عَ
إِ
وَ
إِذْ نَادَ
عَبَسَ وَتَوَلَّىٰٓ ١ أَ
إِذَا
إِذَا
وَيْ
كَلّ
عَلَى
إِذَا
وَ
وَ
سَبِّحِ
بَلْ تُؤْثِرُونَ
هَلْ أَتَ
وَ
يَقُولُ يَ
ل
وَ
وَ
لَا يَصْلَ
وَ
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَ
وَ
ٱ
إِ
لَمْ يَكُنِ
جَز
إِذَا زُلْزِلَتِ
وَ
وَحُصِّلَ مَا فِى
ٱلْقَارِعَةُ ١ مَا
أَلْهَ
وَ
وَيْ
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَ
لِإِيلَ
أَرَءَيْتَ
إِ
قُلْ يَ
إِذَا ج
تَبَّتْ يَد
قُلْ هُوَ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ
عَنِ
AAani annaba-i alAAatheem
Tentang berita yang besar (hari berbangkit),
ٱلَّذِى هُمْ فِيهِ مُخْتَلِف
Allathee hum feehi mukhtalifoon
yang dalam hal itu mereka berselisih.
ثُ
Thumma kalla sayaAAlamoon
sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
أَلَمْ نَ
Alam najAAali al-arda mihada
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,
وَخَلَ
Wakhalaqnakum azwaja
Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan,
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا ٩
WajaAAalna nawmakum subata
dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,
وَجَعَلْنَا
WajaAAalna allayla libasa
dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian,1
وَجَعَلْنَا
WajaAAalna annaharamaAAasha
dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَ
Wabanayna fawqakum sabAAan shidada
dan Kami membangun di atas kamu tujuh (lapis langit) yang kokoh,
وَجَعَلْنَا سِرَا
WajaAAalna sirajan wahhaja
dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari),
وَأَ
Waanzalna mina almuAAsiratimaan thajjaja
dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan lebatnya,
لِّنُخْرِجَ بِه
Linukhrija bihi habban wanabata
untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,
إِ
Inna yawma alfasli kana meeqata
Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,
يَوْمَ يُ
Yawma yunfakhu fee assoorifata/toona afwaja
(yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong,
وَفُتِحَتِ
Wafutihati assamao fakanatabwaba
dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu,
وَسُيِّرَتِ
Wasuyyirati aljibalu fakanatsaraba
dan gunung-gunungpun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.
إِ
Inna jahannama kanat mirsada
Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka),
لِّلطَّ
Littagheena maaba
menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.
لَّ
Labitheena feeha ahqaba
Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama,
لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْ
La yathooqoona feehabardan wala sharaba
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
إِلَّا حَمِي
Illa hameeman waghassaqa
selain air yang mendidih dan nanah,
إِ
Innahum kanoo la yarjoona hisaba
Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan,
وَكَذَّبُو
Wakaththaboo bi-ayatinakiththaba
dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami.
وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَ
Wakulla shay-in ahsaynahu kitaba
Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia).
فَذُوقُو
Fathooqoo falan nazeedakum illaAAathaba
Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab.
إِ
Inna lilmuttaqeena mafaza
Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,
لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْ
La yasmaAAoona feeha laghwanwala kiththaba
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan dusta).
جَز
Jazaan min rabbika AAataan hisaba
Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu,
رَّبِّ
Rabbi assamawati wal-ardiwama baynahuma arrahmani layamlikoona minhu khitaba
Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia.
يَوْمَ يَقُومُ
Yawma yaqoomu arroohu walmala-ikatusaffan la yatakallamoona illa man athinalahu arrahmanu waqala sawaba
Pada hari, ketika rūḥ1 dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.
ذ
Thalika alyawmu alhaqqu famanshaa ittakhatha ila rabbihi maaba
Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.
إِ
Inna antharnakum AAathabanqareeban yawma yanthuru almaro ma qaddamatyadahu wayaqoolu alkafiru ya laytanee kuntuturaba
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, "Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah."
وَ
WannaziAAati gharqa
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.
وَ
Wannashitati nashta
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.
وَ
Wassabihati sabha
Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,
فَ
Fassabiqati sabqa
dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang,
فَ
Falmudabbirati amra
dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia).1
يَوْمَ تَرْجُفُ
Yawma tarjufu arrajifa
(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,
تَتْبَعُهَا
TatbaAAuha arradifa
(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.
قُلُو
Quloobun yawma-ithin wajifa
Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut,
يَقُولُونَ أَءِ
Yaqooloona a-inna lamardoodoona feealhafira
(orang-orang kafir) berkata, "Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?1
أَءِذَا كُ
A-itha kunna AAithamannakhira
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?"
قَالُو
Qaloo tilka ithan karratun khasira
Mereka berkata, "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."
فَإِ
Fa-innama hiya zajratun wahida
Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.
فَإِذَا ه
Fa-itha hum bissahira
Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru).
هَلْ أَتَ
Hal ataka hadeethu moosa
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?
إِذْ نَادَ
Ith nadahu rabbuhu bilwadialmuqaddasi tuwa
Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa;
ٱذْهَ
Ithhab ila firAAawna innahu tagha
pergilah engkau kepada Fir'aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas,
فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَ
Faqul hal laka ila an tazakka
Maka katakanlah (kepada Fir'aun), "Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan),
وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ ١٩
Waahdiyaka ila rabbika fatakhsha
dan engkau akan kubimbing ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?"
فَأَرَ
Faarahu al-ayata alkubra
Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.
فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ٢١
Fakaththaba waAAasa
Tetapi dia (Fir'aun) mendustakan dan mendurhakai.
