۞ وَ
وَأَطِيعُو
ذ
وَإ
يَ
بَر
كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِ
قَ
يُبَشِّرُهُمْ رَبُّه
ثُ
يُرِيدُونَ أ
إِ
ٱ
لَقَدِ
فَلَا تُعْجِ
يَحْلِفُونَ بِ
كَ
يَ
ٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِ
رَضُو
۞ وَ
WaAAlamoo annama ghanimtummin shay-in faanna lillahi khumusahu walirrasooliwalithee alqurba walyatama walmasakeeniwabni assabeeli in kuntum amantum billahiwama anzalna AAala AAabdina yawmaalfurqani yawma iltaqa aljamAAani wallahuAAala kulli shay-in qadeer
Dan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang,1 maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil,2 (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari furqan,3 yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
إِذْ أَ
Ith antum bilAAudwati addunyawahum bilAAudwati alquswa warrakbuasfala minkum walaw tawaAAadtum lakhtalaftum feealmeeAAadi walakin liyaqdiya Allahuamran kana mafAAoolan liyahlika man halaka AAan bayyinatinwayahya man hayya AAan bayyinatin wa-innaAllaha lasameeAAun AAaleem
(Yaitu) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada lebih rendah dari kamu.1 Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), niscaya kamu berbeda pendapat dalam menentukan (hari pertempuran itu), tetapi Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan,2 yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,
إِذْ يُرِيكَهُمُ
Ith yureekahumu Allahu fee manamikaqaleelan walaw arakahum katheeran lafashiltum walatanazaAAtumfee al-amri walakinna Allaha sallama innahuAAaleemun bithati assudoor
(ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka (berjumlah) banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu.
وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ
Wa-ith yureekumoohum ithiiltaqaytum fee aAAyunikum qaleelan wayuqallilukum fee aAAyunihimliyaqdiya Allahu amran kana mafAAoolan wa-ilaAllahi turjaAAu al-omoor
Dan ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooitha laqeetum fi-atan fathbutoo wathkurooAllaha katheeran laAAallakum tuflihoon
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.
وَأَطِيعُو
WaateeAAoo Allaha warasoolahuwala tanazaAAoo fatafshaloo watathhaba reehukumwasbiroo inna Allaha maAAa assabireen
Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah bersama orang-orang sabar.
وَلَا تَكُونُو
Wala takoonoo kallatheenakharajoo min diyarihim bataran wari-aa annasiwayasuddoona AAan sabeeli Allahi wallahubima yaAAmaloona muheet
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (ria) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan.
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ
Wa-ith zayyana lahumu ashshaytanuaAAmalahum waqala la ghaliba lakumualyawma mina annasi wa-innee jarun lakumfalamma taraati alfi-atani nakasaAAala AAaqibayhi waqala innee baree-on minkum inneeara ma la tarawna innee akhafu Allahawallahu shadeedu alAAiqab
Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, "Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu". Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah." Allah sangat keras siksa-Nya.
إِذْ يَقُولُ
Ith yaqoolu almunafiqoona wallatheenafee quloobihim maradun gharra haola-ideenuhum waman yatawakkal AAala Allahi fa-inna AllahaAAazeezun hakeem
(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, "Mereka itu (orang mukmin) ditipu agamanya." (Allah berfirman), "Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana."
وَلَوْ تَرَ
Walaw tara ith yatawaffaallatheena kafaroo almala-ikatu yadriboonawujoohahum waadbarahum wathooqoo AAathaba alhareeq
Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar."
ذ
Thalika bima qaddamat aydeekumwaanna Allaha laysa bithallaminlilAAabeed
Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya,
كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَۙ وَ
Kada/bi ali firAAawna wallatheenamin qablihim kafaroo bi-ayati Allahi faakhathahumuAllahu bithunoobihim inna Allaha qawiyyunshadeedu alAAiqab
(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sungguh, Allah Maha Kuat lagi sangat keras siksa-Nya.
ذ
Thalika bi-anna Allaha lamyaku mughayyiran niAAmatan anAAamaha AAala qawmin hattayughayyiroo ma bi-anfusihim waanna Allaha sameeAAunAAaleem
Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,
كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَۙ وَ
Kada/bi ali firAAawna wallatheenamin qablihim kaththaboo bi-ayati rabbihimfaahlaknahum bithunoobihim waaghraqna alafirAAawna wakullun kanoo thalimeen
(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya, maka Kami membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya; karena mereka adalah orang-orang yang zalim.
