بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
ط
وَجَحَدُو
إِ
فَلَ
وَلَقَ
۞ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِه
أَ
وَإِ
مَ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
ط
Ta-seen tilka ayatualqur-ani wakitabin mubeen
Ṭā Sīn. Inilah ayat-ayat Alquran, dan Kitab yang jelas,
هُ
Hudan wabushra lilmu/mineen
petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman,
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ
Allatheena yuqeemoona assalatawayu/toona azzakata wahum bil-akhiratihum yooqinoon
(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan mereka meyakini adanya akhirat.
إِ
Inna allatheena la yu/minoonabil-akhirati zayyanna lahum aAAmalahumfahum yaAAmahoon
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka (yang buruk), sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan.
أُ
Ola-ika allatheena lahum soo-oalAAathabi wahum fee al-akhirati humu al-akhsaroon
Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksaan buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi.
وَإِ
Wa-innaka latulaqqa alqur-anamin ladun hakeemin AAaleem
Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar telah diberi Alquran dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
إِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهْلِه
Ith qala moosa li-ahlihiinnee anastu naran saateekum minhabikhabarin aw ateekum bishihabin qabasinlaAAallakum tastaloon
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sungguh, aku melihat api. Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)."
فَلَ
Falamma jaaha noodiya anboorika man fee annari waman hawlahawasubhana Allahi rabbi alAAalameen
Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, "Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam."
يَ
Ya moosa innahu ana AllahualAAazeezu alhakeem
(Allah berfirman), "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَأَلْقِ عَصَاكَۚ فَلَ
Waalqi AAasaka falamma raahatahtazzu kaannaha jannun walla mudbiranwalam yuAAaqqib ya moosa la takhaf innee layakhafu ladayya almursaloon
dan lemparkanlah tongkatmu!" Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya dihadapan-Ku para rasul tidak perlu takut,
إِلَّا مَ
Illa man thalama thummabaddala husnan baAAda soo-in fa-innee ghafoorun raheem
kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah kejahatan (bertobat); maka sungguh, Aku Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَأَ
Waadkhil yadaka fee jaybika takhruj baydaamin ghayri soo-in fee tisAAi ayatin ilafirAAawna waqawmihi innahum kanoo qawman fasiqeen
Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu,1 niscaya ia akan ke luar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik."
فَلَ
Falamma jaat-hum ayatunamubsiratan qaloo hatha sihrun mubeen
Maka ketika mukjizat-mukjizat Kami yang terang itu sampai kepada mereka, mereka berkata, "Ini sihir yang nyata."
وَجَحَدُو
Wajahadoo biha wastayqanat-haanfusuhum thulman waAAuluwwan fanthurkayfa kana AAaqibatu almufsideen
Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَلَقَ
Walaqad atayna dawoodawasulaymana AAilman waqala alhamdulillahi allathee faddalana AAalakatheerin min AAibadihi almu/mineen
Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman, dan keduanya berkata, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman."
وَوَرِثَ سُلَيْمَ
Wawaritha sulaymanu dawoodawaqala ya ayyuha annasuAAullimna mantiqa attayri waooteenamin kulli shay-in inna hatha lahuwa alfadlualmubeen
Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud,1 dan dia (Sulaiman) berkata, "Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata."
وَحُشِرَ لِسُلَيْمَ
Wahushira lisulaymanajunooduhu mina aljinni wal-insi wattayrifahum yoozaAAoon
Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib.
حَتَّ
Hatta itha ataw AAalawadi annamli qalat namlatun ya ayyuhaannamlu odkhuloo masakinakum la yahtimannakumsulaymanu wajunooduhu wahum la yashAAuroon
Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, "Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."
فَتَبَسَّمَ ضَاحِ
Fatabassama dahikan min qawlihawaqala rabbi awziAAnee an ashkura niAAmataka allateeanAAamta AAalayya waAAala walidayya waan aAAmala salihantardahu waadkhilnee birahmatika fee AAibadikaassaliheen
Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."
وَتَفَقَّدَ
Watafaqqada attayra faqalama liya la ara alhudhuda am kana minaalgha-ibeen
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat Hud-hud,1 apakah ia termasuk yang absen (tidak hadir)?
لَأُعَذِّبَ
LaoAAaththibannahu AAathabanshadeedan aw laathbahannahu aw laya/tiyannee bisultaninmubeen
Pasti akan ku hukum ia dengan hukuman yang berat atau ku sembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas."
فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِي
Famakatha ghayra baAAeedin faqala ahattubima lam tuhit bihi waji/tuka min saba-inbinaba-in yaqeen
Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba`1 membawa suatu berita yang meyakinkan.
إِ
Innee wajadtu imraatan tamlikuhum waootiyatmin kulli shay-in walaha AAarshun AAatheem
Sungguh, ku dapati ada seorang perempuan1 yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar.
وَجَ
Wajadtuha waqawmaha yasjudoonalishshamsi min dooni Allahi wazayyana lahumu ashshaytanuaAAmalahum fasaddahum AAani assabeeli fahumla yahtadoon
Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan tampak indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,
أَلَّا يَسْجُدُو
Alla yasjudoo lillahi allatheeyukhriju alkhabaa fee assamawati wal-ardiwayaAAlamu ma tukhfoona wama tuAAlinoon
mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi1 dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu tampakkan.
ٱللَّهُ ل
Allahu la ilaha illahuwa rabbu alAAarshi alAAatheem
Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan Yang mempunyai Arasy yang agung."
۞ قَالَ سَنَ
Qala sananthuru asadaqtaam kunta mina alkathibeen
Dia (Sulaiman) berkata, "Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta.
ٱذْهَب بِّكِتَ
Ithhab bikitabee hathafaalqih ilayhim thumma tawalla AAanhum fanthurmatha yarjiAAoon
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan."
قَالَتْ يَ
Qalat ya ayyuha almalaoinnee olqiya ilayya kitabun kareem
Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sepucuk surat yang mulia."
إِ
Innahu min sulaymana wa-innahu bismiAllahi arrahmani arraheem
Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
أَلَّا تَعْلُو
Alla taAAloo AAalayya wa/tooneemuslimeen
janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
قَالَتْ يَ
Qalat ya ayyuha almalaoaftoonee fee amree ma kuntu qatiAAatan amran hattatashhadoon
Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku)."
قَالُو
Qaloo nahnu oloo quwwatinwaoloo ba/sin shadeedin wal-amru ilayki fanthureematha ta/mureen
Mereka menjawab, "Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangankanlah apa yang akan engkau perintahkan."
قَالَتْ إِ
Qalat inna almulooka ithadakhaloo qaryatan afsadooha wajaAAaloo aAAizzata ahlihaathillatan wakathalika yafAAaloon
Dia (Balqis) berkata, "Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian yang akan mereka perbuat.
وَإِ
Wa-innee mursilatun ilayhim bihadiyyatin fanathiratunbima yarjiAAu almursaloon
Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu."
فَلَ
Falamma jaa sulaymana qalaatumiddoonani bimalin fama ataniyaAllahu khayrun mimma atakum bal antumbihadiyyatikum tafrahoon
Maka ketika para (utusan itu) sampai kepada Sulaiman, dia (Sulaiman) berkata, "Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
ٱرْجِعْ إِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَ
IrjiAA ilayhim falana/tiyannahum bijunoodinla qibala lahum biha walanukhrijannahum minhaathillatan wahum saghiroon
Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba`) secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina."
قَالَ يَ
Qala ya ayyuha almalaoayyukum ya/teenee biAAarshiha qabla an ya/toonee muslimeen
Dia (Sulaiman) berkata, "Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?"
قَالَ عِفْرِي
Qala AAifreetun mina aljinni anaateeka bihi qabla an taqooma min maqamika wa-inneAAalayhi laqawiyyun ameen
Ifrit dalam golongan jin berkata, "Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya."
قَالَ
Qala allathee AAindahu AAilmunmina alkitabi ana ateeka bihi qabla anyartadda ilayka tarfuka falamma raahumustaqirran AAindahu qala hatha min fadlirabbee liyabluwanee aashkuru am akfuru waman shakara fa-innamayashkuru linafsihi waman kafara fa-inna rabbee ghaniyyun kareem
Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab1 berkata, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia."
قَالَ نَكِّرُو
Qala nakkiroo laha AAarshahananthur atahtadee am takoonu mina allatheenala yahtadoon
Dia (Sulaiman) berkata, "Ubahlah untuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia (Balqis) mengenal; atau tidak mengenalnya lagi."
فَلَ
Falamma jaat qeela ahakathaAAarshuki qalat kaannahu huwa waooteena alAAilmamin qabliha wakunna muslimeen
Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), "Serupa inikah singgasanamu?" Dia (Balqis) menjawab, "Seakan-akan itulah dia." (Dan dia Balqis berkata), "Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya1 dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."
وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعْبُدُ مِ
Wasaddaha ma kanattaAAbudu min dooni Allahi innaha kanat minqawmin kafireen
Dan kebiasaannya menyembah selain Allah mencegahnya (untuk menampakkan keislamannya), sesungguhnya dia (Balqis) dahulu termasuk orang-orang kafir.
قِيلَ لَهَا
Qeela laha odkhulee assarhafalamma raat-hu hasibat-hu lujjatan wakashafat AAansaqayha qala innahu sarhunmumarradun min qawareera qalat rabbi innee thalamtunafsee waaslamtu maAAa sulaymana lillahi rabbi alAAalameen
Dikatakan kepadanya (Balqis), "Masuklah ke dalam istana." Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya, Dia (Sulaiman) berkata, "Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca." Dia (Balqis) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam."
وَلَقَ
Walaqad arsalna ila thamoodaakhahum salihan ani oAAbudoo Allahafa-itha hum fareeqani yakhtasimoon
Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Saleh (yang menyeru), "Sembahlah Allah!" Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan.
قَالَ يَ
Qala ya qawmi limatastaAAjiloona bissayyi-ati qabla alhasanati lawlatastaghfiroona Allaha laAAallakum turhamoon
Dia (Saleh) berkata, "Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?"
قَالُو
Qaloo ittayyarna bikawabiman maAAaka qala ta-irukum AAinda Allahibal antum qawmun tuftanoon
Mereka menjawab, "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu." Dia (Saleh) berkata, "Nasibmu ada pada Allah (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji."
وَكَانَ فِى
Wakana fee almadeenati tisAAatu rahtinyufsidoona fee al-ardi wala yuslihoon
Dan di kota itu1 ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi, mereka tidak melakukan perbaikan.
قَالُو
Qaloo taqasamoo billahilanubayyitannahu waahlahu thumma lanaqoolanna liwaliyyihi mashahidna mahlika ahlihi wa-inna lasadiqoon
Mereka berkata, "Bersumpahlah kamu dengan (nama) Allah, bahwa kita pasti akan menyerang dia bersama keluarganya pada malam hari, kemudian kita akan mengatakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu, dan sungguh, kita orang yang benar."
وَمَكَرُو
Wamakaroo makran wamakarna makranwahum la yashAAuroon
Dan mereka membuat tipu daya, dan Kami pun menyusun tipu daya, sedang mereka tidak menyadari.
فَ
Fanthur kayfa kanaAAaqibatu makrihim anna dammarnahumwaqawmahum ajmaAAeen
Maka perhatikanlah bagaimana akibat dari tipu daya mereka, bahwa Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.
فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَ
Fatilka buyootuhum khawiyatan bimathalamoo inna fee thalika laayatanliqawmin yaAAlamoon
Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezaliman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mengetahui.
وَأَ
Waanjayna allatheena amanoowakanoo yattaqoon
Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman1 dan mereka selalu bertakwa.
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِه
Walootan ith qalaliqawmihi ata/toona alfahishata waantum tubsiroon
Dan (ingatlah kisah) Luṭ, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah (keji),1 padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?"
أَئِ
A-innakum lata/toona arrijalashahwatan min dooni annisa-i bal antum qawmuntajhaloon
Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).
۞ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِه
Fama kana jawabaqawmihi illa an qaloo akhrijoo ala lootinmin qaryatikum innahum onasun yatatahharoon
Jawaban kaumnya tidak lain hanya dengan mengatakan, "Usirlah Luṭ dan keluarganya dari negerimu; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (menganggap dirinya) suci."
فَأَ
Faanjaynahu waahlahu illaimraatahu qaddarnaha mina alghabireen
Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menentukan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْه
Waamtarna AAalayhim mataranfasaa mataru almunthareen
Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka sangat buruklah hujan (yang ditimpakan) pada orang-orang yang diberi peringatan itu (tetapi tidak mengindahkan).
قُلِ
Quli alhamdu lillahi wasalamunAAala AAibadihi allatheena istafaallahu khayrun amma yushrikoon
Katakanlah (Muhammad), "Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)?"
أَ
Amman khalaqa assamawatiwal-arda waanzala lakum mina assama-imaan faanbatna bihi hada-iqa thatabahjatin ma kana lakum an tunbitoo shajarahaa-ilahun maAAa Allahi bal hum qawmun yaAAdiloon
Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
أَ
Amman jaAAala al-arda qararanwajaAAala khilalaha anharan wajaAAala laharawasiya wajaAAala bayna albahrayni hajizana-ilahun maAAa Allahi bal aktharuhum layaAAlamoon
Bukankah Dia (Allah) telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut?1 Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui.
أَ
Amman yujeebu almudtarra ithadaAAahu wayakshifu assoo-a wayajAAalukum khulafaaal-ardi a-ilahun maAAa Allahi qaleelan matathakkaroon
Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.
أَ
Amman yahdeekum fee thulumatialbarri walbahri waman yursilu arriyahabushran bayna yaday rahmatihi a-ilahun maAAa AllahitaAAala Allahu AAamma yushrikoon
Bukankah Dia (Allah) yang memberi petunjuk kepada kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan.
أَ
Amman yabdao alkhalqa thumma yuAAeeduhuwaman yarzuqukum mina assama-i wal-ardia-ilahun maAAa Allahi qul hatoo burhanakumin kuntum sadiqeen
Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan (makhluk) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (lagi) dan yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Katakanlah, "Kemukakanlah bukti kebenaranmu, jika kamu orang yang benar."
قُل لَّا يَعْلَمُ مَ
Qul la yaAAlamu man fee assamawatiwal-ardi alghayba illa Allahu wamayashAAuroona ayyana yubAAathoon
Katakanlah (Muhammad), "Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan."
بَلِ
Bali iddaraka AAilmuhum fee al-akhiratibal hum fee shakkin minha bal hum minha AAamoon
Bahkan pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). Bahkan mereka ragu-ragu tentangnya (akhirat). Bahkan mereka buta tentang itu.
وَقَالَ
Waqala allatheena kafaroo a-ithakunna turaban waabaona a-innalamukhrajoon
Dan orang-orang yang kafir berkata, "Setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) nenek moyang kita, apakah benar kita akan dikeluarkan (dari kubur)?
لَقَ
Laqad wuAAidna hatha nahnuwaabaona min qablu in hatha illaasateeru al-awwaleen
Sejak dahulu kami telah diberi ancaman dengan ini (hari kebangkitan); kami dan nenek moyang kami. Sebenarnya ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu."
قُلْ سِيرُو
Qul seeroo fee al-ardi fanthurookayfa kana AAaqibatu almujrimeen
Katakanlah (Muhammad), "Berjalanlah kamu di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa.
وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ
Wala tahzan AAalayhim walatakun fee dayqin mimma yamkuroon
Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka."
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَ
Wayaqooloona mata hathaalwaAAdu in kuntum sadiqeen
Dan mereka (orang kafir) berkata, "Kapankah datangnya janji (azab) itu, jika kamu orang yang benar."
قُلْ عَسَ
Qul AAasa an yakoona radifa lakumbaAAdu allathee tastaAAjiloon
Katakanlah (Muhammad), "Boleh jadi sebagian dari (azab) yang kamu minta disegerakan itu telah hampir sampai kepadamu."
وَإِ
Wa-inna rabbaka lathoo fadlinAAala annasi walakinna aktharahum layashkuroon
Dan Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki karunia (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).
وَإِ
Wa-inna rabbaka layaAAlamu ma tukinnusudooruhum wama yuAAlinoon
Dan sungguh, Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.
وَمَا مِنْ غ
Wama min gha-ibatin fee assama-iwal-ardi illa fee kitabin mubeen
Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ).
إِ
Inna hatha alqur-ana yaqussuAAala banee isra-eela akthara allathee humfeehi yakhtalifoon
Sungguh, Alquran ini menjelaskan kepada Bani Israil sebagian besar dari (perkara) yang mereka perselisihkan.
وَإِ
Wa-innahu lahudan warahmatunlilmu/mineen
Dan Sungguh, (Alquran) itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
إِ
Inna rabbaka yaqdee baynahum bihukmihiwahuwa alAAazeezu alAAaleem
Sungguh, Tuhanmu akan menyelesaikannya (perkara) di antara mereka dengan hukum-Nya, dan Dia Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
فَتَوَكَّلْ عَلَى
Fatawakkal AAala Allahi innakaAAala alhaqqi almubeen
Maka bertawakallah kepada Allah, sungguh engkau (Muhammad) berada di atas kebenaran yang nyata.
إِ
Innaka la tusmiAAu almawta walatusmiAAu assumma adduAAaa ithawallaw mudbireen
Sungguh, engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka telah berpaling ke belakang.
وَم
Wama anta bihadee alAAumyiAAan dalalatihim in tusmiAAu illa manyu/minu bi-ayatina fahum muslimoon
Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk orang buta dari kesesatannya. Engkau tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri.
۞ وَإِذَا وَقَعَ
Wa-itha waqaAAa alqawlu AAalayhimakhrajna lahum dabbatan mina al-arditukallimuhum anna annasa kanoo bi-ayatinala yooqinoon
Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.
وَيَوْمَ نَحْشُرُ مِ
Wayawma nahshuru min kulli ommatinfawjan mimman yukaththibu bi-ayatinafahum yoozaAAoon
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan dari setiap umat, segolongan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).
حَتَّ
Hatta itha jaooqala akaththabtum bi-ayatee walam tuheetoobiha AAilman ammatha kuntum taAAmaloon
Hingga apabila mereka datang, Dia (Allah) berfirman, "Mengapa kamu dulu mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang itu,1 atau apakah yang telah kamu kerjakan?"
وَوَقَعَ
WawaqaAAa alqawlu AAalayhim bima thalamoofahum la yantiqoon
Dan berlakulah perkataan (janji azab) atas mereka karena kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata.
أَلَمْ يَرَوْ
Alam yaraw anna jaAAalnaallayla liyaskunoo feehi wannahara mubsiraninna fee thalika laayatin liqawmin yu/minoon
Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.
وَيَوْمَ يُ
Wayawma yunfakhu fee assoorifafaziAAa man fee assamawati waman feeal-ardi illa man shaa Allahu wakullunatawhu dakhireen
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
وَتَرَى
Watara aljibala tahsabuhajamidatan wahiya tamurru marra assahabi sunAAaAllahi allathee atqana kulla shay-in innahukhabeerun bima tafAAaloon
Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
مَ
Man jaa bilhasanatifalahu khayrun minha wahum min fazaAAin yawma-ithinaminoon
Barangsiapa membawa kebaikan, maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka merasa aman dari kejutan (yang dahsyat) pada hari itu.
وَمَ
Waman jaa bissayyi-atifakubbat wujoohuhum fee annari hal tujzawna illama kuntum taAAmaloon
Dan barangsiapa membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan.
إِ
Innama omirtu an aAAbuda rabba hathihialbaldati allathee harramaha walahu kullushay-in waomirtu an akoona mina almuslimeen
Aku (Muhammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (Mekkah) yang Dia telah menjadikan suci padanya dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang muslim,
وَأَنْ أَتْلُوَ
Waan atluwa alqur-ana famani ihtadafa-innama yahtadee linafsihi waman dalla faqulinnama ana mina almunthireen
dan agar aku membacakan Alquran (kepada manusia). Maka barangsiapa mendapat petunjuk, sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barang siapa sesat, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan."
وَقُلِ
Waquli alhamdu lillahisayureekum ayatihi fataAArifoonaha wamarabbuka bighafilin AAamma taAAmaloon
Dan katakanlah (Muhammad), "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kebesaran)-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
An-Naml
Ayat