ثُ
Thumma adbara yasAAa
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ٢٣
Fahashara fanada
Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya).
فَقَالَ أَنَا۟ رَبُّكُمُ
Faqala ana rabbukumu al-aAAla
(Seraya) berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi."
فَأَخَذَهُ
Faakhathahu Allahu nakalaal-akhirati wal-oola
Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia.
إِ
Inna fee thalika laAAibratan limanyakhsha
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).
ءَأَ
Aantum ashaddu khalqan ami assamaobanaha
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّ
RafaAAa samkaha fasawwaha
Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَ
Waaghtasha laylaha waakhraja duhaha
dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang).
وَ
Wal-arda baAAda thalikadahaha
Dan setelah itu bumi Dia hamparkan.
أَخْرَجَ مِنْهَا م
Akhraja minha maahawamarAAaha
Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
وَ
Waljibala arsaha
Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan kokoh.
مَتَ
MataAAan lakum wali-anAAamikum
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
فَإِذَا ج
Fa-itha jaati attammatualkubra
Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang,
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ
Yawma yatathakkaru al-insanu masaAAa
yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,
وَبُرِّزَتِ
Waburrizati aljaheemu liman yara
dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.
وَءَاثَرَ
Waathara alhayata addunya
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
فَإِ
Fa-inna aljaheema hiya alma/wa
maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.
وَأَ
Waama man khafa maqamarabbihi wanaha annafsa AAani alhawa
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,
فَإِ
Fa-inna aljannata hiya alma/wa
maka sungguh, surgalah tempat tinggal-(nya).
يَسْــَٔلُونَكَ عَنِ
Yas-aloonaka AAani assaAAatiayyana mursaha
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, "Kapankah terjadinya?"
فِيمَ أَ
Feema anta min thikraha
Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?
إِلَىٰ رَبِّكَ مُ
Ila rabbika muntahaha
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya).
إِ
Innama anta munthiru manyakhshaha
Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat).
كَأَ
Kaannahum yawma yarawnaha lamyalbathoo illa AAashiyyatan aw duhaha
Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.
أَ
An jaahu al-aAAma
karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum).
وَمَا يُ
Wama yudreeka laAAallahu yazzakka
Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa),
أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَ
Aw yaththakkaru fatanfaAAahu aththikra
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya?
أَ
Amma mani istaghna
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy),
فَأَ
Faanta lahu tasadda
maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya,
وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ ٧
Wama AAalayka alla yazzakka
padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).
وَأَ
Waamma man jaaka yasAAa
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
فَأَ
Faanta AAanhu talahha
engkau (Muhammad) malah mengabaikannya.
كَلّ
Kalla innaha tathkira
Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh, (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan,
فَمَ
Faman shaa thakarah
maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya,
فِى صُحُ
Fee suhufin mukarrama
di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah),
قُتِلَ
Qutila al-insanu ma akfarah
Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!
مِنْ أَىِّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ ١٨
Min ayyi shay-in khalaqah
Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya?
م
Min nutfatin khalaqahu faqaddarah
Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya.1
ثُ
Thumma assabeela yassarah
Kemudian jalannya Dia mudahkan,1
ثُ
Thumma amatahu faaqbarah
kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya,
ثُ
Thumma itha shaa ansharah
kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.
كَلَّا لَ
Kalla lamma yaqdi maamarah
Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya.
فَلْيَ
Falyanthuri al-insanuila taAAamih
Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya,
أَ
Anna sababna almaasabba
Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit),
ثُ
Thumma shaqaqna al-arda shaqqa
kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,
فَأَ
Faanbatna feeha habba
lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian,
مَّتَ
MataAAan lakum wali-anAAamikum
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
فَإِذَا ج
Fa-itha jaati assakhkha
Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),
يَوْمَ يَفِرُّ
Yawma yafirru almaro min akheeh
pada hari itu manusia lari dari saudaranya,
لِكُلِّ
Likulli imri-in minhum yawma-ithinsha/nun yughneeh
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.
وُجُو
Wujoohun yawma-ithin musfira
Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri,
وَوُجُو
Wawujoohun yawma-ithin AAalayhaghabara
dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram),
تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ ٤١
Tarhaquha qatara
tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan).
أُ
Ola-ika humu alkafaratu alfajara
Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka.
وَإِذَا
Wa-itha annujoomu inkadarat
dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
وَإِذَا
Wa-itha aljibalu suyyirat
dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
وَإِذَا
Wa-itha alAAisharu AAuttilat
dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),
وَإِذَا
Wa-itha alwuhooshu hushirat
dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
وَإِذَا
Wa-itha albiharu sujjirat
dan apabila lautan dipanaskan,
وَإِذَا
Wa-itha annufoosu zuwwijat
dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),
وَإِذَا
Wa-itha almawoodatu su-ilat
dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
وَإِذَا
Wa-itha assuhufunushirat
Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,
وَإِذَا
Wa-itha assamao kushitat
dan apabila langit dilenyapkan,
وَإِذَا
Wa-itha aljaheemu suAAAAirat
dan apabila neraka Jahim dinyalakan,
وَإِذَا
Wa-itha aljannatu ozlifat
dan apabila surga didekatkan,
عَلِمَتْ نَفْ
AAalimat nafsun ma ahdarat
setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
فَل
Fala oqsimu bilkhunnas
Aku bersumpah demi bintang-bintang,
وَ
Wassubhi ithatanaffas
dan demi subuh apabila telah menyinsing,
إِ
Innahu laqawlu rasoolin kareem
sesungguhnya (Alquran) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),
ذِى قُوَّةٍ عِ
Thee quwwatin AAinda theealAAarshi makeen
yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki Arasy,
مُّطَا
MutaAAin thamma ameen
yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya.