إِ
Inna sharra addawabbi AAindaAllahi allatheena kafaroo fahum la yu/minoon
Sesungguhnya makhluk paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka tidak beriman.
ٱلَّذِينَ عَ
Allatheena AAahadta minhumthumma yanqudoona AAahdahum fee kulli marratin wahum layattaqoon
(Yaitu) orang-orang yang terikat perjanjian dengan kamu, kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya, sedang mereka tidak takut (kepada Allah).
فَإِ
Fa-imma tathqafannahum fee alharbifasharrid bihim man khalfahum laAAallahum yaththakkaroon
Jika engkau (Muhammad) mengungguli mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, agar mereka mengambil pelajaran.
وَإِ
Wa-imma takhafanna min qawminkhiyanatan fanbith ilayhim AAalasawa-in inna Allaha la yuhibbu alkha-ineen
Dan jika engkau (Muhammad) khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhianat.
وَلَا يَحْسَبَ
Wala yahsabanna allatheenakafaroo sabaqoo innahum la yuAAjizoon
Dan janganlah orang-orang kafir mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sungguh, mereka tidak dapat melemahkan (Allah).
وَأَعِدُّو
WaaAAiddoo lahum ma istataAAtummin quwwatin wamin ribati alkhayli turhiboona bihiAAaduwwa Allahi waAAaduwwakum waakhareena mindoonihim la taAAlamoonahumu Allahu yaAAlamuhum wamatunfiqoo min shay-in fee sabeeli Allahi yuwaffa ilaykumwaantum la tuthlamoon
Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).
۞ وَإِ
Wa-in janahoo lissalmi fajnahlaha watawakkal AAala Allahi innahu huwa assameeAAualAAaleem
Tetapi jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
وَإ
Wa-in yureedoo an yakhdaAAooka fa-inna hasbakaAllahu huwa allathee ayyadaka binasrihi wabilmu/mineen
Dan jika mereka hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu. Dialah yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mukmin,
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْۚ لَوْ أَ
Waallafa bayna quloobihim law anfaqta mafee al-ardi jameeAAan ma allafta bayna quloobihimwalakinna Allaha allafa baynahum innahu AAazeezun hakeem
dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.
يَ
Ya ayyuha annabiyyu hasbukaAllahu wamani ittabaAAaka mina almu/mineen
Wahai Nabi (Muhammad)! Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.
يَ
Ya ayyuha annabiyyu harridialmu/mineena AAala alqitali in yakun minkumAAishroona sabiroona yaghliboo mi-atayni wa-in yakunminkum mi-atun yaghliboo alfan mina allatheena kafaroobi-annahum qawmun la yafqahoon
Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti.1
ٱلْـَٔ
Al-ana khaffafa Allahu AAankumwaAAalima anna feekum daAAfan fa-in yakun minkum mi-atun sabiratunyaghliboo mi-atayni wa-in yakun minkum alfun yaghliboo alfaynibi-ithni Allahi wallahu maAAa assabireen
Sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
مَا كَانَ لِنَبِىٍّ أ
Ma kana linabiyyin an yakoonalahu asra hatta yuthkhina fee al-arditureedoona AAarada addunya wallahuyureedu al-akhirata wallahu AAazeezun hakeem
Tidaklah pantas, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
لَّوْلَا كِتَ
Lawla kitabun mina Allahisabaqa lamassakum feema akhathtum AAathabunAAatheem
Sekiranya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena (tebusan) yang kamu ambil.
فَكُلُو
Fakuloo mimma ghanimtum halalantayyiban wattaqoo Allaha inna Allahaghafoorun raheem
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يَ
Ya ayyuha annabiyyuqul liman fee aydeekum mina al-asra in yaAAlami Allahufee quloobikum khayran yu/tikum khayran mimma okhithaminkum wayaghfir lakum wallahu ghafoorun raheem
Wahai Nabi (Muhammad)! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, "Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَإ
Wa-in yureedoo khiyanataka faqad khanooAllaha min qablu faamkana minhum wallahuAAaleemun hakeem
Tetapi jika mereka (tawanan itu) hendak mengkhianatimu (Muhammad) maka sesungguhnya sebelum itu pun mereka telah berkhianat kepada Allah, maka Dia memberikan kekuasaan kepadamu atas mereka. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
إِ
Inna allatheena amanoo wahajaroowajahadoo bi-amwalihim waanfusihim fee sabeeli Allahiwallatheena awaw wanasaroo ola-ikabaAAduhum awliyao baAAdin wallatheenaamanoo walam yuhajiroo ma lakum min walayatihimmin shay-in hatta yuhajiroo wa-ini istansarookumfee addeeni faAAalaykumu annasru illaAAala qawmin baynakum wabaynahum meethaqun wallahubima taAAmaloona baseer
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَ
Wallatheena kafaroo baAAduhumawliyao baAAdin illa tafAAaloohu takunfitnatun fee al-ardi wafasadun kabeer
Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.
