۞ قَالَ
وَلَوْ أَ
حَقِيقٌ عَلَ
قَال
فَإِذَا ج
وَجَ
قَالَ يَ
وَلَ
۞ وَ
وَقَطَّعْنَ
وَإِذْ قَالَتْ أُ
۞ وَإِذْ نَتَ
وَلَقَ
قُل لّ
إِ
يَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَ
فَلَمْ تَ
وَ
وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ
۞ قَالَ
Qala almalao allatheenaistakbaroo min qawmihi lanukhrijannaka ya shuAAaybu wallatheenaamanoo maAAaka min qaryatina aw lataAAoodunna feemillatina qala awa law kunna kariheen
Pemuka-pemuka yang meyombongkan diri dari kaum Syu'aib berkata, "Wahai Syu'aib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman dari negeri kami, kecuali engkau kembali kepada agama kami."Syu'aib berkata. "Apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak suka?
قَدِ
Qadi iftarayna AAala Allahikathiban in AAudna fee millatikum baAAda ithnajjana Allahu minha wamayakoonu lana an naAAooda feeha illa an yashaaAllahu rabbuna wasiAAa rabbuna kulla shay-inAAilman AAala Allahi tawakkalna rabbanaiftah baynana wabayna qawmina bilhaqqiwaanta khayru alfatiheen
Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, setelah Allah melepaskan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah Pemberi keputusan terbaik."
وَقَالَ
Waqala almalao allatheenakafaroo min qawmihi la-ini ittabaAAtum shuAAayban innakum ithanlakhasiroon
Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syu'aib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi."
فَأَخَذَتْهُمُ
Faakhathat-humu arrajfatu faasbahoofee darihim jathimeen
Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka,
ٱلَّذِينَ كَذَّبُو
Allatheena kaththabooshuAAayban kaan lam yaghnaw feeha allatheena kaththabooshuAAayban kanoo humu alkhasireen
Orang-orang yang mendustakan Syu'aib seakan-akan mereka belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu'aib, itulah orang-orang yang rugi.
فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَ
Fatawalla AAanhum waqala yaqawmi laqad ablaghtukum risalati rabbee wanasahtulakum fakayfa asa AAala qawmin kafireen
Maka Syu'aib meninggalkan mereka seraya berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?"
وَم
Wama arsalna fee qaryatin minnabiyyin illa akhathna ahlaha bilba/sa-iwaddarra-i laAAallahum yaddarraAAoon
Dan Kami tidak mengutus seorang Nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan Nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri.
ثُ
Thumma baddalna makana assayyi-atialhasanata hatta AAafaw waqaloo qadmassa abaana addarraowassarrao faakhathnahum baghtatanwahum la yashAAuroon
Kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan sehingga (keturunan dan harta mereka) bertambah banyak, lalu mereka berkata, "Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan," maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari.
وَلَوْ أَ
Walaw anna ahla alqura amanoowattaqaw lafatahna AAalayhim barakatinmina assama-i wal-ardi walakinkaththaboo faakhathnahum bima kanooyaksiboon
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan.
أَفَأَمِنَ أَهْلُ
Afaamina ahlu alqura an ya/tiyahumba/suna bayatan wahum na-imoon
Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?
أَوَأَمِنَ أَهْلُ
Awa amina ahlu alqura an ya/tiyahumba/suna duhan wahum yalAAaboon
Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?
أَفَأَمِنُو
Afaaminoo makra Allahi falaya/manu makra Allahi illa alqawmu alkhasiroon
Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.
أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ
Awa lam yahdi lillatheena yarithoonaal-arda min baAAdi ahliha an law nashao asabnahumbithunoobihim wanatbaAAu AAala quloobihimfahum la yasmaAAoon
Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya? Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka karena dengan dosa-dosanya; dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran).
تِلْكَ
Tilka alqura naqussu AAalaykamin anba-iha walaqad jaat-hum rusuluhum bilbayyinatifama kanoo liyu/minoo bima kaththaboomin qablu kathalika yatbaAAu Allahu AAalaquloobi alkafireen
Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan), Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu. Rasul-rasul mereka benar-benar telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Tetapi mereka tidak beriman (juga) kepada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang kafir.
وَمَا وَجَ
Wama wajadna li-aktharihimmin AAahdin wa-in wajadna aktharahum lafasiqeen
Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya yang Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik.
ثُ
Thumma baAAathna min baAAdihim moosabi-ayatina ila firAAawna wamala-ihifathalamoo biha fanuthurkayfa kana AAaqibatu almufsideen
Setelah mereka, kemudian Kami utus Musa dengan membawa bukti-bukti Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari bukti-bukti itu. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَقَالَ مُوسَىٰ يَ
Waqala moosa yafirAAawnu innee rasoolun min rabbi alAAalameen
Dan Musa berkata, "Wahai Fir'aun! Sungguh, aku adalah seorang utusan dari Tuhan seluruh alam,
حَقِيقٌ عَلَ
Haqeequn AAala an laaqoola AAala Allahi illa alhaqqa qadji/tukum bibayyinatin min rabbikum faarsil maAAiya banee isra-eel
aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku."
