بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
ط
وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِى
وَلَ
وَلَ
۞ فَلَ
فَلَ
وَمَا كُ
۞ وَلَقَ
وَم
قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِ
قَالَ إِ
إِ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
ط
Ta-seen-meem
Ṭā Sīn Mīm
تِلْكَ ءَايَ
Tilka ayatu alkitabialmubeen
Ini ayat-ayat Kitab (Alquran) yang jelas (dari Allah).
نَتْلُو
Natloo AAalayka min naba-i moosawafirAAawna bilhaqqi liqawmin yu/minoon
Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun dengan sebenarnya untuk orang-orang yang beriman.
إِ
Inna firAAawna AAala fee al-ardiwajaAAala ahlaha shiyaAAan yastadAAifu ta-ifatanminhum yuthabbihu abnaahum wayastahyeenisaahum innahu kana mina almufsideen
Sungguh, Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil), dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh, dia (Fir'aun) termasuk orang yang berbuat kerusakan.
وَنُرِيدُ أ
Wanureedu an namunna AAala allatheenaistudAAifoo fee al-ardi wanajAAalahum a-immatanwanajAAalahumu alwaritheen
Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi),
وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِى
Wanumakkina lahum fee al-ardi wanuriyafirAAawna wahamana wajunoodahuma minhum makanoo yahtharoon
dan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi dan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman bersama bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka1.
وَأَوْحَيْن
Waawhayna ila ommi moosaan ardiAAeehi fa-itha khifti AAalayhi faalqeehi feealyammi wala takhafee wala tahzaneeinna raddoohu ilayki wajaAAiloohu minaalmursaleen
Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul."
فَ
Faltaqatahu alufirAAawna liyakoona lahum AAaduwwan wahazanan innafirAAawna wahamana wajunoodahuma kanookhati-een
Maka dia dipungut oleh keluarga Fir'aun agar (kelak) dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sungguh, Fir'aun dan Haman bersama bala tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
وَقَالَتِ
Waqalati imraatu firAAawna qurratuAAaynin lee walaka la taqtuloohu AAasa an yanfaAAanaaw nattakhithahu waladan wahum la yashAAuroon
Dan istri Fir'aun berkata, "(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah engkau membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak," sedang mereka tidak menyadari.
وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُ
Waasbaha fu-adu ommimoosa farighan in kadat latubdee bihi lawlaan rabatna AAala qalbiha litakoonamina almu/mineen
Dan hati ibu Musa menjadi kosong.1 Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah).
وَقَالَتْ لِأُخْتِه
Waqalat li-okhtihi qusseehifabasurat bihi AAan junubin wahum la yashAAuroon
Dan dia (ibunya Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, "Ikutilah dia (Musa)." Maka dia melihatnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya,
۞ وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ
Waharramna AAalayhi almaradiAAamin qablu faqalat hal adullukum AAala ahli baytinyakfuloonahu lakum wahum lahu nasihoon
dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyususi(nya) sebelum itu; maka berkatalah dia (saudaranya Musa), "Maukah aku tunjukkan kepadamu, keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik padanya?"
فَرَدَ
Faradadnahu ila ommihi kaytaqarra AAaynuha wala tahzana walitaAAlamaanna waAAda Allahi haqqun walakinnaaktharahum la yaAAlamoon
Maka kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.
وَلَ
Walamma balagha ashuddahu wastawaataynahu hukman waAAilman wakathalikanajzee almuhsineen
Dan setelah dia (Musa) dewasa dan sempurna akalnya, kami anugerahkan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَدَخَلَ
Wadakhala almadeenata AAala heenighaflatin min ahliha fawajada feeha rajulayniyaqtatilani hatha min sheeAAatihi wahathamin AAaduwwihi fastaghathahu allathee minsheeAAatihi AAala allathee min AAaduwwihifawakazahu moosa faqada AAalayhi qala hathamin AAamali ashshaytani innahu AAaduwwun mudillunmubeen
Dan dia (Musa) masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki sedang berkelahi; yang seorang dari kaumnya (Bani Israil) dan yang seorang (lagi) dari pihak musuhnya (kaum Fir'aun). Orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk (mengalahkan) orang yang dari pihak musuhnya, lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Dia (Musa) berkata, "Ini adalah perbuatan setan.1 Sungguh, dia (setan itu) adalah musuh yang jelas menyesatkan."
