaAAamiloo assalihati kalmufsideenafee al-ardi am najAAalu almuttaqeena kalfujjar
Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami mengangggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?
كِتَ
Kitabun anzalnahu ilayka mubarakunliyaddabbaroo ayatihi waliyatathakkara olooal-albab
Kitab (Alquran) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.
وَوَهَ
Wawahabna lidawooda sulaymananiAAma alAAabdu innahu awwab
Dan kepada Dawud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).
إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِ
Ith AAurida AAalayhi bilAAashiyyiassafinatu aljiyad
(Ingatlah) ketika suatu sore dipertunjukkan kepadanya (kuda-kuda) yang jinak, (tetapi) sangat cepat larinya,
فَقَالَ إِ
Faqala innee ahbabtu hubbaalkhayri AAan thikri rabbee hatta tawaratbilhijab
maka dia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai matahari terbenam."1
رُدُّوهَا عَلَىَّۖ فَطَفِقَ مَسْح
Ruddooha AAalayya fatafiqa mashanbissooqi wal-aAAnaq
"Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku." Lalu dia mengusap-usap kaki dan leher kuda itu.1
وَلَقَ
Walaqad fatanna sulaymanawaalqayna AAala kursiyyihi jasadan thumma anab
Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.1
قَالَ رَبِّ
Qala rabbi ighfir lee wahab leemulkan la yanbaghee li-ahadin min baAAdee innakaanta alwahhab
Dia berkata, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi."
فَسَخَّرْنَا لَهُ
Fasakhkharna lahu arreehatajree bi-amrihi rukhaan haythu asab
Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya,
وَ
Washshayateena kulla banna-inwaghawwas
dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,
وَءَاخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِى
Waakhareena muqarraneena fee al-asfad
dan (setan) lain yang terikat dalam belenggu.
هَ
Hatha AAataona famnunaw amsik bighayri hisab
Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan.
وَإِ
Wa-inna lahu AAindana lazulfawahusna maab
Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
وَ
Wathkur AAabdanaayyooba ith nada rabbahu annee massaniya ashshaytanubinusbin waAAathab
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana."
ٱرْكُضْ بِرِ
Orkud birijlika hathamughtasalun baridun washarab
(Allah berfirman), "Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum."
وَوَهَ
Wawahabna lahu ahlahu wamithlahummaAAahum rahmatan minna wathikrali-olee al-albab
Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat gandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.1
وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْ
Wakhuth biyadika dighthan fadribbihi wala tahnath inna wajadnahu sabiranniAAma alAAabdu innahu awwab
Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).
وَ
Wathkur AAibadanaibraheema wa-ishaqa wayaAAqooba olee al-aydee wal-absar
Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi).
إِ
Inna akhlasnahum bikhalisatinthikra addar
Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
وَإِ
Wa-innahum AAindana lamina almustafaynaal-akhyar
Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.
وَ
Wathkur ismaAAeelawa-ilyasaAAa watha alkifli wakullun mina al-akhyar
Dan ingatlah Ismail, Ilyasa' dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang terbaik.
هَ
Hatha thikrun wa-innalilmuttaqeena lahusna maab
Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) tempat kembali yang terbaik,
جَ
Jannati AAadnin mufattahatanlahumu al-abwab
(yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,
مُتَّكِــِٔينَ فِيهَا يَ
Muttaki-eena feeha yadAAoona feehabifakihatin katheeratin washarab
di dalamnya mereka bersandar (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman (di surga itu).
۞ وَعِ
WaAAindahum qasiratu attarfiatrab
dan di samping mereka (ada bidadari-bidadari) yang redup pandangannya dan sebaya umurnya.
هَ
Hatha ma tooAAadoona liyawmialhisab
Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan.
إِ
Inna hatha larizquna malahu min nafad
Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya.