قَالَ إِ
Qala in kunta ji/ta bi-ayatinfa/ti biha in kunta mina assadiqeen
Dia (Fir'aun) menjawab, "Jika benar engkau membawa sesuatu bukti, maka tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar."
فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَا
Faalqa AAasahu fa-ithahiya thuAAbanun mubeen
Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.
وَنَزَعَ يَدَهُ
WanazaAAa yadahu fa-itha hiya baydaolinnathireen
Dan dia mengeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.
قَالَ
Qala almalao min qawmi firAAawnainna hatha lasahirun AAaleem
Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata, "Orang ini benar-benar pesihir yang pandai,
يُرِيدُ أ
Yureedu an yukhrijakum min ardikumfamatha ta/muroon
yang hendak mengusir kamu dari negerimu." (Fir'aun berkata), "Maka apa saran kamu?"
قَال
Qaloo arjih waakhahu waarsilfee almada-ini hashireen
(Pemuka-pemuka) itu menjawab, "Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para pesihir),
يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَ
Ya/tooka bikulli sahirin AAaleem
agar mereka membawa semua pesihir yang pandai kepadamu."
وَج
Wajaa assaharatufirAAawna qaloo inna lana laajran in kunnanahnu alghalibeen
Dan para pesihir datang kepada Fir'aun. Mereka berkata, "(Apakah) kami akan mendapat imbalan, jika kami menang?"
قَالَ نَعَمْ وَإِ
Qala naAAam wa-innakum laminaalmuqarrabeen
Dia (Fir'aun) menjawab, "Ya, bahkan kamu pasti termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)."
قَالُو
Qaloo ya moosa immaan tulqiya wa-imma an nakoona nahnu almulqeen
Mereka (para pesihir) berkata, "Wahai Musa! Engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu, atau kami yang melemparkan?"
قَالَ أَلْقُو
Qala alqoo falamma alqaw saharooaAAyuna annasi wastarhaboohum wajaoobisihrin AAatheem
Dia (Musa) menjawab, "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan).
۞ وَأَوْحَيْن
Waawhayna ila moosaan alqi AAasaka fa-itha hiya talqafu maya/fikoon
Dan Kami wahyukan kepada Musa, "Lemparkanlah tongkatmu!" Maka tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka.
فَوَقَعَ
FawaqaAAa alhaqqu wabatala makanoo yaAAmaloon
Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia.
فَغُلِبُو
Faghuliboo hunalika wanqalaboosaghireen
Maka mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.
وَأُلْقِىَ
Waolqiya assaharatu sajideen
Dan para pesihir itu serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud,1
قَال
Qaloo amanna birabbialAAalameen
mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَ
Rabbi moosa waharoon
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun."
قَالَ فِرْعَوْنُ ءَامَ
Qala firAAawnu amantum bihiqabla an athana lakum inna hatha lamakrunmakartumoohu fee almadeenati litukhrijoo minha ahlahafasawfa taAAlamoon
Fir'aun berkata, "Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini).
لَأُقَطِّعَ
LaoqatiAAanna aydiyakum waarjulakummin khilafin thumma laosallibannakum ajmaAAeen
Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya), kemudian aku akan menyalib kamu semua."
قَال
Qaloo inna ila rabbinamunqaliboon
Mereka (para pesihir) menjawab, "Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
وَمَا تَ
Wama tanqimu minna illaan amanna bi-ayati rabbinalamma jaatna rabbana afrigh AAalaynasabran watawaffana muslimeen
dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami." (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu)."
وَقَالَ
Waqala almalao min qawmi firAAawnaatatharu moosa waqawmahu liyufsidoo fee al-ardiwayatharaka waalihataka qala sanuqattilu abnaahumwanastahyee nisaahum wa-inna fawqahum qahiroon
Dan para pemuka dari kaum Fir'aun berkata, "Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?" (Fir'aun) menjawab, "Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka."
قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ
Qala moosa liqawmihiistaAAeenoo billahi wasbiroo innaal-arda lillahi yoorithuha man yashaomin AAibadihi walAAaqibatu lilmuttaqeen
Musa berkata kepada kaumnya, "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa."
قَال
Qaloo ootheena minqabli an ta/tiyana wamin baAAdi ma ji/tana qalaAAasa rabbukum an yuhlika AAaduwwakum wayastakhlifakum feeal-ardi fayanthura kayfa taAAmaloon
Mereka (kaum Musa) berkata, "Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang." (Musa) menjawab, "Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi; maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu."
