بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Preview ukuran font
وَ
إِذْ نَادَ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
وَ
WannaziAAati gharqa
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.
وَ
Wannashitati nashta
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.
وَ
Wassabihati sabha
Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,
فَ
Fassabiqati sabqa
dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang,
فَ
Falmudabbirati amra
dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia).1
يَوْمَ تَرْجُفُ
Yawma tarjufu arrajifa
(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,
تَتْبَعُهَا
TatbaAAuha arradifa
(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.
قُلُو
Quloobun yawma-ithin wajifa
Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut,
أَ
Absaruha khashiAAa
pandangannya tunduk.
يَقُولُونَ أَءِ
Yaqooloona a-inna lamardoodoona feealhafira
(orang-orang kafir) berkata, "Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?1
أَءِذَا كُ
A-itha kunna AAithamannakhira
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?"
قَالُو
Qaloo tilka ithan karratun khasira
Mereka berkata, "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."
فَإِ
Fa-innama hiya zajratun wahida
Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.
فَإِذَا ه
Fa-itha hum bissahira
Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru).
هَلْ أَتَ
Hal ataka hadeethu moosa
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?
إِذْ نَادَ
Ith nadahu rabbuhu bilwadialmuqaddasi tuwa
Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa;
ٱذْهَ
Ithhab ila firAAawna innahu tagha
pergilah engkau kepada Fir'aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas,
فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَ
Faqul hal laka ila an tazakka
Maka katakanlah (kepada Fir'aun), "Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan),
وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ ١٩
Waahdiyaka ila rabbika fatakhsha
dan engkau akan kubimbing ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?"
فَأَرَ
Faarahu al-ayata alkubra
Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.
فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ٢١
Fakaththaba waAAasa
Tetapi dia (Fir'aun) mendustakan dan mendurhakai.
ثُ
Thumma adbara yasAAa
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ٢٣
Fahashara fanada
Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya).
فَقَالَ أَنَا۟ رَبُّكُمُ
Faqala ana rabbukumu al-aAAla
(Seraya) berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi."
فَأَخَذَهُ
Faakhathahu Allahu nakalaal-akhirati wal-oola
Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia.
إِ
Inna fee thalika laAAibratan limanyakhsha
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).
ءَأَ
Aantum ashaddu khalqan ami assamaobanaha
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّ
RafaAAa samkaha fasawwaha
Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَ
Waaghtasha laylaha waakhraja duhaha
dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang).
وَ
Wal-arda baAAda thalikadahaha
Dan setelah itu bumi Dia hamparkan.
أَخْرَجَ مِنْهَا م
Akhraja minha maahawamarAAaha
Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
وَ
Waljibala arsaha
Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan kokoh.
مَتَ
MataAAan lakum wali-anAAamikum
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
فَإِذَا ج
Fa-itha jaati attammatualkubra
Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang,
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ
Yawma yatathakkaru al-insanu masaAAa
yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,
وَبُرِّزَتِ
Waburrizati aljaheemu liman yara
dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.
فَأَ
Faamma man tagha
Maka adapun orang yang melampaui batas,
وَءَاثَرَ
Waathara alhayata addunya
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
فَإِ
Fa-inna aljaheema hiya alma/wa
maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.
وَأَ
Waama man khafa maqamarabbihi wanaha annafsa AAani alhawa
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,
فَإِ
Fa-inna aljannata hiya alma/wa
maka sungguh, surgalah tempat tinggal-(nya).
يَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
Yas-aloonaka AAani assaAAatiayyana mursaha
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, "Kapankah terjadinya?"
فِيمَ أَ
Feema anta min thikraha
Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?
إِلَىٰ رَبِّكَ مُ
Ila rabbika muntahaha
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya).
إِ
Innama anta munthiru manyakhshaha
Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat).
كَأَ
Kaannahum yawma yarawnaha lamyalbathoo illa AAashiyyatan aw duhaha
Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.
An-Nazi'at
Ayat