وَ
Wallatheena amanoo wahajaroowajahadoo fee sabeeli Allahi wallatheenaawaw wanasaroo ola-ika humu almu/minoona haqqanlahum maghfiratun warizqun kareem
Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.
وَ
Wallatheena amanoo minbaAAdu wahajaroo wajahadoo maAAakum faola-ikaminkum waoloo al-arhami baAAduhum awlabibaAAdin fee kitabi Allahi inna Allahabikulli shay-in AAaleem
Dan orang-orang yang beriman setelah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka mereka termasuk golonganmu. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
بَر
Baraatun mina Allahiwarasoolihi ila allatheena AAahadtum minaalmushrikeen
(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).
فَسِيحُو
Faseehoo fee al-ardi arbaAAataashhurin waAAlamoo annakum ghayru muAAjizee Allahiwaanna Allaha mukhzee alkafireen
Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.
وَأَذ
Waathanun mina Allahiwarasoolihi ila annasi yawma alhajjial-akbari anna Allaha baree-on mina almushrikeenawarasooluhu fa-in tubtum fahuwa khayrun lakum wa-in tawallaytumfaAAlamoo annakum ghayru muAAjizee Allahiwabashshiri allatheena kafaroo biAAathabin aleem
Dan satu maklumat (pemberitahuan) dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar,1 bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,
إِلَّا
Illa allatheena AAahadtummina almushrikeena thumma lam yanqusookum shay-an walam yuthahirooAAalaykum ahadan faatimmoo ilayhim AAahdahum ilamuddatihim inna Allaha yuhibbu almuttaqeen
kecuali orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi (isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seorang pun yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
فَإِذَا
Fa-itha insalakha al-ashhuru alhurumufaqtuloo almushrikeena haythu wajadtumoohum wakhuthoohumwahsuroohum waqAAudoo lahum kulla marsadinfa-in taboo waaqamoo assalatawaatawoo azzakata fakhalloo sabeelahum innaAllaha ghafoorun raheem
Apabila telah habis bulan-bulan haram,1 maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglah mereka, dan awasilah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَإِنْ أَحَ
Wa-in ahadun mina almushrikeena istajarakafaajirhu hatta yasmaAAa kalama Allahithumma ablighhu ma/manahu thalika bi-annahum qawmun layaAAlamoon
Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui.
كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِ
Kayfa yakoonu lilmushrikeena AAahdun AAindaAllahi waAAinda rasoolihi illa allatheena AAahadtumAAinda almasjidi alharami fama istaqamoolakum fastaqeemoo lahum inna Allaha yuhibbualmuttaqeen
Bagaimana mungkin ada perjanjian (aman) di sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrik, kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharam (Hudaibiyah), maka selama mereka berlaku jujur terhadapmu, hendaklah kamu berlaku jujur (pula) terhadap mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
كَيْفَ وَإ
Kayfa wa-in yathharoo AAalaykumla yarquboo feekum illan wala thimmatan yurdoonakumbi-afwahihim wata/ba quloobuhum waaktharuhum fasiqoon
Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak menepati janji).
ٱشْتَرَوْ
Ishtaraw bi-ayati Allahithamanan qaleelan fasaddoo AAan sabeelihi innahum saama kanoo yaAAmaloon
Mereka memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, lalu mereka menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang mereka kerjakan.
لَا يَرْقُبُونَ فِى مُؤْمِنٍ إِل
La yarquboona fee mu/minin illan walathimmatan waola-ika humu almuAAtadoon
Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
فَإِ
Fa-in taboo waaqamoo assalatawaatawoo azzakata fa-ikhwanukum feeaddeeni wanufassilu al-ayatiliqawmin yaAAlamoon
Dan jika mereka bertobat, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
وَإ
Wa-in nakathoo aymanahum min baAAdiAAahdihim wataAAanoo fee deenikum faqatilooa-immata alkufri innahum la aymana lahumlaAAallahum yantahoon
Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti.
أَلَا تُقَ
Ala tuqatiloona qawmannakathoo aymanahum wahammoo bi-ikhraji arrasooliwahum badaookum awwala marratin atakhshawnahum fallahuahaqqu an takhshawhu in kuntum mu/mineen
Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janjinya), dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul, dan mereka yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allahlah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman.