وَلَقَ
Walaqad akhathna alafirAAawna bissineena wanaqsin mina aththamaratilaAAallahum yaththakkaroon
Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir'aun dan kaumnya dengan (mendatangkan musim kemarau) bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran.
فَإِذَا ج
Fa-itha jaat-humu alhasanatuqaloo lana hathihi wa-in tusibhumsayyi-atun yattayyaroo bimoosa waman maAAahu alainnama ta-iruhum AAinda Allahi walakinnaaktharahum la yaAAlamoon
Kemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, "Ini adalah karena (usaha) kami." Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَقَالُو
Waqaloo mahma ta/tinabihi min ayatin litasharana biha famanahnu laka bimu/mineen
Dan mereka berkata (kepada Musa), "Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami, kami tidak akan beriman kepadamu."
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ
Faarsalna AAalayhimu attoofanawaljarada walqummala waddafadiAAawaddama ayatin mufassalatinfastakbaroo wakanoo qawman mujrimeen
Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.
وَلَ
Walamma waqaAAa AAalayhimu arrijzuqaloo ya moosa odAAu lana rabbaka bimaAAahida AAindaka la-in kashafta AAanna arrijzalanu/minanna laka walanursilanna maAAaka banee isra-eel
Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, "Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu."
فَلَ
Falamma kashafna AAanhumu arrijzaila ajalin hum balighoohu itha humyankuthoon
Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji.
فَ
Fantaqamna minhum faaghraqnahumfee alyammi bi-annahum kaththaboo bi-ayatinawakanoo AAanha ghafileen
Maka Kami hukum sebagian di antara mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan ayat-ayat Kami.
وَأَوْرَثْنَا
Waawrathna alqawma allatheenakanoo yustadAAafoona mashariqa al-ardiwamagharibaha allatee barakna feehawatammat kalimatu rabbika alhusna AAalabanee isra-eela bima sabaroo wadammarnama kana yasnaAAu firAAawnu waqawmuhu wamakanoo yaAArishoon
Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya1 yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.2
وَجَ
Wajawazna bibanee isra-eelaalbahra faataw AAala qawmin yaAAkufoona AAalaasnamin lahum qaloo ya moosaijAAal lana ilahan kama lahum alihatunqala innakum qawmun tajhaloon
Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka (Bani israil) berkata, "Wahai Musa! Buatlah untuk kami satu tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)." (Musa) menjawab, "Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh."
إِ
Inna haola-i mutabbarun mahum feehi wabatilun ma kanoo yaAAmaloon
Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan.
قَالَ أَغَيْرَ
Qala aghayra Allahi abgheekumilahan wahuwa faddalakum AAala alAAalameen
Dia (Musa) berkata, "Pantaskah aku mencari tuhan untukmu selain Allah, padahal Dia yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu).
وَإِذْ أَ
Wa-ith anjaynakum min alifirAAawna yasoomoonakum soo-a alAAathabi yuqattiloona abnaakumwayastahyoona nisaakum wafee thalikum balaonmin rabbikum AAatheem
Dan (ingatlah Wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun) dan kaumnya, yang menyiksa kamu dengan siksaan yang sangat berat, mereka membunuh anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.
۞ وَو
WawaAAadna moosa thalatheenalaylatan waatmamnaha biAAashrin fatamma meeqaturabbihi arbaAAeena laylatan waqala moosa li-akheehiharoona okhlufnee fee qawmee waaslih walatattabiAA sabeela almufsideen
Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan."
وَلَ
Walamma jaa moosalimeeqatina wakallamahu rabbuhu qala rabbiarinee anthur ilayka qala lan taraneewalakini onthur ila aljabali fa-iniistaqarra makanahu fasawfa taranee falammatajalla rabbuhu liljabali jaAAalahu dakkan wakharra moosasaAAiqan falamma afaqa qala subhanakatubtu ilayka waana awwalu almu/mineen
Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau." (Allah) berfirman, "Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku." Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu,1 gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, " Mahasuci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman."
قَالَ يَ
Qala ya moosa innee istafaytukaAAala annasi birisalateewabikalamee fakhuth ma ataytuka wakunmina ashshakireen
(Allah) berfirman, "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegangteguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur."
وَكَتَ
Wakatabna lahu fee al-alwahimin kulli shay-in mawAAithatan watafseelanlikulli shay-in fakhuthha biquwwatin wa/mur qawmakaya/khuthoo bi-ahsaniha saoreekum daraalfasiqeen
Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat)1 segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), "Berpegangteguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dan sebaik-baiknya,2 Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik."3
سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايَ
Saasrifu AAan ayatiyaallatheena yatakabbaroona fee al-ardi bighayri alhaqqiwa-in yaraw kulla ayatin la yu/minoo bihawa-in yaraw sabeela arrushdi la yattakhithoohusabeelan wa-in yaraw sabeela alghayyi yattakhithoohusabeelan thalika bi-annahum kaththaboo bi-ayatinawakanoo AAanha ghafileen
Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.