وَمَا صَاحِبُك
Wama sahibukum bimajnoon
Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila.
وَلَقَ
Walaqad raahu bilofuqialmubeen
Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang.
وَمَا هُوَ عَلَى
Wama huwa AAala alghaybi bidaneen
Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَ
Wama huwa biqawli shaytaninrajeem
Dan (Alquran) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,
إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْ
In huwa illa thikrun lilAAalameen
(Alquran) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam,
لِمَ
Liman shaa minkum an yastaqeem
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus.
وَمَا تَش
Wama tashaoona illa anyashaa Allahu rabbu alAAalameen
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.
وَإِذَا
Wa-itha alkawakibu intatharat
dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
وَإِذَا
Wa-itha albiharu fujjirat
dan apabila lautan dijadikan meluap,
وَإِذَا
Wa-itha alqubooru buAAthirat
dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,
عَلِمَتْ نَفْ
AAalimat nafsun ma qaddamatwaakhkharat
(maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya).
يَ
Ya ayyuha al-insanu magharraka birabbika alkareem
Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pengasih.
ٱلَّذِى خَلَقَكَ فَسَوَّ
Allathee khalaqaka fasawwakafaAAadalak
Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,
ف
Fee ayyi sooratin ma shaarakkabak
dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu.
كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِ
Kalla bal tukaththiboona biddeen
Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.
وَإِ
Wa-inna AAalaykum lahafitheen
Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),
كِرَا
Kiraman katibeen
yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu),
يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَل
YaAAlamoona ma tafAAaloon
mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.
إِ
Inna al-abrara lafee naAAeem
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,
وَإِ
Wa-inna alfujjara lafee jaheem
dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.
يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ
Yaslawnaha yawma addeen
Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.
وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغ
Wama hum AAanha bigha-ibeen
Dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu.
وَم
Wama adraka ma yawmu addeeni
Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
ثُ
Thumma ma adraka mayawmu addeen
Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْ
Yawma la tamliku nafsun linafsinshay-an wal-amru yawma-ithin lillah
(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
وَيْ
Waylun lilmutaffifeen
Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!
ٱلَّذِينَ إِذَا
Allatheena itha iktalooAAala annasi yastawfoon
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan,
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِر
Wa-itha kaloohum aw wazanoohumyukhsiroon
dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.
أَلَا يَظُ
Ala yathunnu ola-ikaannahum mabAAoothoon
Tidakkah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,
يَوْمَ يَقُومُ
Yawma yaqoomu annasu lirabbialAAalameen
(yaitu) pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam.
كَلّ
Kalla inna kitaba alfujjarilafee sijjeen
Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjīn.1
وَم
Wama adraka ma sijjeen
Dan tahukah engkau apakah Sijjīn itu?
وَيْ
Waylun yawma-ithin lilmukaththibeen
Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan!
ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ
Allatheena yukaththiboonabiyawmi addeen
(yaitu) orang-orang yang mendustakannya (hari pembalasan).
وَمَا يُكَذِّبُ بِه
Wama yukaththibu bihi illakullu muAAtadin atheem
Dan tidak ada yang mendustakannya (hari pembalasan) kecuali setiap orang yang melampaui batas dan berdosa,
إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَ
Itha tutla AAalayhi ayatunaqala asateeru al-awwaleen
yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, "Itu adalah dongeng orang-orang dahulu."
كَلَّاۖ بَلْۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِه
Kalla bal rana AAalaquloobihim ma kanoo yaksiboon
Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.
كَلّ
Kalla innahum AAan rabbihim yawma-ithinlamahjooboon
Sekali-kali tidak!1 Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya.
ثُ
Thumma innahum lasaloo aljaheem
Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.
ثُ
Thumma yuqalu hatha allatheekuntum bihi tukaththiboon
Kemudian, dikatakan (kepada mereka), "Inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan."
كَلّ
Kalla inna kitaba al-abrarilafee AAilliyyeen
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam 'Illiyyīn.1
وَم
Wama adraka maAAilliyyoon
Dan tahukah engkau apakah 'Illiyyīn itu?
كِتَ
Kitabun marqoom
(Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal),
يَشْهَدُهُ
Yashhaduhu almuqarraboon
yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).
إِ
Inna al-abrara lafee naAAeem
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,
عَلَى
AAala al-ara-iki yanthuroon
mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.
تَعْرِفُ فِى وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ
TaAArifu fee wujoohihim nadrata annaAAeem
Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.
يُسْقَوْنَ م
Yusqawna min raheeqin makhtoom
Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel),
خِتَ
Khitamuhu miskun wafee thalikafalyatanafasi almutanafisoon
laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
وَمِزَاجُهُ
Wamizajuhu min tasneem
Dan campurannya dari tasnīm,
عَيْ
AAaynan yashrabu biha almuqarraboon
(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat (kepada Allah).
إِ
Inna allatheena ajramoo kanoomina allatheena amanoo yadhakoon
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.
وَإِذَا مَرُّو
Wa-itha marroo bihim yataghamazoon
Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya,
وَإِذَا
Wa-itha inqalaboo ila ahlihimuinqalaboo fakiheen
dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria.
وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَال
Wa-itha raawhum qaloo inna haola-iladalloon
Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,"
وَم
Wama orsiloo AAalayhim hafitheen
padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin).
فَ
Falyawma allatheena amanoomina alkuffari yadhakoon
Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir,
عَلَى
AAala al-ara-iki yanthuroon
mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.
