۞ قَالَ فَمَا خَ
كَذ
وَ
أَفَسِحْرٌ هَ
أَمْ تَأْمُرُهُمْ أَحْلَ
وَ
إِ
وَأَ
ٱ
خُشَّعًا أَ
وَنَبِّئْهُمْ أَ
وَم
ٱ
رَبُّ
يُعْرَفُ
فِيهِمَا فَ
إِذَا وَقَعَتِ
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْد
ثُ
إِ
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِى
هُوَ
يَوْمَ تَرَى
وَ
لَقَ
۞ قَالَ فَمَا خَ
Qala fama khatbukumayyuha almursaloon
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah urusanmu yang penting wahai para utusan?"
قَال
Qaloo inna orsilna ilaqawmin mujrimeen
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luṭ),
لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَ
Linursila AAalayhim hijaratanmin teen
agar kami menimpa mereka dengan batu-batu dari tanah (yang keras),
مُّسَوَّمَةً عِ
Musawwamatan AAinda rabbika lilmusrifeen
yang ditandai dari Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas."1
فَأَخْرَ
Faakhrajna man kana feehamina almu/mineen
Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya (negeri kaum Luṭ).
فَمَا وَجَ
Fama wajadna feehaghayra baytin mina almuslimeen
Maka Kami tidak mendapati di dalamnya (negeri itu), kecuali satu rumah dari orang-orang muslim (Luṭ).
وَتَرَكْنَا فِيه
Watarakna feeha ayatanlillatheena yakhafoona alAAathaba al-aleem
Dan Kami tinggalkan padanya (negeri itu) suatu tanda1 bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih.
وَفِى مُوسَ
Wafee moosa ith arsanahuila firAAawna bisultanin mubeen
Dan pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat yang nyata.
فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِه
Fatawalla biruknihi waqala sahirunaw majnoon
Tetapi dia (Fir'aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, "Dia adalah seorang pesihir atau orang gila."
فَأَخَذْنَ
Faakhathnahu wajunoodahufanabathnahum fee alyammi wahuwa muleem
Maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, dalam keadaan tercela.
وَفِى عَادٍ إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ
Wafee AAadin ith arsalnaAAalayhimu arreeha alAAaqeem
Dan (juga) pada (kisah kaum) 'Ād, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,
مَا تَذَرُ مِ
Ma tatharu min shay-in atatAAalayhi illa jaAAalat-hu karrameem
(angin itu) tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya, bahkan dijadikannya seperti serbuk.
وَفِى ثَمُودَ إِذْ قِيلَ لَهُمْ تَمَتَّعُو
Wafee thamooda ith qeela lahumtamattaAAoo hatta heen
Dan pada (kisah kaum) Samud, ketika dikatakan kepada mereka, "Bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang ditentukan."
فَعَتَوْ
FaAAataw AAan amri rabbihim faakhathat-humuassaAAiqatu wahum yanthuroon
Lalu mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, maka mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.
فَمَا
Fama istataAAoo min qiyaminwama kanoo muntasireen
Maka mereka tidak mampu bangun dan juga tidak mendapat pertolongan,
وَقَوْمَ نُو
Waqawma noohin min qablu innahum kanooqawman fasiqeen
dan sebelum itu (telah Kami binasakan) kaum Nuh. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik.
وَ
Wassamaa banaynahabi-aydin wa-inna lamoosiAAoon
Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya.
وَ
Wal-arda farashnahafaniAAma almahidoon
Dan bumi telah Kami hamparkan; maka (Kami) sebaik-baik yang menghamparkan.
وَمِ
Wamin kulli shay-in khalaqna zawjaynilaAAallakum tathakkaroon
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).
فَفِرّ
Fafirroo ila Allahi inneelakum minhu natheerun mubeen
Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.
وَلَا تَ
Wala tajAAaloo maAAa Allahi ilahanakhara innee lakum minhu natheerun mubeen
Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain selain Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.
كَذ
Kathalika ma ata allatheenamin qablihim min rasoolin illa qaloo sahirunaw majnoon
Demikianlah setiap kali seorang rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka (kaumnya) pasti mengatakan, "Dia itu pesihir atau orang gila."
أَتَوَاصَوْ
Atawasaw bihi bal hum qawmun taghoon
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَم
Fatawalla AAanhum fama anta bimaloom
Maka berpalinglah engkau dari mereka, dan engkau sama sekali tidak tercela.
وَذَكِّرْ فَإِ
Wathakkir fa-inna aththikratanfaAAu almu/mineen
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.
وَمَا خَلَ
Wama khalaqtu aljinna wal-insailla liyaAAbudoon
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
م
Ma oreedu minhum min rizqin wamaoreedu an yutAAimoon
Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.
إِ
Inna Allaha huwa arrazzaquthoo alquwwati almateen
Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.
فَإِ
Fa-inna lillatheena thalamoothanooban mithla thanoobi as-habihimfala yastaAAjiloon
Maka sungguh, untuk orang-orang yang zalim ada bagian (azab) seperti bagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya.
فَوَيْ
Fawaylun lillatheena kafaroo minyawmihimu allathee yooAAadoon
Maka celakalah orang-orang yang kafir pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka (hari Kiamat).
إِ
Inna AAathaba rabbika lawaqiAA
sungguh, azab Tuhanmu pasti terjadi,
يَوْمَ تَمُورُ
Yawma tamooru assamao mawra
pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya,
وَتَسِيرُ
Wataseeru aljibalu sayra
dan gunung berjalan (berpindah-pindah).
فَوَيْ
Fawaylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Maka celakalah pada hari itu orang-orang yang mendustakan.