هَ
Hatha wa-inna littagheenalasharra maab
Beginilah (keadaan mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka pasti (disediakan) tempat kembali yang buruk,
جَهَ
Jahannama yaslawnaha fabi/saalmihad
(yaitu) neraka Jahanam yang mereka masuki; maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal.
هَ
Hatha falyathooqoohu hameemunwaghassaq
Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin,
وَءَاخَرُ مِ
Waakharu min shaklihi azwaj
dan berbagai macam (azab) yang lain yang serupa itu.
هَ
Hatha fawjun muqtahimunmaAAakum la marhaban bihim innahum saloo annar
(Dikatakan kepada mereka), "Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)." Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka).
قَالُو
Qaloo bal antum la marhabanbikum antum qaddamtumoohu lana fabi/sa alqarar
(Para pengikut mereka menjawab), "Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap."
قَالُو
Qaloo rabbana man qaddama lanahatha fazidhu AAathaban diAAfan fee annar
Mereka berkata (lagi), "Ya Tuhan kami, barangsiapa menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka."
وَقَالُو
Waqaloo ma lana lanara rijalan kunna naAAudduhum mina al-ashrar
Dan (orang-orang durhaka) berkata, "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).
أَتَّخَذْنَ
Attakhathnahum sikhriyyan am zaghatAAanhumu al-absar
Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka?"
إِ
Inna thalika lahaqqun takhasumuahli annar
Sungguh, yang demikian benar-benar terjadi, (yaitu) pertengkaran di antara penghuni neraka.
قُلْ إِ
Qul innama ana munthirunwama min ilahin illa Allahu alwahidualqahhar
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa,
رَبُّ
Rabbu assamawati wal-ardiwama baynahuma alAAazeezu alghaffar
(yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun."
قُلْ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظ
Qul huwa nabaon AAatheem
Katakanlah, "Itu (Alquran) adalah berita besar,
مَا كَانَ لِىَ مِنْ عِلْ
Ma kana liya min AAilmin bilmala-ial-aAAla ith yakhtasimoon
Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-malaul a'lā (malaikat) ketika mereka berbantah-bantahan.
إ
In yooha ilayya illa annamaana natheerun mubeen
Yang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata."
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَ
Ith qala rabbuka lilmala-ikatiinnee khaliqun basharan min teen
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ
Fa-itha sawwaytuhu wanafakhtu feehimin roohee faqaAAoo lahu sajideen
Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya."
فَسَجَدَ
Fasajada almala-ikatu kulluhumajmaAAoon
Lalu para malaikat itu bersujud semuanya,
إِلّ
Illa ibleesa istakbara wakanamina alkafireen
kecuali iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.
قَالَ يَ
Qala ya ibleesu mamanaAAaka an tasjuda lima khalaqtu biyadayya astakbarta amkunta mina alAAaleen
(Allah) berfirman, "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?"
قَالَ أَنَا۟ خَيْ
Qala ana khayrun minhukhalaqtanee min narin wakhalaqtahu min teen
(Iblis) berkata, "Aku lebih baik darinya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."
قَالَ فَ
Qala fakhruj minhafa-innaka rajeem
(Allah) berfirman, "Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk.
وَإِ
Wa-inna AAalayka laAAnatee ila yawmiaddeen
Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan."
قَالَ رَبِّ فَأَ
Qala rabbi faanthirneeila yawmi yubAAathoon
(Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan."
قَالَ فَإِ
Qala fa-innaka mina almunthareen
(Allah) berfirman, "Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan,
إِلَىٰ يَوْمِ
Ila yawmi alwaqti almaAAloom
sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)."
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَ
Qala fabiAAizzatika laoghwiyannahumajmaAAeen
(Iblis) menjawab, "Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ
Illa AAibadaka minhumualmukhlaseen
kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."1
قَالَ فَ
Qala falhaqqu walhaqqaaqool
(Allah) berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpahku), dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan.
لَأَمْلَأَ
Laamlaanna jahannama minka wamimmantabiAAaka minhum ajmaAAeen
Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya."