هَلْ ثُوِّبَ
Hal thuwwiba alkuffaru ma kanooyafAAaloon
Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat?
وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ٢
Waathinat lirabbiha wahuqqat
dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh,
وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ ٤
Waalqat ma feeha watakhallat
dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,
وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ٥
Waathinat lirabbiha wahuqqat
dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh.
يَ
Ya ayyuha al-insanuinnaka kadihun ila rabbika kadhanfamulaqeeh
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya.1
فَأَ
Faama man ootiya kitabahubiyameenih
Maka adapun orang yang catatanya diberikan dari sebelah kanannya,
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَا
Fasawfa yuhasabu hisabanyaseera
maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,
وَيَ
Wayanqalibu ila ahlihi masroora
dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.
وَأَ
Waamma man ootiya kitabahu waraathahrih
Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari arah belakang,
فَسَوْفَ يَ
Fasawfa yadAAoo thuboora
maka dia akan berteriak, "Celakalah aku!"
وَيَصْلَىٰ سَعِيرًا ١٢
Wayasla saAAeera
Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
إِ
Innahu kana fee ahlihi masroora
Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir).
إِ
Innahu thanna an lan yahoor
Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya).
بَلَ
Bala inna rabbahu kana bihi baseera
Tidak demikian, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.
فَل
Fala oqsimu bishshafaq
Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja,
وَ
Wallayli wama wasaq
demi malam dan apa yang diselubunginya,
وَ
Walqamari itha ittasaq
demi bulan apabila jadi purnama,
لَتَرْكَبُ
Latarkabunna tabaqan AAan tabaq
sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).1
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِن
Fama lahum la yu/minoon
Maka mengapa mereka tidak mau beriman?
وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ
Wa-itha quri-a AAalayhimu alqur-anula yasjudoon
Dan apabila Alquran dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud,
بَلِ
Bali allatheena kafaroo yukaththiboon
bahkan orang-orang kafir itu mendustakan-(nya).
وَ
Wallahu aAAlamu bimayooAAoon
Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).
فَبَشِّرْه
Fabashshirhum biAAathabin aleem
Maka sampaikanlah kepada mereka (ancaman) azab yang pedih,
إِلَّا
Illa allatheena amanoowaAAamiloo assalihati lahum ajrun ghayrumamnoon
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.
وَ
Wassama-i thatialburooj
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,
وَشَاهِ
Washahidin wamashhood
Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.
قُتِلَ أَصْحَ
Qutila as-habu alukhdood
Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman),
ٱ
Annari thati alwaqood
yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar,
إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُع
Ith hum AAalayha quAAood
ketika mereka duduk di sekitarnya,
وَهُمْ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ بِ
Wahum AAala ma yafAAaloona bilmu/mineenashuhood
sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin.
وَمَا نَقَمُو
Wama naqamoo minhum illa anyu/minoo billahi alAAazeezi alhameed
Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji,
ٱلَّذِى لَهُ
Allathee lahu mulku assamawatiwal-ardi wallahu AAala kullishay-in shaheed
yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
إِ
Inna allatheena fatanoo almu/mineenawalmu/minati thumma lam yatooboo falahum AAathabujahannama walahum AAathabu alhareeq
Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.
إِ
Inna allatheena amanoowaAAamiloo assalihati lahum jannatuntajree min tahtiha al-anharu thalikaalfawzu alkabeer
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung.
إِ
Inna batsha rabbika lashadeed
Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras.
إِ
Innahu huwa yubdi-o wayuAAeed
Sungguh, Dialah yang memulai penciptaan (makhluk) dan yang menghidupkannya (kembali).
وَهُوَ
Wahuwa alghafooru alwadood
Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih,
ذُو
Thoo alAAarshi almajeed
Yang memiliki Arasy, lagi Mahamulia,
فَعَّا
FaAAAAalun lima yureed
Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki.
هَلْ أَتَ
Hal ataka hadeethu aljunood
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara (penentang),
بَلِ
Bali allatheena kafaroo fee taktheeb
Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan,
وَ
Wallahu min wara-ihimmuheet
padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos).
بَلْ هُوَ قُرْءَا
Bal huwa qur-anun majeed
Bahkan (yang didustakan itu) ialah Alquran yang mulia,
فِى لَوْ
Fee lawhin mahfooth
yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauḥ Maḥfūẓ).
وَ
Wassama-i wattariq
Demi langit dan yang datang pada malam hari.
وَم
Wama adraka ma attariq
Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
إِ
In kullu nafsin lamma AAalayha hafith
setiap orang pasti ada penjaganya.
فَلْيَ
Falyanthuri al-insanumimma khuliq
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.
خُلِقَ م
Khuliqa min ma-in dafiq
Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar,
يَخْرُجُ م
Yakhruju min bayni assulbi wattara-ib
yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada.
إِ
Innahu AAala rajAAihi laqadir
Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati).
يَوْمَ تُ
Yawma tubla assara-ir
Pada hari ditampakkan segala rahasia,
فَمَا لَهُ
Fama lahu min quwwatin wala nasir
maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.
وَ
Wassama-i thati arrajAA
Demi langit yang mengandung hujan,1
وَ
Wal-ardi thati assadAA
dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,
إِ
Innahu laqawlun fasl
sungguh, (Alquran) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil),
وَمَا هُوَ بِ
Wama huwa bilhazl
dan (Alquran) itu bukanlah senda gurauan.
إِ
Innahum yakeedoona kayda
Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat,
وَأَكِيدُ كَيْدًا ١٦
Waakeedu kayda
dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu.