ٱلَّذِينَ هُمْ فِى خَوْ
Allatheena hum fee khawdinyalAAaboon
Orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa),
يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَ
Yawma yudaAAAAoona ila narijahannama daAAAAa
pada hari (ketika) itu mereka di dorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.
هَ
Hathihi annaru allateekuntum biha tukaththiboon
(Dikatakan kepada mereka), "Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya."
أَفَسِحْرٌ هَ
Afasihrun hatha am antum latubsiroon
Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?
ٱصْلَوْهَا فَ
Islawha fasbirooaw la tasbiroo sawaon AAalaykum innamatujzawna ma kuntum taAAmaloon
Masuklah ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.
إِ
Inna almuttaqeena fee jannatinwanaAAeem
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,
فَ
Fakiheena bima atahumrabbuhum wawaqahum rabbuhum AAathaba aljaheem
mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka; dan Tuhan memelihara mereka dari azab neraka.
كُلُو
Kuloo washraboo hanee-an bimakuntum taAAmaloon
(Dikatakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan."
مُتَّكِــِٔينَ عَلَىٰ سُرُ
Muttaki-eena AAala sururin masfoofatinwazawwajnahum bihoorin AAeen
Mereka bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah.
وَ
Wallatheena amanoo wattabaAAat-humthurriyyatuhum bi-eemanin alhaqnabihim thurriyyatahum wama alatnahum minAAamalihim min shay-in kullu imri-in bima kasaba raheen
Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.
وَأَمْدَ
Waamdadnahum bifakihatin walahminmimma yashtahoon
Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.
يَتَنَ
YatanazaAAoona feeha ka/san lalaghwun feeha wala ta/theem
(Di dalam surga itu) mereka saling mengulurkan gelas yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan sia-sia ataupun perbuatan dosa.
۞ وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَا
Wayatoofu AAalayhim ghilmanunlahum kaannahum lu/luon maknoon
Dan di sekitar mereka ada anak-anak muda yang berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.
وَأَ
Waaqbala baAAduhum AAala baAAdinyatasaaloon
Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa.
قَال
Qaloo inna kunna qablufee ahlina mushfiqeen
Mereka berkata, "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).
فَمَ
Famanna Allahu AAalayna wawaqanaAAathaba assamoom
Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.
إِ
Inna kunna min qablu nadAAoohuinnahu huwa albarru arraheem
Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Penyayang."
فَذَكِّرْ فَم
Fathakkir fama anta biniAAmatirabbika bikahin wala majnoon
Maka peringatkanlah, karena dengan nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila.
أَمْ يَقُولُونَ شَاعِ
Am yaqooloona shaAAirun natarabbasubihi rayba almanoon
Bahkan mereka berkata, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya."
قُلْ تَرَبَّصُو
Qul tarabbasoo fa-innee maAAakum minaalmutarabbiseen
Katakanlah (Muhammad), "Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersama kamu."
أَمْ تَأْمُرُهُمْ أَحْلَ
Am ta/muruhum ahlamuhum bihathaam hum qawmun taghoon
Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-tuduhan) ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?
أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ
Am yaqooloona taqawwalahu bal layu/minoon
Ataukah mereka berkata, "Dia (Muhammad) mereka-rekanya." Tidak! Merekalah yang tidak beriman.
فَلْيَأْتُو
Falya/too bihadeethin mithlihi in kanoosadiqeena
Maka cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Alquran) jika mereka orang-orang yang benar.
أَمْ خُلِقُو
Am khuliqoo min ghayri shay-in am humu alkhaliqoon
Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?
أَمْ خَلَقُو
Am khalaqoo assamawatiwal-arda bal la yooqinoon
Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).
أَمْ عِ
Am AAindahum khaza-inu rabbika amhumu almusaytiroon
Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?
أَمْ لَهُمْ سُلَّ
Am lahum sullamun yastamiAAoona feehifalya/ti mustamiAAuhum bisultanin mubeen
Atau apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata.
أَمْ لَهُ
Am lahu albanatu walakumu albanoon
Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?
أَمْ تَسْــَٔلُهُمْ أَ
Am tas-aluhum ajran fahum min maghraminmuthqaloon
Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang?
أَمْ عِ
Am AAindahumu alghaybu fahum yaktuboon
Ataukah di sisi mereka mempunyai (pengetahuan) tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?
أَمْ يُرِيدُونَ كَيْ
Am yureedoona kaydan fallatheenakafaroo humu almakeedoon
Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Tetapi orang-orang yang kafir itu, justru merekalah yang terkena tipu daya.
أَمْ لَهُمْ إِلَ
Am lahum ilahun ghayru Allahisubhana Allahi AAamma yushrikoon
Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
وَإ
Wa-in yaraw kisfan mina assama-isaqitan yaqooloo sahabun markoom
Dan jika mereka melihat gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka berkata, "Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk."
فَذَرْهُمْ حَتَّىٰ يُلَ
Fatharhum hatta yulaqooyawmahumu allathee feehi yusAAaqoon
Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka, pada hari itu mereka dibinasakan,
يَوْمَ لَا يُغْنِى عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـ
Yawma la yughnee AAanhum kayduhumshay-an wala hum yunsaroon
(yaitu) pada hari (ketika) tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka dan mereka tidak akan diberi pertolongan.
وَإِ
Wa-inna lillatheena thalamooAAathaban doona thalika walakinna aktharahumla yaAAlamoon
Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim masih ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.1
وَ
Wasbir lihukmi rabbikafa-innaka bi-aAAyunina wasabbih bihamdirabbika heena taqoom
Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun.