وَ
Wallatheena kaththaboobi-ayatina waliqa-i al-akhiratihabitat aAAmaluhum hal yujzawna illama kanoo yaAAmaloon
Dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan (mendustakan) adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka. Mereka diberi balasan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
وَ
Wattakhatha qawmu moosamin baAAdihi min huliyyihim AAijlan jasadan lahu khuwarunalam yaraw annahu la yukallimuhum wala yahdeehimsabeelan ittakhathoohu wakanoo thalimeen
Dan kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai) mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas).1 Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang yang zalim.
وَلَ
Walamma suqita fee aydeehimwaraaw annahum qad dalloo qaloo la-in lam yarhamnarabbuna wayaghfir lana lanakoonanna mina alkhasireen
Dan setelah mereka menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa telah sesat, mereka pun berkata, "Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi."
وَلَ
Walamma rajaAAa moosa ilaqawmihi ghadbana asifan qala bi/samakhalaftumoonee min baAAdee aAAajiltum amra rabbikum waalqa al-alwahawaakhatha bira/si akheehi yajurruhu ilayhi qalaibna omma inna alqawma istadAAafoonee wakadooyaqtuloonanee fala tushmit biya al-aAAdaa walatajAAalnee maAAa alqawmi aththalimeen
Dan ketika Musa telah kembali kepada kaumnya, dengan marah dan sedih hati dia berkata, "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan selama kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?"1 Musa pun melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang kepala saudaranya (Harun) sambil menarik ke arahnya. (Harun) berkata, "Wahai anak ibuku! Kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyoraki melihat kemalanganku, dan janganlah engkau jadikan aku sebagai orang-orang yang zalim."
قَالَ رَبِّ
Qala rabbi ighfir lee wali-akheewaadkhilna fee rahmatika waanta arhamu arrahimeen
Dia (Musa) berdoa, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang."
إِ
Inna allatheena ittakhathooalAAijla sayanaluhum ghadabun min rabbihim wathillatunfee alhayati addunya wakathalikanajzee almuftareen
Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahannya), kelak akan menerima kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebohongan.
وَ
Wallatheena AAamiloo assayyi-atithumma taboo min baAAdiha waamanoo innarabbaka min baAAdiha laghafoorun raheem
Dan orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat dan beriman niscaya setelah itu Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَلَ
Walamma sakata AAan moosaalghadabu akhatha al-alwaha wafee nuskhatihahudan warahmatun lillatheena hum lirabbihimyarhaboon
Dan setelah amarah Musa mereda, diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu, di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.
وَ
Wakhtara moosaqawmahu sabAAeena rajulan limeeqatina falammaakhathat-humu arrajfatu qala rabbi lawshi/ta ahlaktahum min qablu wa-iyyaya atuhlikunabima faAAala assufahao minna in hiyailla fitnatuka tudillu biha man tashaowatahdee man tashao anta waliyyuna faghfirlana warhamna waanta khayru alghafireen
Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, "Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki.1 Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah Pemberi ampun yang terbaik."
۞ وَ
Waktub lana fee hathihiaddunya hasanatan wafee al-akhiratiinna hudna ilayka qala AAathabee oseebubihi man ashao warahmatee wasiAAat kulla shay-infasaaktubuha lillatheena yattaqoona wayu/toona azzakatawallatheena hum bi-ayatinayu/minoon
Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, "Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami."
ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ
Allatheena yattabiAAoona arrasoolaannabiyya al-ommiyya allathee yajidoonahumaktooban AAindahum fee attawrati wal-injeeliya/muruhum bilmaAAroofi wayanhahum AAani almunkariwayuhillu lahumu attayyibati wayuharrimuAAalayhimu alkhaba-itha wayadaAAu AAanhum israhumwal-aghlala allatee kanat AAalayhim fallatheenaamanoo bihi waAAazzaroohu wanasaroohu wattabaAAooannoora allathee onzila maAAahu ola-ikahumu almuflihoon
(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.1 Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Alquran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
قُلْ يَ
Qul ya ayyuha annasuinnee rasoolu Allahi ilaykum jameeAAan allatheelahu mulku assamawati wal-ardila ilaha illa huwa yuhyee wayumeetufaaminoo billahi warasoolihi annabiyyial-ommiyyi allathee yu/minu billahi wakalimatihiwattabiAAoohu laAAallakum tahtadoon
Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk."