قَ
Qatiloohum yuAAaththibhumu Allahubi-aydeekum wayukhzihim wayansurkum AAalayhim wayashfi sudooraqawmin mu/mineen
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,
وَيُذْهِ
Wayuthhib ghaythaquloobihim wayatoobu Allahu AAala man yashaowallahu AAaleemun hakeem
dan Dia menghilangkan kemarahan hati mereka (orang mukmin). Dan Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
أَمْ حَسِ
Am hasibtum an tutrakoo walammayaAAlami Allahu allatheena jahadoo minkumwalam yattakhithoo min dooni Allahi walarasoolihi wala almu/mineena waleejatan wallahukhabeerun bima taAAmaloon
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أ
Ma kana lilmushrikeena anyaAAmuroo masajida Allahi shahideena AAalaanfusihim bilkufri ola-ika habitataAAmaluhum wafee annari hum khalidoon
Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amal-amalnya, dan mereka kekal di dalam neraka.
إِ
Innama yaAAmuru masajida Allahiman amana billahi walyawmi al-akhiriwaaqama assalata waataazzakata walam yakhsha illa AllahafaAAasa ola-ika an yakoonoo mina almuhtadeen
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.
۞ أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ
AjaAAaltum siqayata alhajjiwaAAimarata almasjidi alharami kaman amanabillahi walyawmi al-akhiri wajahadafee sabeeli Allahi la yastawoona AAinda Allahiwallahu la yahdee alqawma aththalimeen
Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.
ٱلَّذِينَ ءَامَنُو
Allatheena amanoo wahajaroowajahadoo fee sabeeli Allahi bi-amwalihimwaanfusihim aAAthamu darajatan AAinda Allahiwaola-ika humu alfa-izoon
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
يُبَشِّرُهُمْ رَبُّه
Yubashshiruhum rabbuhum birahmatinminhu waridwanin wajannatin lahum feehanaAAeemun muqeem
Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya,
خَ
Khalideena feeha abadan innaAllaha AAindahu ajrun AAatheem
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola tattakhithoo abaakum wa-ikhwanakumawliyaa ini istahabboo alkufra AAala al-eemaniwaman yatawallahum minkum faola-ika humu aththalimoon
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
قُلْ إِ
Qul in kana abaokumwaabnaokum wa-ikhwanukum waazwajukumwaAAasheeratukum waamwalun iqtaraftumooha watijaratuntakhshawna kasadaha wamasakinu tardawnahaahabba ilaykum mina Allahi warasoolihi wajihadinfee sabeelihi fatarabbasoo hatta ya/tiya Allahubi-amrihi wallahu la yahdee alqawma alfasiqeen
Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
لَقَ
Laqad nasarakumu Allahu feemawatina katheeratin wayawma hunaynin ithaAAjabatkum kathratukum falam tughni AAankum shay-an wadaqatAAalaykumu al-ardu bima rahubat thummawallaytum mudbireen
Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang langgang.
ثُ
Thumma anzala Allahu sakeenatahu AAalarasoolihi waAAala almu/mineena waanzala junoodan lamtarawha waAAaththaba allatheena kafaroo wathalikajazao alkafireen
Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang yang kafir.
ثُ
Thumma yatoobu Allahu min baAAdi thalikaAAala man yashao wallahu ghafoorunraheem
Setelah itu Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooinnama almushrikoona najasun fala yaqrabooalmasjida alharama baAAda AAamihim hathawa-in khiftum AAaylatan fasawfa yughneekumu Allahu min fadlihiin shaa inna Allaha AAaleemun hakeem
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa), karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini.1 Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
قَ
Qatiloo allatheena layu/minoona billahi wala bilyawmial-akhiri wala yuharrimoona ma harramaAllahu warasooluhu wala yadeenoona deena alhaqqimina allatheena ootoo alkitaba hattayuAAtoo aljizyata AAan yadin wahum saghiroon
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
وَقَالَتِ
Waqalati alyahoodu AAuzayrun ibnu Allahiwaqalati annasara almaseehuibnu Allahi thalika qawluhum bi-afwahihim yudahi-oonaqawla allatheena kafaroo min qablu qatalahumu Allahuanna yu/fakoon
Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putera Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
ٱتَّخَذ
Ittakhathoo ahbarahumwaruhbanahum arbaban min dooni Allahi walmaseehaibna maryama wama omiroo illa liyaAAbudoo ilahanwahidan la ilaha illa huwa subhanahuAAamma yushrikoon
Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah,1 dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.