وَمِنَ
Wamina allayli fasabbihhu wa-idbaraannujoom
dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar).
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ ٢
Ma dalla sahibukum wamaghawa
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru,
وَمَا يَ
Wama yantiqu AAani alhawa
dan tidaklah yang diucapkannya itu (Alquran) menurut keinginannya.
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْ
In huwa illa wahyun yooha
Tidak lain (Alquran itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
عَلَّمَهُ
AAallamahu shadeedu alquwa
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,
ذُو مِرَّ
Thoo mirratin fastawa
yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)
وَهُوَ بِ
Wahuwa bil-ofuqi al-aAAla
Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
ثُ
Thumma dana fatadalla
Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat,
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَ
Fakana qaba qawsayni aw adna
sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).
فَأَوْحَ
Faawha ila AAabdihi maawha
Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah.
مَا كَذَبَ
Ma kathaba alfu-adu maraa
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
أَفَتُمَ
Afatumaroonahu AAala mayara
Maka apakah kamu (musyrikin Mekkah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?
وَلَقَ
Walaqad raahu nazlatan okhra
Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
عِ
AAindaha jannatu alma/wa
di dekatnya ada surga tempat tinggal,
إِذْ يَغْشَى
Ith yaghsha assidratama yaghsha
(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratilmuntahā diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,
مَا زَاغَ
Ma zagha albasaru wamatagha
penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
لَقَ
Laqad raa min ayatirabbihi alkubra
Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.
أَفَرَءَيْتُمُ
Afaraaytumu allata walAAuzza
Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lāta dan Al-'Uzzā,
وَمَنَ
Wamanata aththalithataal-okhra
dan Manāt, yang ketiga yang paling kemudian (sebagai anak perempuan Allah).
أَلَكُمُ
Alakumu aththakaru walahual-ontha
Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan?
تِلْكَ إِ
Tilka ithan qismatun deeza
Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang timpang.
إِنْ هِىَ إِلّ
In hiya illa asmaonsammaytumooha antum waabaokum maanzala Allahu biha min sultanin inyattabiAAoona illa aththanna wamatahwa al-anfusu walaqad jaahum min rabbihimu alhuda
Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka.
أَمْ لِلْإِ
Am lil-insani ma tamanna
Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?
فَلِلَّهِ
Falillahi al-akhiratu wal-oola
(Tidak!) Maka milik Allah lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.
۞ وَك
Wakam min malakin fee assamawatila tughnee shafaAAatuhum shay-an illa minbaAAdi an ya/thana Allahu liman yashao wayarda
Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai.
إِ
Inna allatheena la yu/minoonabil-akhirati layusammoona almala-ikatatasmiyata al-ontha
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh mereka menamakan para malaikat dengan nama perempuan.
وَمَا لَه
Wama lahum bihi min AAilmin inyattabiAAoona illa aththanna wa-innaaththanna la yughnee mina alhaqqishay-a
Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.
فَأَعْرِضْ ع
FaaAArid AAan man tawalla AAanthikrina walam yurid illa alhayataaddunya
Maka tinggalkanlah (Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini kehidupan dunia.
ذ
Thalika mablaghuhum mina alAAilmiinna rabbaka huwa aAAlamu biman dalla AAan sabeelihiwahuwa aAAlamu bimani ihtada
Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
وَلِلَّهِ مَا فِى
Walillahi ma fee assamawatiwama fee al-ardi liyajziya allatheena asaoobima AAamiloo wayajziya allatheena ahsanoobilhusna
Dan milik Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
ٱلَّذِينَ يَ
Allatheena yajtaniboona kaba-iraal-ithmi walfawahisha illa allamama innarabbaka wasiAAu almaghfirati huwa aAAlamu bikum ithanshaakum mina al-ardi wa-ith antum ajinnatun feebutooni ommahatikum fala tuzakkoo anfusakumhuwa aAAlamu bimani ittaqa
(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.
أَفَرَءَيْتَ
Afaraayta allathee tawalla
Maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Alquran)?
وَأَعْطَىٰ قَلِيل
WaaAAta qaleelan waakda
dan dia memberikan sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan sisanya.
أَعِ
aAAindahu AAilmu alghaybi fahuwa yara
Apakah dia mempunyai ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat melihat(nya)?
أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِى صُحُفِ مُوسَىٰ ٣٦
Am lam yunabba/ bima fee suhufimoosa
Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa?
وَإِ
Wa-ibraheema allathee waffa
Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
أَلَّا تَزِرُ وَازِرَ
Alla taziru waziratun wizraokhra
(yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
وَأ
Waan laysa lil-insani illa masaAAa
dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,
وَأَ
Waanna saAAyahu sawfa yura
dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),
ثُ
Thumma yujzahu aljazaa al-awfa
kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,
وَأَ
Waanna ila rabbika almuntaha
dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu),
وَأَ
Waannahu huwa adhaka waabka
dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
وَأَ
Waannahu huwa amata waahya
dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,
وَأَ
Waannahu khalaqa azzawjayni aththakarawal-ontha
dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan,
م
Min nutfatin itha tumna
dari mani, apabila dipancarkan,
وَأَ
Waanna AAalayhi annash-ata al-okhra
dan sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati),
وَأَ
Waannahu huwa aghna waaqna
dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.
وَأَ
Waannahu huwa rabbu ashshiAAra
dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'rā,1
وَأَ
Waannahu ahlaka AAadan al-oola
dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum 'Ād dahulu kala,
وَثَمُودَ
Wathamooda fama abqa
dan kaum Samud, tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup),
وَقَوْمَ نُو
Waqawma noohin min qablu innahum kanoohum athlama waatgha
dan (juga) kaum Nuh sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka.