وَمِ
Wamin qawmi moosa ommatun yahdoonabilhaqqi wabihi yaAAdiloon
Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil.1
وَقَطَّعْنَ
WaqattaAAnahumu ithnatayAAashrata asbatan omaman waawhayna ilamoosa ithi istasqahu qawmuhu ani idribbiAAasaka alhajara fanbajasat minhu ithnataAAashrata AAaynan qad AAalima kullu onasin mashrabahum wathallalnaAAalayhimu alghamama waanzalna AAalayhimu almannawassalwa kuloo min tayyibati marazaqnakum wama thalamoona walakinkanoo anfusahum yathlimoon
Dan Kami membagi menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka memancarlah dari (batu) itu dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Dan Kami naungi mereka dengan awan dan Kami turunkan kepada mereka mann dan salwa. (Kami berfirman), "Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu." Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah yang selalu menzalimi dirinya sendiri.
وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ
Wa-ith qeela lahumu oskunoo hathihialqaryata wakuloo minha haythu shi/tum waqooloo hittatunwadkhuloo albaba sujjadan naghfir lakum khatee-atikumsanazeedu almuhsineen
Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), "Diamlah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki." Dan katakanlah, "Bebaskanlah kami dari dosa kami, dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu." Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.
فَبَدَّلَ
Fabaddala allatheena thalamoominhum qawlan ghayra allathee qeela lahum faarsalnaAAalayhim rijzan mina assama-i bima kanooyathlimoon
Maka orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka,1 maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.
وَسْــَٔلْهُمْ عَنِ
Was-alhum AAani alqaryati allatee kanathadirata albahri ith yaAAdoona fee assabtiith ta/teehim heetanuhum yawma sabtihimshurraAAan wayawma la yasbitoona la ta/teehim kathalikanabloohum bima kanoo yafsuqoon
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri1 yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat,2 (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
وَإِذْ قَالَتْ أُ
Wa-ith qalat ommatun minhumlima taAAithoona qawman Allahu muhlikuhum awmuAAaththibuhum AAathaban shadeedan qaloomaAAthiratan ila rabbikum walaAAallahum yattaqoon
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar Kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu,1 dan agar mereka bertakwa."
فَلَ
Falamma nasoo ma thukkiroobihi anjayna allatheena yanhawna AAani assoo-iwaakhathna allatheena thalamoobiAAathabin ba-eesin bima kanoo yafsuqoon
Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang yang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
فَلَ
Falamma AAataw AAan ma nuhooAAanhu qulna lahum koonoo qiradatan khasi-een
Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina."
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَ
Wa-ith taaththana rabbukalayabAAathanna AAalayhim ila yawmi alqiyamati manyasoomuhum soo-a alAAathabi inna rabbaka lasareeAAu alAAiqabiwa-innahu laghafoorun raheem
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sungguh, Dia akan mengirim orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka (orang Yahudi) sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَقَطَّعْنَ
WaqattaAAnahum fee al-ardiomaman minhumu assalihoona waminhum doona thalikawabalawnahum bilhasanati wassayyi-atilaAAallahum yarjiAAoon
Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; diantaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
فَخَلَفَ م
Fakhalafa min baAAdihim khalfun warithooalkitaba ya/khuthoona AAarada hathaal-adna wayaqooloona sayughfaru lana wa-in ya/tihimAAaradun mithluhu ya/khuthoohu alam yu/khathAAalayhim meethaqu alkitabi an la yaqoolooAAala Allahi illa alhaqqa wadarasoo mafeehi waddaru al-akhiratu khayrun lillatheenayattaqoona afala taAAqiloon
Maka setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata,"Kami akan diberi ampun." Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti?
وَ
Wallatheena yumassikoona bilkitabiwaaqamoo assalata inna lanudeeAAu ajra almusliheen
Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan salat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh.
۞ وَإِذْ نَتَ
Wa-ith nataqna aljabalafawqahum kaannahu thullatun wathannooannahu waqiAAun bihim khuthoo ma ataynakumbiquwwatin wathkuroo ma feehi laAAallakumtattaqoon
Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu naungan awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami firmankan kepada mereka), "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa."
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ م
Wa-ith akhatha rabbuka minbanee adama min thuhoorihim thurriyyatahumwaashhadahum AAala anfusihim alastu birabbikum qaloobala shahidna an taqooloo yawma alqiyamatiinna kunna AAan hatha ghafileen
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), "Bukanlah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,"
أَوْ تَقُول
Aw taqooloo innama ashraka abaonamin qablu wakunna thurriyyatan min baAAdihimafatuhlikuna bima faAAala almubtiloon
atau agar kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?"1
وَكَذ
Wakathalika nufassilu al-ayatiwalaAAallahum yarjiAAoon
Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
وَ
Watlu AAalayhim nabaa allatheeataynahu ayatina fansalakhaminha faatbaAAahu ashshaytanu fakanamina alghaween
Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), lalu jadilah dia termasuk orang yang sesat.
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَ
Walaw shi/na larafaAAnahu bihawalakinnahu akhlada ila al-ardi wattabaAAahawahu famathaluhu kamathali alkalbi in tahmilAAalayhi yalhath aw tatruk-hu yalhath thalika mathalualqawmi allatheena kaththaboo bi-ayatinafaqsusi alqasasa laAAallahumyatafakkaroon
Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.