فَمَهِّلِ
Famahhili alkafireena amhilhum ruwayda
Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir. Berilah mereka kesempatan untuk sementara waktu.
سَبِّحِ
Sabbihi isma rabbika al-aAAla
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,
ٱلَّذِى خَلَقَ فَسَوَّىٰ ٢
Allathee khalaqa fasawwa
yang menciptakan, lalu menyempurnakan (penciptaan-Nya),
وَ
Wallathee qaddara fahada
yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,
وَ
Wallathee akhraja almarAAa
dan Yang menumbuhkan rerumputan,
فَجَعَلَهُ
FajaAAalahu ghuthaan ahwa
lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman.
سَنُ
Sanuqri-oka fala tansa
Kami akan membacakan (Alquran) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,
إِلَّا مَا ش
Illa ma shaa Allahuinnahu yaAAlamu aljahra wama yakhfa
kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.
وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ ٨
Wanuyassiruka lilyusra
Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagian dunia dan akhirat),
فَذَكِّرْ إ
Fathakkir in nafaAAati aththikra
oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat,
سَيَذَّكَّرُ م
Sayaththakkaru man yakhsha
orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,
وَيَتَجَ
Wayatajannabuha al-ashqa
dan orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,
ٱلَّذِى يَصْلَى
Allathee yasla annaraalkubra
(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka),
ثُ
Thumma la yamootu feeha walayahya
selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.
قَ
Qad aflaha man tazakka
Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),
وَذَكَرَ
Wathakara isma rabbihi fasalla
dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.
بَلْ تُؤْثِرُونَ
Bal tu/thiroona alhayata addunya
Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,
وَ
Wal-akhiratu khayrun waabqa
padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
إِ
Inna hatha lafee assuhufial-oola
Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
صُحُفِ إِ
Suhufi ibraheema wamoosa
(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
هَلْ أَتَ
Hal ataka hadeethu alghashiyat
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?
وُجُو
Wujoohun yawma-ithin khashiAAa
Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina,
تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً ٤
Tasla naran hamiya
mereka memasuki api yang sangat panas (neraka),
تُسْقَىٰ مِنْ عَيْنٍ ءَانِيَةٍ ٥
Tusqa min AAaynin aniya
diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِ
Laysa lahum taAAamun illamin dareeAA
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِى مِ
La yusminu wala yughnee minjooAA
yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.
وُجُو
Wujoohun yawma-ithin naAAima
Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,
لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ٩
LisaAAyiha radiya
merasa senang karena usahanya (sendiri),
لَّا تَسْمَعُ فِيهَا لَ
La tasmaAAu feeha laghiya
di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna.
فِيهَا عَيْ
Feeha AAaynun jariya
Di sana ada mata air yang mengalir.
فِيهَا سُرُ
Feeha sururun marfooAAa
Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan,
وَأَكْوَا
Waakwabun mawdooAAa
dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),
وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ ١٥
Wanamariqu masfoofa
dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,
وَزَرَابِىُّ مَ
Wazarabiyyu mabthootha
dan permadani-permadani yang terhampar.
أَفَلَا يَ
Afala yanthuroona ilaal-ibili kayfa khuliqat
Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?
وَإِلَى
Wa-ila assama-i kayfarufiAAat
Dan langit, bagaimana ditinggikan?
وَإِلَى
Wa-ila aljibali kayfa nusibat
Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?
وَإِلَى
Wa-ila al-ardi kayfa sutihat
Dan bumi bagaimana dihamparkan?
فَذَكِّرْ إِ
Fathakkir innama anta muthakkir
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.
لَّسْتَ عَلَيْه
Lasta AAalayhim bimusaytir
Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,
إِلَّا مَ
Illa man tawalla wakafar
kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir,
فَيُعَذِّبُهُ
FayuAAaththibuhu Allahu alAAathabaal-akbar
maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.
إِ
Inna ilayna iyabahum
Sungguh, kepada Kami lah mereka kembali,
ثُ
Thumma inna AAalayna hisabahum
kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kami lah membuat perhitungan atas mereka.
هَلْ فِى ذ
Hal fee thalika qasamun lithee hijr
Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِع
Alam tara kayfa faAAala rabbuka biAAad
Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) 'Ād?
إِرَمَ ذَاتِ
Irama thati alAAimad
(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum 'Ād) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,
ٱلَّتِى لَمْ يُخْلَ
Allatee lam yukhlaq mithluha fee albilad
yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,
وَثَمُودَ
Wathamooda allatheena jaboo assakhrabilwad
dan (terhadap) kaum Samud yang memotong batu-batu besar di lembah,1
وَفِرْعَوْنَ ذِى
WafirAAawna thee al-awtad
dan (terhadap) Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),
ٱلَّذِينَ طَغَوْ
Allatheena taghaw fee albilad
yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
فَأَكْثَرُو
Faaktharoo feeha alfasad
lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu,
فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذ
Fasabba AAalayhim rabbuka sawtaAAathab
karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka,
إِ
Inna rabbaka labilmirsad
sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi.
فَأَ
Faamma al-insanu itha maibtalahu rabbuhu faakramahu wanaAAAAamahu fayaqoolu rabbeeakraman
Adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhanku telah memuliakanku."
وَأَ
Waamma itha ma ibtalahufaqadara AAalayhi rizqahu fayaqoolu rabbee ahanan
Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, "Tuhanku telah menghinaku."1
كَلَّاۖ بَل لَّا تُكْرِمُونَ
Kalla bal la tukrimoonaalyateem
Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,1
وَلَا تَحَ
Wala tahaddoona AAala taAAamialmiskeen
dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
وَتَأْكُلُونَ
Wata/kuloona atturatha aklanlamma
sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),
وَتُحِبُّونَ
Watuhibboona almala hubbanjamma
dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.