وَ
Walmu/tafikata ahwa
Dan prahara angin telah meruntuhkan (negeri kaum Luṭ),
فَغَشَّ
Faghashshaha ma ghashsha
lalu menimbuni negeri itu (sebagai azab) dengan (puing-puing) yang menimpanya.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbika tatamara
Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?
هَ
Hatha natheerun mina annuthurial-oola
Ini (Muhammad) salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.
أَزِفَتِ
Azifati al-azifat
Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat.
لَيْسَ لَهَا مِ
Laysa laha min dooni Allahi kashifat
Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.
أَفَمِنْ هَ
Afamin hatha alhadeethitaAAjaboon
Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَ
Watadhakoona wala tabkoon
dan kamu tertawakan dan tidak menangis,
فَ
Fasjudoo lillahi waAAbudoo
Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)!
ٱ
Iqtarabati assaAAatu wanshaqqaalqamar
Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah.
وَإ
Wa-in yaraw ayatan yuAAridoowayaqooloo sihrun mustamirr
Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus."
وَكَذَّبُو
Wakaththaboo wattabaAAoo ahwaahumwakullu amrin mustaqirr
Dan mereka mendustakan (Muhammad) dan mengikuti nafsu mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
وَلَقَ
Walaqad jaahum mina al-anba-i mafeehi muzdajar
Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap kekafiran),
حِكْمَ
Hikmatun balighatun famatughnee annuthur
(itulah) suatu hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka),
فَتَوَلَّ عَنْهُمْۘ يَوْمَ يَ
Fatawalla AAanhum yawma yadAAu addaAAiila shay-in nukur
maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),
خُشَّعًا أَ
KhushshaAAan absaruhum yakhrujoonamina al-ajdathi kaannahum jaradun muntashir
pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan,
مُّهْطِعِينَ إِلَى
MuhtiAAeena ila addaAAiyaqoolu alkafiroona hatha yawmun AAasir
dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, "Ini adalah hari yang sulit."
۞ كَذَّبَتْ قَ
Kaththabat qablahum qawmu noohinfakaththaboo AAabdana waqaloo majnoonun wazdujir
Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul), maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, "Dia orang gila!" Lalu diusirnya dengan ancaman.
فَدَعَا رَبَّهُ
FadaAAa rabbahu annee maghloobun fantasir
Maka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhannya, "Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku)."
فَفَتَحْن
Fafatahna abwaba assama-ibima-in munhamir
Lalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah,
وَفَجَّرْنَا
Wafajjarna al-arda AAuyoonanfaltaqa almao AAala amrin qad qudir
dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehinggga (meluap menimbulkan) keadaaan (bencana) yang telah ditetapkan.
وَحَمَلْنَ
Wahamalnahu AAala thatialwahin wadusur
Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak,
تَ
Tajree bi-aAAyunina jazaanliman kana kufir
yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).
وَلَقَ
Walaqad taraknaha ayatanfahal min muddakir
Dan sungguh, kapal itu telah Kami jadikan sebagai tanda (pelajaran). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِى وَنُذُرِ ١٦
Fakayfa kana AAathabee wanuthur
Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!
وَلَقَ
Walaqad yassarna alqur-ana liththikrifahal min muddakir
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Alquran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ عَا
Kaththabat AAadun fakayfa kanaAAathabee wanuthur
Kaum 'Ād pun telah mendustakan. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!
إِ
Inna arsalna AAalayhim reehansarsaran fee yawmi nahsin mustamirr
Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus,
تَ
TanziAAu annasa kaannahumaAAjazu nakhlin munqaAAir
yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِى وَنُذُرِ ٢١
Fakayfa kana AAathabee wanuthur
Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!
وَلَقَ
Walaqad yassarna alqur-ana liththikrifahal min muddakir
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Alquran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِ
Kaththabat thamoodu binnuthur
Kaum Samud pun telah mendustakan peringatan itu.
فَقَال
Faqaloo abasharan minna wahidannattabiAAuhu inna ithan lafee dalalinwasuAAur
Maka mereka berkata, "Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.
أَءُلْقِىَ
Aolqiya aththikru AAalayhimin baynina bal huwa kaththabun ashir
Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta (dan) sombong."
سَيَعْلَمُونَ غَ
SayaAAlamoona ghadan mani alkaththabual-ashir
Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu.
إِ
Inna mursiloo annaqatifitnatan lahum fartaqibhum wastabir
Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (Saleh).
وَنَبِّئْهُمْ أَ
Wanabbi/hum anna almaa qismatunbaynahum kullu shirbin muhtadar
Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu); setiap orang berhak mendapat giliran minum.
فَنَادَوْ
Fanadaw sahibahum fataAAatafaAAaqar
Maka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya.
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِى وَنُذُرِ ٣٠
Fakayfa kana AAathabee wanuthur
Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!
إِ
Inna arsalna AAalayhim sayhatanwahidatan fakanoo kahasheemi almuhtathir
Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk.
وَلَقَ
Walaqad yassarna alqur-ana liththikrifahal min muddakir
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Alquran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُو
Kaththabat qawmu lootin binnuthur
Kaum Luṭ pun telah mendustakan peringatan itu.
إِ
Inna arsalna AAalayhim hasibanilla ala lootin najjaynahum bisahar
Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luṭ. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing,
نِّعْمَ
NiAAmatan min AAindina kathalikanajzee man shakar
sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
وَلَقَ
Walaqad antharahum batshatanafatamaraw binnuthur
Dan sungguh, dia (Luṭ) telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka mendustakan peringatan-Ku.