قُلْ م
Qul ma as-alukum AAalayhi min ajrinwama ana mina almutakallifeen
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada.
إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْ
In huwa illa thikrun lilAAalameen
(Alquran) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.
وَلَتَعْلَمُ
WalataAAlamunna nabaahu baAAda heen
Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya Alquran setelah beberapa waktu lagi."1
تَ
Tanzeelu alkitabi mina AllahialAAazeezi alhakeem
Kitab (Alquran) ini diturunkan oleh Allah Yang Mahamulia, Mahabijaksana.
إِ
Inna anzalna ilayka alkitababilhaqqi faAAbudi Allaha mukhlisanlahu addeen
Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.
أَلَا لِلَّهِ
Ala lillahi addeenualkhalisu wallatheena ittakhathoomin doonihi awliyaa ma naAAbuduhum illaliyuqarriboona ila Allahi zulfa innaAllaha yahkumu baynahum fee ma hum feehiyakhtalifoona inna Allaha la yahdee man huwa kathibunkaffar
Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), "Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya." Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.
لَّوْ أَرَادَ
Law arada Allahu an yattakhithawaladan lastafa mimma yakhluqu mayashao subhanahu huwa Allahu alwahidualqahhar
Sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia. Dialah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.
خَلَقَ
Khalaqa assamawati wal-ardabilhaqqi yukawwiru allayla AAala annahariwayukawwiru annahara AAala allayliwasakhkhara ashshamsa walqamara kullun yajreeli-ajalin musamman ala huwa alAAazeezu alghaffar
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun.
خَلَقَك
Khalaqakum min nafsin wahidatin thummajaAAala minha zawjaha waanzala lakum mina al-anAAamithamaniyata azwajin yakhluqukum fee butooniommahatikum khalqan min baAAdi khalqin fee thulumatinthalathin thalikumu Allahu rabbukum lahualmulku la ilaha illa huwa faanna tusrafoon
Dia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) kemudian darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.1 Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan?
إِ
In takfuroo fa-inna Allaha ghaniyyunAAankum wala yarda liAAibadihi alkufra wa-intashkuroo yardahu lakum wala taziru waziratunwizra okhra thumma ila rabbikum marjiAAukumfayunabbi-okum bima kuntum taAAmaloona innahu AAaleemun bithatiassudoor
Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu1 dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain.2 Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu).
۞ وَإِذَا مَسَّ
Wa-itha massa al-insana durrundaAAa rabbahu muneeban ilayhi thumma ithakhawwalahu niAAmatan minhu nasiya ma kana yadAAooilayhi min qablu wajaAAala lillahi andadan liyudillaAAan sabeelihi qul tamattaAA bikufrika qaleelan innaka min as-habiannar
Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu, dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka."
أَ
Amman huwa qanitun anaaallayli sajidan waqa-iman yahtharu al-akhiratawayarjoo rahmata rabbihi qul hal yastawee allatheenayaAAlamoona wallatheena la yaAAlamoonainnama yatathakkaru oloo al-albab
(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, "Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.
قُلْ يَ
Qul ya AAibadi allatheenaamanoo ittaqoo rabbakum lillatheena ahsanoofee hathihi addunya hasanatun waarduAllahi wasiAAatun innama yuwaffa assabiroonaajrahum bighayri hisab
Katakanlah (Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu." Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.
قُلْ إِ
Qul innee omirtu an aAAbuda Allahamukhlisan lahu addeen
Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.
وَأُمِرْتُ لِأَنْ أَكُونَ أَوَّلَ
Waomirtu li-an akoona awwala almuslimeen
Dan aku diperintahkan agar menjadi orang yang pertama-tama berserah diri."
قُلْ إِ
Qul innee akhafu in AAasayturabbee AAathaba yawmin AAatheem
Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan azab pada hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku."
قُلِ
Quli Allaha aAAbudu mukhlisanlahu deenee
Katakanlah, "Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku."