كَلّ
Kalla itha dukkati al-ardudakkan dakka
Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),
وَج
Wajaa rabbuka walmalaku saffansaffa
dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris,
وَجِ
Wajee-a yawma-ithin bijahannamayawma-ithin yatathakkaru al-insanu waannalahu aththikra
dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu.
يَقُولُ يَ
Yaqoolu ya laytanee qaddamtu lihayatee
Dia berkata, "Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini."
فَيَوْمَئِ
Fayawma-ithin la yuAAaththibuAAathabahu ahad
Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (yang adil),
وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ
Wala yoothiqu wathaqahu ahad
dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
يَ
Ya ayyatuha annafsualmutma-inna
Wahai jiwa yang tenang!
ٱرْجِع
IrjiAAee ila rabbiki radiyatanmardiyya
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
فَ
Fadkhulee fee AAibadee
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,
ل
La oqsimu bihatha albalad
Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekkah),
وَأَ
Waanta hillun bihatha albalad
dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekkah) ini,
لَقَ
Laqad khalaqna al-insana feekabad
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.
أَيَحْسَبُ أ
Ayahsabu an lan yaqdira AAalayhi ahad
Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?
يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَال
Yaqoolu ahlaktu malan lubada
Dia mengatakan, "Aku telah menghabiskan harta yang banyak."
أَيَحْسَبُ أ
Ayahsabu an lam yarahu ahad
Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?
أَلَمْ نَ
Alam najAAal lahu AAaynayn
Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,
وَهَدَيْنَ
Wahadaynahu annajdayn
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikkan dan kejahatan).
فَلَا
Fala iqtahama alAAaqaba
Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?
وَم
Wama adraka maalAAaqaba
Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?
أَوْ إِ
Aw itAAamun fee yawmin theemasghaba
atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan,
يَتِي
Yateeman tha maqraba
(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,
أَوْ مِسْكِي
Aw miskeenan tha matraba
atau orang miskin yang sangat fakir.
ثُ
Thumma kana mina allatheena amanoowatawasaw bissabri watawasaw bilmarhama
Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.
أُ
Ola-ika as-habualmaymana
Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.
وَ
Wallatheena kafaroo bi-ayatinahum as-habu almash-ama
Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.
عَلَيْهِمْ نَا
AAalayhim narun mu/sada
Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.
وَ
Washshamsi waduhaha
Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,
وَ
Wannahari itha jallaha
demi siang apabila menampakkannya,
وَ
Wallayli itha yaghshaha
demi malam apabila menutupinya (gelap gulita),
وَ
Wassama-i wama banaha
demi langit serta perancangannya (yang menakjubkan),
وَنَفْ
Wanafsin wama sawwaha
demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya,
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَ
Faalhamaha fujooraha wataqwaha
maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,
قَ
Qad aflaha man zakkaha
sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),
وَقَ
Waqad khaba man dassaha
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَ
Kaththabat thamoodu bitaghwaha
(Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim),
إِذِ
Ithi inbaAAatha ashqaha
ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,
فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ
Faqala lahum rasoolu Allahi naqataAllahi wasuqyaha
lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, "(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya."
فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّه
Fakaththaboohu faAAaqaroohafadamdama AAalayhim rabbuhum bithanbihim fasawwaha
Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah).
وَلَا يَخَافُ عُ
Wala yakhafu AAuqbaha
Dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.
وَ
Wallayli itha yaghsha
Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
وَمَا خَلَقَ
Wama khalaqa aththakarawal-ontha
demi penciptaan laki-laki dan perempuan,
إِ
Inna saAAyakum lashatta
sungguh, usahamu memang beraneka macam.
فَأَ
Faamma man aAAta wattaqa
Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
وَصَدَّقَ بِ
Wasaddaqa bilhusna
dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga),
فَسَنُيَسِّرُهُ
Fasanuyassiruhu lilyusra
maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan).
وَأَ
Waamma man bakhila wastaghna
Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah),
فَسَنُيَسِّرُهُ
Fasanuyassiruhu lilAAusra
maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan).
وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهُ
Wama yughnee AAanhu maluhu ithataradda
Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.
إِ
Inna AAalayna lalhuda
Sesungguhnya Kami lah yang memberi petunjuk,
وَإِ
Wa-inna lana lal-akhirata wal-oola
dan sesungguhnya milik Kami lah akhirat dan dunia.
فَأَ
Faanthartukum naran talaththa
Maka aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala,
لَا يَصْلَ
La yaslaha illaal-ashqa
yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka,
ٱلَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ١٦
Allathee kaththaba watawalla
yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
وَسَيُجَ
Wasayujannabuha al-atqa
Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa,
ٱلَّذِى يُؤْتِى مَالَهُ
Allathee yu/tee malahuyatazakka
yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya),
وَمَا لِأَحَدٍ عِ
Wama li-ahadin AAindahu minniAAmatin tujza
dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya,
إِلَّا
Illa ibtighaa wajhi rabbihial-aAAla
tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ ٢١
Walasawfa yarda
Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna).
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ٣
Ma waddaAAaka rabbuka wama qala
Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,1
وَلَلْأَخِرَةُ خَيْ
Walal-akhiratu khayrun laka minaal-oola
dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.1
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ ٥
Walasawfa yuAAteeka rabbuka fatarda
Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.
أَلَمْ يَجِ
Alam yajidka yateeman faawa
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu).
وَوَجَدَكَ ضَآل
Wawajadaka dallan fahada
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung,1 lalu Dia memberikan petunjuk.