وَلَقَ
Walaqad rawadoohu AAan dayfihifatamasna aAAyunahum fathooqoo AAathabeewanuthur
Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!
وَلَقَ
Walaqad sabbahahum bukratanAAathabun mustaqirr
Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang tetap.
فَذُوقُو
Fathooqoo AAathabee wanuthur
Maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!
وَلَقَ
Walaqad yassarna alqur-ana liththikrifahal min muddakir
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Alquran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
وَلَقَ
Walaqad jaa ala firAAawna annuthur
Dan sungguh, peringatan telah datang kepada keluarga Fir'aun.
كَذَّبُو
Kaththaboo bi-ayatinakulliha faakhathnahum akhthaAAazeezin muqtadir
Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya, maka Kami azab mereka dengan azab dari Żat Yang Mahaperkasa, Mahakuasa.
أَكُفَّارُكُمْ خَيْ
Akuffarukum khayrun min ola-ikumam lakum baraatun fee azzubur
Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum musyrikin) lebih baik dari mereka, ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?
أَمْ يَقُولُونَ نَحْنُ جَمِي
Am yaqooloona nahnu jameeAAun muntasir
Atau mereka mengatakan, "Kami ini golongan yang bersatu yang pasti menang."
سَيُهْزَمُ
Sayuhzamu aljamAAu wayuwalloona addubur
Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.
بَلِ
Bali assaAAatu mawAAiduhum wassaAAatuadha waamar
Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.
إِ
Inna almujrimeena fee dalalinwasuAAur
Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan akan berada dalam neraka (di akhirat).
يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِى
Yawma yushaboona fee annariAAala wujoohihim thooqoo massa saqar
Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah sentuhan api neraka."
إِ
Inna kulla shay-in khalaqnahubiqadar
Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
وَم
Wama amruna illa wahidatunkalamhin bilbasar
Dan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata.
وَلَقَ
Walaqad ahlakna ashyaAAakumfahal min muddakir
Dan sungguh, telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu (kekafirannya). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
وَكُلُّ ش
Wakullu shay-in faAAaloohu fee azzubur
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
وَكُلُّ صَغِي
Wakullu sagheerin wakabeerin mustatar
Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis.
إِ
Inna almuttaqeena fee jannatinwanahar
Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai-sungai,
فِى مَ
Fee maqAAadi sidqin AAinda maleekinmuqtadir
di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Mahakuasa.
ٱ
Ashshamsu walqamaru bihusban
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,
وَ
Wannajmu washshajaru yasjudan
Bintang dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).
وَ
Wassamaa rafaAAahawawadaAAa almeezan
Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,
أَلَّا تَ
Alla tatghaw fee almeezan
agar kamu jangan merusak keseimbangan itu.
وَأَقِيمُو
Waaqeemoo alwazna bilqisti walatukhsiroo almeezan
Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.
وَ
Wal-arda wadaAAahalil-anam
Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),
فِيهَا فَ
Feeha fakihatun wannakhluthatu al-akmam
di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
وَ
Walhabbu thoo alAAasfiwarrayhan
dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
خَلَقَ
Khalaqa al-insana min salsalinkalfakhkhar
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
وَخَلَقَ
Wakhalaqa aljanna min marijinmin nar
dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
رَبُّ
Rabbu almashriqayni warabbu almaghribayn
Tuhan (yang memelihara) dua Timur dan Tuhan (yang memelihara) dua Barat.1
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
مَرَجَ
Maraja albahrayni yaltaqiyan
Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,
بَيْنَهُمَا بَرْزَ
Baynahuma barzakhun la yabghiyan
di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.1
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
يَخْرُجُ مِنْهُمَا
Yakhruju minhuma allu/luo walmarjan
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththibani
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
وَلَهُ
Walahu aljawari almunshaatufee albahri kal-aAAlam
Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا ف
Kullu man AAalayha fan
Semua yang ada di bumi itu akan binasa,
وَيَ
Wayabqa wajhu rabbika thooaljalali wal-ikram
tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
يَسْــَٔلُهُ
Yas-aluhu man fee assamawatiwal-ardi kulla yawmin huwa fee sha/n
Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.1
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ
Sanafrughu lakum ayyuha aththaqalan
Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
يَ
Ya maAAshara aljinni wal-insiini istataAAtum an tanfuthoo min aqtari assamawatiwal-ardi fanfuthoo la tanfuthoonailla bisultan
Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَا
Yursalu AAalaykuma shuwathunmin narin wanuhasun fala tantasiran
Kepada kamu (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya).
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فَإِذَا
Fa-itha inshaqqati assamaofakanat wardatan kaddihan
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فَيَوْمَئِ
Fayawma-ithin la yus-alu AAan thanbihiinsun wala jan
Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.1
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
يُعْرَفُ
YuAArafu almujrimoona biseemahumfayu/khathu binnawasee wal-aqdam
Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
هَ
Hathihi jahannamu allatee yukaththibubiha almujrimoon
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ ء
Yatoofoona baynaha wabayna hameeminan
Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّه
Waliman khafa maqama rabbihijannatan
Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.1
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
ذَوَات
Thawata afnan
kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِمَا عَيْنَانِ تَ
Feehima AAaynani tajriyan
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِمَا مِ
Feehima min kulli fakihatinzawjan
Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
مُتَّكِــِٔينَ عَلَىٰ فُرُ
Muttaki-eena AAala furushin bata-inuhamin istabraqin wajana aljannatayni dan
Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِ
Feehinna qasiratu attarfilam yatmithhunna insun qablahum wala jan
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
كَأَ
Kaannahunna alyaqootu walmarjan
Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
هَلْ جَز
Hal jazao al-ihsani illaal-ihsan
Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
وَمِ
Wamin doonihima jannatan
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.1
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَت
Feehima AAaynani naddakhatan
Di dalam keduanya (surga itu) ada dua mata air yang memancar.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِمَا فَ
Feehima fakihatun wanakhlunwarumman
Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِ
Feehinna khayratun hisan
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
حُو
Hoorun maqsooratun feealkhiyam
Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
لَمْ يَ
Lam yatmithhunna insun qablahum walajan
Mereka sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
مُتَّكِــِٔينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْ
Muttaki-eena AAala rafrafin khudrinwaAAabqariyyin hisan
Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
فَبِأَىِّ ءَال
Fabi-ayyi ala-i rabbikumatukaththiban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
تَبَ
Tabaraka ismu rabbika theealjalali wal-ikram
Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.