فَ
FaAAbudoo ma shi/tum mindoonihi qul inna alkhasireena allatheena khasirooanfusahum waahleehim yawma alqiyamati ala thalikahuwa alkhusranu almubeen
Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik).1 Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat." Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
لَه
Lahum min fawqihim thulalunmina annari wamin tahtihim thulalunthalika yukhawwifu Allahu bihi AAibadahu yaAAibadi fattaqoon
Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka. Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya (dengan azab itu). "Wahai hamba-hamba-Ku, maka bertakwalah kepada-Ku."
وَ
Wallatheena ijtanaboo attaghootaan yaAAbudooha waanaboo ila Allahilahumu albushra fabashshir AAibad
Dan orang-orang yang menjauhi Tagut (yaitu) tidak menyembahnya1 dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku,
ٱلَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ
Allatheena yastamiAAoona alqawlafayattabiAAoona ahsanahu ola-ika allatheenahadahumu Allahu waola-ika hum oloo al-albab
(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.1 Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.
أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ
Afaman haqqa AAalayhi kalimatu alAAathabiafaanta tunqithu man fee annar
Maka apakah (engkau hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau (Muhammad) akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?
لَ
Lakini allatheena ittaqawrabbahum lahum ghurafun min fawqiha ghurafun mabniyyatuntajree min tahtiha al-anharu waAAda Allahila yukhlifu Allahu almeeAAad
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka mendapat kamar-kamar (di surga), di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun (bertingkat-tingkat), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan memungkiri janji(-Nya).
أَلَمْ تَرَ أَ
Alam tara anna Allaha anzala mina assama-imaan fasalakahu yanabeeAAa fee al-ardithumma yukhriju bihi zarAAan mukhtalifan alwanuhu thummayaheeju fatarahu musfarran thumma yajAAaluhu hutamaninna fee thalika lathikra li-olee al-albab
Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berkeping-keping. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat.
أَفَمَ
Afaman sharaha Allahu sadrahulil-islami fahuwa AAala noorin min rabbihi fawaylunlilqasiyati quloobuhum min thikri Allahi ola-ikafee dalalin mubeen
Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ
Allahu nazzala ahsana alhadeethikitaban mutashabihan mathaniya taqshaAAirruminhu juloodu allatheena yakhshawna rabbahum thummataleenu julooduhum waquloobuhum ila thikri Allahithalika huda Allahi yahdee bihi man yashaowaman yudlili Allahu fama lahu min had
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Alquran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang,1 gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.
أَفَم
Afaman yattaqee biwajhihi soo-a alAAathabiyawma alqiyamati waqeela liththalimeenathooqoo ma kuntum taksiboon
Maka apakah orang-orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan."
كَذَّبَ
Kaththaba allatheena minqablihim faatahumu alAAathabu min haythu layashAAuroon
Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.
فَأَذَاقَهُمُ
Faathaqahumu Allahu alkhizyafee alhayati addunya walaAAathabual-akhirati akbaru law kanoo yaAAlamoon
Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau (saja) mereka mengetahui.
وَلَقَ
Walaqad darabna linnasifee hatha alqur-ani min kulli mathalin laAAallahumyatathakkaroon
Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam Alquran ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka dapat pelajaran.
قُرْءَانًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِى عِوَ
Qur-anan AAarabiyyan ghayra theeAAiwajin laAAallahum yattaqoon
(Yaitu) Alquran dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa.
ضَرَبَ
Daraba Allahu mathalan rajulanfeehi shurakao mutashakisoona warajulan salamanlirajulin hal yastawiyani mathalan alhamdu lillahibal aktharuhum la yaAAlamoon
Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang berserikat yang dalam perselisihan, dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja). Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
إِ
Innaka mayyitun wa-innahum mayyitoon
Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula).
ثُ
Thumma innakum yawma alqiyamatiAAinda rabbikum takhtasimoon
Kemudian sesungguhnya kamu pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.