وَوَجَدَكَ ع
Wawajadaka AAa-ilan faaghna
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
فَأَ
Faamma alyateema fala taqhar
Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
وَأَ
Waamma assa-ila falatanhar
Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya).
وَأَ
Waamma biniAAmati rabbika fahaddith
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَ
Alam nashrah laka sadrak
Bukankah kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?
وَوَضَعْنَا عَ
WawadaAAna AAanka wizrak
dan kami pun telah menurunkan beban darimu,1
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ٤
WarafaAAna laka thikrak
dan kami tinggikan sebutan (nama)mu1 bagimu.
فَإِ
Fa-inna maAAa alAAusri yusra
Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,
إِ
Inna maAAa alAAusri yusra
sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
فَإِذَا فَرَغْتَ فَ
Fa-itha faraghta fansab
Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),1
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَ
Wa-ila rabbika farghab
dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
وَهَ
Wahatha albaladi al-ameen
dan demi negeri (Mekkah) yang aman ini.
لَقَ
Laqad khalaqna al-insana fee ahsanitaqweem
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,
ثُ
Thumma radadnahu asfala safileen
kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,
إِلَّا
Illa allatheena amanoowaAAamiloo assalihati falahum ajrun ghayrumamnoon
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِ
Fama yukaththibuka baAAdu biddeen
Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?
أَلَيْسَ
Alaysa Allahu bi-ahkami alhakimeen
Bukankah Allah Hakim yang paling adil?
ٱ
Iqra/ bi-ismi rabbika allathee khalaq
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
خَلَقَ
Khalaqa al-insana min AAalaq
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
ٱ
Iqra/ warabbuka al-akram
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia.
ٱلَّذِى عَلَّمَ بِ
Allathee AAallama bilqalam
Yang mengajar (manusia) dengan pena.
عَلَّمَ
AAallama al-insana ma lamyaAAlam
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
كَلّ
Kalla inna al-insana layatgha
Sekali-sekali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
إِ
Inna ila rabbika arrujAAa
Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).
أَرَءَيْتَ
Araayta allathee yanha
Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?
عَ
AAabdan itha salla
seorang hamba ketika dia melaksanakan salat,1
أَرَءَيْتَ إِ
Araayta in kana AAala alhuda
bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),
أَوْ أَمَرَ بِ
Aw amara bittaqwa
atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
أَرَءَيْتَ إِ
Araayta in kaththaba watawalla
Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?
أَلَمْ يَعْل
Alam yaAAlam bi-anna Allaha yara
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
كَلَّا لَئ
Kalla la-in lam yantahi lanasfaAAanbinnasiya
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka),
نَاصِيَ
Nasiyatin kathibatin khati-a
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.
فَلْيَ
FalyadAAu nadiyah
Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
سَنَ
SanadAAu azzabaniya
kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah (penyiksa orang-orang yang berdosa)
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَ
Kalla la tutiAAhu wasjudwaqtarib
sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).
إِ
Inna anzalnahu fee laylatialqadr
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar.1
وَم
Wama adraka ma laylatualqadr
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
لَيْلَةُ
Laylatu alqadri khayrun min alfi shahr
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ
Tanazzalu almala-ikatu warroohufeeha bi-ithni rabbihim min kulli amr
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
سَلَ
Salamun hiya hatta matlaAAialfajr
Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.
لَمْ يَكُنِ
Lam yakuni allatheena kafaroo min ahlialkitabi walmushrikeena munfakkeena hattata/tiyahumu albayyina
Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,
رَسُو
Rasoolun mina Allahi yatloo suhufanmutahhara
(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Alquran),
فِيهَا كُتُ
Feeha kutubun qayyima
di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).1
وَمَا تَفَرَّقَ
Wama tafarraqa allatheena ootooalkitaba illa min baAAdi ma jaat-humualbayyina
Dan tidaklah terpecah belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.
وَم
Wama omiroo illa liyaAAbudooAllaha mukhliseena lahu addeena hunafaawayuqeemoo assalata wayu/too azzakatawathalika deenu alqayyima
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).1
إِ
Inna allatheena kafaroo min ahli alkitabiwalmushrikeena fee nari jahannama khalideenafeeha ola-ika hum sharru albariyya
Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.
إِ
Inna allatheena amanoowaAAamiloo assalihati ola-ika humkhayru albariyya
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah sebaik-baik makhluk.
جَز
Jazaohum AAinda rabbihim jannatuAAadnin tajree min tahtiha al-anharu khalideenafeeha abadan radiya Allahu AAanhum waradooAAanhu thalika liman khashiya rabbah
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Ādn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
إِذَا زُلْزِلَتِ
Itha zulzilati al-ardu zilzalaha
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,
وَأَخْرَجَتِ
Waakhrajati al-ardu athqalaha
dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
وَقَالَ
Waqala al-insanu ma laha
dan manusia bertanya, "Apa yang terjadi pada bumi ini?"
يَوْمَئِ
Yawma-ithin tuhaddithu akhbaraha
Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
بِأَ
Bi-anna rabbaka awha laha
karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.
يَوْمَئِ
Yawma-ithin yasduru annasuashtatan liyuraw aAAmalahum
Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok,1 untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua amal perbuatannya.
فَم
Faman yaAAmal mithqala tharratinkhayran yarah
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
وَم
Waman yaAAmal mithqala tharratinsharran yarah
Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
وَ
WalAAadiyati dabha
Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah,
فَ
Falmooriyati qadha
dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya),
فَ
Falmugheerati subha
dan kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi,
فَوَسَ
Fawasatna bihi jamAAa
lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
إِ
Inna al-insana lirabbihi lakanood
sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya,
وَإِ
Wa-innahu AAala thalikalashaheed
dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya,
وَإِ
Wa-innahu lihubbi alkhayri lashadeed
dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan.