لَيْسَ لِوَ
Laysa liwaqAAatiha kathiba
terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal).
خَافِضَ
Khafidatun rafiAAa
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).
إِذَا رُجَّتِ
Itha rujjati al-ardu rajja
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
وَبُسَّتِ
Wabussati aljibalu bassa
dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,
فَكَانَتْ هَب
Fakanat habaan munbaththa
maka jadilah ia debu yang berterbangan,
وَكُ
Wakuntum azwajan thalatha
dan kamu menjadi tiga golongan,
فَأَصْحَ
Faas-habu almaymanati maas-habu almaymanat
yaitu golongan kanan,1 alangkah mulianya golongan kanan itu,
وَأَصْحَ
Waas-habu almash-amati maas-habu almash-amat
dan golongan kiri,1 alangkah sengsaranya golongan kiri itu,
وَ
Wassabiqoona assabiqoon
dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).
أُ
Ola-ika almuqarraboon
mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah),
ثُلَّ
Thullatun mina al-awwaleen
segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,1
وَقَلِي
Waqaleelun mina al-akhireena
dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.
عَلَىٰ سُرُ
AAala sururin mawdoona
mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,
مُّتَّكِــِٔينَ عَلَيْهَا مُتَقَ
Muttaki-eena AAalayha mutaqabileen
mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْد
Yatoofu AAalayhim wildanunmukhalladoon
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
بِأَكْوَا
Bi-akwabin waabareeqa waka/sinmin maAAeen
dengan membawa gelas, cerek dan gelas besar (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
لَّا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُ
La yusaddaAAoona AAanhawala yunzifoon
mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
وَفَ
Wafakihatin mimmayatakhayyaroon
dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,
وَلَحْمِ طَيْ
Walahmi tayrin mimmayashtahoon
dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.
كَأَمْثَ
Kaamthali allu/lui almaknoon
laksana mutiara yang tersimpan baik.
جَز
Jazaan bima kanooyaAAmaloon
Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْ
La yasmaAAoona feeha laghwanwala ta/theema
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,
إِلَّا قِيل
Illa qeelan salaman salama
tetapi mereka mendengar ucapan salam.
وَأَصْحَ
Waas-habu alyameeni maas-habu alyameen
Dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.
فِى سِ
Fee sidrin makhdood
(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
وَطَلْ
Watalhin mandood
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
لَّا مَ
La maqtooAAatin walamamnooAAa
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,
وَفُرُ
Wafurushin marfooAAa
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
إِ
Inna ansha/nahunna inshaa
Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,1
فَجَعَلْنَ
FajaAAalnahunna abkara
lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,
ثُلَّ
Thullatun mina al-awwaleen
segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
وَثُلَّ
Wathullatun mina al-akhireen
dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.
وَأَصْحَ
Waas-habu ashshimalima as-habu ashshimal
Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
فِى سَمُو
Fee samoomin wahameem
(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,
لَّا بَارِ
La baridin wala kareem
tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
إِ
Innahum kanoo qabla thalikamutrafeen
Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,
وَكَانُو
Wakanoo yusirroona AAalaalhinthi alAAatheem
dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,
وَكَانُو
Wakanoo yaqooloona a-itha mitnawakunna turaban waAAithamana-inna lamabAAoothoon
dan mereka berkata, "Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?
أَوَءَاب
Awa abaona al-awwaloon
Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?"
قُلْ إِ
Qul inna al-awwaleena wal-akhireen
Katakanlah, "(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian,
لَمَ
LamajmooAAoona ila meeqatiyawmin maAAloom
pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.
ثُ
Thumma innakum ayyuha addalloonaalmukaththiboon
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!
لَأَكِلُونَ مِ
Laakiloona min shajarin min zaqqoom
pasti akan memakan pohon zaqqum,1
فَمَالِــُٔونَ مِنْهَا
Famali-oona minha albutoon
Maka akan penuh perutmu dengannya.
فَشَ
Fashariboona AAalayhi mina alhameem
Setelah itu kamu akan memimun air yang sangat panas.
فَشَ
Fashariboona shurba alheem
Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum.
هَ
Hatha nuzuluhum yawma addeen
Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan."
نَحْنُ خَلَ
Nahnu khalaqnakum falawlatusaddiqoon
Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?
أَفَرَءَيْت
Afaraaytum ma tumnoon
Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.
ءَأَ
Aantum takhluqoonahu am nahnu alkhaliqoon
Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ
Nahnu qaddarna baynakumualmawta wama nahnu bimasbooqeen
Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,
عَلَ
AAala an nubaddila amthalakumwanunshi-akum fee ma la taAAlamoon
untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
وَلَقَ
Walaqad AAalimtumu annash-ata al-oolafalawla tathakkaroon
Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
أَفَرَءَيْت
Afaraaytum ma tahruthoon
Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?