س
Saa mathalan alqawmu allatheenakaththaboo bi-ayatina waanfusahum kanooyathlimoon
Sangat buruk perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami; mereka menzalimi diri sendiri.
م
Man yahdi Allahu fahuwa almuhtadeewaman yudlil faola-ika humu alkhasiroon
Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi.
وَلَقَ
Walaqad thara/na lijahannamakatheeran mina aljinni wal-insi lahum quloobun layafqahoona biha walahum aAAyunun la yubsiroonabiha walahum athanun la yasmaAAoona bihaola-ika kal-anAAami bal hum adalluola-ika humu alghafiloon
Dan Sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.
وَلِلَّهِ
Walillahi al-asmao alhusnafadAAoohu biha watharoo allatheenayulhidoona fee asma-ihi sayujzawna ma kanooyaAAmaloon
Dan Allah memiliki Asmāul Ḥusnā (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmāul Ḥusnā itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya1 Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
وَمِ
Wamimman khalaqna ommatun yahdoonabilhaqqi wabihi yaAAdiloon
Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil.
وَ
Wallatheena kaththaboobi-ayatina sanastadrijuhum min haythula yaAAlamoon
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.
وَأُمْلِى لَهُمْۚ إِ
Waomlee lahum inna kaydee mateen
Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.
أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُو
Awa lam yatafakkaroo ma bisahibihimmin jinnatin in huwa illa natheerun mubeen
Dan apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak gila. Dia (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.
أَوَلَمْ يَ
Awalam yanthuroo feemalakooti assamawati wal-ardiwama khalaqa Allahu min shay-in waan AAasaan yakoona qadi iqtaraba ajaluhum fabi-ayyi hadeethinbaAAdahu yu/minoon
Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya waktu (kebinasaan) mereka? Lalu berita mana lagi setelah ini yang mereka percayai?
م
Man yudlili Allahu falahadiya lahu wayatharuhum fee tughyanihimyaAAmahoon
Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan.
يَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
Yas-aloonaka AAani assaAAatiayyana mursaha qul innama AAilmuhaAAinda rabbee la yujalleeha liwaqtiha illahuwa thaqulat fee assamawati wal-ardila ta/teekum illa baghtatan yas-aloonaka kaannaka hafiyyunAAanha qul innama AAilmuha AAinda Allahiwalakinna akthara annasi layaAAlamoon
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
قُل لّ
Qul la amliku linafsee nafAAan waladarran illa ma shaa Allahuwalaw kuntu aAAlamu alghayba lastakthartu mina alkhayriwama massaniya assoo-o in ana illanatheerun wabasheerun liqawmin yu/minoon
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman."
۞ هُوَ
Huwa allathee khalaqakum min nafsinwahidatin wajaAAala minha zawjaha liyaskunailayha falamma taghashshaha hamalathamlan khafeefan famarrat bihi falamma athqalatdaAAawa Allaha rabbahuma la-in ataytanasalihan lanakoonanna mina ashshakireen
Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), "Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur."
فَلَ
Falamma atahumasalihan jaAAala lahu shurakaa feemaatahuma fataAAala AllahuAAamma yushrikoon
Maka setelah Dia memberi kepada keduanya seorang anak yang saleh, mereka1 menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْـ
Ayushrikoona ma la yakhluqushay-an wahum yukhlaqoon
Mengapa mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal (berhala) itu sendiri diciptakan.
وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْ
Wala yastateeAAoona lahum nasranwala anfusahum yansuroon
Dan (berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan.
وَإِ
Wa-in tadAAoohum ila alhuda layattabiAAookum sawaon AAalaykum adaAAawtumoohum am antum samitoon
Dan jika kamu (Wahai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri.
إِ
Inna allatheena tadAAoona min dooniAllahi AAibadun amthalukum fadAAoohumfalyastajeeboo lakum in kuntum sadiqeen
Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu orang yang benar.
أَلَهُمْ أَرْجُ
Alahum arjulun yamshoona biha amlahum aydin yabtishoona biha am lahum aAAyunun yubsiroonabiha am lahum athanun yasmaAAoona biha quliodAAoo shurakaakum thumma keedooni fala tunthiroon
Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras,1 atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad) "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi.
إِ
Inna waliyyiya Allahu allatheenazzala alkitaba wahuwa yatawalla assaliheen
Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Alquran). Dia melindungi orang-orang saleh.
وَ
Wallatheena tadAAoona mindoonihi la yastateeAAoona nasrakum walaanfusahum yansuroon
Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri."
وَإِ
Wa-in tadAAoohum ila alhuda layasmaAAoo watarahum yanthuroona ilayka wahumla yubsiroon
Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat.
خُذِ
Khuthi alAAafwa wa/mur bilAAurfiwaaAArid AAani aljahileen
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.