قَالَ رَبِّ إِ
Qala rabbi innee thalamtunafsee faghfir lee faghafara lahu innahu huwa alghafooruarraheem
Dia (Musa) berdoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku." Maka Dia (Allah) mengampuninya. Sungguh, Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
قَالَ رَبِّ بِم
Qala rabbi bima anAAamtaAAalayya falan akoona thaheeran lilmujrimeen
Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku! Demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, maka aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa."
فَأَصْبَحَ فِى
Faasbaha fee almadeenati kha-ifanyataraqqabu fa-itha allathee istansarahu bil-amsiyastasrikhuhu qala lahu moosa innakalaghawiyyun mubeen
Karena itu, dia (Musa) menjadi ketakutan berada di kota sambil menunggu (akibat perbuatannya), tiba-tiba orang yang kemarin meminta pertolongan berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya, "Engkau Sungguh, orang yang nyata-nyata sesat."
فَلَ
Falamma an arada an yabtishabillathee huwa AAaduwwun lahuma qalaya moosa atureedu an taqtulanee kama qataltanafsan bil-amsi in tureedu illa an takoona jabbaranfee al-ardi wama tureedu an takoona mina almusliheen
Maka ketika dia (Musa) hendak memukul dengan keras orang yang menjadi musuh mereka berdua, dia (musuhnya) berkata, "Wahai Musa! Apakah engkau bermaksud membunuhku, sebagaimana kemarin engkau telah membunuh seseorang? Engkau hanya bermaksud menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan engkau tidak bermaksud menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian."
وَج
Wajaa rajulun min aqsaalmadeenati yasAAa qala ya moosa innaalmalaa ya/tamiroona bika liyaqtulooka fakhruj innee lakamina annasiheen
Dan seorang laki-laki datang bergegas dari ujung kota seraya berkata, "Wahai Musa! Sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu, maka keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu."
فَخَرَجَ مِنْهَا خ
Fakharaja minha kha-ifanyataraqqabu qala rabbi najjinee mina alqawmi aththalimeen
Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya), dia berdoa, "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu."
وَلَ
Walamma tawajjaha tilqaamadyana qala AAasa rabbee an yahdiyanee sawaaassabeel
Dan ketika dia menuju ke arah negeri madyan dia berdoa lagi, "Mudah-mudahan Tuhanku menunjuki aku ke jalan yang benar."
وَلَ
Walamma warada maa madyanawajada AAalayhi ommatan mina annasi yasqoonawawajada min doonihimu imraatayni tathoodani qalama khatbukuma qalata lanasqee hatta yusdira arriAAaowaaboona shaykhun kabeer
Dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang perempuan sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata, "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua (perempuan) itu menjawab, "Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya."
فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُ
Fasaqa lahuma thumma tawallaila aththilli faqala rabbiinnee lima anzalta ilayya min khayrin faqeer
Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan apa pun yang Engkau turunkan kepadaku."
فَج
Fajaat-hu ihdahumatamshee AAala istihya-in qalat innaabee yadAAooka liyajziyaka ajra ma saqayta lanafalamma jaahu waqassa AAalayhi alqasasaqala la takhaf najawta mina alqawmi aththalimeen
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan sambil malu-malu, dia berkata, "Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami." Ketika (Musa) mendatangi ayahnya (Syu'aib) dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia (Syu'aib) berkata, "Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu."
قَالَتْ إِحْدَ
Qalat ihdahuma yaabati ista/jirhu inna khayra mani ista/jarta alqawiyyu al-ameen
Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, "Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya."
قَالَ إِ
Qala innee oreedu an onkihakaihda ibnatayya hatayni AAala anta/juranee thamaniya hijajin fa-in atmamta AAashranfamin AAindika wama oreedu an ashuqqa AAalayka satajiduneein shaa Allahu mina assaliheen
Dia (Syu'aib) berkata, "Sesungguhnya aku bermaksud ingin menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua anak perempuanku ini, dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun dan jika engkau sempurnakan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) darimu, dan aku tidak bermaksud memberatkan engkau. Insyā Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang baik."
قَالَ ذ
Qala thalika baynee wabaynakaayyama al-ajalayni qadaytu fala AAudwanaAAalayya wallahu AAala ma naqooluwakeel
Dia (Musa) berkata, "Itu (perjanjian) antara aku dan engkau. Yang mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu yang aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan (tambahan) atas diriku (lagi). Dan Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan."