ءَأَ
Aantum tazraAAoonahu am nahnu azzariAAoon
Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?
لَوْ نَش
Law nashao lajaAAalnahu hutamanfathaltum tafakkahoon
Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang,
إِ
Inna lamughramoon
(sambil berkata), "Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,
بَلْ نَحْنُ مَحْرُوم
Bal nahnu mahroomoon
bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun."
أَفَرَءَيْتُمُ
Afaraaytumu almaa allatheetashraboon
Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
ءَأَ
Aantum anzaltumoohu mina almuzni am nahnualmunziloon
Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?
لَوْ نَش
Law nashao jaAAalnahu ojajanfalawla tashkuroon
Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?
أَفَرَءَيْتُمُ
Afaraaytumu annara allateetooroon
Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?
ءَأَ
Aantum ansha/tum shajarataha am nahnualmunshi-oon
Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?
نَحْنُ جَعَلْنَ
Nahnu jaAAalnaha tathkiratanwamataAAan lilmuqween
Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.
فَسَبِّحْ بِ
Fasabbih bismi rabbika alAAatheem
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
۞ فَل
Fala oqsimu bimawaqiAAi annujoom
Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
وَإِ
Wa-innahu laqasamun law taAAlamoona AAatheem
Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,
إِ
Innahu laqur-anun kareem
dan (ini) sesungguhnya Alquran yang sangat mulia,
فِى كِتَ
Fee kitabin maknoon
dalam Kitab yang terpelihara (Lauḥ Maḥfūẓ),
لَّا يَمَسُّهُ
La yamassuhu illa almutahharoon
tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.
تَ
Tanzeelun min rabbi alAAalameen
Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
أَفَبِهَ
Afabihatha alhadeethi antummudhinoon
Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Alquran)?
وَتَ
WatajAAaloona rizqakum annakum tukaththiboon
dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).
فَلَوْل
Falawla itha balaghati alhulqoom
Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,
وَأَ
Waantum heena-ithin tanthuroona
dan kamu ketika itu melihat,
وَنَحْنُ أَ
Wanahnu aqrabu ilayhi minkum walakinla tubsiroon
dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,
فَلَوْل
Falawla in kuntum ghayra madeeneen
maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah),
تَرْجِعُونَه
TarjiAAoonaha in kuntum sadiqeen
kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?
فَأَ
Faamma in kana minaalmuqarrabeen
Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),
فَرَوْ
Farawhun warayhanun wajannatunaAAeem
maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.
وَأَ
Waamma in kana min as-habialyameen
Dan jika dia termasuk golongan kanan,
فَسَلَ
Fasalamun laka min as-habialyameen
maka, "Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!" (sambut malaikat).
وَأَ
Waamma in kana mina almukaththibeenaaddalleen
Namun jika dia termasuk golongan yang mendustakan dan sesat,
فَنُزُ
Fanuzulun min hameem
maka dia disambut siraman air yang mendidih,
إِ
Inna hatha lahuwa haqqualyaqeen
Sungguh, inilah keyakinan yang benar.
فَسَبِّحْ بِ
Fasabbih bismi rabbika alAAatheem
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِى
Sabbaha lillahi ma fee assamawatiwal-ardi wahuwa alAAazeezu alhakeem
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
لَهُ
Lahu mulku assamawatiwal-ardi yuhyee wayumeetu wahuwa AAalakulli shay-in qadeer
Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
هُوَ
Huwa al-awwalu wal-akhiru waththahiruwalbatinu wahuwa bikulli shay-in AAaleem
Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin;1 dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
هُوَ
Huwa allathee khalaqa assamawatiwal-arda fee sittati ayyamin thumma istawaAAala alAAarshi yaAAlamu ma yaliju fee al-ardiwama yakhruju minha wama yanzilu mina assama-iwama yaAAruju feeha wahuwa maAAakum ayna makuntum wallahu bima taAAmaloona baseer
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana .1 Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
لَّهُ
Lahu mulku assamawatiwal-ardi wa-ila Allahi turjaAAual-omoor
Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
يُولِجُ
Yooliju allayla fee annahariwayooliju annahara fee allayi wahuwa AAaleemun bithatiassudoor
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
ءَامِنُو
Aminoo billahiwarasoolihi waanfiqoo mimma jaAAalakum mustakhlafeenafeehi fallatheena amanoo minkum waanfaqoolahum ajrun kabeer
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.
وَمَا لَكُمْ لَا تُؤْمِنُونَ بِ
Wama lakum la tu/minoona billahiwarrasoolu yadAAookum litu/minoo birabbikum waqad akhathameethaqakum in kuntum mu/mineen
Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu? Dan Dia telah mengambil janji (setia)mu, jika kamu orang-orang mukmin.
هُوَ
Huwa allathee yunazzilu AAalaAAabdihi ayatin bayyinatin liyukhrijakummina aththulumati ila annooriwa-inna Allaha bikum laraoofun raheem
Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Alquran) kepada hamba-Nya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang.
وَمَا لَكُمْ أَلَّا تُ
Wama lakum alla tunfiqoo feesabeeli Allahi walillahi meerathu assamawatiwal-ardi la yastawee minkum man anfaqa minqabli alfathi waqatala ola-ika aAAthamudarajatan mina allatheena anfaqoo min baAAdu waqataloowakullan waAAada Allahu alhusna wallahubima taAAmaloona khabeer
Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekkah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
مَّ
Man tha allathee yuqriduAllaha qardan hasanan fayudaAAifahulahu walahu ajrun kareem
Barangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia,
يَوْمَ تَرَى
Yawma tara almu/mineena walmu/minatiyasAAa nooruhum bayna aydeehim wabi-aymanihim bushrakumualyawma jannatun tajree min tahtiha al-anharukhalideena feeha thalika huwa alfawzu alAAatheem
pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah kemenangan yang agung."