۞ أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِى
Afala yaAAlamu itha buAAthira mafee alquboor
Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan,
وَحُصِّلَ مَا فِى
Wahussila ma fee assudoor
dan apa yang tersimpan di dalam dada dikeluarkan?
إِ
Inna rabbahum bihim yawma-ithinlakhabeer
sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap keadaan mereka.
وَم
Wama adraka ma alqariAAa
Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
يَوْمَ يَكُونُ
Yawma yakoonu annasu kalfarashialmabthooth
Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan,
وَتَكُونُ
Watakoonu aljibalu kalAAihnialmanfoosh
dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
فَأَ
Faamma man thaqulat mawazeenuh
Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
فَهُوَ فِى عِيشَ
Fahuwa fee AAeeshatin radiya
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).
وَأَ
Waamma man khaffat mawazeenuh
Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
وَم
Wama adraka ma hiya
Dan tahukah kamu apakah neraka Hāwiyah itu?
أَلْهَ
Alhakumu attakathur
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,1
حَتَّىٰ زُرْتُمُ
Hatta zurtumu almaqabir
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَم
Kalla sawfa taAAlamoon
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
ثُ
Thumma kalla sawfa taAAlamoon
kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ
Kalla law taAAlamoona AAilma alyaqeen
Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,
لَتَرَوُ
Latarawunna aljaheem
niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,
ثُ
Thumma latarawunnaha AAayna alyaqeen
kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,
ثُ
Thumma latus-alunna yawma-ithin AAaniannaAAeem
kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).
إِ
Inna al-insana lafee khusr
Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
إِلَّا
Illa allatheena amanoowaAAamiloo assalihati watawasaw bilhaqqiwatawasaw bissabr
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
وَيْ
Waylun likulli humazatin lumaza
Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,
ٱلَّذِى جَمَعَ مَال
Allathee jamaAAa malanwaAAaddadah
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,1
يَحْسَبُ أَ
Yahsabu anna malahu akhladah
dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.
كَلَّاۖ لَيُ
Kalla layunbathanna fee alhutama
Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Ḥuṭamah.
وَم
Wama adraka ma alhutama
Dan tahukah kamu apakah (neraka) Ḥuṭamah itu?
نَارُ
Naru Allahi almooqada
(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,
ٱلَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى
Allatee tattaliAAu AAalaal-af-ida
yang (membakar) sampai ke hati.
إِ
lnnaha AAalayhim mu/sada
Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,
فِى عَمَ
Fee AAamadin mumaddada
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَ
Alam tara kayfa faAAala rabbuka bi-as-habialfeel
Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?1
أَلَمْ يَ
Alam yajAAal kaydahum fee tadleel
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَاب
Waarsala AAalayhim tayran ababeel
dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,
تَرْمِيه
Tarmeehim bihijaratin minsijjeel
yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْ
FajaAAalahum kaAAasfin ma/kool
sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
إ
Eelafihim rihlata ashshita-iwassayf
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.1
فَلْيَعْبُدُو
FalyaAAbudoo rabba hatha albayt
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah),
ٱلَّذ
Allathee atAAamahum min jooAAinwaamanahum min khawf
yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.
أَرَءَيْتَ
Araayta allathee yukaththibu biddeen
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذ
Fathalika allathee yaduAAAAualyateem
Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ
Wala yahuddu AAalataAAami almiskeen
dan tidak mengajak memberi makan orang miskin.
ٱلَّذِينَ هُمْ عَ
Allatheena hum AAan salatihimsahoon
(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,1
إِ
Inna aAAtaynakaalkawthar
Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَ
Fasalli lirabbika wanhar
Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).
إِ
Inna shani-aka huwa al-abtar
Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
قُلْ يَ
Qul ya ayyuha alkafiroon
Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir!
ل
La aAAbudu ma taAAbudoon
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,
وَل
Wala antum AAabidoona maaAAbud
dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
وَل
Wala ana AAabidun maAAabadtum
dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
وَل
Wala antum AAabidoona maaAAbud
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ د
Lakum deenukum waliya deen
Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
إِذَا ج
Itha jaa nasru Allahiwalfath
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
وَرَأَيْتَ
Waraayta annasa yadkhuloonafee deeni Allahi afwaja
dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah.
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَ
Fasabbih bihamdi rabbika wastaghfirhuinnahu kana tawwaba
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
تَبَّتْ يَد
Tabbat yada abee lahabin watab
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!1
م
Ma aghna AAanhu maluhuwama kasab
Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
سَيَصْلَىٰ نَا
Sayasla naran thatalahab
Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).
وَ
Wamraatuhu hammalata alhatab
Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
فِى جِيدِهَا حَ
Fee jeediha hablun min masad
Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
قُلْ هُوَ
Qul huwa Allahu ahad
Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa.
لَمْ يَلِ
Lam yalid walam yoolad
(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
وَلَمْ يَك
Walam yakun lahu kufuwan ahad
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ
Qul aAAoothu birabbi alfalaq
Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),
مِ
Min sharri ma khalaq
dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
وَمِ
Wamin sharri ghasiqin ithawaqab
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِ
Wamin sharri annaffathatifee alAAuqad
dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
وَمِ
Wamin sharri hasidin itha hasad
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ
Qul aAAoothu birabbi annas
Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,
مِ
Min sharri alwaswasi alkhannas
dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ
Allathee yuwaswisu fee sudoori annas
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,