يُرِيدُونَ أ
Yureedoona an yutfi-oo noora Allahibi-afwahihim waya/ba Allahu illa anyutimma noorahu walaw kariha alkafiroon
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.
هُوَ
Huwa allathee arsala rasoolahu bilhudawadeeni alhaqqi liyuthhirahu AAala addeenikullihi walaw kariha almushrikoon
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Alquran) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
۞ يَ
Ya ayyuha allatheena amanooinna katheeran mina al-ahbari warruhbanilaya/kuloona amwala annasi bilbatiliwayasuddoona AAan sabeeli Allahi wallatheenayaknizoona aththahaba walfiddatawala yunfiqoonaha fee sabeeli Allahifabashshirhum biAAathabin aleem
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.
يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَ
Yawma yuhma AAalayhafee nari jahannama fatukwa biha jibahuhumwajunoobuhum wathuhooruhum hatha makanaztum li-anfusikum fathooqoo ma kuntum taknizoon
(Ingatlah) Pada hari ketika emas dan perak di panaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."
إِ
Inna AAiddata ashshuhoori AAinda Allahiithna AAashara shahran fee kitabi Allahiyawma khalaqa assamawati wal-ardaminha arbaAAatun hurumun thalika addeenualqayyimu fala tathlimoo feehinna anfusakumwaqatiloo almushrikeena kaffatan kama yuqatiloonakumkaffatan waAAlamoo anna Allaha maAAaalmuttaqeen
Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.
إِ
Innama annasee-o ziyadatunfee alkufri yudallu bihi allatheena kafaroo yuhilloonahuAAaman wayuharrimoonahu AAaman liyuwati-ooAAiddata ma harrama Allahu fayuhillooma harrama Allahu zuyyina lahum soo-o aAAmalihimwallahu la yahdee alqawma alkafireen
Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekafiran. Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya satu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Oleh Setan) dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooma lakum itha qeela lakumu infiroo fee sabeeli Allahiiththaqaltum ila al-ardi aradeetum bilhayatiaddunya mina al-akhirati fama mataAAualhayati addunya fee al-akhiratiilla qaleel
Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, "Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah," kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
إِلَّا تَ
Illa tanfiroo yuAAaththibkumAAathaban aleeman wayastabdil qawman ghayrakum walatadurroohu shay-an wallahu AAalakulli shay-in qadeer
Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
إِلَّا تَ
Illa tansuroohu faqad nasarahuAllahu ith akhrajahu allatheena kafaroo thaniyaithnayni ith huma fee alghari ithyaqoolu lisahibihi la tahzan inna AllahamaAAana faanzala Allahu sakeenatahu AAalayhiwaayyadahu bijunoodin lam tarawha wajaAAala kalimata allatheenakafaroo assufla wakalimatu Allahi hiyaalAAulya wallahu AAazeezun hakeem
Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekkah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
ٱ
Infiroo khifafan wathiqalanwajahidoo bi-amwalikum waanfusikum fee sabeeli Allahithalikum khayrun lakum in kuntum taAAlamoon
Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
لَوْ كَانَ عَرَ
Law kana AAaradan qareebanwasafaran qasidan lattabaAAooka walakinbaAAudat AAalayhimu ashshuqqatu wasayahlifoona billahilawi istataAAna lakharajna maAAakumyuhlikoona anfusahum wallahu yaAAlamu innahum lakathiboon
Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, "Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu." Mereka membinasakan diri sendiri1 dan Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
عَفَا
AAafa Allahu AAanka lima athintalahum hatta yatabayyana laka allatheena sadaqoowataAAlama alkathibeen
Allah memaafkanmu (Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?
لَا يَسْتَــْٔذِنُكَ
La yasta/thinuka allatheenayu/minoona billahi walyawmi al-akhirian yujahidoo bi-amwalihim waanfusihim wallahuAAaleemun bilmuttaqeen
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin (tidak ikut) kepadamu untuk berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.
إِ
Innama yasta/thinuka allatheenala yu/minoona billahi walyawmi al-akhiriwartabat quloobuhum fahum fee raybihimyataraddadoon
Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (Muhammad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan.
۞ وَلَوْ أَرَادُو
Walaw aradoo alkhurooja laaAAaddoolahu AAuddatan walakin kariha Allahu inbiAAathahumfathabbatahum waqeela oqAAudoo maAAa alqaAAideen
Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal."
لَوْ خَرَجُو
Law kharajoo feekum ma zadookumilla khabalan walaawdaAAoo khilalakumyabghoonakumu alfitnata wafeekum sammaAAoona lahum wallahuAAaleemun biththalimeen
Jika (mereka berangkat bersamamu), niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)mu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu); sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah mengetahui orang-orang yang zalim.