۞ فَلَ
Falamma qada moosaal-ajala wasara bi-ahlihi anasa min janibi attoorinaran qala li-ahlihi omkuthoo innee anastu naranlaAAallee ateekum minha bikhabarin aw jathwatinmina annari laAAallakum tastaloon
Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung.1 dia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan."
فَلَ
Falamma ataha noodiyamin shati-i alwadi al-aymani fee albuqAAati almubarakatimina ashshajarati an ya moosa innee anaAllahu rabbu alAAalameen
Maka ketika dia (Musa) sampai ke (tempat) api itu, dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, dari sebatang pohon, di sebidang tanah yang diberkahi, "Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam!1
وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَۖ فَلَ
Waan alqi AAasaka falamma raahatahtazzu kaannaha jannun walla mudbiranwalam yuAAaqqib ya moosa aqbil wala takhafinnaka mina al-amineen
dan lemparkanlah tongkatmu."Maka ketika dia (Musa) melihatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular yang (gesit), dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Allah berfirman), "Wahai Musa! Kemarilah dan jangan takut. Sesungguhnya engkau termasuk orang yang aman.
ٱسْلُكْ يَدَكَ فِى جَيْبِكَ تَخْرُ
Osluk yadaka fee jaybika takhruj baydaamin ghayri soo-in wadmum ilayka janahakamina arrahbi fathanika burhanani minrabbika ila firAAawna wamala-ihi innahum kanooqawman fasiqeen
Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, dia akan keluar putih (bercahaya) tanpa cacat, dan dekapkanlah kedua tanganmu ke dadamu apabila ketakutan. Itulah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan engkau pertunjukkan) kepada Fir'aun dan para pembesarnya. Sungguh, mereka adalah orang-orang fasik."
قَالَ رَبِّ إِ
Qala rabbi innee qataltu minhumnafsan faakhafu an yaqtuloon
Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh aku telah membunuh seorang dari golongan mereka, sehingga aku takut mereka akan membunuhku.
وَأَخِى هَ
Waakhee haroonu huwa afsahuminnee lisanan faarsilhu maAAiya rid-an yusaddiquneeinnee akhafu an yukaththiboon
Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku,1 maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku."
قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ وَنَ
Qala sanashuddu AAadudakabi-akheeka wanajAAalu lakuma sultanan falayasiloona ilaykuma bi-ayatinaantuma wamani ittabaAAakuma alghaliboon
Dia (Allah) berfirman, "Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak akan dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan menang."
فَلَ
Falamma jaahum moosabi-ayatina bayyinatin qaloo mahatha illa sihrun muftaran wamasamiAAna bihatha fee aba-inaal-awwaleen
Maka ketika Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata, "Ini hanyalah sihir yang dibuat-buat, dan kami tidak pernah mendengar (yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu."
وَقَالَ مُوسَىٰ رَبّ
Waqala moosa rabbee aAAlamubiman jaa bilhuda min AAindihi wamantakoonu lahu AAaqibatu addari innahu layuflihu aththalimoon
Dan dia (Musa) menjawab, "Tuhanku lebih mengetahui siapa yang (pantas) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan mendapat kemenangan."
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَ
Waqala firAAawnu ya ayyuhaalmalao ma AAalimtu lakum min ilahin ghayreefaawqid lee ya hamanu AAala atteenifajAAal lee sarhan laAAallee attaliAAuila ilahi moosa wa-innee laathunnuhumina alkathibeen
Dia Fir'aun berkata, "Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarkanlah tanah liat untukku wahai Haman (untuk membuat batu bata), kemudian buatkanlah bangunan yang tinggi untukku agar aku dapat naik melihat Tuhannya Musa, dan aku yakin bahwa dia termasuk pendusta."
وَ
Wastakbara huwa wajunooduhu feeal-ardi bighayri alhaqqi wathannooannahum ilayna la yurjaAAoon
Dan dia (Fir'aun) dan bala tentaranya berlaku sombong, di bumi tanpa alasan yang benar, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.
فَأَخَذْنَ
Faakhathnahu wajunoodahufanabathnahum fee alyammi fanthurkayfa kana AAaqibatu aththalimeen
Maka Kami siksa dia (Fir'aun) dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang zalim.
وَجَعَلْنَ
WajaAAalnahum a-immatan yadAAoona ilaannari wayawma alqiyamati la yunsaroon
Dan Kami jadikan mereka para pemimpin yang mengajak (manusia) ke neraka dan pada hari Kiamat mereka tidak akan ditolong.