يَوْمَ يَقُولُ
Yawma yaqoolu almunafiqoona walmunafiqatulillatheena amanoo onthuroonanaqtabis min noorikum qeela irjiAAoo waraakum faltamisoonooran faduriba baynahum bisoorin lahu babun batinuhufeehi arrahmatu wathahiruhumin qibalihi alAAathab
Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, "Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu." (Kepada mereka) dikatakan, "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)." Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di bagian dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab.
يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَك
Yunadoonahum alam nakun maAAakum qaloobala walakinnakum fatantum anfusakum watarabbastumwartabtum wagharratkumu al-amaniyyu hattajaa amru Allahi wagharrakum billahialgharoor
Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, "Bukankah kami dahulu bersama kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah.
فَ
Falyawma la yu/khathuminkum fidyatun wala mina allatheena kafaroo ma/wakumuannaru hiya mawlakum wabi/sa almaseer
Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."
۞ أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَن
Alam ya/ni lillatheena amanooan takhshaAAa quloobuhum lithikri Allahi wamanazala mina alhaqqi wala yakoonoo kallatheenaootoo alkitaba min qablu fatala AAalayhimu al-amadufaqasat quloobuhum wakatheerun minhum fasiqoon
Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.
ٱعْلَم
IAAlamoo anna Allaha yuhyeeal-arda baAAda mawtiha qad bayyanna lakumual-ayati laAAallakum taAAqiloon
Ketahuilah bahwa Allah yang menghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti.
إِ
Inna almussaddiqeena walmussaddiqatiwaaqradoo Allaha qardan hasanan yudaAAafulahum walahum ajrun kareem
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.
وَ
Wallatheena amanoo billahiwarusulihi ola-ika humu assiddeeqoona washshuhadaoAAinda rabbihim lahum ajruhum wanooruhum wallatheenakafaroo wakaththaboo bi-ayatina ola-ikaas-habu aljaheem
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati (pecinta kebenaran) dan saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya. Tetapi orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka.
ٱعْلَم
IAAlamoo annama alhayatuaddunya laAAibun walahwun wazeenatun watafakhurunbaynakum watakathurun fee al-amwali wal-awladikamathali ghaythin aAAjaba alkuffara nabatuhuthumma yaheeju fatarahu musfarran thumma yakoonu hutamanwafee al-akhirati AAathabun shadeedun wamaghfiratunmina Allahi waridwanun wama alhayatuaddunya illa mataAAu alghuroor
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.
سَابِق
Sabiqoo ila maghfiratin minrabbikum wajannatin AAarduha kaAAardi assama-iwal-ardi oAAiddat lillatheena amanoobillahi warusulihi thalika fadlu Allahiyu/teehi man yashao wallahu thooalfadli alAAatheem
Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
م
Ma asaba min museebatinfee al-ardi wala fee anfusikum illa fee kitabinmin qabli an nabraaha inna thalika AAala Allahiyaseer
Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
لِّكَيْلَا تَأْسَوْ
Likayla ta/saw AAala mafatakum wala tafrahoo bima atakumwallahu la yuhibbu kulla mukhtalinfakhoor
Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,
ٱلَّذِينَ يَ
Allatheena yabkhaloona waya/muroona annasabilbukhli waman yatawalla fa-inna Allaha huwaalghaniyyu alhameed
yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barangsiapa berpaling (dari perintah-perintah Allah), maka sesungguhnya Allah, Dia Mahakaya, Maha Terpuji.
لَقَ
Laqad arsalna rusulana bilbayyinatiwaanzalna maAAahumu alkitaba walmeezanaliyaqooma annasu bilqisti waanzalnaalhadeeda feehi ba/sun shadeedun wamanafiAAu linnasiwaliyaAAlama Allahu man yansuruhu warusulahu bilghaybiinna Allaha qawiyyun AAazeez
Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
وَلَقَ
Walaqad arsalna noohan wa-ibraheemawajaAAalna fee thurriyyatihima annubuwwatawalkitaba faminhum muhtadin wakatheerun minhum fasiqoon
Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami berikan kenabian dan kitab (wahyu) kepada keturunan keduanya, di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka yang fasik.
ثُ
Thumma qaffayna AAala atharihimbirusulina waqaffayna biAAeesa ibni maryamawaataynahu al-injeela wajaAAalna fee quloobiallatheena ittabaAAoohu ra/fatan warahmatan warahbaniyyatanibtadaAAooha ma katabnaha AAalayhimilla ibtighaa ridwani Allahifama raAAawha haqqa riAAayatihafaatayna allatheena amanoo minhumajrahum wakatheerun minhum fasiqoon
Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan raḥbāniyyah,1 padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik.
يَ
Ya ayyuha allatheena amanooittaqoo Allaha waaminoo birasoolihi yu/tikumkiflayni min rahmatihi wayajAAal lakum nooran tamshoonabihi wayaghfir lakum wallahu ghafoorun raheem
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepada dua bagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,
لِّئَلَّا يَعْلَمَ أَهْلُ
Li-alla yaAAlama ahlu alkitabialla yaqdiroona AAala shay-in min fadli Allahiwaanna alfadla biyadi Allahi yu/teehi man yashaowallahu thoo alfadli alAAatheem
agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikit pun mereka tidak akan mendapat karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwa karunia itu ada di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.