لَقَدِ
Laqadi ibtaghawoo alfitnata min qabluwaqallaboo laka al-omoora hatta jaa alhaqquwathahara amru Allahi wahum karihoon
Sesungguhnya, sebelum itu mereka memang sudah berusaha membuat kekacauan dan mengatur berbagai macam tipu daya bagimu (memutarbalikkan persoalan), hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka tidak menyukainya.
وَمِنْه
Waminhum man yaqoolu i/than lee walataftinnee ala fee alfitnati saqatoo wa-innajahannama lamuheetatun bilkafireen
Dan di antara mereka ada orang yang berkata, "Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Muhammad) menjadikan aku terjerumus ke dalam fitnah." Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sungguh, Jahanam meliputi orang-orang yang kafir.
إِ
In tusibka hasanatun tasu/humwa-in tusibka museebatun yaqooloo qad akhathnaamrana min qablu wayatawallaw wahum farihoon
Jika engkau (Muhammad) mendapat kebaikan, mereka tidak senang; tetapi jika engkau ditimpa bencana, mereka berkata, "Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati (tidak pergi berperang)," dan mereka berpaling dengan (perasaan) gembira.
قُل لّ
Qul lan yuseebana illama kataba Allahu lana huwa mawlanawaAAala Allahi falyatawakkali almu/minoon
Katakanlah (Muhammad), "Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman."
قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِن
Qul hal tarabbasoona bina illaihda alhusnayayni wanahnu natarabbasubikum an yuseebakumu Allahu biAAathabin minAAindihi aw bi-aydeena fatarabbasoo innamaAAakum mutarabbisoon
Katakanlah (Muhammad), "Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya, atau (azab) melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu."
قُلْ أَ
Qul anfiqoo tawAAan aw karhan lanyutaqabbala minkum innakum kuntum qawman fasiqeen
Katakanlah (Muhammad), "Infakkanlah hartamu baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, namun (infakmu) tidak akan diterima. Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang fasik."
وَمَا مَنَعَهُمْ أَ
Wama manaAAahum an tuqbala minhumnafaqatuhum illa annahum kafaroo billahiwabirasoolihi wala ya/toona assalatailla wahum kusala wala yunfiqoona illawahum karihoon
Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).
فَلَا تُعْجِ
Fala tuAAjibka amwaluhum walaawladuhum innama yureedu Allahu liyuAAaththibahumbiha fee alhayati addunyawatazhaqa anfusuhum wahum kafiroon
Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir.
وَيَحْلِفُونَ بِ
Wayahlifoona billahiinnahum laminkum wama hum minkum walakinnahumqawmun yafraqoon
Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).
لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَــًٔا أَوْ مَغَ
Law yajidoona maljaan aw magharatinaw muddakhalan lawallaw ilayhi wahum yajmahoon
Sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan, gua-gua atau lubang-lubang (dalam tanah) niscaya mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-cepatnya.
وَمِنْه
Waminhum man yalmizuka fee assadaqatifa-in oAAtoo minha radoo wa-in lam yuAAtawminha itha hum yaskhatoon
Dan di antara mereka ada yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah (zakat); jika mereka diberi bagian, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi bagian, tiba-tiba mereka marah.
وَلَوْ أَ
Walaw annahum radoo ma atahumuAllahu warasooluhu waqaloo hasbunaAllahu sayu/teena Allahu min fadlihiwarasooluhu inna ila Allahi raghiboon
Dan Sekiranya mereka benar-benar rida dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya, dan berkata, "Cukuplah Allah bagi kami, Allah dan Rasul-Nya akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah."
۞ إِ
Innama assadaqatulilfuqara-i walmasakeeni walAAamileenaAAalayha walmu-allafati quloobuhum wafee arriqabiwalgharimeena wafee sabeeli Allahi wabniassabeeli fareedatan mina Allahi wallahuAAaleemun hakeemun
Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
وَمِنْهُمُ
Waminhumu allatheena yu/thoonaannabiyya wayaqooloona huwa othunun qul othunukhayrin lakum yu/minu billahi wayu/minulilmu/mineena warahmatun lillatheena amanoominkum wallatheena yu/thoona rasoola Allahilahum AAathabun aleem
Dan di antara mereka (orang munafik) ada orang-orang yang menyakiti hati Nabi (Muhammad) dan mengatakan, "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya." Katakanlah, "Dia mempercayai semua yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu." Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah akan mendapat azab yang pedih.