وَإِ
Wa-imma yanzaghannaka mina ashshaytaninazghun fastaAAith billahi innahusameeAAun AAaleem
Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah1 Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
إِ
Inna allatheena ittaqaw ithamassahum ta-ifun mina ashshaytani tathakkaroofa-itha hum mubsiroon
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).
وَإِخْو
Wa-ikhwanuhum yamuddoonahum feealghayyi thumma la yuqsiroon
Dan teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).
وَإِذَا لَمْ تَأْتِه
Wa-itha lam ta/tihim bi-ayatinqaloo lawla ijtabaytaha qul innamaattabiAAu ma yooha ilayya min rabbee hathabasa-iru min rabbikum wahudan warahmatun liqawminyu/minoon
Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, "Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Alquran) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
وَإِذَا قُرِئَ
Wa-itha quri-a alqur-anu fastamiAAoolahu waansitoo laAAallakum turhamoon
Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat."1
وَ
Wathkur rabbaka fee nafsikatadarruAAan wakheefatan wadoona aljahri mina alqawli bilghuduwwiwal-asali wala takun mina alghafileen
Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.
إِ
Inna allatheena AAinda rabbika layastakbiroona AAan AAibadatihi wayusabbihoonahuwalahu yasjudoon
Sesungguhnya orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.1
يَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
Yas-aloonaka AAani al-anfali qulial-anfalu lillahi warrasooli fattaqooAllaha waaslihoo thata baynikum waateeAAooAllaha warasoolahu in kuntum mu/mineen
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, "Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman."
إِ
Innama almu/minoona allatheenaitha thukira Allahu wajilat quloobuhum wa-ithatuliyat AAalayhim ayatuhu zadat-hum eemananwaAAala rabbihim yatawakkaloon
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah1 gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ
Allatheena yuqeemoona assalatawamimma razaqnahum yunfiqoon
(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
أُ
Ola-ika humu almu/minoona haqqanlahum darajatun AAinda rabbihim wamaghfiratun warizqunkareem
Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.
كَم
Kama akhrajaka rabbuka min baytika bilhaqqiwa-inna fareeqan mina almu/mineena lakarihoon
Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran,1 meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,
يُجَ
Yujadiloonaka fee alhaqqibaAAda ma tabayyana kaannama yusaqoona ilaalmawti wahum yanthuroon
mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu).
وَإِذْ يَعِدُكُمُ
Wa-ith yaAAidukumu Allahu ihdaatta-ifatayni annaha lakum watawaddoonaanna ghayra thati ashshawkati takoonu lakumwayureedu Allahu an yuhiqqa alhaqqa bikalimatihiwayaqtaAAa dabira alkafireen
Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah1 untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya,
لِيُحِقَّ
Liyuhiqqa alhaqqa wayubtilaalbatila walaw kariha almujrimoon
agar Allah memperkuat yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَ
Ith tastagheethoona rabbakum fastajabalakum annee mumiddukum bi-alfin mina almala-ikatimurdifeen
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sungguh, aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."
وَمَا جَعَلَهُ
Wama jaAAalahu Allahu illabushra walitatma-inna bihi quloobukum wama annasruilla min AAindi Allahi inna Allaha AAazeezunhakeem
Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
إِذْ يُغَشِّيكُمُ
Ith yughashsheekumu annuAAasaamanatan minhu wayunazzilu AAalaykum mina assama-imaan liyutahhirakum bihi wayuthhiba AAankumrijza ashshaytani waliyarbita AAalaquloobikum wayuthabbita bihi al-aqdam
(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketentraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian).
إِذْ يُوحِى رَبُّكَ إِلَى
Ith yoohee rabbuka ilaalmala-ikati annee maAAakum fathabbitoo allatheena amanoosaolqee fee quloobi allatheena kafaroo arruAAba fadriboofawqa al-aAAnaqi wadriboo minhum kulla banan
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman." Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka.1
ذ
Thalika bi-annahum shaqqoo Allahawarasoolahu waman yushaqiqi Allaha warasoolahufa-inna Allaha shadeedu alAAiqab
(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya.
ذ
Thalikum fathooqoohu waannalilkafireena AAathaba annar
Demikianlah (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang kafir itu ada (lagi) azab neraka.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooitha laqeetumu allatheena kafaroo zahfan falatuwalloohumu al-adbar
Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).
وَم
Waman yuwallihim yawma-ithin duburahuilla mutaharrifan liqitalin aw mutahayyizanila fi-atin faqad baa bighadabin mina Allahiwama/wahu jahannamu wabi/sa almaseer
Dan barang siapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah neraka Jahanam, dan seburuk-buruknya tempat kembali.