وَأَتْبَعْنَ
WaatbaAAnahum fee hathihi addunyalaAAnatan wayawma alqiyamati hum mina almaqbooheen
Dan Kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini; sedangkan pada hari Kiamat kelak mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).
وَلَقَ
Walaqad atayna moosaalkitaba min baAAdi ma ahlakna alquroonaal-oola basa-ira linnasi wahudanwarahmatan laAAallahum yatathakkaroon
Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) setelah Kami binasakan umat-umat terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk serta rahmat, agar mereka mendapat pelajaran.
وَمَا كُ
Wama kunta bijanibialgharbiyyi ith qadayna ila moosaal-amra wama kunta mina ashshahideen
Dan engkau (Muhammad) tidak berada di sebelah barat (lembah suci Ṭuwa) ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan engkau tidak (pula) termasuk orang-orang yang menyaksikan (kejadian itu),
وَلَ
Walakinna ansha-naquroonan fatatawala AAalayhimu alAAumuru wama kuntathawiyan fee ahli madyana tatloo AAalayhim ayatinawalakinna kunna mursileen
tetapi Kami telah menciptakan beberapa umat, dan telah berlalu atas mereka masa yang panjang, dan engkau (Muhammad) tidak tinggal bersama-sama penduduk Madyan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul.
وَمَا كُ
Wama kunta bijanibi attooriith nadayna walakin rahmatanmin rabbika litunthira qawman ma atahum minnatheerin min qablika laAAallahum yatathakkaroon
Dan engkau (Muhammad) tidak berada di dekat Tur (gunung) ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami utus engkau) sebagai rahmat dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang tidak didatangi oleh pemberi peringatan sebelum engkau agar mereka mendapat pelajaran.
وَلَوْل
Walawla an tuseebahum museebatunbima qaddamat aydeehim fayaqooloo rabbana lawlaarsalta ilayna rasoolan fanattabiAAa ayatikawanakoona mina almu/mineen
Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan, "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, agar kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan termasuk orang mukmin."
فَلَ
Falamma jaahumu alhaqqumin AAindina qaloo lawla ootiya mithla maootiya moosa awa lam yakfuroo bima ootiya moosamin qablu qaloo sihrani tathaharawaqaloo inna bikullin kafiroon
Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran (Alquran) dari sisi Kami, mereka berkata, "Mengapa tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu?" Bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu? Mereka dahulu berkata, "(Musa dan Harun adalah) dua pesihir1 yang bantu membantu." Dan mereka (juga) berkata, "Sesungguhnya kami sama sekali tidak mempercayai masing-masing mereka itu."
قُلْ فَأْتُو
Qul fa/too bikitabin min AAindi Allahihuwa ahda minhuma attabiAAhu in kuntum sadiqeen
Katakanlah (Muhammad), "Datangkanlah olehmu satu kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Alquran), niscaya aku mengikutinya, jika kamu orang yang benar."
فَإ
Fa-in lam yastajeeboo laka faAAlamannama yattabiAAoona ahwaahum waman adallumimmani ittabaAAa hawahu bighayri hudan mina Allahiinna Allaha la yahdee alqawma aththalimeen
Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti keinginan mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun? Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
۞ وَلَقَ
Walaqad wassalna lahumualqawla laAAallahum yatathakkaroon
Dan sungguh, Kami telah menyampaikan perkataan ini (Alquran) kepada mereka agar mereka selalu mengingatnya.
ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَ
Allatheena ataynahumualkitaba min qablihi hum bihi yu/minoon
Orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al-Kitab sebelum Alquran, mereka beriman (pula) kepadanya (Alquran).
وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَال
Wa-itha yutla AAalayhim qalooamanna bihi innahu alhaqqu min rabbinainna kunna min qablihi muslimeen
Dan apabila (Alquran) dibacakan kepada mereka, mereka berkata, "Kami beriman kepadanya, sesungguhnya (Alquran) itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami. Sungguh, sebelumnya kami adalah orang muslim."
أُ
Ola-ika yu/tawna ajrahum marrataynibima sabaroo wayadraoona bilhasanatiassayyi-ata wamimma razaqnahum yunfiqoon
Mereka itu diberi pahala dua kali (karena beriman kepada Taurat dan Alquran) disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka.
وَإِذَا سَمِعُو
Wa-itha samiAAoo allaghwa aAAradooAAanhu waqaloo lana aAAmaluna walakumaAAmalukum salamun AAalaykum la nabtagheealjahileen
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh."
إِ
Innaka la tahdee man ahbabtawalakinna Allaha yahdee man yashao wahuwaaAAlamu bilmuhtadeen
Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
وَقَال
Waqaloo in nattabiAAi alhudamaAAaka nutakhattaf min ardina awa lamnumakkin lahum haraman aminan yujba ilayhithamaratu kulli shay-in rizqan min ladunna walakinnaaktharahum la yaAAlamoon
Dan mereka berkata, "Jika kami mengikuti petunjuk bersama engkau, niscaya kami akan diusir dari negeri kami." (Allah berfirman) Bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِ
Wakam ahlakna min qaryatin batiratmaAAeeshataha fatilka masakinuhum lam tuskan minbaAAdihim illa qaleelan wakunna nahnu alwaritheen
Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kamilah yang mewarisinya."1
وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ
Wama kana rabbuka muhlikaalqura hatta yabAAatha fee ommiharasoolan yatloo AAalayhim ayatina wamakunna muhlikee alqura illa waahluha thalimoon
Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman.
وَم
Wama ooteetum min shay-in famataAAualhayati addunya wazeenatuhawama AAinda Allahi khayrun waabqa afalataAAqiloon
Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu mengerti?
أَفَم
Afaman waAAadnahu waAAdan hasananfahuwa laqeehi kaman mattaAAnahu mataAAa alhayatiaddunya thumma huwa yawma alqiyamati minaalmuhdareen
Maka apakah sama orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu dia memperolehnya, dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi;1 kemudian pada hari Kiamat dia termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?
وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَك
Wayawma yunadeehim fayaqoolu aynashuraka-iya allatheena kuntum tazAAumoon
Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka dan berfirman, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu klaim?"
قَالَ
Qala allatheena haqqaAAalayhimu alqawlu rabbana haola-i allatheenaaghwayna aghwaynahum kama ghawaynatabarra/na ilayka ma kanoo iyyanayaAAbudoon
Orang-orang yang sudah pasti akan mendapatkan hukuman berkata, "Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan kepada Engkau berlepas diri (dari mereka), mereka sekali-kali tidak menyembah kami."
وَقِيلَ
Waqeela odAAoo shurakaakumfadaAAawhum falam yastajeeboo lahum waraawoo alAAathabalaw annahum kanoo yahtadoon
Dan dikatakan (kepada mereka), "Serulah sekutu-sekutumu," lalu mereka menyerunya, tetapi yang diseru tidak menyambutnya, dan mereka melihat azab. (Mereka itu berkeinginan) sekiranya mereka dahulu menerima petunjuk.
وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذ
Wayawma yunadeehim fayaqoolu mathaajabtumu almursaleen
Dan (Ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, dan berfirman, "Apakah jawabanmu terhadap para rasul?"
فَعَمِيَتْ عَلَيْهِمُ
FaAAamiyat AAalayhimu al-anbaoyawma-ithin fahum la yatasaaloon
Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling bertanya.
فَأَ
Faamma man taba waamanawaAAamila salihan faAAasa an yakoona minaalmufliheen
Maka adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, maka mudah-mudahan dia termasuk orang yang beruntung.
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَش
Warabbuka yakhluqu ma yashaowayakhtaru ma kana lahumu alkhiyaratu subhanaAllahi wataAAala AAamma yushrikoon
DanTuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِ
Warabbuka yaAAlamu ma tukinnu sudooruhumwama yuAAlinoon
Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka tampakkan.
وَهُوَ
Wahuwa Allahu la ilahailla huwa lahu alhamdu fee al-oola wal-akhiratiwalahu alhukmu wa-ilayhi turjaAAoon
Dan Dialah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, segala puji bagi-Nya di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya segala penentuan dan kepada-Nya kamu dikembalikan.
قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِ
Qul araaytum in jaAAala AllahuAAalaykumu allayla sarmadan ila yawmi alqiyamatiman ilahun ghayru Allahi ya/teekum bidiya-inafala tasmaAAoon
Katakanlah (Muhammad), "Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?"
قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِ
Qul araaytum in jaAAala AllahuAAalaykumu annahara sarmadan ila yawmialqiyamati man ilahun ghayru Allahiya/teekum bilaylin taskunoona feehi afala tubsiroon
Katakanlah (Muhammad), "Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?"
وَم
Wamin rahmatihi jaAAala lakumuallayla wannahara litaskunoo feehi walitabtaghoomin fadlihi walaAAallakum tashkuroon
Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.
وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَك
Wayawma yunadeehim fayaqoolu aynashuraka-iya allatheena kuntum tazAAumoon
Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, dan berfirman, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu klaim?"
وَنَزَعْنَا مِ
WanazaAAna min kulli ommatinshaheedan faqulna hatoo burhanakumfaAAalimoo anna alhaqqa lillahi wadallaAAanhum ma kanoo yaftaroon
Dan Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi,1 lalu Kami katakan, "Kemukakanlah bukti kebenaranmu," maka tahulah mereka bahwa yang hak (kebenaran) itu milik Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan.
۞ إِ
Inna qaroona kana min qawmimoosa fabagha AAalayhim waataynahumina alkunoozi ma inna mafatihahu latanoo-obilAAusbati olee alquwwati ith qalalahu qawmuhu la tafrah inna Allaha layuhibbu alfariheen
Sesungguhnya Karun termasuk kaum Musa,1 tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaraan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, "Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri."
وَ
Wabtaghi feema atakaAllahu addara al-akhirata walatansa naseebaka mina addunya waahsinkama ahsana Allahu ilayka wala tabghialfasada fee al-ardi inna Allaha layuhibbu almufsideen
Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.
قَالَ إِ
Qala innama ooteetuhu AAalaAAilmin AAindee awa lam yaAAlam anna Allaha qad ahlaka minqablihi mina alqurooni man huwa ashaddu minhu quwwatan waaktharujamAAan wala yus-alu AAan thunoobihimu almujrimoon
Dia (Karun) berkata, "Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku." Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.
فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِه
Fakharaja AAala qawmihi fee zeenatihiqala allatheena yureedoona alhayata addunyaya layta lana mithla ma ootiya qaroonuinnahu lathoo haththin AAatheem
Maka keluarlah dia (Karun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, "Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Karun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar."
وَقَالَ
Waqala allatheena ootooalAAilma waylakum thawabu Allahi khayrun liman amanawaAAamila salihan wala yulaqqahailla assabiroon
Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, "Celakalah kamu! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar."
فَخَسَفْنَا بِه
Fakhasafna bihi wabidarihial-arda fama kana lahu min fi-atin yansuroonahumin dooni Allahi wama kana mina almuntasireen
Maka Kami benamkan dia (Karun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.
وَأَصْبَحَ
Waasbaha allatheenatamannaw makanahu bil-amsi yaqooloona waykaannaAllaha yabsutu arrizqa liman yashaomin AAibadihi wayaqdiru lawla an manna AllahuAAalayna lakhasafa bina waykaannahu la yuflihualkafiroon
Dan orang-orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukannya (Karun) itu berkata, "Aduhai, benarlah kiranya Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya). Sekiranya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya pada kita, tentu Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai, benarlah kiranya tidak akan beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)."
تِلْكَ
Tilka addaru al-akhiratunajAAaluha lillatheena la yureedoonaAAuluwwan fee al-ardi wala fasadan walAAaqibatulilmuttaqeen
Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik)1 itu bagi orang-orang yang bertakwa.
مَ
Man jaa bilhasanatifalahu khayrun minha waman jaa bissayyi-atifala yujza allatheena AAamiloo assayyi-atiilla ma kanoo yaAAmaloon
Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
إِ
Inna allathee farada AAalaykaalqur-ana laradduka ila maAAadin qulrabbee aAAlamu man jaa bilhuda waman huwafee dalalin mubeen
Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan engkau (Muhammad) untuk (melaksanakan hukum-hukum) Alquran, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali.1 Katakanlah (Muhammad), "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang berada dalam kesesatan yang nyata."
وَمَا كُ
Wama kunta tarjoo an yulqailayka alkitabu illa rahmatan min rabbikafala takoonanna thaheeran lilkafireen
Dan engkau (Muhammad) tidak pernah mengharap agar Kitab (Alquran) itu diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir!
وَلَا يَصُدُّ
Wala yasuddunnaka AAan ayatiAllahi baAAda ith onzilat ilayka wadAAu ilarabbika wala takoonanna mina almushrikeen
dan jangan sampai mereka menghalang-halangi engkau (Muhammad) untuk (menyampaikan) ayat-ayat Allah, setelah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah (manusia) agar (beriman) kepada Tuhanmu, dan janganlah engkau termasuk orang-orang musyrik.
وَلَا تَ
Wala tadAAu maAAa Allahi ilahanakhara la ilaha illa huwa kullushay-in halikun illa wajhahu lahu alhukmuwa-ilayhi turjaAAoon
Dan Jangan (pula) engkau sembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.
Al-Qasas
Ayat