يَحْلِفُونَ بِ
Yahlifoona billahilakum liyurdookum wallahu warasooluhu ahaqquan yurdoohu in kanoo mu/mineen
Mereka bersumpah kepadamu dengan (nama) Allah untuk menyenangkan kamu, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka cari keridaan-Nya jika mereka orang mukmin.
أَلَمْ يَعْلَم
Alam yaAAlamoo annahu man yuhadidiAllaha warasoolahu faanna lahu nara jahannama khalidanfeeha thalika alkhizyu alAAatheem
Tidakkah mereka (orang munafik) mengetahui bahwa barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah bagiannya, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang besar.
يَحْذَرُ
Yahtharu almunafiqoona antunazzala AAalayhim sooratun tunabbi-ohum bima feequloobihim quli istahzi-oo inna Allaha mukhrijun matahtharoon
Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), "Teruskanlah berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya)." Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu.
وَلَئِ
Wala-in saaltahum layaqoolunna innamakunna nakhoodu wanalAAabu qul abillahiwaayatihi warasoolihi kuntum tastahzi-oon
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah, "Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
لَا تَعْتَذِرُو
La taAAtathiroo qad kafartumbaAAda eemanikum in naAAfu AAan ta-ifatin minkumnuAAaththib ta-ifatan bi-annahum kanoomujrimeen
Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa.
ٱلْمُنَ
Almunafiqoona walmunafiqatubaAAduhum min baAAdin ya/muroona bilmunkariwayanhawna AAani almaAAroofi wayaqbidoona aydiyahum nasooAllaha fanasiyahum inna almunafiqeena humu alfasiqoon
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.
وَعَدَ
WaAAada Allahu almunafiqeenawalmunafiqati walkuffara narajahannama khalideena feeha hiya hasbuhumwalaAAanahumu Allahu walahum AAathabun muqeem
Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal,
كَ
Kallatheena min qablikum kanooashadda minkum quwwatan waakthara amwalan waawladanfastamtaAAoo bikhalaqihim fastamtaAAtumbikhalaqikum kama istamtaAAa allatheena minqablikum bikhalaqihim wakhudtum kallatheekhadoo ola-ika habitat aAAmaluhumfee addunya wal-akhirati waola-ikahumu alkhasiroon
(keadaan kamu kaum munafik dan musyrikin) seperti orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya. Maka mereka telah menikmati bagiannya, dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal-hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ
Alam ya/tihim nabao allatheena minqablihim qawmi noohin waAAadin wathamooda waqawmiibraheema waas-habi madyana walmu/tafikatiatat-hum rusuluhum bilbayyinati fama kanaAllahu liyathlimahum walakin kanooanfusahum yathlimoon
Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Ād, Samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka Rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata; Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
وَ
Walmu/minoona walmu/minatubaAAduhum awliyao baAAdin ya/muroona bilmaAAroofiwayanhawna AAani almunkari wayuqeemoona assalatawayu/toona azzakata wayuteeAAoona Allahawarasoolahu ola-ika sayarhamuhumu Allahuinna Allaha AAazeezun hakeem
Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَعَدَ
WaAAada Allahu almu/mineena walmu/minatijannatin tajree min tahtiha al-anharukhalideena feeha wamasakina tayyibatanfee jannati AAadnin waridwanun mina Allahiakbaru thalika huwa alfawzu alAAatheem
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga 'Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.
يَ
Ya ayyuha annabiyyu jahidialkuffara walmunafiqeena waghluthAAalayhim wama/wahum jahannamu wabi/sa almaseer
Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
يَحْلِفُونَ بِ
Yahlifoona billahi maqaloo walaqad qaloo kalimata alkufri wakafaroobaAAda islamihim wahammoo bima lam yanaloowama naqamoo illa an aghnahumu Allahuwarasooluhu min fadlihi fa-in yatooboo yaku khayran lahumwa-in yatawallaw yuAAaththibhumu Allahu AAathabanaleeman fee addunya wal-akhiratiwama lahum fee al-ardi min waliyyin wala naseer
Mereka (orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti Muhammad). Sungguh, mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir setelah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak mencapainya;1 dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), sekiranya Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di bumi.
۞ وَمِنْه
Waminhum man AAahada Allahala-in atana min fadlihi lanassaddaqannawalanakoonanna mina assaliheen
Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh."
فَلَ
Falamma atahum min fadlihibakhiloo bihi watawallaw wahum muAAridoon
Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran).
فَأَعْقَبَهُمْ نِفَا
FaaAAqabahum nifaqan fee quloobihimila yawmi yalqawnahu bima akhlafoo Allaha mawaAAadoohu wabima kanoo yakthiboon
Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.