فَلَمْ تَ
Falam taqtuloohum walakinna Allahaqatalahum wama ramayta ith ramayta walakinnaAllaha rama waliyubliya almu/mineena minhu balaanhasanan inna Allaha sameeAAun AAaleem
Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
ذ
Thalikum waanna Allaha moohinukaydi alkafireen
Demikianlah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir.
إِ
In tastaftihoo faqad jaakumualfathu wa-in tantahoo fahuwa khayrun lakum wa-intaAAoodoo naAAud walan tughniya AAankum fi-atukum shay-an walawkathurat waanna Allaha maAAa almu/mineen
Jika kamu meminta keputusan, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti (memusuhi rasul), maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi pertolongan); dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlahnya (pasukan) banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooateeAAoo Allaha warasoolahu wala tawallawAAanhu waantum tasmaAAoon
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),
وَلَا تَكُونُو
Wala takoonoo kallatheenaqaloo samiAAna wahum la yasmaAAoon
dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata, "Kami mendengarkan," padahal mereka tidak mendengarkan (karena hati mereka mengingkarinya).
۞ إِ
Inna sharra addawabbi AAindaAllahi assummu albukmu allatheena layaAAqiloon
Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti.
وَلَوْ عَلِمَ
Walaw AAalima Allahu feehim khayranlaasmaAAahum walaw asmaAAahum latawallaw wahum muAAridoon
Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar.1 Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri.
يَ
Yaayyuha allatheena amanooistajeeboo lillahi walirrasooli itha daAAakumlima yuhyeekum waAAlamoo anna Allahayahoolu bayna almar-i waqalbihi waannahu ilayhi tuhsharoon
Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu,1 dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
وَ
Wattaqoo fitnatan la tuseebannaallatheena thalamoo minkum khassatanwaAAlamoo anna Allaha shadeedu alAAiqab
Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
وَ
Wathkuroo ith antumqaleelun mustadAAafoona fee al-ardi takhafoonaan yatakhattafakumu annasu faawakumwaayyadakum binasrihi warazaqakum mina attayyibatilaAAallakum tashkuroon
Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekkah), dan kamu takut orang-orang (Mekkah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanoola takhoonoo Allaha warrasoola watakhoonooamanatikum waantum taAAlamoon
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.
وَ
WaAAlamoo annama amwalukumwaawladukum fitnatun waanna Allaha AAindahu ajrunAAatheem
Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooin tattaqoo Allaha yajAAal lakum furqananwayukaffir AAankum sayyi-atikum wayaghfir lakum wallahuthoo alfadli alAAatheem
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqān (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar.
وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ
Wa-ith yamkuru bika allatheenakafaroo liyuthbitooka aw yaqtulooka aw yukhrijooka wayamkuroonawayamkuru Allahu wallahu khayru almakireen
Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَ
Wa-itha tutla AAalayhim ayatunaqaloo qad samiAAna law nashao laqulnamithla hatha in hatha illa asateerual-awwaleen
Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini), jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (Alquran) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu."
وَإِذْ قَالُو
Wa-ith qaloo allahummain kana hatha huwa alhaqqa min AAindika faamtirAAalayna hijaratan mina assama-iawi i/tina biAAathabin aleem
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika (Alquran) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih."
وَمَا كَانَ
Wama kana AllahuliyuAAaththibahum waanta feehim wama kanaAllahu muAAaththibahum wahum yastaghfiroon
Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.
وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ
Wama lahum alla yuAAaththibahumuAllahu wahum yasuddoona AAani almasjidi alharamiwama kanoo awliyaahu in awliyaohu illaalmuttaqoona walakinna aktharahum la yaAAlamoon
Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka menghalang-halangi (orang) untuk (mendatangi) Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِ
Wama kana salatuhumAAinda albayti illa mukaan watasdiyatan fathooqooalAAathaba bima kuntum takfuroon
Dan salat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.
إِ
Inna allatheena kafaroo yunfiqoonaamwalahum liyasuddoo AAan sabeeli Allahifasayunfiqoonaha thumma takoonu AAalayhim hasratanthumma yughlaboona wallatheena kafaroo ilajahannama yuhsharoon
Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan,
لِيَمِيزَ
Liyameeza Allahu alkhabeetha mina attayyibiwayajAAala alkhabeetha baAAdahu AAala baAAdinfayarkumahu jameeAAan fayajAAalahu fee jahannama ola-ikahumu alkhasiroon
agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
قُل لِّلَّذِينَ كَفَر
Qul lillatheena kafaroo in yantahooyughfar lahum ma qad salafa wa-in yaAAoodoo faqad madatsunnatu al-awwaleen
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya), "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi) sungguh, berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)."
وَقَ
Waqatiloohum hatta latakoona fitnatun wayakoona addeenu kulluhu lillahifa-ini intahaw fa-inna Allaha bima yaAAmaloona baseer
Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
وَإِ
Wa-in tawallaw faAAlamoo anna Allahamawlakum niAAma almawla waniAAma annaseer
Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.