أَلَمْ يَعْلَم
Alam yaAAlamoo anna Allaha yaAAlamusirrahum wanajwahum waanna Allaha AAallamualghuyoob
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib?
ٱلَّذِينَ يَلْمِزُونَ
Allatheena yalmizoona almuttawwiAAeenamina almu/mineena fee assadaqati wallatheenala yajidoona illa juhdahum fayaskharoona minhumsakhira Allahu minhum walahum AAathabun aleem
(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya punya (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
ٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِ
Istaghfir lahum aw la tastaghfirlahum in tastaghfir lahum sabAAeena marratan falan yaghfira Allahulahum thalika bi-annahum kafaroo billahiwarasoolihi wallahu la yahdee alqawma alfasiqeen
(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu, karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
فَرِحَ
Fariha almukhallafoona bimaqAAadihimkhilafa rasooli Allahi wakarihoo an yujahidoobi-amwalihim waanfusihim fee sabeeli Allahi waqaloola tanfiroo fee alharri qul naru jahannamaashaddu harran law kanoo yafqahoon
Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata, "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini." Katakanlah (Muhammad), "Api neraka Jahanam lebih panas," jika mereka mengetahui.
فَلْيَضْحَكُو
Falyadhakoo qaleelan walyabkookatheeran jazaan bima kanoo yaksiboon
Maka biarkanlah mereka tertawa sedikit dan menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat.
فَإ
Fa-in rajaAAaka Allahu ila ta-ifatinminhum fasta/thanooka lilkhurooji faqul lantakhrujoo maAAiya abadan walan tuqatiloo maAAiya AAaduwwaninnakum radeetum bilquAAoodi awwala marratin faqAAudoomaAAa alkhalifeen
Maka jika Allah mengembalikanmu (Muhammad) kepada suatu golongan dari mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah, "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi (berperang) sejak semula. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang)."
وَلَا تُصَلِّ عَلَ
Wala tusalli AAala ahadinminhum mata abadan wala taqum AAala qabrihiinnahum kafaroo billahi warasoolihi wamatoowahum fasiqoon
Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
وَلَا تُعْجِ
Wala tuAAjibka amwaluhum waawladuhuminnama yureedu Allahu an yuAAaththibahum bihafee addunya watazhaqa anfusuhum wahum kafiroon
Dan janganlah engkau (Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir.
وَإِذ
Wa-itha onzilat sooratun an aminoobillahi wajahidoo maAAa rasoolihi ista/thanakaoloo attawli minhum waqaloo tharnanakun maAAa alqaAAideen
Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik), "Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama rasul-Nya, "niscaya orang-orang yang kaya dan berpengaruh di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah)."
رَضُو
Radoo bi-an yakoonoo maAAa alkhawalifiwatubiAAa AAala quloobihim fahum layafqahoon
Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang,1 dan hati mereka telah tertutup, sehingga mereka tidak memahami (kebahagiaan beriman dan berjihad).
لَ
Lakini arrasoolu wallatheenaamanoo maAAahu jahadoo bi-amwalihimwaanfusihim waola-ika lahumu alkhayratu waola-ikahumu almuflihoon
Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, (mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memperoleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
أَعَدَّ
aAAadda Allahu lahum jannatintajree min tahtiha al-anharu khalideenafeeha thalika alfawzu alAAatheem
Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang agung.
وَج
Wajaa almuAAaththiroona minaal-aAArabi liyu/thana lahum waqaAAada allatheenakathaboo Allaha warasoolahu sayuseebu allatheenakafaroo minhum AAathabun aleem
Dan di antara orang-orang Arab Badui datang (kepada Nabi) mengemukakan alasan, agar diberi izin (untuk tidak pergi berperang), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.
لَّيْسَ عَلَى
Laysa AAala adduAAafa-iwala AAala almarda wala AAalaallatheena la yajidoona ma yunfiqoona harajunitha nasahoo lillahi warasoolihi maAAala almuhsineena min sabeelin wallahughafoorun raheem
Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang yang lemah, orang yang sakit dan orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada alasan apa pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,
وَلَا عَلَى
Wala AAala allatheena ithama atawka litahmilahum qulta la ajidu maahmilukum AAalayhi tawallaw waaAAyunuhum tafeedumina addamAAi hazanan alla yajidoo mayunfiqoon
dan tidak ada (pula dosa) atas orang-orang yang datang kepadamu (Muhammad), agar engkau memberi kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu," lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena sedih, disebabkan mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang).